1,2 Vaksin Tiba, Sulsel Butuh Cold Room
Sebanyak 1,2 juta dosis vaksin untuk Covid-19 dari Sinovac telah tiba di tanah air, Senin (7/12/2020) dini hari. Vaksin disimpan di Bio Farma Bandung.
Kepala Dinas Kesehatan sulawesi Selatan (Kadinkes Sulsel) dr Muhammad Ichsan Mustari MHM saat dikonfirmasi menjelaskan masih belum ada penjelasan detail terkait pembagian vaksin hingga program pemberiannya ke warga Sulsel.
Saat ini, Ichsan menyebutkan, untuk fasilitas penyimpanan vaksin, Provinsi Sulawesi Selatan masih membutuhkan ruang tambahan. “Sulsel baru memiliki satu buah cold room storage yang dapat digunakan. Kita masih butuh satu cold room lagi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kadinkes Sulsel Muhammad Ichsan Mustari kehadiran vaksin tersebut belum bisa langsung digunakan. Di antaranya, menunggu Use Emergency Authorized atau Otorisasi Penggunaan Darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Setelah itu penyediaan cold storage atau ruangan khusus untuk vaksin dalam jumlah besar, hingga menetapkan jumlah vaksin yang diberikan bagi setiap daerah melalui jalur subsidi maupun jalur mandiri.
Ichsan melanjutkan, mengenai prioritas pemberian vaksin berdasarkan peraturan yang ditetapkan Yakni pertama medis dan paramedis, pelayanan publik, TNI dan Polri, serta seluruh tenaga pendidik.
Pengadaan Vaksin Covid-19, Pemerintah Kucurkan Insentif Rp50,95 Miliar
Pemerintah memberikan insentif senilai Rp 50,95 miliar untuk pengadaan vaksin Covid-19. Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 188/PMK.04/2020 tentang Pemberian Fasilitas Kepabeanan dan/atau Cukai serta Perpajakan Atas Impor Pengadaan Vaksin. Adapun fasilitas yang diberikan adalah pembebasan bea masuk dan atau cukai, tidak dipungut pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM), serta dibebaskan pajak penghasilan (PPh) Pasal 22.
menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, perkiraan fasilitas fiskal yang diperoleh dari Insemtif dibagi untuk pembebasan bea masuk Rp 14,56 miliar dan pajak dalam rangka impor Rp 36,39 miliar. Selain memberikan insentif, pemerintah juga memfasilitasi mekanisme pengadaan dan persyaratan, hingga percepatan pengeluaran barang. Pemerintah telah mengganggarkan Rp 35,1 triliun untuk pengadaan vaksin dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2020. Adapun alokasi pada 2021 sekitar RP 60,5 triliun sehingga total mencapai Rp 95,6 triliun.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pelaksanaan vaksinasi ada dua skema yaitu, vaksin yang berasal dari program pemerintah gratis, dan vaksin mandiri dipungt biaya.
Produktivitas Pertanian, Petani Garam Beralih ke Bawang
Petani garam di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, terpaksa beralih pekerjaan menjadi petani bawang selama musim penghujan. Musim hujan akan merusak semua proses produksi dari laut hingga menjadi garam. Di kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, sebagian para petani garam pada musim penghujan ini lebih memilih menjadi petani bawang. Selama musim kemarau, hasil pendapatan dari garam mereka kumpulkan untuk modal menanam bawang.
Lahan yang digunakan untuk menanam bawang merah, yakni berada di sekitar lahan tambak garam di desa tersebut. Sebaliknya, lahan pertanian bawang mengganggur selama musim kemarau. Lahan tambak garam tidak bisa digunakan untuk menanam bawang karena perlu pemadatan dan membutuhkan biaya produksi.
Keuntungan dari menanam bawang jauh lebih tinggi dibandingkan garam. Namun begitu, risiko gagal panen pun sangat tinggi, mulai dari diserang sampai persaingan harga dengan bawang impor. Untuk produksi bawang di lahan satu hektare, harus disiapkan modal sekiranya Rp40 sampai juta. Kebutuhan tersebut digunakan sebagai penanaman hingga sewa lahan.
Saat ini, para petani di desa tersebut pun baru mempersiapkan lahan bawang mereka dengan cara mencangkul dan membuat wadah besar menampung air hujan. Satu petani bawang rata-rata menanam bawang di lahan seperempat hektare atau setengah hektare, dikarenakan modal bibit bawang yang cukup besar yang mencapai Rp40 ribu perkilogram.
Proyek Pabrik Baterai Listrik, Selangkah Lagi Jadi Produsen
Indonesia Battery Holding (IBH) terus merealisasikan langkah konkret membangun dua pabrik baterai untuk kendaraan bermotor listrik (electric vehicle/EV). Group CEO Mining and Industry Indonesia (MIND ID) Orias Petrus Moedak mengungkapkan bahwa kesepakatan kerjasama dengan konsorsium asal China yang dipimpin oleh Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL) dan investor asal Korea Selatan, LG Chem Ltd. dapat tercapai pada awal 2021.
Pada waktu yang bersamaan, LG Chem juga melakukan pendekatan dengan Antam melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan juga sudah menandatangani kesepakatan awal. Direktur Utama PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. Dana Amin mengatakan bahwa rencana kerjasama dengan CATL dan LG Chem Ltd. akan dimulai dari sektor hulu. Dia memastikan aset tambang nikel milik perseroan cukup untuk menyuplai kebutuhan pembuatan baterai listrik di Indonesia. Adapun hingga akhir tahun lalu, cadangan bijih nikel perseroan mencapai 353,74 juta wmt dengan sumber daya bijih nikel mencapai 1,36 miliar wmt.
Sementara itu, BP Indonesia berencana merambah bisnis penyediaan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di Indonesia, seiring dengan langkah BP Global yang telah menetapkan bisnisnya untuk energi yang lebih ramah lingkungan. Presiden Direktur BP-AKR Peter Molloy mengatakan, sejalan dengan keahlian BP dalam bidang elektrifikasi dan energi terbarukan, pihaknya berencana untuk menyediakan titik pengisian daya kendaraan listrik dan juga titik penggantian baterai untuk kendaraan roda dua.
BP memiliki pengalaman kuat dan memiliki kemitraan bukan hanya di Indonesia, tetapi secara global. BP memiliki BP Chargemaster yang merupakan jaringan stasiun pengisian kendaraan listrik terbesar. BP Chargemaster akan memperluas jaringannya dari sekitar 7.000 lokasi menjadi 70.000 secara global. Banyak hal yang akan mempengaruhi proses transisi energi tersebut. Tidak hanya dari segi penyediaan pengisian daya kendaraan listrik, tetapi juga kesiapan suatu negara menjadi faktor. Kesiapan perusahaan manufaktur kendaraan dan pemerintahnya dapat menjadi faktor penentu seberapa cepat berlangsungnya transisi energi di suatu negara.
Usaha Rintisan, Pemodal Rajin Guyur Tekfin
Hadirnya bisnis teknologi finansial (tekfin) telah menawarkan cakrawala baru di industri keuangan Indonesia. Perusahaan rintisan (startup) financial technology atau fintech menjadi salah satu sektor yang dilirik investor, terlebih saat pandemi corona atau Covid-19. Meski persaingan di bisnis tersebut ketat, potensi konsolidasi hingga merger dengan sektor tersebut masih terbuka. Laporan Google, Temasek, Bain and Company dalam e-Conomy 2020 menunjukkan pendanaan untuk startup fintech di kawasan Asia Tenggara meningkat pada 2019 mencapai US$ 1,7 miliar.
Asosiasi Modal Ventura Indonesia (Amvesindo) juga mencatatkan data serupa. Amvesindo mencatat sebanyak 25% dari 32 perusahaan rintisan yang meraih pendanaan per kuartal II/2020 merupakan fintech. Managing Partner Kejora Ventures Eri Reksoprodjo mengatakan startup keuangan menjadi alternatif investasi yang menarik, termasuk dalam bentuk equity investment atau menjadi pemegang saham. Potensi ini seiring investor masih melihat financial gap di Indonesia.
Untuk itu, salah satu strategi yang terpenting agar fintech sektor keuangan dapat sukses adalah menerapkan strategi kolaborasi partnership atau masuk ke dalam ekosistem bisnis tersebut. Kendati begitu, investor juga akan lebih berhati-hati dalam memberikan suntikan modal. Namun, potensi startup, khususnya di Indonesia dinilai masih sangat besar.
CEO Mandiri Capital Indonesia (MCI) Eddi Danusaputro menilai bahwa sektor fintech masih diminati. MCI saat ini telah memberikan suntikan modal kepada 13 perusahaan rintisan yang seluruhnya di sektor fintech. Adapun, beberapa portofolio fintech yang telah menerima pendanaan dari MCI meliputi Amartha, Investree, Moka, Mekari, Privy ID dan Cashlez. Nama-nama tersebut merupakan nama yang sudah terbukti valuasi naik terus tiap tahun. Paling tidak 1 tahun ada tiga fintech yang diincar.
Pertamina dan Pelindo I Bangun Sarfas BBM dan Pipa Gas
PT Pertamina (Persero) membangun sarana fasilitas tangki bahan bakar minyak (BBM) dan jalur pipa gas bumi yang bersinergi dengan PT Pelindo 1 dalam pengelolaannya. Pada Jumat (4/12), Pertamina melaksanakan Groundbreaking Sarana dan Fasilitas Bunker Penunjang TBBM yang ke depan akan dikembangkan sebagai TBBM untuk membantu suplai di wilayah Sumatera Utara.
Sarana dan Fasilitas Bunker (Bunker Service) akan berdiri di lahan milik PT Pelindo 1 Pelabuhan Kuala Tanjung dan kelak akan menjadi bagian dan pengembangan tank bunker Kuala Tanjung.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI, Arifin menyambut positif langkah Pertamina menggandeng Pelindo 1 untuk mendukung pemerintah dalam mendorong pemerataan ekonomi dengan membangun infrastruktur energi di Sumatera Utara.
“Pembangunan intrastruktur gas bumi merupakan komitmen untuk penguatan ketahanan energi di negeri, sehingga tidak tergantung hanya satu sumber energi yakni BBM, Kemandirian energi akan menjadi perhatian, karena merupakan unsur penting bagi pembangunan nasional, Penyediaan gas bumi diharapkan mampu meningkatkan daya saing industri dan mengurangi ketergantungan energi impor, “ imbuh Arifin
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan, “Dengan Kuala Tanjung sebagai kawasan industri dan pelabuhan hub internasional, maka diharapkan jumlah industri di Kuala Tanjung terus bertambah, sehingga permintaan kebutuhan gas juga meningkat,” jelas Nicke.
Direktur Utama Pelindo 1 Dani Rusli Utama menilai kehadiran sarana dan fasilitas dermaga Pelabuhan Kuala Tanjung sangat berpotensi mendukung berdirinya TBBM, mengingat dermaga ini memiliki panjang 500 meter dan lebar 60 meter serta bisa disinggahi kapal raksasa sejenis Very Large Container Carrier (VLCC) dengan bobot 50.000 DWT.
Komoditas Perkebunan, Harga CPO Tersengat Pungutan Ekspor
Direktur Godrej International
Ltd. Dorab Mistry mengatakan,
prospek permintaan dan
penawaran CPO akan sangat
menanjak dalam jangka pendek. Dia pun melihat peluang
harga CPO bisa menguat
hingga ke level 4.000 ringgit
per ton pada Januari 2021.
Adapun, pada perdagangan
Jumat (4/12) hingga pukul
16.44 WIB harga CPO kontrak
Februari 2021 berada di posisi
3.441 ringgit per ton atau
naik 3,27%. Sepanjang tahun
berjalan 2020, harga CPO telah
naik 36,72%.
Kepala LMC International James Fry mengatakan, kenaikan harga minyak nabati, termasuk minyak sawit, akan ber tahan hingga kuartal II/2021. Sebelumnya, Kementerian Keuangan menetapkan pungutan ekspor CPO secara progresif atau melalui skema pungutan berdasarkan layer atau lapisan harga CPO yang berlaku mulai 10 Desember 2020. Pungutan ekspor CPO ditetapkan senilai US$55 per ton ketika harga komoditas tersebut berada di bawah US$670 per ton. Besaran pungutan baru akan naik US$5 untuk kenaikan pada lapisan pertama lalu naik US$15 untuk setiap kenaikan harga CPO sebesar US$25 per ton.
Administrasi Penagihan Pajak Disederhanakan
Pemerintah melalui Kementrian Keuangan menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 189/PMK.03/2020 tentang tata cara pelaksanaan penagihan pajak atas jumlah pajak yang masih harus dibayar. Regulasi yang ditetapkan pada 27 November ini untuk menjamin pemenuhan hak dan kewajiban bagi penanggung pajak dan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dalam melaksanakan penagihan pajak. Oleh karena itu, diperlukan pengaturan mengenai tata cara penagihan pajak yang tepat dan berimbang.
PMK 189 juga mengubah ketentuan mengenai cara pemblokiran dan penyitaan harta kekayaan penanggung pajak yang tersimpan pada bank untuk penagihan pajak dengan surat paksa. Dalam pasal 3 PMK 189, tertulis wajib pajak dapat mengangsur atau menunda pembayaran utang sesuai dengan regulasi yang berlaku. Jika tidak dapat melunasi setelah jatuh tempo, dapat dilakukan tindakan penagihan.
Tindakan yang mengacu pada pasal 4 meliputi penerbitan surat teguran, surat paksa, menyita, melelang barang sitaan, menjual dan/atau memindahbukukan barang sitaan untuk barang dikecualikan, mengusulkan pencegahan, melaksanakan penyanderaan, dan/atau menerbitkan surat perintah penagihan seketika dan sekaligus.
Alat Kesehatan Untuk Vaksin, Indofarma Jamin Ketersediaan Jarum Suntik
PT
Indofarma Tbk. memastikan
kebutuhan alat kesehatan
untuk mendukung pemberian
vaksin Covid-19 secara massal
yang rencananya dilakukan
pada tahun depan.
Direktur Utama Indofarma
Arief Pramuhanto mengatakan
bahwa pada dasarnya kegiatan vaksinasi hanya
membutuhkan jarum suntik
dan alat antiseptik. Saat ini
kapasitas produksi jarum
suntik perseroan sudah
mencapai 30 juta per bulan.
Sisi lain, rencana untuk
menggandeng produsen
vaksin Novavax untuk turut
menyediakan pilihan vaksin
mandiri di Tanah Air saat
ini masih berjalan. Meski
belum bisa memberikan
kepastiannya, tetapi Arief
menduga arahnya akan positif.
Saat ini, lanjut Arief, perseroan bersama Holding
BUMN Farmasi masih akan
berfokus pada persiapan
distribusi vaksin massal
dari yang sudah pasti
dikerjasamakan. Sayangnya,
Arief pun belum menyebut
peluang pertumbuhan dari
vaksinasi massal nantinya
karena harga vaksin yang
masih dipastikan.
Kinerja Industri Manufaktur, Arus Logistik Berpotensi Ganggu Pemulihan
Himpunan Industri Mebel dan
Kerajinan Indonesia (HIMKI) mendata
saat ini ada sekitar 1 juta kargo
yang tertumpuk di pelabuhan transit
Singapura. Sementara itu, ribuan
kontainer ekspor saat ini masih
tertahan antara di gudang industri
atau pelabuhan lokal.
Gabungan Pengusaha Ekspor
Indonesia (GPEI) memberikan contoh
bahwa saat ini sekitar 2.000 kontainer
milik PT Wilmar Nabati Indonesia
menumpuk di gudang industri Wilmar.
Pasalnya, saat ini pelabuhan hanya
mampu menghafalkan sekitar 30-40
persen dari kapasitas biasanya.
Dengan kata lain, hanya 30%—40%
hasil produksi yang dapat dikirimkan
ke konsumen global. Sementara itu,
sekitar 60%—70% hasil produksi
sejak September 2020 berpotensi
bertumpuk dan menahan perbaikan utilisasi industri furnitur nasional.
Ketua Umum Asosiasi Aneka
Keramik Indonesia (Asaki) Edy
Suyanto menyatakan kinerja ekspor
industri keramik diprediksi belum
terganggu.
Dengan kata lain, negara utama
tujuan ekspor industri keramik tidak
harus melewati Singapura maupun
Tanjung Pelepas lantaran tidak
membutuhkan fasilitas kapal mother
vessel. Pasalnya, mayoritas negara
tujuan industri keramik masih berada
di Asia Tenggara dan Asia Timur.
Edy meramalkan pertumbuhan
ekspor industri keramik sepanjang
2020 dapat mencapai 30%—35%
secara tahunan.









