;

Perbankan Nasional Hadapi Tekanan Ganda

Ekonomi Hairul Rizal 19 Jun 2025 Bisnis Indonesia (H)
Perbankan Nasional Hadapi Tekanan Ganda

Keputusan Bank Indonesia (BI) untuk menahan suku bunga acuan di level 5,50% pada Juni 2025 mencerminkan kehati-hatian di tengah melemahnya kinerja industri perbankan, termasuk perlambatan pertumbuhan kredit dan Dana Pihak Ketiga (DPK) masing-masing menjadi 8,43% dan 4,29% secara tahunan. Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan pentingnya penurunan suku bunga kredit perbankan agar dapat mendorong pembiayaan dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Perry juga mengindikasikan adanya ruang penurunan BI Rate ke depan, dengan tetap mempertimbangkan stabilitas makroekonomi. Untuk menjaga likuiditas, BI telah menyalurkan insentif Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) sebesar Rp372 triliun dan akan memperkuat sinergi lintas lembaga serta sektor usaha.

Dari pelaku industri, M. Ashidiq Iswara, Corporate Secretary Bank Mandiri, mengakui bahwa keputusan BI dipengaruhi oleh tekanan eksternal dan ketidakpastian global seperti eskalasi perang dagang dan suku bunga dunia. Meski transmisi pelonggaran moneter masih lambat, Mandiri tetap menargetkan pertumbuhan kredit 10%–12% dengan fokus pada sektor strategis seperti energi dan tambang.

Sementara itu, Hera F. Haryn, EVP Corporate Communication BCA, menyatakan bahwa BCA akan tetap menjaga likuiditas dan kualitas kredit secara pruden serta memastikan permodalan tetap kuat agar cost of fund dapat dikelola optimal.

Secara keseluruhan, ketahanan sektor perbankan sangat bergantung pada efektivitas transmisi kebijakan moneter BI, kemampuan menjaga likuiditas, serta sinergi yang solid antara otoritas keuangan dan pelaku usaha untuk memitigasi tekanan ekonomi domestik dan global.


Tags :
#Perbankan
Download Aplikasi Labirin :