Pabrik Makanan Ringan PepsiCo Resmi Dioperasikan
Aktivitas pekerja yeng sedang mengoperasikan mesin produksi terlihat di pabrik makanan ringan PT PepsiCo Indonesia di kawasan industri Greenland International Industrial Center (GIIC), Cikarang, Jawa Barat, Rabu (18/6/2025). Pabrik dengan nilai investasi sebesar Rp 3,3 triliun itu menyerap sekitar 400 tenaga kerja, termasuk pemberian pembinaan kepada 200 petani jagung di Jawa Tengah dan 200 petani kentang di Jawa Barat, sebagai pemasok bahan baku. (Yoga)
Kebijakan Moneter yang Tetap Ekspansif
Pemprof DKI Memberikan Insentif Agar Pulihkan Pariwisata
Kredit dan DPK Makin Tersendat-sendat
Pajak Penghasilan Harus Menerapkan Prinsip Keadilan
Pemerintah menegaskan, sistem pajak secara flat tidak bisa diterapkan di Indonesia. Sebab pelaksanaan fiskal tidak hanya berlandaskan asas keadilan, tapi juga menjadi alat distribusi. Hal tersebut disampaikan Menkeu, Sri Mulyani, menanggapi pernyataan ekonom AS, Arthur Betz Laffer yang menyarankan Indonesia menjalankan kebijakan tarif pajak flat untuk memberikan keadilan bagi seluruh pihak. Kalau yang sangat kaya dengan yang pendapatannya hanya di UMR (Upah Minimum Regional) bayar pajaknya sama, saya hampir yakin semua bilang nggak setuju," kata Sri Mulyani dalam Economic update 2025 di Jakarta pada Rabu (18/6). Saat ini Indonesia menerapkan sistem pajak penghasilan (PPh) Orang Pribadi (OP) dengan lima lapis tarif, yakni 5 %, 15 %, 25 %, 30 % dan 35%.
Tarif PPh OP 5 % dikenakan untuk penghasilan kumulatif setahun sebesar Rp 60 juta; tarif PPh OP sebesar 15 % dikenakan untuk penghasilan kumulatif setahun di atas Rp 60 juta sampai Rp 250 juta. Tarif PPh OP sebesar 25 % dikenakan untuk penghasilan kumulatif setahun di atas Rp 250 juta sampai Rp 500 juta; tarif PPh OP sebesar 30 % dikenakan untuk penghasilan kumulatif setahun di atas Rp 500 juta sampai Rp 5 miliar; dan tarif PPH OP sebesar 35 % dikenakan untuk penghasilan di atas Rp 5 miliar. Sistem tersebut dijalankan berdasarkan asas keadilan. Dalam hal ini pajak dipungut berdasarkan besaran pendapatan wajib pajak. (Yetede)
Pemerintah Serap Dana Senilai Rp 30 Triliun dari lelang delapan seri SBN
Merchant yang Bergabung Dalam QRIS Tap sudah sebanyak 648 Ribu
BI melaporkan jumlah pengguna Quick Responses Indonesian Standard Tanpa Pindai (QRIS Tap) mencapai 47,8 juta pengguna pada Juni2025. Dari jumlah tersebut, tercatat ada 648.034 merchant yang terlibat dalam operasional QRIS Tap. Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta mengatakan, jumlah merchant QRIS Tap mengalami perkembangan pesat dari waktu ke waktu. Saat fase uji coba jumlah merchant QRIS Tap sebanyak 646, saat launching QRIS Tap jumlah merchant meningkat 3,6 kali lipat menjadi 2.353 merchant. "Pada 6 Juni 2025, belum genap 2 bulan, sudah meningkat 275 kali. Jadi saat ini, jumlah merchant yang bisa menerima QRIS Tap mencapai 648.034 merchant," kata Filianingsih dalam jumpa pers Rapat Dewan Gubernur BI, secara virtual, Rabu (18/6).
Dalam pelaksanaan QRIS Tap, BI terus melakukan sosialisasi dan edukasi bersama pemangku kepentingan di industri keuangan, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar menggunakan QRIS Tap. “Kami akan memperkuat awareness masyarakat agar paham bahwa ada fitur baru yang namanya QRIS Tap. Itu sudah tersedia di aplikasi yang kita miliki dan juga di kanal pembayaran," kata dia. BI juga terus melakukan sosialisasi terhadap merchant dan melakukan training for trainer di 46 Kantor Perwakilan BI. BI juga aka nmemperluas jenis transportasi yang pembayarannya menggunakan QRIS Tap. (Yetede)
Anggaran 10 T untuk Pengadaan Gabah Petani
Permerintah melalu Perum Bulog telah membelanjakan anggaran Rp 10,7 triliun untuk membeli gabah kering panen(GKP) petani sebanyak 1,65 juta ton setara beras. Dengar serapan GKP sebesar itu, total stok cadangan beras pemerintah (CBP) di Bulog per 9 Juni 2025 tercatat 4.089.484 ton, rekor tertingi dalam 57 tahun terakhir. Stok CBP tersebut lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan berbagai program pemerintah, terutama penyaluran bantuan pangan beras (BPB) dan distribusi beras SPHP yang akan dijalankan secara selektif dalam waktu dekat ini.
Dalam publikasi Kemenkeu, anggaran Operator Investasi Pemerintah (OIP) 2025 sebesar Rp 16,6 triliun di Bulog telah dimanfaatkan sepenuhnya untuk pembelian gabah dan beras. Pembelian gabah 1,65 juta ton setara beras senilai Rp 10,7 triliun serta pengadaan beras 0,49 juta ton ekuivalen Rp 5,9 triliun. Dengan dukungananggaran OIP 2025, per 9 Juni 2025, stok CBP di Bulog 4.089.484 ton. (Yetede)
Uji Daya Tahan IHSG
Perbankan Nasional Hadapi Tekanan Ganda
Keputusan Bank Indonesia (BI) untuk menahan suku bunga acuan di level 5,50% pada Juni 2025 mencerminkan kehati-hatian di tengah melemahnya kinerja industri perbankan, termasuk perlambatan pertumbuhan kredit dan Dana Pihak Ketiga (DPK) masing-masing menjadi 8,43% dan 4,29% secara tahunan. Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan pentingnya penurunan suku bunga kredit perbankan agar dapat mendorong pembiayaan dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Perry juga mengindikasikan adanya ruang penurunan BI Rate ke depan, dengan tetap mempertimbangkan stabilitas makroekonomi. Untuk menjaga likuiditas, BI telah menyalurkan insentif Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) sebesar Rp372 triliun dan akan memperkuat sinergi lintas lembaga serta sektor usaha.
Dari pelaku industri, M. Ashidiq Iswara, Corporate Secretary Bank Mandiri, mengakui bahwa keputusan BI dipengaruhi oleh tekanan eksternal dan ketidakpastian global seperti eskalasi perang dagang dan suku bunga dunia. Meski transmisi pelonggaran moneter masih lambat, Mandiri tetap menargetkan pertumbuhan kredit 10%–12% dengan fokus pada sektor strategis seperti energi dan tambang.
Sementara itu, Hera F. Haryn, EVP Corporate Communication BCA, menyatakan bahwa BCA akan tetap menjaga likuiditas dan kualitas kredit secara pruden serta memastikan permodalan tetap kuat agar cost of fund dapat dikelola optimal.
Secara keseluruhan, ketahanan sektor perbankan sangat bergantung pada efektivitas transmisi kebijakan moneter BI, kemampuan menjaga likuiditas, serta sinergi yang solid antara otoritas keuangan dan pelaku usaha untuk memitigasi tekanan ekonomi domestik dan global.
Pilihan Editor
-
Inovasi Bisnis, Putar Arah Saat Krisis
02 Feb 2022 -
Waskita Beton Gagal Bayar Bunga Obligasi
02 Feb 2022 -
Sesat Pikir Ganti Rugi Korupsi
31 Jan 2022









