;

Pemotongan Bunga untuk Mendorong Ekonomi

Ekonomi Hairul Rizal 16 Jan 2025 Kontan (H)
Pemotongan Bunga untuk Mendorong Ekonomi
Bank Indonesia (BI) secara mengejutkan memangkas suku bunga acuan (BI-Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,75%, meskipun rupiah tengah berada di posisi terlemah dalam enam bulan terakhir di angka Rp 16.311 per dolar AS. Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan bahwa keputusan ini diambil untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang tertekan dan menciptakan peluang pemulihan meskipun ketidakpastian global masih tinggi.

Dinamika Kebijakan BI Pemangkasan suku bunga acuan oleh BI merupakan langkah kedua dalam lima bulan terakhir, dengan pertimbangan inflasi yang rendah (2,5% ±1%) serta peluang pertumbuhan ekonomi 2025 di rentang 4,7%-5,5%. Perry menekankan bahwa penurunan suku bunga saat ini adalah langkah strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang stagnan di level 5%.

Tekanan pada Rupiah Nilai tukar rupiah yang melemah hingga 5% year-on-year menjadi perhatian, terutama karena sentimen global seperti penguatan dolar AS dan ketidakpastian kebijakan suku bunga Federal Reserve (FFR) pasca terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS.

Dukungan dari Stimulus Fiskal
Ekonom Bank Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto, menyoroti pentingnya sinergi kebijakan fiskal dan moneter. Dengan pemangkasan suku bunga, ditambah stimulus pemerintah dan momentum Ramadan, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2025 diproyeksikan mencapai 5,2%.

Tantangan dan Prospek Ekonomi
Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, memprediksi pertumbuhan ekonomi akan tetap tertekan akibat faktor eksternal seperti perang dagang yang menekan ekspor dan pelemahan permintaan domestik. Sementara itu, Kepala Ekonom Bank BCA, David Sumual, menilai masih ada ruang bagi kebijakan moneter untuk mendukung pertumbuhan, meski tekanan terhadap rupiah akibat ekspektasi kebijakan tarif AS tetap membayangi.

Langkah BI menurunkan suku bunga menunjukkan upaya agresif untuk menopang pertumbuhan ekonomi, meskipun harus menghadapi tantangan berupa pelemahan nilai tukar rupiah dan ketidakpastian global. Kombinasi kebijakan moneter dan fiskal diharapkan mampu menjaga ekonomi tetap stabil pada tahun 2025.
Download Aplikasi Labirin :