;

Apresiasi GOTO untuk 40.000 Mitra Gojek dan Gopay

Yuniati Turjandini 17 Jun 2025 Investor Daily
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO Group), ekosistem digital terbesar di Indonesia, memberikan penghargaan kepada lebih dari 40.000 mitra GoJek dan GoPay. Langkah ini demi memberikan penghargaan tertinggi dan pengakuan kualitas layanan bagi mitra pengemudi dan mitra usaha UMKM yang produktif dan berkinerja  terbaik sehingga berkontribusi langsung ke ekonomi nasional. "Di balik setiap perjalanan, makanan, dan pengantaran atau pembayaran melalui ekosistem GoTo, ada mitra-mitra yang bekerja keras  untuk mewujudkannya. Mereka memberikan yang terbaik untuk melayani konsumen dengan penuh kebanggaan dan ketulusan," kata Direktur Utama GoTo Patrick Walujo. Adapun inisiatif ini telah memasuki tahun keenam. Pemenang menetapkan standar tertinggi dalam industri dan menjadi contoh nyata bagaimana ekosistem GoTo memberdayakan kemajuan dengan meningkatkan peluang pendapatan, mengembangkan bisnis, sehingga pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan bagi jutaan orang, sambil memastikan fleksibilitas. (Yetede)

BI Melaporkan Nilai ULN Mencapai US$ 431,5 Miliar

Yuniati Turjandini 17 Jun 2025 Investor Daily
BI melaporkan nilai utang luar negeri (ULN) mencapai US$ 431,5 miliar pada April 2025, meningkat 8,2% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu (yoy). Pertumbuhan tahunan pada April tersebut juga lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 6,4%. "Perkembangan posisi ULN April 2025 bersumber dari sektor publik. Kenaikan posisi ULN juga dipengaruhi oleh faktor pelemahan uang dolar AS terhadap mayoritas mata uang global," jelas Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso. Ramdan menjelaskan, rasio ULN Domestik  terhadap PDB yang turun menjadi 30,3% pada April 2025, serta didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 85,1% dari total ULN. "Struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya," imbuh Ramdan. Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, BI, dan pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN Peran ULN juga karena terus dioptimalkan untuk menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. (Yetede)

Indonesia Akan Menjadi Negara Eksportir Energi Hijau

Yuniati Turjandini 17 Jun 2025 Investor Daily
Indonesia akan menjadi negara eksportir energi hijau. Hal ini seiring dengan kesepakatan awal antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Singapura terkait perdagangan energi bersih. Rencananya, pasokan energi surya akan dikirim Singapura dalam beberapa tahun ke depan. Kedua pemerintahan ini akan menyiapkan investasi mencapai lebih dari US$ 10 miliar dalam mentransformasi kebijakan pengembangan energi berbasis ramah lingkungan. Dana investasi tersebut akan digunakan untuk membangun rantai pasok panel surya, mematenkan teknologi penangkapan karbon (Carbon Capture Storage/CCS) dan merintis kawasan industri. Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno mengapresiasi penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara pemerintah Indonesia dan Singapura. Kesepakatan pada Jumat (13/06/2025) itu terkait ekspor listrik bersih hingga penangkapan dan penyimpanan karbon. "Saya memberikan apresiasi kepada Pak Bahlil Lahadahlia (Menteri ESDM) dan jajaran Kementerian ESDM yang secara cepat menangkap peluang untuk pengembangan sektor energi terbarukan, serta low carbon business di Indonesia melalui ekspor listrik dan industri CCS," kata Eddy. (Yetede)

Operasi Pasar Beras Segera Digelar Pemerintah Melalui Perum Bulog

Yuniati Turjandini 17 Jun 2025 Investor Daily
Operasi pasar beras segera digelar pemerintah melalui Perum Bulog. Sebanyak 1,32 juta ton beras SPHP di lepas ke pasaran di Juni-Juli tahun ini guna meredam kenaikan harga kebutuhan pokok tersebut. Seiring dengan akan diluncurkannya Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, distribusi beras SPHP juga menyasar jaringan koperasi tersebut sehingga masyarakat di perdesaan lebih mudah mengakses pangan dengan harga terjangkau. Dalam laporan Badan Pangan Nasional/National Food Agency (Bapanas/NFA), pada 14 Juni 2025, di tingkat konsumen, rerata banderol beras medium di zona III sudah 24,75% di atas harga eceran tertinggi (HET), beras premium di zona III telah 14,39% di atas HET, beras medium di zona II naik 8,33%  diatas HET, beras medium di zona 1 meningkat 7,4% diatas HET. Secara nasional, rerata harga beras medium Rp13.998 per kg atau 11,98% di atas HET dan berada pada status perlu intervensi, baik di zona 1, II, maupun III. Intervensi dilakukan di daerah terpilih dengan inflasi tinggi. Bahkan dalam data terbaru yang dimuat di Panel Harga Pangan yang dikelola Bapanas, rerata nasional harga beras medium pada 16 Juni 2025 telah mencapai Rp 14.126 per kg atau 13,01% diatas HET Rp 12.500 per kg. (Yetede)

Amankan Pasokan Energi Lewat Strategi Mitigasi

Hairul Rizal 17 Jun 2025 Bisnis Indonesia (H)

Menghadapi potensi gangguan pasokan minyak akibat eskalasi konflik Iran-Israel, pemerintah Indonesia mempercepat berbagai strategi untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Sebagai negara pengimpor minyak mentah dan BBM, Indonesia rentan terhadap gejolak global yang dapat memicu lonjakan harga dan membebani APBN.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyatakan pemerintah tengah mendorong peningkatan lifting minyak, mempercepat pengembangan energi baru terbarukan (EBT), serta mendorong realisasi mandatori B50 dan pembangunan proyek geotermal yang segera masuk tahap produksi. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor minyak.

Sementara itu, SKK Migas melalui Hudi D. Suryodipuro menegaskan fokus mengejar target lifting sesuai APBN sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan energi nasional. Pertamina, menurut VP Komunikasi Korporat Fadjar Djoko Santoso, memastikan pasokan minyak masih aman dan siap mengalihkan jalur kapal jika konflik meningkat.

Fathul Nugroho, Wakil Ketua Umum Aspebindo, menekankan konflik ini sebagai momen penting untuk mempercepat swasembada energi, mengingat Indonesia masih mengimpor sekitar 813.000 barel minyak per hari. Ia mengingatkan bahwa setiap kenaikan US$1 pada ICP berpotensi menambah beban subsidi hingga Rp1,5 triliun per tahun, menekan anggaran negara.

Dalam merespons tekanan fiskal, Kementerian Keuangan melalui Deni Surjantoro menyatakan siap menyusun ulang belanja negara dan menyiapkan stimulus fiskal untuk menjaga daya beli masyarakat dan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi. Seluruh kebijakan ini mencerminkan sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas energi dan fiskal di tengah ketidakpastian global.


QRIS Jadi Motor Inklusi dan Kemandirian Ekonomi

Hairul Rizal 17 Jun 2025 Bisnis Indonesia

Transformasi digital dalam sistem pembayaran Indonesia telah mengalami percepatan signifikan berkat kehadiran QR Code Indonesian Standard (QRIS) yang diluncurkan oleh Bank Indonesia pada 17 Agustus 2019. QRIS telah menjadi katalis penting dalam mendorong efisiensi, inklusivitas, dan keamanan sistem pembayaran, terutama bagi pelaku UMKM, yang kini menjadi mayoritas dari 35,9 juta merchant pengguna QRIS.

Gubernur Bank Indonesia, bersama Kadin Indonesia, mencatat bahwa digitalisasi ini berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi, peningkatan omzet UMKM, serta memperluas akses mereka terhadap pembiayaan formal. Selain itu, QRIS juga memperkuat pendapatan asli daerah (PAD) dan tata kelola keuangan publik, melalui adopsi sistem pembayaran digital di pemerintahan daerah bersama TP2DD.

Meski berhasil di dalam negeri, meningkatnya dominasi QRIS telah memicu kekhawatiran dari pihak internasional, khususnya dari Amerika Serikat, terkait penurunan volume transaksi jaringan pembayaran global seperti kartu kredit asing. Namun, pihak otoritas menegaskan bahwa QRIS tidak dimaksudkan untuk menggantikan sistem internasional, melainkan membangun fondasi ekonomi nasional yang sesuai dengan kebutuhan lokal.

Inisiatif interkoneksi QRIS lintas negara seperti Thailand dan Malaysia menjadi bagian penting untuk menjaga keterhubungan dengan sistem global. Faktor kolaborasi antara Bank Indonesia, OJK, pemerintah daerah, dan pelaku industri keuangan menjadi kunci dalam memastikan bahwa manfaat digitalisasi menyentuh semua lapisan masyarakat, termasuk pelosok.

Dengan capaian indeks inklusi keuangan sebesar 75,02% dan literasi keuangan 65,43% pada 2024, ruang pengembangan QRIS masih terbuka luas. Ke depan, tantangan utama adalah menjaga agar sistem ini tetap inklusif, aman, dan adaptif terhadap perubahan global, selaras dengan visi Asta Cita Presiden yang mendorong pemerataan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.


RI–Singapura Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bilateral

Hairul Rizal 17 Jun 2025 Bisnis Indonesia

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menyepakati 19 kerja sama strategis dalam Leaders’ Retreat perdana yang berlangsung di Singapura pada Senin (16/6). Kesepakatan ini mencakup berbagai sektor penting seperti pertahanan, ekonomi, ketahanan pangan, dan energi berkelanjutan, menandai penguatan hubungan bilateral kedua negara.

Dalam konferensi pers bersama, Presiden Prabowo secara terbuka memuji sejumlah kebijakan sukses Singapura, termasuk pembangunan perumahan rakyat dan pengelolaan sovereign wealth fund. Ia menyatakan niat Indonesia untuk meniru praktik-praktik terbaik dari negara tetangga demi kesejahteraan rakyat. Dengan gaya lugas, Prabowo menegaskan bahwa meniru keberhasilan negara lain dalam praktik kehidupan nyata adalah bentuk adaptasi positif.

Selain kerja sama strategis, kedua pemimpin juga membahas isu geopolitik global, khususnya konflik di Gaza dan ketegangan antara Israel dan Iran. Mereka menyerukan gencatan senjata segera dan penyelesaian melalui jalur damai, menekankan pentingnya diplomasi dalam meredam eskalasi konflik.

Pertemuan ini tidak hanya mempererat hubungan Indonesia–Singapura, tetapi juga menunjukkan posisi tegas kedua negara dalam mendukung stabilitas kawasan dan kerja sama yang saling menguntungkan di tengah ketidakpastian global.


Produk China Membanjiri Pasar Usai Perang Tarif

Hairul Rizal 17 Jun 2025 Kontan (H)
Memanasnya perang dagang antara Amerika Serikat dan China mendorong lonjakan ekspor produk China ke ASEAN, termasuk Indonesia, yang mengalami kenaikan impor sebesar 13% pada Mei 2025 dibanding tahun sebelumnya. Dalam lima bulan pertama 2025 saja, impor Indonesia dari China sudah mencapai US$ 33,45 miliar, naik 17% secara tahunan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran besar terhadap ketahanan industri dalam negeri yang semakin tertekan oleh produk impor murah asal Tiongkok.

Redma Gita Wirawasta, Ketua Umum APSyFI, menyebut bahwa industri benang filamen lokal hanya beroperasi 45% dari kapasitas, karena pasar dibanjiri produk murah dari China seperti drawn textured yarn (DTY) dan jenis benang lainnya. Ia meminta pemerintah segera memberlakukan bea masuk antidumping (BMAD) sebesar 20% untuk menciptakan keadilan di pasar domestik.

Eko Wibowo Utomo, Ketua Apsindo, juga menyuarakan keluhan serupa, bahwa pasar sepeda lokal dikuasai hingga 70% oleh produk China, yang lebih murah dan mudah masuk. Ia mendorong penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) sebagai filter impor, guna melindungi produsen lokal.

Dari sisi ekonomi makro, Wijayanto Samirin dari Universitas Paramadina memperingatkan bahwa defisit perdagangan Indonesia-China bisa membengkak menjadi Rp 185 triliun pada 2025 jika tidak ada langkah konkret. Ia mendorong pemerintah untuk bernegosiasi lebih aktif dengan China, mengingat dampaknya yang signifikan terhadap perekonomian nasional.

Sementara itu, Yusuf Rendy Manilet, Ekonom Core Indonesia, menilai fenomena ini sebagai bukti lemahnya perlindungan pasar domestik Indonesia. Ia menyebut bahwa lonjakan barang murah dari China mencerminkan ketidaksiapan regulasi dan lemahnya daya saing industri nasional, terutama saat daya beli masyarakat masih belum sepenuhnya pulih.

Pentingnya langkah strategis pemerintah dalam merespons banjir produk China agar tidak semakin menggerus industri lokal, mulai dari kebijakan tarif, perlindungan teknis melalui SNI, hingga diplomasi dagang yang lebih proaktif.

Ketegangan Iran Ganggu Stabilitas Ekonomi Global

Hairul Rizal 17 Jun 2025 Kontan
Memanasnya konflik antara Iran dan Israel menimbulkan risiko baru bagi stabilitas ekonomi Indonesia, terutama melalui potensi kenaikan harga minyak global dan pelemahan nilai tukar rupiah. Dampak yang paling nyata adalah peningkatan beban subsidi BBM, tekanan inflasi impor, serta potensi pelebaran defisit fiskal, sebagaimana dijelaskan oleh David Sumual, Kepala Ekonom Bank Central Asia. Ia menekankan bahwa Indonesia sebagai negara pengimpor minyak sangat rentan terhadap lonjakan harga minyak, yang bisa berdampak ke harga pangan dan tekanan fiskal.

M. Rizal Taufikurahman dari Indef juga memperingatkan bahwa sektor keuangan nasional bisa terkena imbas dari arus modal asing keluar, akibat investor global mencari aset aman di tengah ketegangan geopolitik. Hal ini berpotensi melemahkan rupiah dan meningkatkan volatilitas pasar keuangan domestik.

Menurut asumsi dasar APBN 2025, ICP dipatok di level US$ 82 per barel dan nilai tukar rupiah Rp 16.100 per dolar AS. Namun berdasarkan sensitivitas fiskal, setiap kenaikan ICP sebesar US$ 1 bisa menambah defisit hingga Rp 6,9 triliun, dan pelemahan rupiah sebesar Rp 100 per dolar AS bisa memperbesar defisit sebesar Rp 3,4 triliun.

Merespons hal ini, Kementerian Keuangan, melalui Kepala Biro Komunikasi Deni Surjantoro, menyatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah mitigasi. Antara lain melalui koordinasi fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas nilai tukar, serta penyesuaian belanja negara guna menjaga daya beli masyarakat dan mendukung sektor produktif.

Deni menambahkan bahwa pemerintah tetap optimistis dalam menghadapi gejolak global, dengan merujuk pada keberhasilan Indonesia menangani krisis sebelumnya seperti pandemi dan ketegangan perdagangan internasional.

Meskipun tekanan dari konflik geopolitik global meningkat, pemerintah dan otoritas keuangan bersiap menghadapinya dengan kombinasi intervensi pasar, penyesuaian fiskal, dan kebijakan makro yang terkoordinasi.

Pendapatan Jalan Tol Pacu Pertumbuhan Sektor

Hairul Rizal 17 Jun 2025 Kontan
Prospek kinerja PT Jasa Marga Tbk (JSMR) pada 2025 dinilai tetap positif meskipun ada sejumlah tantangan jangka pendek, seperti kebijakan pemerintah terkait diskon tarif tol sebesar 20%. Diskon ini berlaku terbatas hanya di 10 ruas tol dan hanya untuk beberapa hari, sehingga dampaknya ke pendapatan perusahaan diperkirakan kecil, yaitu sekitar 2,7% dari kuartal sebelumnya, menurut Sukarno Alatas, Analis Senior Kiwoom Sekuritas Indonesia.

Di sisi lain, strategi penyesuaian tarif tol menjadi pendorong utama pertumbuhan. Aqil Triyadi dari Panin Sekuritas menyebut bahwa JSMR akan menaikkan tarif di 12 ruas tol sepanjang 2025, setelah sebelumnya menaikkan tarif di beberapa ruas pada awal tahun.

Richard Jonathan Halim dari Ciptadana Sekuritas juga mencatat bahwa pertumbuhan pendapatan JSMR didorong oleh tarif yang naik dan operasionalisasi ruas baru seperti Klaten–Prambanan, serta rekonsolidasi ruas tol setelah buyback. Ia memperkirakan pendapatan JSMR mencapai Rp 19,8 triliun di 2025 dan Rp 21,5 triliun di 2026, dengan laba bersih masing-masing Rp 3,5 triliun dan Rp 3,8 triliun.

Richard menambahkan bahwa strategi asset recycling atau monetisasi konsesi ruas tol juga bisa menambah laba, meskipun belum dihitung dalam proyeksi resmi. Ia merekomendasikan "buy" saham JSMR dengan target harga Rp 5.300, sejalan dengan Sukarno yang menargetkan Rp 5.500, sedangkan Aqil memberi rating "hold" dengan target Rp 4.200.

Lebih lanjut, JSMR kini juga menerapkan strategi investasi yang lebih selektif dan prudent, melalui skema co-investment agar lebih efisien dan menghindari ekspansi agresif. Menurut Sukarno, ini merupakan langkah strategis yang akan memperkuat fundamental keuangan perusahaan dalam jangka panjang.

Meskipun begitu, Richard mengingatkan investor untuk mewaspadai risiko dari perlambatan trafik akibat pengembangan moda transportasi publik seperti LRT dan kereta cepat, yang bisa mengurangi volume lalu lintas kendaraan di tol.

JSMR dinilai akan tetap mencetak pertumbuhan pendapatan dan laba pada 2025 berkat kenaikan tarif dan ruas tol baru, sambil menjaga strategi bisnis yang konservatif namun berkelanjutan.