;

Luas PanenMenyusut, Produksi Padi Sumbar Anjlok

R Hayuningtyas Putinda 02 Mar 2021 Bisnis Indonesia

Bisnis, PADANG — Luas panen padi di Sumatra Barat sepanjang tahun 2020 me-nyusut 16.000 hektare (ha) sehingga mengalami penu-runan produksi. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatra Barat Herum Fajarwati menjelaskan melihat pada luas panen padi pada 2020 sebesar 295.660 ha atau turun 5,14% diban-dingkan dengan 2019 yang mencapai 311.670 ha.

“Penyebab penurunan luas panen padi itu karena ada pergeseran puncak panen padi di tahun 2020 itu,” katanya, Senin (1/3).

Sementara itu, luas panen padi pada Januari 2021 men-capai 23.990 ha dan potensi panen sepanjang Februari—April 2021 diperkirakan seluas 94.110 ha.Total potensi luas panen padi pada subround Januari—April 2021 mencapai 118.110 ha atau mengalami kenaikan 6,81% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya  sebesar 110.580 ha

Untuk potensi produksi padi pada subround Januari—Ap-ril 2021 diperkirakan sebesar 515.150 ton GKG atau me-ningkat 7,52% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya 512.600 ton GKG.Sementara itu, melihat pada produksi padi di Sumbar se-panjang Januari—Desember 2020 sekitar 1.387 juta ton GKG atau turun 6,45%jika dibandingkan dengan 2019 sebesar 1.493 juta ton GKG


(Oleh - HR1)

Pandemi Covid-19, Investor Hotel Mendominasi Bali

R Hayuningtyas Putinda 02 Mar 2021 Bisnis Indonesia

Bisnis, Denpasar - Sektor hotel dan restoran paling diminati oleh investor untuk menanamkan modalnya di Bali selama 2020. Meskipun pariwisata terdampak pandemi, porsi investasi sektor tersebut mencapai 52% pada penanaman modal asing dan 45% pada penanaman modal dalam negeri. Pulau Dewata masih menarik bagi investor dikarenakan investor dinilai masih optimistis terhadap pertumbuhan sektor pariwisata di Bali di tengah pandemi Covid-19. 

Investor masih memiliki kepercayaan bahwa pariwisata Bali bisa bangkit kembali. Investor juga mungkin belum berani untuk mengalihkan investasi ke sektor lainnya seperti pertanian maupun ekonomi kreatif. Apalagi, investasi pada hotel dan restoran pada masa pandemi dinilai menguntungkan karena harga penjualan properti di sektor tersebut menawarkan harga yang lebih rendah dibandingkan kondisi normal.

Bali masih memiliki potensi besar untuk mendapatkan investasi sektor hotel dan restoran meskipun kondisi pandemi Covid-19 masih berlanjut. Investasi merupakan keputusan jangka panjang sehingga kondisi pandemi yang terjadi saat ini tidak menjadi satu-satunya acuan keputusan investor. Hasil investasi akan nampak pada satu hingga dua tahun ke depan sehingga jika investor tetap melakukan investasi saat ini, akan digunakan sebagai langkah menyongsong kondisi pariwisata pada 2024-2025 mendatang. Apalagi, investor lebih untung jika melakukan investasi di tengah perekonomian yang terdampak pandemi Covid-19. Pasalnya, biaya yang dikeluarkan cenderung lebih rendah dibandingkan dengan kondisi normal

(Oleh - IDS)

Tiga Perusahaan Jepang akan Relokasi Pabriknya dari Cina ke RI

Mohamad Sajili 02 Mar 2021 Sinar Indonesia Baru

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan sedikitnya ada tiga perusahaan Jepang yang akan merelokasi pabriknya dari Cina ke Indonesia. Ketiga perusahaan yang bakal melakukan relokasi pabrik itu adalah Panasonic Manufacturing dengan nilai investasi US$ 30 juta, Denso (US$ 138 juta), dan Sagami Indonesia (US$ 50 juta).

Tiga perusahaan itu adalah bagian dari tujuh perusahaan multinasional yang berencana memindahkan pabriknya dari Cina ke Indonesia. Total investasi yang bakal digelontorkan mencapai US$ 118 juta atau setara dengan Rp 1,7 triliun (asumsi kurs Rp 14.290 per dolar AS).

Pemerintah, menurut Agus, juga mendorong agar para pelaku industri Jepang dapat aktif berinvestasi di Indonesia. Apalagi, Pemerintah Indonesia berkomitmen menciptakan iklim usaha yang kondusif dengan memberikan kemudahan izin dan berbagai insentif yang menarik. Pada 2019, nilai investasi Jepang di Indonesia sebesar US$ 4,31 miliar.

Adapun salah satu perusahaan besar asal Negeri Sakura, Toyota Group menyatakan minatnya berinvestasi di Indonesia sebesar US$ 2 miliar. Perusahaan itu berkomitmen mendukung upaya pemerintah Indonesia dalam mengurangi emisi karbon dengan memproduksi mobil hibrida dan listrik.

 


Harga Cabai Rawit Melambung Rp 130 Ribu per Kg di Palangkaraya

Mohamad Sajili 02 Mar 2021 Sinar Indonesia Baru

Harga cabai rawit di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah terus mengalami kenaikan dari harga normal Rp 60 ribu per kilogram menjadi Rp 130 ribu per kilogram.

“Sejak sekitar Januari harga cabai Rp 60 ribu per kilogram, secara bertahap terus naik. Puncaknya kemarin harga per kilogram sampai tembus Rp 130 ribu per kilogram,” kata Zuliani, pedagang sayur di Palangkaraya, Senin, 1 Maret 2021

Sementara itu sebelumnya Kepala Dinas Perdagangan Koperasi UKM Perindustrian (DPKUKMP) Kota Palangkaraya Rawang menyebutkan naiknya harga cabai karena pasokan cabai yang didatangkan dari Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, dan Pulau Jawa berkurang.

“Sebagian besar pemenuhan kebutuhan cabai kita didatangkan dari luar. Untuk itu, kondisi pertanian dari wilayah asal cabai yang masuk ke Palangkaraya juga mempengaruhi ketersediaan kita,” katanya.


BI Perpanjang MDR Hingga 31 Desember 2021, Targetkan 260 Ribu Merchant Pengguna QRIS di Sumut

Mohamad Sajili 02 Mar 2021 Sinar Indonesia Baru

Mendukung program PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional), Bank Indonesia juga menetapkan perpanjangan kebijakan MDR ( Merchant Discount Rate) 0% bagi usaha mikro sampai dengan 31 Desember 2021.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Propinsi Sumatera Utara Soekowardojo mengatakan penerapan MDR 0% bagi usaha mikro diperpanjang hingga 31 Desember 2021 dengan pertimbangan mendukung program PEN pemerintah yang menegaskan penggunaan QRIS dalam paket end to end yang terintegrasi.

Sementara itu Soekowardojo menyebutkan, pihaknya tahun 2021 menargetkan penambahan merchant QRCode Indonesian Standart (QRIS) sebanyak 260 ribu.

Hingga Januari 2021, telah ada 234.363 merchant QRIS di Sumut, sedangkan secara nasional targetnya 12 juta berbasis komunitas dan dari jumlah itu, Sumut kebagian 260 ribu merchant.


Harga Minyak Kelapa Sawit Naik, Tarif Bea Keluar Tetap

Mohamad Sajili 02 Mar 2021 Sinar Indonesia Baru

Pada bulan Maret 2021 ini, harga referensi produk crude palm oil (CPO) atau minyak kelapa sawit naik 0,92% atau US$ 9,44, dari US$ 1.026,78 per metrik ton (MT) pada Februari, menjadi US$ 1.036,22/MT. Penyebab naiknya harga referensi CPO ialah terus menguatnya harga internasional.

Meski harga referensi produk CPO bulan ini naik, tarif bea keluar tetap sama dengan bulan sebelumnya, yakni US$ 93/MT.

Penetapan ini tercantum dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 08 Tahun 2021 tentang Penetapan Harga Patokan Ekspor (HPE) atas Produk Pertanian dan Kehutanan yang Dikenakan Bea Keluar.

“Saat ini harga referensi CPO telah jauh melampaui threshold USD 750/MT. Untuk itu, Pemerintah mengenakan BK CPO sebesar USD 93/MT untuk periode Maret 2021,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Didi Sumedi dalam keterangan resmi Kemendag, Senin (1/3/2021).

Adapun tarif BK CPO untuk Maret 2021 merujuk pada Kolom 7 Lampiran II Huruf C Peraturan Menteri Keuangan No. 166/PMK.010/2020 sebesar US$ 93/MT.


Kejari Sibolga Selamatkan Dana Desa Rp 6,9 Miliar dari Pihak Ketiga

Mohamad Sajili 02 Mar 2021 Sinar Indonesia Baru

Bidang Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Sibolga mencegah tindak pidana korupsi (Tipikor) dengan menyelamatkan uang negara dari pihak ketiga (rekanan) Rp 6,9 miliar.

Anggaran Dana Desa (DD) itu seyogianya untuk pengadaan pembelian (alat kesehatan) 95 desa di Kabupaten Tapanuli Tengah (Kab Tapteng) pada Tahun Anggaran (TA) 2020.

Disebutkan,awalnya Kejari Sibolga menerima informasi pengaduan masyarakat terkait pengadaan Alkes untuk 95 desa di Tapteng dengan anggaran Rp 73.430.000 per desa dengan total anggaran Rp 6,9 miliar.

“Begitu mendengar informasi pengaduan masyarakat pada pertengahan Februari 2021 lalu,Kejari Sibolga menindaklanjutinya melalui bidang intelijen Kejari Sibolga untuk melakukan pencegahan. Dalam waktu dua minggu yaitu sampai 1 Maret 2021, Kejari Sibolga berhasil mengembalikan anggaran Alkes tersebut dari pihak ketiga, sebelum terjadi perbuatan Tipikor yang merugikan keuangan negara”, kata Kajari Henri Nainggolan


Makin Eksis dengan #WongKitoKeren

Fadilla Anggraini 01 Mar 2021 Sumatera Ekspres

PALEMBANG - Pandemi Covid-19 membuat perubahan pada gaya hidup dan pola aktivitas sehari-hari, terutama kaum urban. Menyiasati masa yang sulit, kaus Nenyes terus berinovasi. Hal ini disampaikan Owner kaus Nyenyes, Yoki Firmansyah.

Dia mengatakan, kaus Nyenyes sudah 11 tahun berkarya kreatif menjadi brand kaus kebanggan Palembang. Di awal tahun ini pihaknya berinivasi merilis #WongKitoKeren Series. Ini beda dengan kaus Nyenyes reguler, Wong Kito Keren series desainnya lebih kreatif, atraktif dengan celetukan khas Palembang.

Juga bakal dicetak proposional dengan ukuran kaus, tak terlalu besar dan tak terlalu kecil agar mendapat kesan simpel namun terlihat keren dan elegan. "Ini menjadi pilihan outfit sehari-hari, baik aktivitas di rumah maupun di luar, seperti nongkrong dengan sahabat, lari, sepeda, dan lain-lain." ujarnya.

Dikatakan, #WongKitoKeren Series perdana ini dicetak dengan 15 artikel, seperti Besak Kelakar, Baju Begawe, Banyak Lokak Banyak Kawan, Nyenyes Supreme, Wong Kito Pake, Cari Lokak dan lainnya. Bahan cotton combed 24s, 100% katun, kapas murni, nyaman ketika dipakai, anti gerah, langsung cepat menyerap keringat.

Sablon dicetak menggunkan cat sablon Plastisol kualitas prima, jahitan rapi dengan mesin overdeck dan obras yang buat jalinan kesatuan kaus menjadi kokoh. Brand yang punya tagline "Kaos Kito Galo" ini memiliki misi agar anak muda bangga dan cinta dengan kotanya sendiri. "Untuk mendapatkan kaus Nyenyes WongKitoKeren series bisa langsung ke 4 outlet kaus Nyenyes di Palembang," pungkasnya.

SSTP Jadi Pusat Transfer Teknologi

Fadilla Anggraini 01 Mar 2021 Sumatera Ekspres

OGAN ILIR - Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk jadikan Sumsel daerah lumbung pangan. Selain menyiapkan teknologi, juga menyediakan wadah untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang andal di bidang pertanian, peternakan, dan perikanan.

Wadah itu yakni Sriwijaya Science Techno Park (SSTP) yang dikelola Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Sumsel. Lokasinya di Desa Bakung, Kabupaten Ogan Ilir. SSTP diresmikan langsung oleh Gubernur Sumsel H Heman Deru. Deru berharap keberadaan SSTP dapat mendongkrak produk pertanian lokal Sumsel seperti bawang merah, cabai, dan kebutuhan lainnya. Dengan begitu mengurangi impor.

SSTP menjadi wadah belajar ilmu pertanian, peternakan, dan perikanan dengan menerapkan teknologi yang di transfer oleh para tenaga terampil. Salah satu contoh dengan penerapan teknologi, bawang merah bisa ditanam dan menghasilkan di lahan kering. Padahal, selama ini di anggap mustahil. "Ternyata mampu menghasilkan bawang merah yang berkualitas, tidak kalah hasilnya dengan bawang merah asal Brebes Jawa Tengah," kata gubernur. Deru menambahkan, edukasi pada masyarakat untuk mencintai profesi sebagai petani, peternak, atau pertambak penting untuk terus dilakukan.

Dia sangat mendukung SSTP jadi wadah bagi siswa SMK atau perguruan tinggi yang ingin melakukan magang atau pelatihan.

Deru mengajak Bupati Ogan Ilir, Panca Wijaya Akbar Mawardi sebagai bupati muda menjadi contoh dan motor penggerak bagi kaum milenial di Ogan Ilir. Gubernur minta Bupati Ogan Ilir menjadikan SSTP sebagai lokasi agro wisata dan pusat edukasi bagi masyarakat. Panca mengatakan, Pemkab Ogan Ilir ikut bangga dengan diresmikannya SSTP karena bisa membantu masyarakat Ogan Ilir dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini.

Panca berkeinginan Ogan ilir memiliki identitas dalam sektor pertanian dan peternakan. Yakni dengan mengajak pemuda ikut terjun dalam pertanian dan peternakan. "Banyak pemuda yang alergi jadi petani dan peternak. saya siap jadi ujung tomak utama untuk menyadarkan pemuda dalam menjadikan peternakan dan pertanian menjadi pilihan utama," tegasnya.

Kepala Balitbangda Sumsel Dr. Ekowati Retnaningsih SKM MKes mengatakan, SSTP memiliki dua lokasi, Pertanian dan peternakan di Ogan Ilir. Lokasi kedua berada di Muara Belida, Muara Enim, untuk bidang perikanan.

SSTP memiliki berbagai fasilitas seperti kantor manajemen, kantor inkubasi, ruang pelatihan petani, gedung serbaguna, kandang sapi dengan kapasitas 200 ekor, kandang ayam, pabrik pakan, gudang pakan, guest house, mess, gudang pengering dan lain sebagainya.

Selain itu kita juga menyediakan layanan untuk masyarakat seperti pelatihan, peragaan, penelitian, dan inkubasi teknologi, menyewakan fasilitas yang ada, dan agro wisata panen, timbang, bayar," ucapnya. Disana ada juga lahan khusus untuk budidaya bawang merah yang dibantu oleh Bank Indonesia (BI), mulai menyediakan bibit bersertifikat dan sebagainya. "Ini pusat transfer teknologi yang sudah lengkap, seperti yang dimiliki negara-negara maju didunia," tutur Ekowati. Disela peresmian SSTP, Gubernur Sumsel juga memberikan bantuan kepada kelompok tani yang ada di empat kabupaten/kota yakni Ogan Ilir, OKI, Muara Enim, dan Prabumulih.

Bantuan yang diberikan seperti pompa air, benih bawang, cultivatot, power threser, sistem bioflok budidaya ikan lele dan lain sebagainya. Ketua Kelompok Tani Lebak Jaya Desa Tanjung Batu Kecamatan Muara Belida, Kamiludin mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Sumsel atas bantuan yang diberikan. Kelompok tani yang dipimpinnya sudah mengikuti program Serasi sejak 2018 lalu. Saat ini sudah banyak merasakan dampak positif dari program Pemprov Sumsel tersebut. 

Pacu Peran Desa Pulihkan Ekonomi

Fadilla Anggraini 01 Mar 2021 Sumatera Ekspres

MUBA - Kreativitas menjadi kaharusan untuk bertahan di tengah pandemi. Semuanya harus berinovasi melakukan itu. Tak terkecuali pemerintah desa.

Berangkat dari hal tersebut, Pemkab Musi Bayuasin (Muba) bakal menggelar Seminar Kepala Desa dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Opp Room.

Tema yang diangkat dalam kegiatan ini yakni usaha Pertamina Shop (Pertashop) dan Pupuk Tanaman. Kadis PMD Muba H. Richard Chahyadi AP MSi, mengatakan seminar ini di harapkan membuka wawasan pengelola BUMDes untuk mengembangkan sektor usaha tersebut.

Menurut Richard, sesuai Peraturan Menteri Desa dan PDT (Permendes) No.13 Tahun 2021, desa juga harus memberi kontribusi dalam upaya pemulihan ekonomi. Salah satunya lewat pengembangan BUMDes. Diakuinya ada BUMDes yang sudah berjalan baik sebagaimana mestinya. Namun, ada juga yang mati suri. Sebab itu, untuk menghidupkannya kembali, desa bisa melirik usaha Pertashop dalam hal ini penyaluran BBM dan juga pengolahan  dan penyaluran pupuk tanaman. Apalagi di seminar akan dihadirkan narasumber dari Pertamina dan PT. Pusri.

Richard mengatakan, potensi kedua usaha tersebut sangat besar. Wilayah Muba sangat luas untuk di kembangkan Pertashop, juga untuk memudahkan masyarakat di desa yang jauh dari SPBU mendapatkan akses BBM yang baik.

Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin melalui Sekertaris Daerah (Sekda) Apriyadi mengapresiasi inisiasi Seminar BUMDes dan Kades yang akan diselenggarakan. Dia berharap, dengan seminar ini bisa lebih memberikan tambahan wawasan kepada pengelola Dana Desa agar tata kelola lebih baik lagi. Juga menjadi salah satu solusi meningkatkan peranan BUMDes agar lebih berfungsi menggerakkan perekonomian di masing-masing desa. Terutama di sektor pertanian yang diberi kesempatan untuk menjadi penyalur pupuk dan BBM. Ditambah lagi, masyarakat kesulitan mendapatkan pupuk subsidi, sehiingga bisa menjadi solusi bagi BUMDes untuk berbisnis pupuk.

Kades Tegal Mulyo, Kecamatan Keluang, Junali, menyambut baik kegiatan ini karena memudahkan masyarakat juga menambah income desa. Sementara itu, Direktur Utama PT Pusri Palembang, Tri Wahyudi Saleh yang rencananya akan hadir sebagai pembicara akan memaparkan Program Agro Solution mendukung produktivitas tanaman pangan. Program ini diluncurkan sebagai wujud nyata keinginan dari Pusri untuk melakukan transformasi industri pupuk, yang kini berperan sebagai pendamping petani. Melalui pendampingan itu, Pusri berharap petani nantinya tidak tergantung lagi dengan pupuk subsidi karena dalam Program Agro Solution itu Pusri juga menggandeng berbagai pihak.

Pilihan Editor