;

Enam Bioskop Sudah Buka

Leo Putra 03 Dec 2020 Tribun Timur

Setelah delapan bulan ditutup karena pandemi virus corona atau Covid-19, akhirnya sejumlah bioskop di Kota Makassar kembali dibuka mulai Rabu (2/12) kemarin. Tiga bioskop yang buka atas rekomendasi langsung Pemkot Makassar diantaranya Nipah XXI, Panakkukang 21 dan Studio XXI.

Menambah jumlah bioskop yang kembali melakukan kegiatan operasional. Pada Sabtu (21/11) lalu, tiga bioskop terlebih dahulu buka, yakni Panakukkang XXI, TSM XXI, dan M'tos XXI. Sehingga, total sudah enam di Makassar yang telah dibuka.


Ranjang Covid-19 RS Penuh

Leo Putra 03 Dec 2020 Surya

Rumah Sakit (RS) Karsa Husada, Kota Batu tidak bisa menerima rujukan pasien Covid-19 untuk sementara waktu. Ini karena ruang isolasi telah penuh, dan dalam proses penambahan ranjang.

“Jadi kami ini sekarang posisi sudah tidak bisa menampung pasien yang membutuhkan ventilator, Yang tidak membutuhkan, masih bisa dua orang, Tapi masalahnya, di IGD Covid sudah antre empat pasien,” ujar Direktur RS Karsa Husada, dr Tries Anggraini, Rabu (2/12).

Hal serupa terjadi di RS Baptis. Rabu (2/12), 17 tempat tidur pasien Covid-19 telah terisi penuh. Bagian Humas RS Baptis Batu, Desi Arista menerangkan, akibat kamar penuh, untuk sementara RS Baptis tidak menerima pasien Covid-19.

Jika ada pasien terkonfirmasi positif Covid-19 datang ke Baptis, maka akan dirujuk ke RS lain yang masih memiliki kapasitas.

Per 1 Desember 2020, Kota Batu mencatat ada tambahan positif Covid-19 sebanyak enam orang. Pasien yang sembuh 10 orang. 760 warga Kota Batu dilaporkan terkonfirmasi positif Covid-19. 599 diantaranya sembuh dan 73 orang meninggal dunia.


Indikator Pemulihan Ekonomi Menguat

Leo Putra 02 Dec 2020 Investor Daily, 2 Desember 2020

Tren pemulihan ekonomi nasional semakin menguat terefleksi dari sejumlah indikator, terutama dari PMI sektor industri manufaktur yang mulai ekspansif. Indikator lain terlihat pada membaiknya bisnis pariwisata. Kunjungan wisatawan manca negara (wisman) pada Oktober meningkat 5% dan jumlah penumpang udara naik 17,7% dibanding September. Tingkat hunian (occupancy rate) hotel berbintang pun meningkat. Di lain sisi, November yang mencatat inflasi 0,28% (month to month/mtm) juga merupakan indikasi perbaikan daya beli, meski inflasi inti sangat rendah.

Menurut Kepala Ekonom IHS Markit Bernard Aw, kenaikan PMI atau indeks manufaktur Indonesia didorong oleh peningkatkan output produksi, sejalan dengan peningkatan pesanan baru untuk pertama kalinya dalam tiga bulan terakhir. Bernard menjelaskan, peningkatan kinerja manufaktur juga didorong oleh Pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta pada pertengahan Oktober, sehingga meningkatkan output produksi pada November.

PMI merupakan hasil survei terhadap para manajer pembelian di perusahaan manufaktur Indonesia. PMI di atas 50 menunjukkan industri manufaktur tengah ekspansif, sedangkan di bawah 50 menggambarkan manufaktur mengalami kontraksi.

Bernard menjelaskan, peningkatan kinerja manufaktur juga didorong oleh Pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta pada pertengahan Oktober, sehingga meningkatkan output produksi pada November   


Menkeu Pastikan Tetap Tarik PPh ke Perusahaan Digital Asing

Leo Putra 02 Dec 2020 Investor Daily, 2 Desember 2020

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan, ketentuan pemajakan tersebut merupakan hak sepenuhnya dari pemerintah Indonesia, apalagi hal itu sudah diatur dalam undang-undang. “Kami tetap melakukan hak pemajakan dari Indonesia. Untuk PPh ini lebih pada bagaimana settlement mengenai pembagian dan keuntungan,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (1/12). 

Ia melanjutkan pembicaraan dalam pemungutan PPh atas penghasilan yang diperoleh perusahaan asing yang jasanya dinikmati dan dibayar oleh penduduk di suatu negara belum menemui kesepakatan, karena masalah pembagian keuntungan lintas yurisdiksi.  Sebagai informasi, konsensus pajak digital tengah dibahas secara internasional oleh The Organization for Economic Cooperation and Development (OECD), di mana Indonesia menjadi salah satu anggotanya. Namun, di antaranya karena pandemi Covid-19, konsensus atas proposal Pillar 1: Unified Approach dan Pillar 2: Global Anti Base Erosion (GloBE) terpaksa ditunda.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pajak Kemenkeu Suryo Utomo mengatakan, tahun depan pemerintah mematok targe t penerimaan pajak sebesar Rp 1.229,6 triliun. Angka tersebut tumbuh 2,5% dari target 2020 yang senilai Rp 1.198,82 triliun. Terkait strategi untuk mengejar penerimaan pajak tahun depan, katar dia, pemerintah akan gencar melakukan pengawasan dan penegakan hukum terhadap basis pajak.

Kembali ke Level Pra-Pandemi pada 2021

Leo Putra 02 Dec 2020 Investor Daily, 2 Desember 2020

Laporan OECD menunjukkan bahwa produksi dunia pada tahun ini mengalami penurunan 4,2% karena terdampak aturan karantina (lockdown) yang diterapkan selama berbulan-bulan. Aturan tersebut memperlambat penyebaran virus corona, tetapi telah menganggu perekonomian global. OECD memprediksi ekonomi dunia pulih dengan tingkat pertumbuhan 4,2% pada 2021. Dia mengatakan bahwa dukungan akan membuahkan hasil yang baik dalam beberapa bulan mendatang. 

Tiongkok kemungkinan menjadi satu-satunya negara dengan kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia yang lolos dari kontraksi tahun ini Negeri Tirai Bambu itu membukukan pertumbuhan ekonomi sebesar 1,8% dan diperkirakan melonjak 8,0% pada 2021.        Di sisi lain, ekonomi Amerika Serikat (AS) pada tahun ini akan berkontraksi sebesar 3,7% dan hanya tumbuh 3,2% pada 2021. Sementara itu, zona euro akan mengurangi kerugiannya setelah sempat kontraksi 7,5% pada 2020 dan diprediksi tumbuh 3,6% pada 2021. Jepang diperkirakan mengalami hal yang sama yakni kontraksi 5,3% pada 2020, kemudian diikuti dengan kenaikan 2,3% pada 2021. 

OECD pun mendesak pemerintah untuk memfokuskan upaya-upayanya pada barang dan jasa penting, seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur fisik dan digital sebagai dasar untuk pertumbuhan. Mereka juga menyerukan tindakan tegas untuk membalikkan peningkatan kemiskinan dan ketidaksetaraan pendapatan dan kembali ke kerja sama internasional

Pasar Domestik Berpotensi Diserbu Barang Tiongkok

Leo Putra 02 Dec 2020 Investor Daily, 2 Desember 2020

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menuturkan, banjir produk impor Tiongkok membuat produk-produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tersungkur, sehingga defisit neraca dagang dengan Negeri Tirai Bambu itu makin lebar.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Hubungan Internasional Shinta Kamdani mengatakan, RCEP berpotensi mempercepat normalisasi arus perdagangan yang terdampak pandemi Covid-19. Selain itu, Indonesia bisa lebih mudah mengundang masuk investasi dari negara-negara RCEP. Namun, untuk mendapat hasil positif dari perjanjian kerja sama ini, Indonesia harus mampu bersaing dengan negara-negara anggota lain.

Pemerintah Indonesia, kata Shinta, perlu terus menerus memastikan iklim usaha di sektor-sektor tersebut tetap baik sehingga produktifivitas, efisiensi, dan keunggulan ekspor sektor tersebut bisa terus dipertahankan. Pada saat yang sama, RCEP menciptakan persaingan yang lebih tinggi bagi sektor telekomunikasi, teknologi informasi, dan sektor padat karya nasional seperti sektor garmen, sepatu, dan otomotif

Pembubaran 10 Lembaga Hemat Rp 227 Miliar

Ayu Dewi 02 Dec 2020 Kontan

Presiden Joko Widodo resmi bubarkan 10 lembaga non struktural dan akan melebur dengan kementerian dan lembaga (K/L) yang ada. Hal itu dilakukan melalui Peraturan Presiden Nomor 112 tahun 2020.

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) menyebutkan, “Anggaran negara potensi penghematannya sekitar Rp 227 miliar per tahun untuk keseluruhan,” ujar Deputi Bidang Kelembagaan dan Tata Laksana Kementerian PAN-RB Rini Widyantini saat konferensi pers, Selasa (1/12).

Tujuan utama pembubaran lembaga tersebut adalah untuk merampingkan birokrasi. Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo menyebut bahwa telah mendapat amanat presiden untuk melakukan evaluasi terhadap lembaga yang ada. Sehingga lembaga yang tidak efektif akan terus dipangkas.


China Temukan Lagi Jejak Virus pada Kemasan Produk

Ayu Dewi 02 Dec 2020 Kompas

Untuk ketiga kalinya, ditemukan jejak virus korona tipe baru pada kemasan dan produk perikanan yang dikirim dari Indonesia ke China. Indonesia perlu memastikan pengawasan ketat dari hulu ke hilir perikanan untuk memastikan produk yang diekspor memenuhi standar keamanan pangan.

Kepala Pusat Pengendalian Mutu Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (BKIPM-KKP) Widodo Sumiyanto mengemukakan, investigasi tengah dilakukan menyusul temuan Otoritas Bea dan Cukai China (GACC).

Untuk mencegah kejadian berulang, tambah Widodo, pihaknya akan menerapkan pengawasan ketat hulu-hilir, mulai dari proses produksi penangkapan dan budidaya ikan, pengolahan, penyedia kemasan, hingga distribusi.  Langkah lain adalah mengevaluasi unit pengolahan ikan yang mengekspor ikan ke China.

“Saya mohon maaf kepada masyarakat Indonesia karena belum mampu mencegah (temuan korona tipe baru) secara paripurna. Akan tetapi, kami berupaya meningkatkan sistem pengawasan perikanan dari hulu-hilir. Seluruh pihak harus berkomitmen,” ujarnya, Selasa (1/12/2020).

Menurut data KKP, sampai dengan triwulan III-2020, hasil perikanan diekspor ke 149 negara sebanyak 921.265 ton dengan nilai 4,28 miliar dollar AS. Volume itu meningkat 6 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019, yakni 867.266 ton atau senilai 4,01 miliar dollar AS ke 158 negara tujuan ekspor.


Skema Penyelesaian Jiwasraya Potensial Ditolak Nasabah

Ayu Dewi 02 Dec 2020 Kontan

Rencana penyelesaian polis PT Asuransi Jiwasraya yang tertunggak pada nasabah produk saving plan telah disetujui Komisi VI DPR dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Senin (30/11). Berdasarkan kesepakatan itu, pembayaran cicilan polis yang direstrukturisasi mulai dari Juli hingga Oktober 2021.

Ketua Panitia Kerja Jiwasraya Komisi VI DPR Aria Bima mengatakan, opsi restrukturisasi polis memuat nilai nominal, jangka waktu cicilan, mekanisme pembayaran polis oleh IFG Life. “Opsi ada nominal dipotong nilai tunai (haircut), nominal tunai yang diterima, jangka waktu cicilan belum bisa disampaikan,” ujar Aria.

Untuk membayar cicilan, pada Maret sampai Juni 2021, IFG Life akan mendapat pendanaan penyertaan modal negara dengan total sekurang-kurangnya Rp 12 triliun. Setelah itu sejak Juli hingga Oktober 2021, pembayaran cicilan di muka dilakukan. Namun, nasabah menolak rencana restrukturisasi polis dengan skema cicilan hingga 15 tahun dan menolak restrukturisasi itu diselesaikan tanpa bunga dan dipotong nilai tunai.

 


Pendapatan Zoom Diproyeksikan Melesat 330% di Kuartal IV - 2020

Ayu Dewi 02 Dec 2020 Kontan

Salah satu penyedia layanan konferensi video yang meraup untung besar di kala pandemi adalah Zoom Video Communications Inc. Perusahaan ini memproyeksikan pendapatan pada kuartal IV yang akan berakhir pada Januari 2021 akan mencapai US$ 811 juta. Sedangkan rata-rata prediksi analisis hanya US$ 719 juta.

Proyeksi perusahaan itu meningkat 330% year on year (yoy), turun tipis dibanding pertumbuhan dua kuartal sebelumnya. Proyeksi penurunan pertumbuhan pendapatan itu dibanding dengan kuartal-kuartal sebelumnya memicu kekhawatiran investor, ledakan pengguna Zoom akibat pandemi mungkin akan segera berakhir. Walhasil harga saham perusahaan itu anjlok 5% pada perdagangan saham Senin (30/11).

Sepanjang tahun ini, saham Zoom telah melonjak tujuh kali lipat. Ini membuat sejumlah analis menilai harga saham Zoom sudah kemahalan. Perusahaan ini melaporkan margin kotor sebesar 68% pada kuartal III tahun fiskal 2019/2020, turun dari 72,3% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan margin disebabkan biaya layanan cloud publik untuk mendukung pengguna gratis.


Pilihan Editor