Inovasi Bisnis, Putar Arah Saat Krisis
Beberapa perusahaan melakukan putar arah ketika terjadi badai. AirAsia Group berganti nama menjadi Capital A, untuk lebih mencerminkan bisnis inti dan rencana pengembangan grup ke depan seiring pesatnya transformasi digital, yang menandakan era baru, lebih dari sekadar maskapai penerbangan, ujar CEO Capital A Tony Fernandes. AirAsia sebagai maskapai tetap melekat, tetapi jauh sebelum pandemi, ia berniat untuk memanfaatkan kekuatan data yang telah dibangun lebih dari 20 tahun terakhir dan menggabungkannya dengan penggunaan teknologi. Aksi korporasi AirAsia terlihat sejalan dengan visi baru mereka, diantaranya dengan membeli saham Gojek di Thailand.
Under Armour dan L Brands Inc adalah perusahaan yang juga melakukan putar haluan saat pandemi. Peritel Under Armour memilih penjualan langsung kepada konsumen dibandingkan mempertahankan semua tokonya. Perusahaan induk L Brands Inc memutuskan melepas Bath & Body Works dan Victoria’s Secret & Co dari induknya dan menjadi entitas tersendiri. Bath & Body Works tidak lagi memiliki toko fisik, sementara Victoria’s Secret masih mengandalkan toko, tetapi mulai melakukan penjualan daring. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023