Merger Bank Syariah BUMN Hasilkan Aset Rp 200 T
Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin menyatakan, dalam waktu dekat akan segera terbentuk bank syariah baru dengan skala aset jauh lebih besar mencapai Rp 200 triliun hasil merger unit usaha syariah/anak usaha bank syariah beberapa bank BUMN.
Ma'ruf menjelaskan, “Selama ini hanya ada bank (syariah) BUKU II dan III, bank syariah kita masih kecil-kecil. Diharapkan dengan pembentukan bank syariah besar ini punya aset Rp 200 triliun,” ujarnya dalam video conference, Kamis (3/12/2020).
Selain itu, bank syariah tersebut juga diharapkan bisa menangani proyek-proyek besar, tidak hanya nasional, tapi global karena asetnya besar.
Proyek Perumahan Baru, CTRA Garap Medan & Surabaya
Direktur Ciputra Development Nanik Joeliawati Santoso
mengatakan proyek terbaru
pembangunan perumahan itu
memiliki luas 8.000 haktare
(ha) di Medan sedangkan di
Surabaya seluas 200 ha.
Untuk perumahan baru di
Medan, dia menyatakan emiten dengan kode sama CTRA
akan bekerja sama dengan
PT Perkebunan Nusantara II
(PTPN II).
Direktur Independen Ciputra
Development Tulus Santoso
menuturkan wilayah pengembangan CTRA mengikuti kondisi pasar yang ada.
Namun, dia menyatakan CTRA
memiliki sejumlah proyek di
kota-kota besar.
Tulus menambahkan perusahaan masih akan konsisten
menambah inventori landbank. Adapun, target penambahan landbank sama dengan
yang dijual atau dilepas pada
tahun ini.
Direktur Ciputra Development Harun Hajadi menuturkan permintaan properti
hunian yang mulai bergairah
pada pengujung tahun ini
didorong oleh pembeli dengan
tujuan investasi yang kembali masuk untuk membeli
properti.
Finalisasi Merger Grab-Gojek, Era 'Monster Funding' Dimulai
Bendahara Asosiasi Modal Ventura Seluruh Indonesia Edward Ismawan Chamdani menyebut peleburan Grab Holdings Inc. (Grab) dan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) bakal menggiring minat investasi dari ekuitas swasta atau private equity (PE) dengan dana kelolaan lebih dari US$ 3 miliar. Para PE akan cenderung terpikat oleh naiknya kapitalisasi pasar dari entitas gabungan Grab-Gojek. Pasalnya, dengan kondisi finansial dan volume transaksi dua kali lebih besar setelah merger, para investor tetap memiliki peluang exit yang cukup terbuka seiring dengan membesarnya kapitalisasi perusahaan.
Grab menawarkan kepada Gojek 30% saham di entitas hasil merger. Namun, manajemen Gojek dan pemegang saham dikabarkan meminta porsi lebih dengan pertimbangan tingginya penetrasi Gojek di Indonesia yang merupakan pasar terbesar Asean. Grab dan Gojek merupakan startup aplikasi super dengan persaingan valuasi dan pendanaan paling sengit di Asia Tenggara. Saat ini, valuasi Grab ditaksir mencapai US$ 14 miliar, sedangkan Gojek sekitar US$ 10 miliar.
Dalam kaitan itu, hilangnya kompetisi antara Grab dan Gojek jika keduanya mengambil langkah merger dinilai bakal melancarkan upaya perusahaan untuk melakukan penawaran publik perdana atau initial public offering (IPO). Hal tersebut tidak terlepas dari makin mudahnya perusahaan dalam mengatur peta jalan profitabilitas sebagai efek dari terjadinya merger. Dari sudut pandang investor, terjadinya merger dapat membuat perusahaan bisa fokus untuk melakukan pengembangan produk maupun menyusun rencana bisnis ke depan.
Salah satu sumber Bloomberg mengatakan saat ini pimpinan puncak kedua belah pihak tengah menuntaskan detail akhir kesepakatan peleburan tersebut. CEO Softbank Group Corp. Masayoshi Son selaku salah satu investor Grab juga turut bergabung dalam pembicaraan tersebut. Jika keduanya bergabung, salah satu pendiri Grab, Anthony Tan akan menjadi CEO dari entitas merger tersebut. Sementara itu, eksekutif Gojek akan menjalankan bisnis gabungan baru di Indonesia dibawah nama Gojek.
BC Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp 2,6 Miliar
Bea dan Cukai (BC) Sumut dan jajarannya BC Belawan, BC Medan dan BC Kuala Tanjung, memusnankan berbagai jenis Barang Milik Negara (BMN) hasil penindakan kepabeanan dan cukai, yang bersinergi dengan TNI, Polri, Kejaksaan, Pemerintah Daerah serta masyarakat, Kamis sore (3/12). Pemusnahan dilakukan dengan cara membakar, memecahkan dan memotong, berlangsung di halaman Kantar BC Belawan.
Kakanwil BC Sumut, Oza Olavia kepada wartawan mengatakan, berbagai jenis barang impor ilegal/selundupan itu di antaranya 847 pakaian bekas, obat-obatan, kosmelik, alat kontrasepsi, kosmetik sebanyak 601 kemasan, pestisida, compressor, sparepart motor, air softgun serta sparepartnya sebanyak 246 potong. Sedangkan barang kena cukal berupa rokok legal sebanyak 2,532 juta batang dan berbagai merek minuman keras ilegal sebanyak 260 botol.
Disebutkannya, total perkiraan nila barang yang dimusnahkan sekira Rp 2,6 miliar dengan potensi kerugian negara jika beredar tanpa dipungut biaya bea masuk, cukai dan pajak dalam rangka impor senilai Ap 2,3 miliar.
BI Optimis 2021 Ekonomi Sumut Membaik Jika 3 Tantangan Diatasi
Kepala Kantor Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Wiwiek Sisto Widayat menyatakan optimis ekonomi Sumatera Utara tahun 2021 akan membalk berada kembali di posisi 4,8 % - 5,2%
Dia merinci ada tiga tantangan besar yang perlu diatasi yakni pertama, bagaimana mengatasi Covid-19 ini, bagaimana vaksinnya, apakah sudah bisa dengan baik. Katanya perkiraan ekonomi tumbuh 4,8 - 5,2% itu jika kesehatan lebih dulu bisa ditangani lebih baik.
Dikatakannya, pada triwulan IV 2020 diharapkan pertumbuhan ekonomi akan tumbuh positif di kisaran 0,4 - 0,8 % atau bahkan 1 %. Jadi pada Januari 2021 semua indikator yang dilihat juga akan membaik.
Pada triwulan IV 2020 sampai triwulan I - IV 2021, Investasi akan membaik, ekspor produk unggulan akan meningkat seiring dengan makin terbukanya ekspor ke negara tujuan sehingga ekspor produk unggulan seperti CPO, karet dan kopi sudah mengalami perbaikan yang signifikan. Kita melihat negara China dan India sudah membuka peluang, ujarnya.
Begitu pula inflasi tahun 2021 akan berada di 2,5 % plus minus 1 %. Inflasi di tahun 2018, 2019 dan 2020 tidak ada masalah artinya membaik, karena potensi demand yang naik. Jadi di tahun 2021 inflasi diperkirakan akan naik namun tetap berada di kisaran 2,5 % plus minus 1 % Wiwiek berharap ekonomi Sumut membaik dengan adanya sinergi dan semua pihak, terlebih di tengah pandemi Covid-19 saat ini.
Adaptasi Kebiasaan Baru, Jasa Kurir Lokal Ketiban Berkah
Jasa Kurir ramai bermunculan di Kota Palembang selama masa Pandemi Covid-19. Sebanyak 13 kurir JKP Express secara bersamaan menerima pesan dari perusahaan. Manajer JKP Express Ridho Andi Sucipto pada hari itu membagikan 50 order anter-jemput pesanan kepada awak kurir. Satu jam kemudian, para kurir harus sudah siap pick-up barang untuk diantarkan kepada konsumen sesuai alamat.
Seiring aktivitas di luar rumah yang terbatas sejak pandemi mengepung Kota Palembang, masyarakat cenderung membeli makanan hingga produk fesyen dari rumah. Fenomena belanja tak langsung itulah yang kemudian ditangkap sebagi celah bisnis oleh para pemain baru di layanan kurir. Kekuatan sosil media untuk pemasaran dan promosi jasa cukup ampuh, meskipun tak menampik pendekatan door to door ke calon pengguna jasa tetap ditekuni.
Sejak awal mendirikan JKP Express, pasar yang dibidik adalah UMKM yang dinilai dari penjualan UMKM secara online di kota itu masih terkendala ongkos kirim. JKP Express melayani pengantaran 50 hingga 100 paket per hari. Dengan begitu omzet yang dikantongi berkisar Rp 15 juta per bulan dengan menerapkan konsep bagi hasil dengan mitra pengemudi dengan sistem 30% untuk JKP Express dan 70% untuk awak kurir.
Pemilik usaha Jasa Kurir Antar Pasti Pas (APP), Susmaini juga meraup berkah di balik pandemi Covid-19 dengan mendapat peningkatan pesanan hingga 60% dibandingkan dengan kondisi normal, Jasa kurir tersebut melayani 80 paket setiap hari. Wara-wiri kurir online juga dihadapi jasa kurir Nak Cepet Bae yang bisa melayani hingga 100 pesanan per hari. jumlah itu telah meningkat drastis dibandingkan dengan sebelum wabah virus corona melanda.
Tak seperti layanan on demand yang populer, seperti Gojek dan Grab, pelaku usaha kurir lokal hanya memanfaatkan aplikasi pesan Whatsapp (WA). Namun, bukan berarti pelaku usaha tak punya usaha untuk menyelami teknologi untuk kemajuan usaha kelak. Hal tersebut tidak lebih daripada keinginan pemilik usaha untuk naik kelas dengan mengikuti perkembangan teknologi terkini.
Prospek Pembiayaan dan Tekfin, Konsumsi Akhir Tahun Tetap Ramai
Adapun
kenaikan konsumsi
tecermin pada data penyaluran pinjaman perusahaan
teknologi finansial. Otoritas
Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa pada Oktober
2020, penyaluran dana dari perusahaan
pemberi pinjaman online mencapai Rp8,59
triliun atau naik 17,98% (year on year/
yoy) dari Rp7,59 triliun.
Angka ini tercatat memecahkan rekor
sepanjang periode 2020. Sinyal perbaikan
realisasi pinjaman telah tampak secara
bertahap sejak Juni hingga September yang
terus mencetak pertumbuhan secara bulanan.
Dengan torehan ini, akumulasi penyaluran
pinjaman 155 fintech lending terdaftar dan
berizin OJK hingga Oktober 2020 mencapai
Rp137,65 triliun.
Head of Business Development PT FinAccel
Finance Indonesia, Lily Suriani mengatakan
permintaan pembiayaan sektor konsumsi
pada akhir tahun tetap sama seperti tahun-tahun sebelumnya kendati tahun ini
ekonomi tertekan pandemi. Adapun, riset
dilakukan dengan melibatkan sekira 1 juta
pengguna Kredivo dengan transaksi yang
dilakukan di enam situs dagang elektronik.
Berdasarkan survei perilaku konsumen
yang diungkap Kredivo bersama Katadata
Insight Center, setiap orang tercatat memiliki rata-rata transaksi 17-20 kali selama
setahun.
Adapun, mengacu pada riwayat transaksi pada 2019, jumlah transaksi tertinggi
terjadi pada 12 Desember atau momen
belanja dengan lonjakan 5,3 kali dari ratarata transaksi harian. Sementara itu, pada
momen Natal mampu menaikkan 1,9 kali
nilai transaksi dibandingkan nilai rata-rata
transaksi harian.
Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), Suwandi Wiratno
menilai pandemi Covid-19 masih menjadi
penekan akselerasi sektor konsumsi sehingga pembiayaan pada momen akhir tahun
kali ini tak semarak.
Menurutnya, salah satu indikasi belum
pulihnya penyaluran kredit konsumtif terlihat pada proyeksi penjualan kendaraan
bermotor. Industri otomotif memperkirakan
penjualan akan berkisar 540.000 unit, sekitar separuh dari capaian tahun 2019.
Sebelumnya, Kepala Departemen Pengawasan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) 2B
OJK, Bambang W. Budiawan menjelaskan
momen akhir tahun menjadi penentuan.
Pasalnya, kenaikan piutang pembiayaan
dalam sebulan belum bisa menjadi basis
kesimpulan pemulihan pembiayaan produktif.
“Harus dilihat dulu sampai Desember
2020. Baru bisa dikatakan pulih atau belum,” katanya.
Dia mengakui kinerja industri pembiayaan
turut terkontraksi akibat lesunya ekonomi.
Alasannya, daya beli masyarakat melemah
sehingga kemampuan kredit pun turun.
Dia menjelaskan bahwa masih lambannya pertumbuhan pembiayaan, bahkan
cenderung kontraktif, karena terpengaruh
tekanan pada pertumbuhan ekonomi.
Perkara Korupsi Edhy Prabowo, KPK Dalami Dugaan Cuci Uang
Pelaksana
tugas juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
Ali Fikri mengatakan
bahwa penyidik lembaga antirasuah itu
masih melakukan pendalaman
dan pengembangan penyidikan
atas perkara yang menjerat politikus dari Partai Gerakan Indonesia
Raya (Gerindra) itu.
Ali menjelaskan penyidik bakal
menelusuri uang suap yang diduga
mengalir ke tangan Edhy Prabowo. Bila penyidik menemukan
penyamaran harta hasil tindak
pidana korupsi, Edhy Prabowo
bisa dipastikan tidak bisa berkelit
dari sangkaan TPPU.
Kendati demikian, Ali mengatakan bahwa tim penyidik masih
fokus untuk membuktikan pasal
suap yang disangkakan kepada
para tersangka kasus suap ekspor benur.
Sementara itu, Wakil Ketua KPK
Nurul Ghufron menyatakan ada
sejumlah kejanggalan dalam proses
ekspor benih lobster alias benur
yang dilakukan oleh Kementerian KKP di bawah kepemimpinan
Edhy Prabowo.
Ghufron menjelaskan bahwa
sejak awal dibolehkannya ekspor
benih lobster kesan monopoli sudah terjadi. Hal ini dapat ditelisik
dari keberadaan para pihak yang
terlibat dalam proses ekspor benih
tersebut.
Menurut Rocky, lambatnya Prabowo memberi respons tidak lepas adanya saling kirim sinyal antarpartai. Dia menuturkan konsolidasi Gerindra tidak cukup hanya dengan keputusan Prabowo. Menurutnya Prabowo juga akan mendengar pendapat Ketua Umum Partai besar PDIP Megawati dikarenakan berkaitan dengan persiapan Pilpres 2024.
Kompetisi Dompet Digital, Peleburan Platform Jadi Solusi
Ketua Umum Asosiasi Startup Indonesia Handito Joewono menilai jumlah platform dompet digital di Indonesia saat ini sudah kelewat banyak. Idealnya, pasar domestik hanya membutuhkan 3 pemain besar yang masing-masing berasal dari ekosistem badan usaha milik negara (BUMN), perbankan, dan nonperbankan. Dompet digital adalah model bisnis yang mengandalkan kompetisi padat modal. Dengan kata lain, dibutuhkan kapital yang besar untuk mengembangkan ekosistem dan teknologi andal dalam industri pembiayaan elektronik. platform paling masif pun berpeluang lebih besar untuk memenangi persaingan. Terbukti, dari belasan platform dompet digital yang ada di indonesia saat ini, hanya segelintir yang menjadi dominator.
Ekonom Senior Indef Aviliani pun sepakat persaingan ketat di industri dompet digital saat ini berisiko membuat pasar jenuh. Dia menyarankan agar platform dompet digital memperkuat ekosistem yang dimilikinya atau melebur dengn perusahaan dompet digital lain. Bertarung dengan mengandalkan perang promo dinilai hanya akan membuat umur platform dompet digital makin pendek. Ekosistem yang luas merupakan syarat mutlak bagi bisnis dompet digital, seperti model bisnis kartu kredit.
Berdasarkan laporan terbaru Google, Temasek, dan Bain & Company, terjadi peralihan metode pembayaran selama pandemi, dimana porsi transaksi pembayaran uang tunai turun dari 48% saat prapandemi menjadi 37% selama pandemi. Pada waktu yang sama, porsi pembayaran lewat dompet digital meningkat dari 18% sebelum pandemi menjadi 25% sepanjang pandemi.
Chief Marketing Officer Linkaja Edward Kilian Suwignyo mengatakan dalam bersaingan dengan platform dompet digital lainnya, perseroan lebih memilih fokus pada pengembangan ekosistem digital. Linkaja memberi nilai produk yang berbeda kepada penggunanya, melalui kerjasama yang telah terjalin dengan perusahaan ritel raksasa seperti Indomaret dan Alfamart. Linkaja juga memperkuat ekosistemnya di sektor transportasi dan sektor-sektor BUMN lainnya. Head of Corporate Communications OVO Harumi Supit dalam menghadapi ketatnya persaingan, perseroan menerapkan strategi ekosistem terbuka atau berkolaborasi dengan banyak platformagar dapat bersama-sama mendorong transformasi digital di seluruh sektor. OVO terus mengembangkan kemitraan agar bisa menjadi penyedia layanan keuangan digital paling terintegrasi di Indonesia melalui kemitraan strategis dalam layanan asuransi, investasi dan pinjaman modal.
Sementara itu, CEO and Co-Founder DANA menjelaskan tetap fokus untuk mengembangkan teknologi yang akan menjadi jembatan bagi masyarakat Indonesia menuju transformasi keuangan digital yang makin inklusif di Indonesia. Marketing Manager Shopeepay Cindy Candiawan menilai pasar untuk pembayaran digital di Indonesia masih cukup besar dan belum jenuh. Kendati demikian, 52% masyarakat tidak memiliki akses ke layanan perbankan dan 76% transaksi masih dilakukan secara tunai.
Perikanan : Ekspor ke China Terancam Embargo
Otoritas Bea dan Cukai China (GACC) kembali mendeteksi dua kasus kontaminasi virus penyebab Covid-19 pada kemasan produk ikan asal Indonesia pada 2 Desember 2020. Akibatnya, ekspor produk perikanan beku Indonesia terancam dihentikan sementara atau diembargo oleh otoritas China.
Kepala Pusat Pengendalian Mutu Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (BKIPM-KKP) Widodo Sumiyanto menjelaskan, pihaknya menerima notifikasi dari GACC terkait jejak virus SARS-CoV-2 pada sampel kemasan produk ikan yang dikirim PT CKA yang berdomisili di Sumatera Utara dan PT SFI yang berlokasi di Jawa Timur. Setiap perusahaan itu mengirim satu kontainer berkapasitas 25 ton.
Dalam perundingan RI-China yang alot, Rabu (2/12/2020), China masih memberi kesempatan bagi Indonesia untuk mengekspor ikan ke negeri tirai bambu itu dengan sejumlah persyaratan ketat. Adapun Indonesia menjanjikan pengendalian hulu-hilir perikanan.
Widodo menambahkan, persyaratan ketat yang ditetapkan otoritas China antara lain standar keamanan pangan dan pengendalian perikanan hulu-hilir. Standar itu meliputi proses produksi perikanan tangkap dan budidaya, pengolahan, pengemasan, distribusi, serta logistik.
Selain itu, seluruh produk perikanan yang dikirim ke China wajib dievaluasi dengan uji Covid-19. Hanya produk perikanan yang sudah dikendalikan di hulu-hilir yang boleh dikirim ke China.









