;

BI Optimis 2021 Ekonomi Sumut Membaik Jika 3 Tantangan Diatasi

Mohamad Sajili 04 Dec 2020 Sinar Indonesia Baru

Kepala Kantor Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Wiwiek Sisto Widayat menyatakan optimis ekonomi Sumatera Utara tahun 2021 akan membalk berada kembali di posisi 4,8 % - 5,2%

Dia merinci ada tiga tantangan besar yang perlu diatasi yakni pertama, bagaimana mengatasi Covid-19 ini, bagaimana vaksinnya, apakah sudah bisa dengan baik. Katanya perkiraan ekonomi tumbuh 4,8 - 5,2% itu jika kesehatan lebih dulu bisa ditangani lebih baik.

Dikatakannya, pada triwulan IV 2020 diharapkan pertumbuhan ekonomi akan tumbuh positif di kisaran 0,4 - 0,8 % atau bahkan 1 %. Jadi pada Januari 2021 semua indikator yang dilihat juga akan membaik.

Pada triwulan IV 2020 sampai triwulan I - IV 2021, Investasi akan membaik, ekspor produk unggulan akan meningkat seiring dengan makin terbukanya ekspor ke negara tujuan sehingga ekspor produk unggulan seperti CPO, karet dan kopi sudah mengalami perbaikan yang signifikan. Kita melihat negara China dan India sudah membuka peluang, ujarnya.

Begitu pula inflasi tahun 2021 akan berada di 2,5 % plus minus 1 %. Inflasi di tahun 2018, 2019 dan 2020 tidak ada masalah artinya membaik, karena potensi demand yang naik. Jadi di tahun 2021 inflasi diperkirakan akan naik namun tetap berada di kisaran 2,5 % plus minus 1 % Wiwiek berharap ekonomi Sumut membaik dengan adanya sinergi dan semua pihak, terlebih di tengah pandemi Covid-19 saat ini.


Adaptasi Kebiasaan Baru, Jasa Kurir Lokal Ketiban Berkah

B. Wiyono 03 Dec 2020 Bisnis Indonesia

Jasa Kurir ramai bermunculan di Kota Palembang selama masa Pandemi Covid-19. Sebanyak 13 kurir JKP Express secara bersamaan menerima pesan dari perusahaan. Manajer JKP Express Ridho Andi Sucipto pada hari itu membagikan 50 order anter-jemput pesanan kepada awak kurir. Satu jam kemudian, para kurir harus sudah siap pick-up barang untuk diantarkan kepada konsumen sesuai alamat.

Seiring aktivitas di luar rumah yang terbatas sejak pandemi mengepung Kota Palembang, masyarakat cenderung membeli makanan hingga produk fesyen dari rumah. Fenomena belanja tak langsung itulah yang kemudian ditangkap sebagi celah bisnis oleh para pemain baru di layanan kurir. Kekuatan sosil media untuk pemasaran dan promosi jasa cukup ampuh, meskipun tak menampik pendekatan door to door ke calon pengguna jasa tetap ditekuni. 

Sejak awal mendirikan JKP Express, pasar yang dibidik adalah UMKM yang dinilai dari penjualan UMKM secara online di kota itu masih terkendala ongkos kirim. JKP Express melayani pengantaran 50 hingga 100 paket per hari. Dengan begitu omzet yang dikantongi berkisar Rp 15 juta per bulan dengan menerapkan konsep bagi hasil dengan mitra pengemudi dengan sistem 30% untuk JKP Express dan 70% untuk awak kurir.

Pemilik usaha Jasa Kurir Antar Pasti Pas (APP), Susmaini juga meraup berkah di balik pandemi Covid-19 dengan mendapat peningkatan pesanan hingga 60% dibandingkan dengan kondisi normal, Jasa kurir tersebut melayani 80 paket setiap hari. Wara-wiri kurir online juga dihadapi jasa kurir Nak Cepet Bae yang bisa melayani hingga 100 pesanan per hari. jumlah itu telah meningkat drastis dibandingkan dengan sebelum wabah virus corona melanda. 

Tak seperti layanan on demand yang populer, seperti Gojek dan Grab, pelaku usaha kurir lokal hanya memanfaatkan aplikasi pesan Whatsapp (WA). Namun, bukan berarti pelaku usaha tak punya usaha untuk menyelami teknologi untuk kemajuan usaha kelak. Hal tersebut tidak lebih daripada keinginan pemilik usaha untuk naik kelas dengan mengikuti perkembangan teknologi terkini.

Prospek Pembiayaan dan Tekfin, Konsumsi Akhir Tahun Tetap Ramai

R Hayuningtyas Putinda 03 Dec 2020 Bisnis Indonesia

Adapun  kenaikan konsumsi tecermin pada data penyaluran pinjaman perusahaan teknologi finansial. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa pada Oktober 2020, penyaluran dana dari perusahaan pemberi pinjaman online mencapai Rp8,59 triliun atau naik 17,98% (year on year/ yoy) dari Rp7,59 triliun. Angka ini tercatat memecahkan rekor sepanjang periode 2020. Sinyal perbaikan realisasi pinjaman telah tampak secara bertahap sejak Juni hingga September yang terus mencetak pertumbuhan secara bulanan. Dengan torehan ini, akumulasi penyaluran pinjaman 155 fintech lending terdaftar dan berizin OJK hingga Oktober 2020 mencapai Rp137,65 triliun.

Head of Business Development PT FinAccel Finance Indonesia, Lily Suriani mengatakan permintaan pembiayaan sektor konsumsi pada akhir tahun tetap sama seperti tahun-tahun sebelumnya kendati tahun ini ekonomi tertekan pandemi. Adapun, riset dilakukan dengan melibatkan sekira 1 juta pengguna Kredivo dengan transaksi yang dilakukan di enam situs dagang elektronik.

Berdasarkan survei perilaku konsumen yang diungkap Kredivo bersama Katadata Insight Center, setiap orang tercatat memiliki rata-rata transaksi 17-20 kali selama setahun. Adapun, mengacu pada riwayat transaksi pada 2019, jumlah transaksi tertinggi terjadi pada 12 Desember atau momen belanja dengan lonjakan 5,3 kali dari ratarata transaksi harian. Sementara itu, pada momen Natal mampu menaikkan 1,9 kali nilai transaksi dibandingkan nilai rata-rata transaksi harian.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), Suwandi Wiratno menilai pandemi Covid-19 masih menjadi penekan akselerasi sektor konsumsi sehingga pembiayaan pada momen akhir tahun kali ini tak semarak.

Menurutnya, salah satu indikasi belum pulihnya penyaluran kredit konsumtif terlihat pada proyeksi penjualan kendaraan bermotor. Industri otomotif memperkirakan penjualan akan berkisar 540.000 unit, sekitar separuh dari capaian tahun 2019.  

Sebelumnya, Kepala Departemen Pengawasan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) 2B OJK, Bambang W. Budiawan menjelaskan momen akhir tahun menjadi penentuan. Pasalnya, kenaikan piutang pembiayaan dalam sebulan belum bisa menjadi basis kesimpulan pemulihan pembiayaan produktif. “Harus dilihat dulu sampai Desember 2020. Baru bisa dikatakan pulih atau belum,” katanya. Dia mengakui kinerja industri pembiayaan turut terkontraksi akibat lesunya ekonomi. Alasannya, daya beli masyarakat melemah sehingga kemampuan kredit pun turun. Dia menjelaskan bahwa masih lambannya pertumbuhan pembiayaan, bahkan cenderung kontraktif, karena terpengaruh tekanan pada pertumbuhan ekonomi.  

Perkara Korupsi Edhy Prabowo, KPK Dalami Dugaan Cuci Uang

R Hayuningtyas Putinda 03 Dec 2020 Bisnis Indonesia

Pelaksana  tugas juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri mengatakan bahwa penyidik lembaga antirasuah itu masih melakukan pendalaman dan pengembangan penyidikan atas perkara yang menjerat politikus dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu.

Ali menjelaskan penyidik bakal menelusuri uang suap yang diduga mengalir ke tangan Edhy Prabowo. Bila penyidik menemukan penyamaran harta hasil tindak pidana korupsi, Edhy Prabowo bisa dipastikan tidak bisa berkelit dari sangkaan TPPU. Kendati demikian, Ali mengatakan bahwa tim penyidik masih fokus untuk membuktikan pasal suap yang disangkakan kepada para tersangka kasus suap ekspor benur.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron menyatakan ada sejumlah kejanggalan dalam proses ekspor benih lobster alias benur yang dilakukan oleh Kementerian KKP di bawah kepemimpinan Edhy Prabowo. Ghufron menjelaskan bahwa sejak awal dibolehkannya ekspor benih lobster kesan monopoli sudah terjadi. Hal ini dapat ditelisik dari keberadaan para pihak yang terlibat dalam proses ekspor benih tersebut.

Menurut Rocky, lambatnya Prabowo memberi respons tidak lepas adanya saling kirim sinyal antarpartai. Dia menuturkan konsolidasi Gerindra tidak cukup hanya dengan keputusan Prabowo. Menurutnya Prabowo juga akan mendengar pendapat Ketua Umum Partai besar PDIP Megawati dikarenakan berkaitan dengan persiapan Pilpres 2024. 

Kompetisi Dompet Digital, Peleburan Platform Jadi Solusi

B. Wiyono 03 Dec 2020 Bisnis Indonesia

Ketua Umum Asosiasi Startup Indonesia Handito Joewono menilai jumlah platform dompet digital di Indonesia saat ini sudah kelewat banyak. Idealnya, pasar domestik hanya membutuhkan 3 pemain besar yang masing-masing berasal dari ekosistem badan usaha milik negara (BUMN), perbankan, dan nonperbankan. Dompet digital adalah model bisnis yang mengandalkan kompetisi padat modal. Dengan kata lain, dibutuhkan kapital yang besar untuk mengembangkan ekosistem dan teknologi andal dalam industri pembiayaan elektronik. platform paling masif pun berpeluang lebih besar untuk memenangi persaingan. Terbukti, dari belasan platform dompet digital yang ada di indonesia saat ini, hanya segelintir yang menjadi dominator.

Ekonom Senior Indef Aviliani pun sepakat persaingan ketat di industri dompet digital saat ini berisiko membuat pasar jenuh. Dia menyarankan agar platform dompet digital memperkuat ekosistem yang dimilikinya atau melebur dengn perusahaan dompet digital lain. Bertarung dengan mengandalkan perang promo dinilai hanya akan membuat umur platform dompet digital makin pendek. Ekosistem yang luas merupakan syarat mutlak bagi bisnis dompet digital, seperti model bisnis kartu kredit.

Berdasarkan laporan terbaru Google, Temasek, dan Bain & Company, terjadi peralihan metode pembayaran selama pandemi, dimana porsi transaksi pembayaran uang tunai turun dari 48% saat prapandemi menjadi 37% selama pandemi. Pada waktu yang sama, porsi pembayaran lewat dompet digital meningkat dari 18% sebelum pandemi menjadi 25% sepanjang pandemi. 

Chief Marketing Officer Linkaja Edward Kilian Suwignyo mengatakan dalam bersaingan dengan platform dompet digital lainnya, perseroan lebih memilih fokus pada pengembangan ekosistem digital. Linkaja memberi nilai produk yang berbeda kepada penggunanya, melalui kerjasama yang telah terjalin dengan perusahaan ritel raksasa seperti Indomaret dan Alfamart. Linkaja juga memperkuat ekosistemnya di sektor transportasi dan sektor-sektor BUMN lainnya. Head of Corporate Communications OVO Harumi Supit dalam menghadapi ketatnya persaingan, perseroan menerapkan strategi ekosistem terbuka atau berkolaborasi dengan banyak platformagar dapat bersama-sama mendorong transformasi digital di seluruh sektor. OVO terus mengembangkan kemitraan agar bisa menjadi penyedia layanan keuangan digital paling terintegrasi di Indonesia melalui kemitraan strategis dalam layanan asuransi, investasi dan pinjaman modal. 

Sementara itu, CEO and Co-Founder DANA menjelaskan tetap fokus untuk mengembangkan teknologi yang akan menjadi jembatan bagi masyarakat Indonesia menuju transformasi keuangan digital yang makin inklusif di Indonesia. Marketing Manager Shopeepay Cindy Candiawan menilai pasar untuk pembayaran digital di Indonesia masih cukup besar dan belum jenuh. Kendati demikian, 52% masyarakat tidak memiliki akses ke layanan perbankan dan 76% transaksi masih dilakukan secara tunai. 

Perikanan : Ekspor ke China Terancam Embargo

Ayu Dewi 03 Dec 2020 Kompas

Otoritas Bea dan Cukai China (GACC) kembali mendeteksi dua kasus kontaminasi virus penyebab Covid-19 pada kemasan produk ikan asal Indonesia pada 2 Desember 2020. Akibatnya, ekspor produk perikanan beku Indonesia terancam dihentikan sementara atau diembargo oleh otoritas China.

Kepala Pusat Pengendalian Mutu Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (BKIPM-KKP) Widodo Sumiyanto menjelaskan, pihaknya menerima notifikasi dari GACC terkait jejak virus SARS-CoV-2 pada sampel kemasan produk ikan yang dikirim PT CKA yang berdomisili di Sumatera Utara dan PT SFI yang berlokasi di Jawa Timur. Setiap perusahaan itu mengirim satu kontainer berkapasitas 25 ton.

Dalam perundingan RI-China yang alot, Rabu (2/12/2020), China masih memberi kesempatan bagi Indonesia untuk mengekspor ikan ke negeri tirai bambu itu dengan sejumlah persyaratan ketat. Adapun Indonesia menjanjikan pengendalian hulu-hilir perikanan.

Widodo menambahkan, persyaratan ketat yang ditetapkan otoritas China antara lain standar keamanan pangan dan pengendalian perikanan hulu-hilir. Standar itu meliputi proses produksi perikanan tangkap dan budidaya, pengolahan, pengemasan, distribusi, serta logistik.

Selain itu, seluruh produk perikanan yang dikirim ke China wajib dievaluasi dengan uji Covid-19. Hanya produk perikanan yang sudah dikendalikan di hulu-hilir yang boleh dikirim ke China.

 


Efek Domino Korona, Biaya Kontainer Meningkat

Ayu Dewi 03 Dec 2020 Kontan

Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) menyebutkan, tarif pengiriman barang ke luar negeri mengalami kenaikan cukup tinggi, yakni 30%-40%. Hal tersebut antara lain akibat volume ekspor impor menyusut di hampir semua negara. Kenaikan itu untuk mengompensasi penurunan volume transaksi, baik di pelabuhan hingga bandara.

Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI), Zaldy Ilham Masita kepada KONTAN, Selasa (2/11). Menurut dia, kapasitas logistik di seluruh dunia menjadi terbatas dan menyebabkan biaya naik. Kenaikan itu untuk menutupi biaya operasional lainnya lantaran belum normalnya perdagangan. Selain itu, Zaldy menyebutkan, kenaikan harga pengiriman memakai kontainer karena keterbatasan jumlah kontainer di seluruh dunia.

Informasi yang diterima KONTAN menyebutkan, banyak kontainer yang berangkat ke China tetapi tak banyak kontainer yang datang kembali. Alhasil, kontainer di Indonesia tidak banyak beredar dan menyebabkan biaya pengiriman kontainer untuk ekspor menjadi naik.


Batubara : Kontraktor Mencuil Peluang Pasar China

Ayu Dewi 03 Dec 2020 Kontan

Di tengah tekanan industri batubara saat ini, pelaku usaha jasa pertambangan berharap bisa ikut mencuil cuan dari peluang tersebut.

Adanya nota kesepahaman (MoU) antara Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) dan CCTDA (China Coal Transportation and Distribution) untuk meningkatkan ekspor batubara termal menjadi prospek positif untuk pemulihan industri pertambangan pada tahun depan. Namun, sentimen positif itu tak otomatis berefek terhadap sektor jasa pertambangan.  

Kepala Hubungan Investor PT Samindo Resources Tbk (MYOH) Ahmad Zaki Natsir juga berharap MoU Indonesia dan China bisa membawa imbas positif terhadap kontraktor jasa pertambangan. Namun mereka masih wait and see terkait peluang yang bisa diraih dari kerjasama itu.

Corporate Secretary PT Darma Henwa Tbk (DEWA) Mukson Arif Rosyidi menyambut optimistis MoU APBI dan CCTDA. Menurut dia, pasar telah merespons positif kesepakatan ini. “Pelaku pertambangan batubara merespons positif setelah ada pandemi yang ditandai kontraksi ekonomi di kuartal kedua dan ketiga 2020”, ungkap dia.


Pukulan Bertubi-Tubi bagi Pebisnis Pariwisata

Ayu Dewi 03 Dec 2020 Kontan

Hingga kuartal III-2020, rata-rata okupansi hotel secara nasional di level 30%. Angka ini sudah lumayan ketimbang saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diterapkan pada Maret lalu. Waktu itu, tingkat okupansi hotel berada di bawah 30%, bahkan menyentuh 5%-10%.

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran menilai, kebijakan pengurangan cuti sangat mendadak. Konsekuensinya, pelaku industri pariwisata akan kehilangan potensi pendapatan. Banyak tamu yang menuntut uang kembali. “Nah, mengembalikan uang konsumen itu bukan perkara mudah di bisnis perhotelan, karena prosesnya cukup panjang,” ungkap Maulana, kemarin (2/12).

Bukan hanya itu, para pengelola hotel harus membanting tarif sewa kamar. Menurut survei PHRI, harga jual kamar atau average room rate (ARR) pada periode long weekend umumnya naik 20%-30% dari tarif reguler menjadi Rp 600.000-Rp 650.000. Namun di lapangan, rata-rata ARR justru merosot hingga level Rp 350.000.



Bank Dunia: 75% Pekerja Terhenti pada Mei sudah Bekerja Kembali

R Hayuningtyas Putinda 03 Dec 2020 Investor Daily, 3 Desember 2020

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, 74% lebih pekerja yang berhenti bekerja pada Mei 2020 karena terdampak Covid-19, saat ini telah bekerja kembali. Hal ini berdasarkan survei yang dilakukan oleh Bank Dunia terkait dampak pandemi Covid-19 dalam kurun waktu Mei hingga Agustus 2020.

Ia mengatakan, mayoritas atau sekitar 70% masyarakat telah kembali ke pekerjaan yang sama seperti sebelum Covid-19. Adapun kepala keluarga pencari nafkah yang berhenti bekerja juga proporsinya turun dari 24% menjadi 10%.  Ia mengatakan, employment sudah pulih secara signifikan di seluruh kelompok pendapatan dan seluruh lokasi yang disurvei. Ia mengatakan, employment sudah pulih secara signifikan di seluruh kelompok pendapatan dan seluruh lokasi yang disurvei.

Selanjutnya untuk jumlah pengangguran di Indonesia tembus 9,77 juta orang pada Agustus 2020. Angka itu naik 2,67 juta orang dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Untuk tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Agustus 2020 melonjak menjadi 7,07%. Realisasi itu naik dari posisi Agustus 2019 yang sebesar 5,23%. TPT tertinggi tercatat di DKI Jakarta, yakni 10,95% sementara TPT terendah di Sulawesi Barat sebesar 3,32%.

Pilihan Editor