Perdagangan Elektronik Dongkrak Penjualan Industri kemasan
Perkembangan pesat perdagangan elektronik (e-commerce) dan
adaptasi kebiasaan baru mendongkrak penjualan kemasan. Berdasarkan data
Indonesia Packaging Federation, kinerja industri kemasan di Tanah Air
diproyeksi tumbuh 6% pada 2020 dari realisasi tahun lalu Rp 98,8 triliun.
Ditinjau dari material, kemasan yang beredar terdiri atas 44% dalam bentuk
kemasan fleksibel, 14% kemasan plastik rigid, dan 28% kemasan paperboard.
Sementara itu, AT Kerney (2019), dalam hasil risetnya di Asia, menyatakan, terdapat beberapa pergeseran paradigma yang terjadi secara makro ekonomi dan memengaruhi tren industri pengemasan. Saat ini, teknologi pengemasan sangat berkembang dengan cepat, di antaranya menggunakan active & intelligent packaging, modified atmosphere packaging (MAP), vacuum pack (preserve the freshness of food), frozen food (freezing food preserves), dan retort packaging (for ready to eat meals)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023