;

Kolaborasi Pelindo 3-Himbara di Labuan Bajo

Leo Putra 02 Dec 2020 Surya

PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) bersama Bank BNI, Bank BRI dan Bank Mandiri melaksanakan penandatanganan Memorandum of Collaboration (MbC) tentang Kerja Sama Penyediaan Layanan Jasa Perbankan dan Pengembangan Terminal Multipurpose Labuan Bajo di Jakarta, Senin (30/11).

Dalam MbC tersebut disebutkan bahwa, para pihak sepakat ruang lingkup kerjasama meliputi melakukan pengembangan integrated e-gate system pada Terminal Multipurpose Labuan Bajo.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo yang memberi arahan dalam penandatangan tersebut menyatakan Terminal Multipurpose akan menjadi salah satu poin penting dalam mendukung Labuan Bajo sebagai salah satu dari 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) bersama dengan Mandalika, Danau Toba, Likupang, dan Borobudur. Pengembangan Kawasan Labuan Bajo juga dipersiapkan sebagai tuan rumah G20 dan ASEAN Summit.


Tiongkok, AS, dan India Masih Jadi Pangsa Ekspor Terbesar Sumut

Benny 02 Dec 2020 Sinar Indonesia Baru

Sepanjang bulan Oktober 2020 negara Tiongkok, Amerika Serikat dan India masih merupakan pangsa ekspor terbesar Sumatera Utara, masing-masing sebesar 103,32 juta dolar AS ,86,86 juta dolar AS dan 57,95 juta dolar AS dengan kontribusi ketiganya mencapai 32,19%. Hal itu diungkapkan Kepala BPS (Badan Pusat Statistik) Sumatera Utara Syech Suhaimi dalam live streaming, Selasa (1/12). 

Barang yang mengalami kenaikan nilai ekspor terbesar Sumut Oktober 2020 terhadap September 2020 adalah golongan tembakau sebesar 15,43 juta dolar AS (118,19%). Menurut kelompok negara utama tujuan ekspor Oktober 2020, ekspor ke kawasan Asia (di luar ASEAN) merupakan yang terbesar dengan nilai 272,02 juta dolar AS (35,29%).


Enam UMKM Raih Penghargaan Siddhakarya Tingkat Sumut

Benny 02 Dec 2020 Sinar Indonesia Baru

Enam Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menerima Penghargaan Produktivitas Siddhakarya Tingkat Provinsi Sumut 2020, Senin (30/11), di Le Polonia Hotel and Convention Medan. Empat di antaranya merupakan usaha kecil menerima kategori penghargaan 'Good Perfomance', dan dua usaha menengah menerima penghargaan kualifikasi 'Emerging Leader'.

Staf Ahli Menteri Ketenagakerjaan Bidang Kebijakan Publik Reyna Usman menjelaskan bahwa tujuan dari penganugerahan penghargaan melalui Kementerian Ketenagakerjaan adalah untuk memotivasi dunia usaha agar standard of excellence berlaku dan tetap dipertahankan oleh perusahaan dan membantu mereka mencapai kualifikasi usaha kelas dunia.

Untuk menentukan perusahaan yang berhak mendapatkan penghargaan produktivitas, Reyna menyebutkan ada delapan kriteria yang harus dipenuhi yakni kepemimpinan, perencanaan strategik, fokus pada pelanggan dan perluasan pasar, fokus pada pengembangan kompetensi SDM dan organisasi, data informasi dan analisa, manajemen proses, hasil usaha, dan produktivitas.


Industri Manufaktur, Reformasi Usai Tahun Pandemi

B. Wiyono 02 Dec 2020 Bisnis Indonesia

Ekonom Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia Fajar B. Hirawan mengatakan kapasitas produksi industri manufaktur akan mulai benar-benar stabil pada pertengahan 2021, meski akan tetap bergantung dari perkembangan vaksinasi massal. Alhasil, target pertumbuhan industri manufaktur 3,95% pada 2021 kemungkinan akan tercapai jika pada kuartal I/2021 sudah ada vaksinasi massal yang berjalan sukses 

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Faisal Basri pun meyakini tahun depan, seluruh sektor sudah bisa pulih. Namun, pekerjaan rumah untuk transformasi ekonomi melalui industri masih akan menjadi tantangan. Menurutnya, salah satunya terkait investasi. Faisal menyinggung upaya pemerintah untuk menarik sejumlah perusahaan dari China agar mau berpindah membangun pabriknya di Indonesia.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani sepakat tantangan penciptaan lapangan kerja, industrialisasi, dan peningkatan daya saing ekonomi saat ini terkait minimnya integrasi industri nasional dalam global supply and value chain, minimnya investasi untuk adopsi teknologi dan inovasi industri, serta rendahnya kualitas SDM akibat terbatasnya dana pelatihan dan pengembangan SDM.

Dari sisi investasi, sektor industri terbukti tidak terpengaruh oleh pandemi Covid-19. Per September 2020, tercatat masih terjadi kenaikan 37,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Untuk tahun depan, serapan investasi diproyeksi mencapai Rp323,6 triliu

Peternakan Sapi, Populasi Ternak di Purwakarta Meningkat

B. Wiyono 02 Dec 2020 Bisnis Indonesia

Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika menuturkan, dari laporan yang diterimanya dari dinas terkait, populasi hewan ternak jenis sapi di wilayahnya meningkat tajam dalam kurun beberapa tahun terakhir. Hingga 2019 kemarin saja, kata dia, populasinya mencapai 15.000 ekor.  Menurut Anne, salah satu faktor pendongkrak populasi sapi ini, karena sejauh ini pihaknya terus mendorong para peternak sapi supaya lebih produktif lagi. Selain itu, peningkatan ini terjadi setelah digulirkannya program inseminasi buatan (IB) oleh pemerintah. 

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Purwakarta, Buddy Supriyadi menambahkan, di wilayahnya ada beberapa daerah yang potensial untuk pengembangan ternak sapi. Di antaranya, Kecamatan Tegalwaru, Maniis, Sukasari, Campaka dan Kecamatan Cibatu. Buddy juga menambahkan, selain hewan ternak jenis sapi, domba dan hewan jenis kambing pun populasinya meningkat dari tahun ke tahun

OPEC Bahas Perpanjangan Pengurangan Produksi

Leo Putra 01 Dec 2020 Investor Daily, 1 Desember 2020

Organisasi Negara - negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC) mengadakan per temuan secara virtual pada Senin (30/11) untuk mempertimbangkan perpanjangan pengurangan produksi hingga Januari 2021. Langkah ini diambil menyusul pandemi virus corona Covid-19, yang terus membebani permintaan minyak mentah global. Para menteri minyak negara anggota OPEC memulai pertemuan konferensi video pada pukul 13.00 GMT, dan berharap dapat membuka halaman baru dari tahun yang membawa bencana. Demikian dikutip AFP.

Sementara itu, harga minyak mentah telah meningkat 25% sejak awal bulan, dan kembali ke level sebelum terjadi pandemi antara US$ 45 dan US$ 50 per barel untuk acuan harga minyak Amerika Serikat (AS), West Texas Intermediate (WTI), dan acuan harga Eropa Brent North Sea. Namun, harga minyak Senin pagi kembali turun sebagai tanda kecemasan investor menjelang pertemuan

Pemerintah Bebaskan Pajak Impor Vaksin Covid-19

Leo Putra 01 Dec 2020 Investor Daily, 1 Desember 2020

Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar-Lembaga Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu Syarif Hidayat menyebutkan, pemberian fasilitas fiskal itu diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 188/PMK.04/2020 tentang Pemberian Fasilitas Kepabeanan dan/atau Cukai serta Perpajakan Atas Impor Pengadaan Vaksin Dalam Rangka Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Dalam PMK tersebut, jelas Syarif, pemerintah memberikan fasilitas fiskal atas impor vaksin, bahan baku vaksin, dan peralatan yang diperlukan dalam produksi vaksin, serta peralatan untuk pelaksanaan vaksinasi dalam rangka penanganan Covid-19. 

Selain itu, fasilitas juga dapat diberikan melalui pusat logistik berikat (PLB) atau pengeluaran dari kawasan berikat (KB) atau gudang berikat (GB), kawasan ekonomi khusus (KEK), dan kawasan bebas, serta perusahaan penerima fasilitas kemudahan impor tujuan ekspor (KITE). Menurut Syarif dengan penerbitan PMK ini, pemerintah berharap dapat memberikan kepastian hukum dan kesempatan kepada berbagai pihak untuk memenuhi kebutuhan vaksin dalam rangka penanganan Covid-19.

Sementara itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memprediksi, dengan melibatkan peran swasta, proses vaksinasi Covid-19 di Indonesia memerlukan waktu sekitar sembilan bulan. Sedangkan bila tanpa keterlibatan swasta, waktu yang dibutuhkan bisa jauh lebih lama. Menurut dia, saat ini, fasilitas kesehatan yang dimiliki BUMN hanya mampu melakukan vaksinasi sebanyak 2,3 juta per bulan. Sementara penugasan yang diberikan oleh negara adalah harus melakukan vaksinasi sebanyak 75 juta. Dengan menggandeng swasta, ia yakin, proses vaksinasi akan berlangsung lebih cepat. Dengan ini, inovasi dan transformasi pun terjadi. Ekosistem yang sehat melalui kerja sama BUMN dan swasta akan memperkuat proses vaksinasi.

Nanjing Steel bangun Pabrik Kokas US$ 383 Juta di Morowali

Leo Putra 01 Dec 2020 Investor Daily, 1 Desember 2020

Nanjing Iron & Steel mengatakan bahwa anak usahanya yakni Jinmancheng Technology Investment Co Ltd, Tsingshan Holding GroupJ-eray Technology Group, PT Indonesia Morowali Industrial Park, dan Dongxin Business Management Partnership Ltd akan membangun perusahaan patungan (joing venture) yang dinamakan PT KinRui New Energy Technologies Indonesia, untuk membangun pabrik kokas tersebut . Nanjing Iron & Steel akan memiliki 78% saham di perusahaan joint venture tersebut. Kepemilikan sahan itu akan melalui anak usahanya, yakni Jinmancheng

Tiongkok memproduksi 471,26 juta kokas di 2019, naik 5,2% dibanding tahun sebelumnya. Sementara itu produksi kokas di Januari-Oktober 2020 menurun 0,7% dibanding periode sama tahun lalu menjadi 390,99 juta ton.

Salah satu perusahaan industri baja PT Sunrise Steel mampu melakukan penambahan investasi di tengah pandemi. Sigit menuturkan, melalui penambahan lini produksi kedua baja lapis aluminium seng (BjLAS), Sunrise Steel diharapkan terus berkontribusi memperkokoh industri baja di Tanah Air.

Dalam upaya menumbuhkan industri baja nasional, dia menuturkan, pemerintah mendorong para pelaku industri untuk terus berinovasi serta meningkatkan kemampuan produksi,, sehingga mengurangi ketergantungan pada bahan baku impor

Perdagangan Elektronik Dongkrak Penjualan Industri kemasan

Leo Putra 01 Dec 2020 Investor Daily, 1 Desember 2020

Perkembangan pesat perdagangan elektronik (e-commerce) dan adaptasi kebiasaan baru mendongkrak penjualan kemasan. Berdasarkan data Indonesia Packaging Federation, kinerja industri kemasan di Tanah Air diproyeksi tumbuh 6% pada 2020 dari realisasi tahun lalu Rp 98,8 triliun. Ditinjau dari material, kemasan yang beredar terdiri atas 44% dalam bentuk kemasan fleksibel, 14% kemasan plastik rigid, dan 28% kemasan paperboard.

Sementara itu, AT Kerney (2019), dalam hasil risetnya di Asia, menyatakan, terdapat beberapa pergeseran paradigma yang terjadi secara makro ekonomi dan memengaruhi tren industri pengemasan. Saat ini, teknologi pengemasan sangat berkembang dengan cepat, di antaranya menggunakan active & intelligent packaging, modified atmosphere packaging (MAP), vacuum pack (preserve the freshness of food), frozen food (freezing food preserves), dan retort packaging (for ready to eat meals)


Gurih Bisnis Grup Salim

B. Wiyono 01 Dec 2020 Bisnis Indonesia

Ditengah situasi yang cukup menantang pada masa pandemi Covid-19, sejumlah emiten Grup Salim mampu memperlihatkan ketangguhan yang ditopang oleh lini bisnis konsumer dan perkebunan. Aksi korporasi dan harga komoditas yang membaik menjadi katalis positif dari kinerja emiten yang bergerak di kedua sektor ini. Bisnis mencatat, PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) dan anak usahanya, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) kompak membukukan laba bersih masing-masing Rp3,75 triliun dan Rp3,96 triliun. Angka tersebut naik 6,28% dan 1,99% dibandingkan dengan laba bersih pada periode yang sama pada tahun lalu. Hasil itu berbanding lurus dengan pendapatan dari kedua entitas sektor konsumer itu yang juga naik. INDF mencetak pendapatan senilai Rp58,76 triliun atau naik 1,71% dan ICBP sen

Direktur Utama dan CEO Indofood Anthoni Salim menyatakan kinerja perusahaan yang stabil tidak lepas dari model bisnis kuat yang dibangun oleh perseroan. Di sisi lain, ICBP pun kian melebarkan sayapnya setelah menyelesaikan akuisisi Pinehill Company Limited (PCL) pada Agustus 2020. Untuk diketahui, Grup Pinehill bergerak di bidang industri pembuatan mie instan di Arab Saudi, Nigeria, Turki, Mesir, Kenya, Maroko dan Serbia, dengan menggunakan merek Indomie berdasarkan perjanjian lisensi dengan PT Indofood Sukses Makmur Tbk, induk perusahaan ICBP. 

Kinerja LSIP ini mampu mengimbangi raihan emiten sejenis dari Grup Astra, PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI) yang turut mencatatkan pertumbuhan laba sebesar 423,95%. Kenaikan harga produk sawit menjadi katalis positif bagi kinerja saham perseroan.


Pilihan Editor