;

Sebulan PCX Terjual 650 Unit

Fadilla Anggraini 01 Mar 2021 Sumatera Ekspres

PALEMBANG - Bicara kendaraan premium, PT Astra Honda Motor (AHM) memang juaranya. Pasalnya, belum lama ini AHM meluncurkan generasi terbaru All New PCX menggunakan mesin konvensional. Untuk PCX Hybrid, hadir juga generasi terbarunya, PCX Hybrid berganti nama menjadi e:HEV. Tampilannya pun ikut mengalami perubahan mengikuti All New PCX.

Kendaraan satu ini lebih bertenga dan hemat bahan bakar, sebab disematkan teknologi terbaru dengan tenaga bateri 50,2 volt, sehingga terjadi peningkatan tenaga atau mini turbo 160 cc, pastinya punya filtur keamanan tak kalah canggih pula. "PCX e:HEV sangat bertenaga dan nyamai di kendarai," kata Wijaya Cakra, supervisor area Palembang Astra Motor Sumsel di sela-sela Ultimate Excellance With Blogger dan Jurnalist di halaman parkir OPI Mall.

Secara garis besar, ubahannya sama seperti All New PCX alias PCX 160. Skuter matik (Skutik) ini juga dibekali mesin baru eSP + dengan out put power yang ditingkatkan/ Tampilannya sama persis seperti All New PCX. Fitur yang disematkan juga tak ada bedanya. Fitur canggih seperti Honda Selectable Torque Control (HSTC), panel meter full digital, smart key system, power outlet, dan lainnya tetap bisa dijumpai pada sukutik ini.

Dibanding generasi sebelumnya PCX Hybrid, sekarang Honda tak lagi gunakan warna hitam. All New PCX e:HEV dibalut warna putih dengan aksen biru dibeberapa bagian. Aksen biru tak hanya pada body, juga terlihat pada sistem pencahayaannya. Menurutnya PCX e:HEV dibandrol Rp 43 juta, sementara tertinggi di kelasnya CBS Rp 31,190 juta dan ABS Rp 34,490 juta. Meski begitu PCX e:HEV mampu bri kesan gagah dan eksklusif.

Sejauh ini , kendaraan yang punya selisih harga cukup jauh di kelasnya ini menyasar kolektor dan pecinta yang hobi kendaraan premium dan para komunitas. Pihaknya pun optimis kendaraan ini mampu meningkatkan market share roda dua khususnya kendaraan premium. "Secara general penjualan unit PCX mampu terjual 600-650 unit perbulan se-Sumsel," tukasnya.

Targetkan pasang 600 mesin E-Tax

Fadilla Anggraini 01 Mar 2021 Tribun Sumsel

PALEMBANG, TRIBUN - Menjamurnya cafe atau tempat kopi yang ada di kota Palembang menjadi incaran bagi Badan Pengelolaan Pajak daerah (BPPD) Kota Palembang untuk kembali mengintensifkan pemasangan E-tax yang sempat terhenti karena pandemi.

Kepala BPPD Kota Palembang, Sulaiman Amin mengatakan, cafe-cafe atau tempat ngopi masuk prioritas untuk pemasangan mesin E-Tax. "Kita melihat potensi cafe atau tempat ngopi ini cukup besar karenanya pemasangan ini juga jadi prioritas kita," ujarnya, Minggu (28/2).

Ia mengatakan saat ini ada sekitar 76 mesin E-tax di kedai kopi ataupun cafe. "Tapi kita juga lihat seberapa potensi dari tempat usaha yang akan dipasang mesin e-tax. Kalau tidak terlalu ya jangan dulu, Jadi lebih mahal sewa alatnya dibandingkan pemasukkannya," ungkap dia.

Lanjut dia, pihaknya menargetkan sebanyak 600 mesin e-tax ini terpasang dan sampai saat ini total sudah ada 524 mesin e-tax yang telah dipasang. "Insya Allah tahun ini kita targetkan bisa 600," beber dia.

Bahkan tim BPPD tengah melakukan pengecekan ulang mesin e-tax yang telah terpasang sejak 2019 lalu apakah masih digunakan atau tidak. "Kita selali melakukan pengawasan terhadap mesin-mesin e-tax yang terpasang. Mengingat, selama pandemi Covid-19 ini tak sedikit usaha yang tutup," beber dia. Pengecekan ulang perlu dilakukan untuk memastikan apakah mesin benar difungsikan.

Tampil Segar dan Makin Canggih

Fadilla Anggraini 01 Mar 2021 Tribun Sumsel

JAKARTA, TRIBUN - PT Honda Prospect Motor (HPM) akhirnya resmi merilis CR-V terbaru yang sudah meluncur di Thailand dan Malaysia. Model facelift ini mendapatkan beberapa ubahan pada sektor eksterior, interior, dan fiturnya. "Dengan berbagai teknologi canggih, kini CR-V semakin aman dan nyaman untuk dikendarai," ucap Yusak Billy, Business Innovation and Sales & Marketing Director PT HPM, dalam tayangan virtual (18/2/2021). "Ditambah dengan tampilan yang semakin premium, kami percaya CR-V akan memenuhi kebutuhan konsumen SUV sesuai dengan gaya hidup modern yang semakin aktif dan dinamis," kata Billy.

Dari tampilan depan, CR-V kini memiliki desain gril dan bumper depan yang lebih sporty berkat sentuhan baru dan kisi-kisi yang heksagonal. Bahkan makin terlihat agresif dengan hadirnya model pelek baru berdimensi 18 inci dibalut warna gelap. Sementara untuk bagian belakang tidak banyak yang berubah, hanya saya sedikit diberikan sentuhan baru pada bumper agar terlihat lebih menarik disatukan dengan sepasang pipa gas buang dengan bentuk lebih pipih. Masuk ke, interior, ubahannya juga tidak terlalu banyak, hanya beberapa penambahan aksen wood panel baru agar mendongkrak kesan premium.

Untuk hiburan, kini dipercayakan layar 9 inci yang bisa terkoneksi dengan ponsel pintar dan Bluetooth Connection serta nanoe Technology dan SVC. Selain itu, SUV ini juga ditopang dengan fitur keamanan yang cukup lengkap. Apalagi kini CR-V juga sudah dilengkapi dengan teknologi Honda Sensing sebagai perangkat standar. Seperti Collision Mitigation Brake System (CMBSTM), Lane Keeping Assist System (LKAS), Road Departure Mitigation (RDM), Adaptive Cruise Control (ACC) with Low Speed Follow, hingga Auto High Beam.

Dari segi fitur, Honda juga memberikan sensor pada pintu bagasi belakang yang bisa dibuka dengan membaca pergerakan kaki di kolong bumper. Dengan demikian, pemilik lebih mudah saat akan menaruhdan mengambil barang di bagasi. Bicara soal mesin, Honda masih membenamkan unit 1.500 cc turbocharger bertenaga sekitar 190 tk pada 5.600 rpm dan torsi maksimal 243 Nm pada 2.000 hingga 5.000 rpm. Serta mesin i-VTEC 2.000 cc yang menghasilkan tenaga sebesar 152 tk dan torsi 189 Nm. Kedua mesin ini menyalurkan tenaga ke dua roda depan lewat transmisi otomatis CVT. Sedangkan perihal harganya, CR-V facelift mengalami peningkatan harga dari model sebelumnya. Saat ini CR-V dijual mulai Rp 489 juta (tipe 2.0L i-VTEC) sampai Rp 577 juta (tipe 1.5L Prestige turbo).


Hati-Hati Fenomena "Pompom" Saham

Fadilla Anggraini 01 Mar 2021 Tribun Sumsel

JAKARTA, TRIBUN - Pertumbuhan investor pemula yang kebanyakan berasal dari milenial di masa pandemi Covid-19 patut diacungi jempol. Data Bursa Efek lndonesia (BEI) menunjukkan, Single Investor ldentification (SID) melonjak 56 % menjadi 3,9 juta SID dibanding akhir tahun 2019. Data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) juga menunjukkan, demografi investor dengan usia di bawah 30 tahun berjumlah 54,8 % dan usia 31-40 tahun berjumlah 22,6 %. Artinya, lebih dari 75 % investor pasar modal Indonesia adalah milenial. Lahirnya investor-investor pemula ini patut menjadi perhatian, utamanya ketika muncul fenomena pompom saham yang marak belakangan ini, termasuk di Amerika Serikat.

Pompom saham adalah ketika saham dipompa oleh individu atau kelompok agar harganya melejit sehingga tampak menggiurkan. "Fenomena ini bersamaan dengan maraknya influencer yang ikut membicarakan soal investasi saham dengan merekomendasikan saham tertentu sehingga semakin meningkatkan anusiasme publik untuk berinvestasi saham," kata Advisory Director Grant Thornton lndonesia, Marvin Camangeg dalam Siaran pers, Sabtu (27/2/2021).

Marvin menuturkan, investor pemula harus mengerti tentang pompom saham agar tak ikut-ikutan membeli dengan analisis asal-asalan. Ingat, saham punya risiko yang tinggi seiring dengan keuntungan yang tinggi pula. Jangan sampai investor pemula justru bertindak impulsif karena merasa takut tertinggal mendapat keuntungan dalam waktu singkat (Fear of Missing Out/FOMO). "Fakta ini yang seringkali kurang diperhatikan oleh investor pemula," ungkap Marvin. Karena merasa takut tertinggal, banyak investor pemula akhirnya salah kaprah dengan menginvestasikan untuk kebutuhan sehari-hari bahkan berutang dengan bunga besar. Mereka yang tadinya berharap mendapat keuntungan cepat, justru banyak berakhir dengan rugi besar. Oleh karena itu sebelum ikut-ikutan, pelajari dulu tentang saham melalui webinar dan workshop tentang pasar modal yang sering diselenggarakan oleh instansi berkaitan. "Jadi sebelum berinvestasi saham, perlu memahami profil resiko perseorangan, tetap rasional dan tidak bergantung pada intuisi saja waktu pemilihan saham. Selalu mencari bantuan dari para penasihat investasi yang dapat membantu dan memberikan bimbingan dalam keputusan berinvestasi," tutup Marvin.


Selamatkan Pekerja dari Pengangguran

Fadilla Anggraini 01 Mar 2021 Tribun Sumsel

PALEMBANG, TRIBUN - Pandemi Covid-19 membuat sejumlah usaha terdampak dan nyaris gulung tikar karena sepi permintaan sehingga membuat pelaku usaha juga terpaksa merumahkan karyawan. Kondisi ini juga sempat dirasakan pelaku UMKM fesyen khas Palembang, Erwin. Owner Saqilla Design itu memutar otak agar usahanya terus bertahan sehingga tidak harus merumahkan karyawan.

Caranya dengan membuat masker karena pesanan pakaian pesta dan pakaian lainnya lagi sepi dampak pandemi. Membuat masker bukan cuma solusi bertahan tapi juga ikut membantu menanggulangi penyebaran covid-19 sehingga tetap menerapkan protokol kesehatan tapi juga tetap tampil modis dengan masker Jumputan.

"Saya berpikir bagaimana caranya ikut mencegah penyebaran virus tapi usaha saya dapat terus berjalan. Buat masker solusinya," ujar Erwin, Minggu (28/2/2021).

Masker yang dibuatnya pernah dipesan dalam jumlah banyak yakni 10 ribu buah, bahkan hingga 20 ribu potong masker kain. Hal ini membuat usahanya pun kembali bangkit dan seketika menjadi UMKM naik kelas karena dengan pesanan sebanyak itu, Erwin mampu mengantongi omzet hingga Rp 50 juta.

Beberapa karyawannya kini bisa kembali bekerja karena banyak menerima pesanan masker. Saat ini ada sembilan karyawan yang berposisi sebagai penjahit masker. Erwin juga kerap membagi job pada penjahit lainnya jika order masker yang diterima banyak dan tidak bisa diselesaikan sendiri, sehingga juga bisa membantu pelaku UMKM.

"Sehari-hari usaha fesyen kita pasarkan online dan offline sehingga bisa menjangkau konsumen lebih banyak dan lebih luas, apa lagi saat pendemi pemasaran online menjadi prioritas karena adanya perubahan pola laku masyarakat," ujarnya.


Berawal Dari Usaha Rumahan

Fadilla Anggraini 01 Mar 2021 Tribun Sumsel

PALEMBANG, TRIBUN - Berawal dari memanfaatkan lahan kosong yang ada di depan rumah, seorang pemuda bernama Aditia Rakarendra mengawali bisnis kecilnya. Dirumah bernomor 20 1a membuat 20 Kopi yang kini telah memiliki 3 cabang, dua di Lampung dan satu di Kota Palembang yang terletak di jalan sumpah pemuda.

Kata Adit, usaha yang ia rintis ini sejak tahun 2019. Kala itu, sebagai pecinta kopi ia membuka didepan rumah sendiri dengan ukuran 3x7 meter. Bak gayung bersambut, kafe berkonsep tempat ngopi anak muda ini mendapatkan ekspektasi yang luar biasa.

"Awalnya gak nyangka yang hanya dari rumahan dapat ekspetasi yang besar. Dan di Lampung kita sudah buka dua cabang dan ini cabang ketiga di kota Palembang," jelas dia, Sabtu (27/2/2021).

la mengatakan selain konsep untuk anak muda juga 20 Kopi ini juga menyasar semua kalangan.

"Kopi yang kita siapkan asli 100 persen kopi robusta yang kita ambil dari petani lokal yang ada di Lampung. Dan di Palembang ini kita juga akan menggaet para petani lokal kopi dengan tujuan untuk membantu para petani juga," ujar pemuda berusia 20 tahunan ini.

la mengaku optimis dengan dibukanya 20 Kopi Palembang bersaing ditengah bisnis di Kota Palembang.

"Kita optimis apalagi hadirnya 20 Kopi Palembang ini juga mampu menyerap dan membantu tenaga kerja ditengah pandemi seperti in?," tegas dia.

Targetnya, ia akan membuka kembali 20 Kopi yang ada di kota-kota lainnya. 20 Kopi ini memiliki menu unggulan selain kopi susu yakni ada juga kopi susu gula merah dan kopi susu madu.

"Awalnya kita kopi susu jadi unggulan baik yang ice dan hot tapi di Palembang menunya kita juga perbanyak," jelas dia.

Ditambahkan, Herlan Asifudin Staf Khusus Walikota Bidang Pariwisata Kota Palembang mengatakan ditengah pandemi seperti ini makin banyak gerai kopi atau kafe yang buka di kota Palembang.

"Kita sangat sambut sekali artinya geliat bisnis semakin baik apalagi hadir ditengah pandemi seperti ini," ungkap dia.

Dengan hadirnya 20 Kopi Palembang ini mampu menghidupkan geliat perekonomian di kota Palembang.


Ada Pemodal di Balik Tambang Emas Ilegal

R Hayuningtyas Putinda 28 Feb 2021 Epaper Kompas

Pertambangan emas ilegal di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, berada di pegunungan dengan lubang tambang tersebar di kebun warga dan hutan. Ada alat berat dioperasikan di sana.

PALU, KOMPAS — Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah bakal menyelidiki dugaan keberadaan pemodal atau cukong di pertambangan emas tanpa izin atau PETI di Desa Buranga, Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong. Informasi tentang adanya alat-alat berat di lokasi penambangan yang tengah pekan lalu longsor dan menewaskan enam orang disebut menjadi penguat dugaan ada pihak yang mendanai PETI.

Kepala Kepolisian Daerah Sulteng Inspektur Jenderal (Pol) Abdul Rakhman Baso menyatakan, tim akan menyelidiki dugaan keberadaan alat berat di lokasi tambang.

”Kalau itu terbukti (ada alat berat) dan dikelola cukong dan sebagainya, kami akan tindak,” kata Abdul di Palu, Sulteng, Sabtu (27/2/2021).

Pertambangan emas ilegal berada di pegunungan dengan lubang tambang tersebar di kebun warga dan hutan. Lubang tambang yang longsor berkedalaman sekitar 20 meter dengan dinding curam. Sebagian besar dasar lubang tambang digenangi air dan lumpur. Penambang dan pendulang bijih emas kebanyakan warga Ampibabo dan kecamatan sekitar.

Ketua Komisi Nasional HAM Perwakilan Sulteng Dedi Askary menyatakan, alat berat dioperasikan untuk membuat lubang tambang. Pengerukan dengan alat berat untuk mendapatkan bijih emas juga dilakukan di tepi Sungai Buranga. Warga hanya mendulang di dalam lubang yang digali dan digaruk dengan alat berat tersebut.

(Oleh - HR1)

Pajak Incar Imbal Hasil dari Kantong Lender Fintech

Mohamad Sajili 26 Feb 2021 Kontan

Pemerintah terus melebarkan mata untuk mencari sektor usaha yang bisa menghasilkan penerimaan perpajakan. Salah satu yang kini diincar Direktorat jenderal Pajak adalah fintech.

Kasubdit Peraturan PPN, Perdagangan, Jasa dan PTLL Bonarsius Sipayung mengatakan, tujuan kebijakan pajak ke fintech adalah menyamakan level of playing field di antara jasa keuangan digital dan konvensional.

Para pemain fintech menyatakan, selama ini, penerapan PPh ke lender bersifat selfassessment. CEO Akseleran Ivan Tambunan menyebut setiap tahun fintech memberikan laporan tahunan keseluruhan hasil investasi.

Meski begitu, Ivan menyoroti penerapan PPN atas fintech. la merujuk ke Undang- Undang PPN Pasal 4A ayat 3 huruf, yang menyatakan bahwa jasa keuangan termasuk di dalam jenis jasa usaha yang tidak terkena PPN.

Para pemain memang menyatakan siap membicarakan rencana penerapan pajak ke fintech. Apalagi, memang belum ada aturan turunan yang mengaturnya. Maka, mereka menilai perlu ada diskusi mendalam tetang tata cara pemungutan pajak ini.


Kawasan Ekonomi Khusus Kebanjiran Insentif Pajak

Mohamad Sajili 26 Feb 2021 Kontan

Pemerintah ingin membangun banyak kawasan ekonomi khusus (KEK) bagi investor. Untuk itu, pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 40 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kawasan Ekonomi Khusus. Aturan ini turunan dari Undang Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Sekretaris Dewan Nasional KEK Enoh Suharto Pranoto kepada KONTAN, Kamis (25/2) menjelaskan pertimbangan menerbitkan aturan ini agar meningkatkan masuknya investasi ke Indonesia.

Salah satu poin penting di aturan yang membuat optimistis adalah mengenai kepastian adanya lahan KEK. Dalar beleid yang diundangkan 2 Februari 2021 itu menyebutkan kawasan yang diusulkan menjadi KEK, lahannya harus dikuasai minimal 50% dari rencana KEK.

Sebagai informasi tahun ini pemerintah menetapkan dua KEK baru yakni KEK Lido, Bogor Jawa Barat dan KEK Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), di Gresik Jawa Timur. Enoh menyebut keduanya KEK baru ini telah memenuhi aturan baru seperti pengusul menguasai minimal 50% lahan.

Ada juga aturan yang membolehkan warga negara asing atau badan usaha asing memiliki hunian atau properti di KEK pariwisata. Baik itu yang berdiri sendiri atau dibangun di atas bidang tanah yang dikuasai berdasarkan perjanjian dengan pemegang hak tanah.

PP No 40/2021 juga memangkas pajak transaksi atas tanah dan bangunan. Pada pasal 80 menyebutkan badan usaha dalam transaski pengadaan tanah untuk KEK, baik itu untuk penjualan tanah atau bangunan dalam kawasan KEK termasuk juga untuk transaksi sewa tanah dan bangunan tidak dipungut pajak penghasilan.



Kenaikan Harga Minyak Pukulan Baru bagi Industri

Mohamad Sajili 26 Feb 2021 Kontan

Harga minyak mentah terus merangkak naik. Kondisi tersebut mengerek beban produksi di sejumlah sektor industri. Harga minyak WTI kontrak pengiriman April 2021 di Bursa New York, Kamis (25/2) pukul 21.45 WIB, di posisi USS 62,88 per barel. Angka itu sudah menanjak 48% dibandingkan rata-rata harga minyak WTI di sepanjang tahun 2020 senilai US$ 42,37 per barel.

Lembaga keuangan internasional, Goldman Sachs memproyeksikan, harga minyak berpotensi melonjak ke level USS 75 per barel pada kuartal III-2021.

Sejumlah sektor bisnis yang mengandalkan bahan baku minyak dan turunannya ikut tertekan. Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Aromatik, Olefin & Plastik Indonesia (Inaplas) Fajar Budiono menjelaskan, pada minggu ketiga Februari 2021 harga rata-rata bahan baku plastik sudah di kisaran US$ 30.000-USS 40.000 per ton, naik dari minggu sebelumnya yang seharga US$ 20.000 per ton.

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta menilai, harga minyak dunia masih berpeluang naik. Di atas kertas, kenaikan harga minyak menguntungkan perusahaan yang berhubungan langsung dengan produksi migas maupun jasa migas. Peluang peningkatan kinerja juga bisa dirasakan emiten yang terlibat dalam rantai distribusi migas.


Pilihan Editor