Pemerintah Buka Peluang Bisnis SPKLU untuk Produsen Dalam Negeri
Jakarta - Pemerintah menyatakan, Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) merupakan bisnis yang harus dimanfaatkan oleh produsen dalam negeri. Pemerintah pun telah mengeluarkan regulasi terkait infrastruktur pengisian listrik untuk Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) yang memberikan kemudahan pada investasi SPKLU.
Kesiapan perusahaan dalam memproduksi peralatan SPKLU yang nantinya akan dipasang di berbagai lokasi di Indonesia. Peralatan SPKLU produksi PT Bambang Djaja telah memiliki 3 tipe soket pengisian ulang, yaitu Type-2 untuk pengisian Arus Bolak Balik, CHAdeMO untuk pengisian Arus Searah, dan CCS2 untuk pengisian kombinasi Arus Searah dan Arus Bolak Balik. Peralatan SPKLU produksi PT Bambang Djaja saat ini telah siap dipasarkan.
Seperti diketahui, PT. Bambang Djaja, lebih dikenal sebagai B&D Transformer, adalah produsen Power, Distribution, and Instrument Transformer di Indonesia. Didirikan pada tahun 1985 di Surabaya, Indonesia, perusahaan terus unggul dan melengkapi dirinya dengan teknologi terbaru, permesinan, dan profesional berkualifikasi tinggi untuk melayani permintaan transformator yang terus meningkat baik di Indonesia maupun global.
(Oleh - IDS)
Siap Datangkan Cabai Kering India
Untuk menstabilkan harga cabai yang terus melambung tinggi, Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang akan mendatangkan cabai kering dari India.
Pelaksana Tugas (Pit) Kepala Diskopindag Kota Malang, Wahyu Setianto membenarkan hal tersebut. Ia menjelaskan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Pusat, terkait pemasokan cabai kering dari India ke Kota Malang.
Diperkirakan harga cabai di Kota Malang akan terus melambung tinggi. Karena cuaca ekstrem, masih terjadi di wilayah Indonesia. Pantauan Surya di Pasar Besar pada Jumat lalu harga cabai telah tembus Rp 100,000/kg.
Market Share Kalla Lines 58%
Kalla Lines mengawali 2021 dengan sangat baik, distribusi kendaraan untuk rute Jakarta-Makassar masih dikuasai dengan merath market share sebesar 58 persen.
Hal ini disampaikan Chief Operation Officer (COO) Kalla Lines, Muhammad Naim. Ia pun optimistis kondisi distribusi kendaraan logistik bakal tumbuh lebih baik lagi tahun ini.
Per Januari 2021. Kalla Lines telah mendistribusikan 3635 unit kendaraan untuk rute Jakarta-Makassar dari total 6254 unit kendaraan yang terdistribusi. Jumlah ini berdasarkan data Kalla Lines dan berbagai sumber.
"Kalla Lines menguasai market share 58 persen dengan berbagai jenis muatan, kendaraan kecil, sedang, dan besar, " tambahnya.
Saat ini armada Kalla Lines diperkuat tiga kapal jenis Roro dengan rute Makassar-Jakarta PP, yang mampu menampung lebih dari 1.800 unit kendaraan kecil, sedang, besar, hingga alat berat, selain itu, ada pula armada tanker berkapasitas 1550 Mton.
Harga Karet Tembus Rp 12 Ribu Perkilogram
SEKAYU, SRIPO - Sepekan terakhir harga karet di Kabupaten Musi Banyuasin (MUBA) menunjukkan angka positif di kalangan petani. Dimana, dari pantauan harga lelang karet di Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB) mencapai Rp 11.000 - Rp12.000/kg. Kenaikan harga ini baru terjadi selama wabah Covid-19 dan berharap pemerintah daerah mampu menjaga stabilitas harga bahkan ditingkatkan lagi sehingga petani kembali bergairah ke kebun.
Petani karet berharap, pemerintah daerah mampu mempertahankan harga saat ini sehingga dapat membantu warga bisa sedikit bernafas lega di era wabah saat ini.
Sementara Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Muba, Akhmad Toyobir SSTP mengatakan, harga komoditas karet di Kabupaten Muba terus naik sejak satu minggu belakangan. Hal tersebut menunjukkan angka positif di tengah anjloknya harga karet beberapa waktu lalu.
Menurutnya, kenaikan harga karet yang terjadi akhir-akhir ini kembali menggairahkan semangat petani karet di Muba. Ini juga tidak terlepas dari support Pak Bupati yang sangat maksimal dan konsen menstabilkan harga karet petani di Muba.
Stabilnya harga karet di kalangan petani dengan adanya terobosan inovasi pembangunan infrastruktur jalan aspal yang bercampur karet.
Sebulan PCX Terjual 650 Unit
PALEMBANG - Bicara kendaraan premium, PT Astra Honda Motor (AHM) memang juaranya. Pasalnya, belum lama ini AHM meluncurkan generasi terbaru All New PCX menggunakan mesin konvensional. Untuk PCX Hybrid, hadir juga generasi terbarunya, PCX Hybrid berganti nama menjadi e:HEV. Tampilannya pun ikut mengalami perubahan mengikuti All New PCX.
Kendaraan satu ini lebih bertenga dan hemat bahan bakar, sebab disematkan teknologi terbaru dengan tenaga bateri 50,2 volt, sehingga terjadi peningkatan tenaga atau mini turbo 160 cc, pastinya punya filtur keamanan tak kalah canggih pula. "PCX e:HEV sangat bertenaga dan nyamai di kendarai," kata Wijaya Cakra, supervisor area Palembang Astra Motor Sumsel di sela-sela Ultimate Excellance With Blogger dan Jurnalist di halaman parkir OPI Mall.
Secara garis besar, ubahannya sama seperti All New PCX alias PCX 160. Skuter matik (Skutik) ini juga dibekali mesin baru eSP + dengan out put power yang ditingkatkan/ Tampilannya sama persis seperti All New PCX. Fitur yang disematkan juga tak ada bedanya. Fitur canggih seperti Honda Selectable Torque Control (HSTC), panel meter full digital, smart key system, power outlet, dan lainnya tetap bisa dijumpai pada sukutik ini.
Dibanding generasi sebelumnya PCX Hybrid, sekarang Honda tak lagi gunakan warna hitam. All New PCX e:HEV dibalut warna putih dengan aksen biru dibeberapa bagian. Aksen biru tak hanya pada body, juga terlihat pada sistem pencahayaannya. Menurutnya PCX e:HEV dibandrol Rp 43 juta, sementara tertinggi di kelasnya CBS Rp 31,190 juta dan ABS Rp 34,490 juta. Meski begitu PCX e:HEV mampu bri kesan gagah dan eksklusif.
Sejauh ini , kendaraan yang punya selisih harga cukup jauh di kelasnya ini menyasar kolektor dan pecinta yang hobi kendaraan premium dan para komunitas. Pihaknya pun optimis kendaraan ini mampu meningkatkan market share roda dua khususnya kendaraan premium. "Secara general penjualan unit PCX mampu terjual 600-650 unit perbulan se-Sumsel," tukasnya.
Targetkan pasang 600 mesin E-Tax
PALEMBANG, TRIBUN - Menjamurnya cafe atau tempat kopi yang ada di kota Palembang menjadi incaran bagi Badan Pengelolaan Pajak daerah (BPPD) Kota Palembang untuk kembali mengintensifkan pemasangan E-tax yang sempat terhenti karena pandemi.
Kepala BPPD Kota Palembang, Sulaiman Amin mengatakan, cafe-cafe atau tempat ngopi masuk prioritas untuk pemasangan mesin E-Tax. "Kita melihat potensi cafe atau tempat ngopi ini cukup besar karenanya pemasangan ini juga jadi prioritas kita," ujarnya, Minggu (28/2).
Ia mengatakan saat ini ada sekitar 76 mesin E-tax di kedai kopi ataupun cafe. "Tapi kita juga lihat seberapa potensi dari tempat usaha yang akan dipasang mesin e-tax. Kalau tidak terlalu ya jangan dulu, Jadi lebih mahal sewa alatnya dibandingkan pemasukkannya," ungkap dia.
Lanjut dia, pihaknya menargetkan sebanyak 600 mesin e-tax ini terpasang dan sampai saat ini total sudah ada 524 mesin e-tax yang telah dipasang. "Insya Allah tahun ini kita targetkan bisa 600," beber dia.
Bahkan tim BPPD tengah melakukan pengecekan ulang mesin e-tax yang telah terpasang sejak 2019 lalu apakah masih digunakan atau tidak. "Kita selali melakukan pengawasan terhadap mesin-mesin e-tax yang terpasang. Mengingat, selama pandemi Covid-19 ini tak sedikit usaha yang tutup," beber dia. Pengecekan ulang perlu dilakukan untuk memastikan apakah mesin benar difungsikan.Tampil Segar dan Makin Canggih
JAKARTA, TRIBUN - PT Honda Prospect Motor (HPM) akhirnya resmi merilis CR-V terbaru yang sudah meluncur di Thailand dan Malaysia. Model facelift ini mendapatkan beberapa ubahan pada sektor eksterior, interior, dan fiturnya. "Dengan berbagai teknologi canggih, kini CR-V semakin aman dan nyaman untuk dikendarai," ucap Yusak Billy, Business Innovation and Sales & Marketing Director PT HPM, dalam tayangan virtual (18/2/2021). "Ditambah dengan tampilan yang semakin premium, kami percaya CR-V akan memenuhi kebutuhan konsumen SUV sesuai dengan gaya hidup modern yang semakin aktif dan dinamis," kata Billy.
Dari tampilan depan, CR-V kini memiliki desain gril dan bumper depan yang lebih sporty berkat sentuhan baru dan kisi-kisi yang heksagonal. Bahkan makin terlihat agresif dengan hadirnya model pelek baru berdimensi 18 inci dibalut warna gelap. Sementara untuk bagian belakang tidak banyak yang berubah, hanya saya sedikit diberikan sentuhan baru pada bumper agar terlihat lebih menarik disatukan dengan sepasang pipa gas buang dengan bentuk lebih pipih. Masuk ke, interior, ubahannya juga tidak terlalu banyak, hanya beberapa penambahan aksen wood panel baru agar mendongkrak kesan premium.
Untuk hiburan, kini dipercayakan layar 9 inci yang bisa terkoneksi dengan ponsel pintar dan Bluetooth Connection serta nanoe Technology dan SVC. Selain itu, SUV ini juga ditopang dengan fitur keamanan yang cukup lengkap. Apalagi kini CR-V juga sudah dilengkapi dengan teknologi Honda Sensing sebagai perangkat standar. Seperti Collision Mitigation Brake System (CMBSTM), Lane Keeping Assist System (LKAS), Road Departure Mitigation (RDM), Adaptive Cruise Control (ACC) with Low Speed Follow, hingga Auto High Beam.
Dari segi fitur, Honda juga memberikan sensor pada pintu bagasi belakang yang bisa dibuka dengan membaca pergerakan kaki di kolong bumper. Dengan demikian, pemilik lebih mudah saat akan menaruhdan mengambil barang di bagasi. Bicara soal mesin, Honda masih membenamkan unit 1.500 cc turbocharger bertenaga sekitar 190 tk pada 5.600 rpm dan torsi maksimal 243 Nm pada 2.000 hingga 5.000 rpm. Serta mesin i-VTEC 2.000 cc yang menghasilkan tenaga sebesar 152 tk dan torsi 189 Nm. Kedua mesin ini menyalurkan tenaga ke dua roda depan lewat transmisi otomatis CVT. Sedangkan perihal harganya, CR-V facelift mengalami peningkatan harga dari model sebelumnya. Saat ini CR-V dijual mulai Rp 489 juta (tipe 2.0L i-VTEC) sampai Rp 577 juta (tipe 1.5L Prestige turbo).
Hati-Hati Fenomena "Pompom" Saham
JAKARTA, TRIBUN - Pertumbuhan investor pemula yang kebanyakan berasal dari milenial di masa pandemi Covid-19 patut diacungi jempol. Data Bursa Efek lndonesia (BEI) menunjukkan, Single Investor ldentification (SID) melonjak 56 % menjadi 3,9 juta SID dibanding akhir tahun 2019. Data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) juga menunjukkan, demografi investor dengan usia di bawah 30 tahun berjumlah 54,8 % dan usia 31-40 tahun berjumlah 22,6 %. Artinya, lebih dari 75 % investor pasar modal Indonesia adalah milenial. Lahirnya investor-investor pemula ini patut menjadi perhatian, utamanya ketika muncul fenomena pompom saham yang marak belakangan ini, termasuk di Amerika Serikat.
Pompom saham adalah ketika saham dipompa oleh individu atau kelompok agar harganya melejit sehingga tampak menggiurkan. "Fenomena ini bersamaan dengan maraknya influencer yang ikut membicarakan soal investasi saham dengan merekomendasikan saham tertentu sehingga semakin meningkatkan anusiasme publik untuk berinvestasi saham," kata Advisory Director Grant Thornton lndonesia, Marvin Camangeg dalam Siaran pers, Sabtu (27/2/2021).
Marvin menuturkan, investor pemula harus mengerti tentang pompom saham agar tak ikut-ikutan membeli dengan analisis asal-asalan. Ingat, saham punya risiko yang tinggi seiring dengan keuntungan yang tinggi pula. Jangan sampai investor pemula justru bertindak impulsif karena merasa takut tertinggal mendapat keuntungan dalam waktu singkat (Fear of Missing Out/FOMO). "Fakta ini yang seringkali kurang diperhatikan oleh investor pemula," ungkap Marvin. Karena merasa takut tertinggal, banyak investor pemula akhirnya salah kaprah dengan menginvestasikan untuk kebutuhan sehari-hari bahkan berutang dengan bunga besar. Mereka yang tadinya berharap mendapat keuntungan cepat, justru banyak berakhir dengan rugi besar. Oleh karena itu sebelum ikut-ikutan, pelajari dulu tentang saham melalui webinar dan workshop tentang pasar modal yang sering diselenggarakan oleh instansi berkaitan. "Jadi sebelum berinvestasi saham, perlu memahami profil resiko perseorangan, tetap rasional dan tidak bergantung pada intuisi saja waktu pemilihan saham. Selalu mencari bantuan dari para penasihat investasi yang dapat membantu dan memberikan bimbingan dalam keputusan berinvestasi," tutup Marvin.
Selamatkan Pekerja dari Pengangguran
PALEMBANG, TRIBUN
- Pandemi Covid-19 membuat sejumlah usaha terdampak dan nyaris gulung tikar
karena sepi permintaan sehingga membuat pelaku usaha juga terpaksa merumahkan
karyawan. Kondisi ini juga sempat dirasakan pelaku UMKM fesyen khas Palembang,
Erwin. Owner Saqilla Design itu memutar otak agar usahanya terus bertahan
sehingga tidak harus merumahkan karyawan.
Caranya dengan membuat masker karena pesanan pakaian pesta dan pakaian lainnya lagi sepi dampak pandemi. Membuat masker bukan cuma solusi bertahan tapi juga ikut membantu menanggulangi penyebaran covid-19 sehingga tetap menerapkan protokol kesehatan tapi juga tetap tampil modis dengan masker Jumputan.
"Saya berpikir bagaimana caranya ikut mencegah penyebaran virus tapi usaha saya dapat terus berjalan. Buat masker solusinya," ujar Erwin, Minggu (28/2/2021).
Masker yang dibuatnya pernah dipesan dalam jumlah banyak yakni 10 ribu buah, bahkan hingga 20 ribu potong masker kain. Hal ini membuat usahanya pun kembali bangkit dan seketika menjadi UMKM naik kelas karena dengan pesanan sebanyak itu, Erwin mampu mengantongi omzet hingga Rp 50 juta.
Beberapa karyawannya kini bisa kembali bekerja karena banyak menerima pesanan masker. Saat ini ada sembilan karyawan yang berposisi sebagai penjahit masker. Erwin juga kerap membagi job pada penjahit lainnya jika order masker yang diterima banyak dan tidak bisa diselesaikan sendiri, sehingga juga bisa membantu pelaku UMKM.
"Sehari-hari usaha fesyen kita pasarkan online dan offline sehingga bisa menjangkau konsumen lebih banyak dan lebih luas, apa lagi saat pendemi pemasaran online menjadi prioritas karena adanya perubahan pola laku masyarakat," ujarnya.
Berawal Dari Usaha Rumahan
PALEMBANG, TRIBUN - Berawal dari memanfaatkan lahan kosong yang ada di depan rumah, seorang pemuda bernama Aditia Rakarendra mengawali bisnis kecilnya. Dirumah bernomor 20 1a membuat 20 Kopi yang kini telah memiliki 3 cabang, dua di Lampung dan satu di Kota Palembang yang terletak di jalan sumpah pemuda.
Kata Adit, usaha yang ia rintis ini sejak tahun 2019. Kala itu, sebagai pecinta kopi ia membuka didepan rumah sendiri dengan ukuran 3x7 meter. Bak gayung bersambut, kafe berkonsep tempat ngopi anak muda ini mendapatkan ekspektasi yang luar biasa.
"Awalnya gak nyangka yang hanya dari rumahan dapat ekspetasi yang besar. Dan di Lampung kita sudah buka dua cabang dan ini cabang ketiga di kota Palembang," jelas dia, Sabtu (27/2/2021).
la mengatakan selain konsep untuk anak muda juga 20 Kopi ini juga menyasar semua kalangan.
"Kopi yang kita siapkan asli 100 persen kopi robusta yang kita ambil dari petani lokal yang ada di Lampung. Dan di Palembang ini kita juga akan menggaet para petani lokal kopi dengan tujuan untuk membantu para petani juga," ujar pemuda berusia 20 tahunan ini.
la mengaku optimis dengan dibukanya 20 Kopi Palembang bersaing ditengah bisnis di Kota Palembang.
"Kita optimis apalagi hadirnya 20 Kopi Palembang ini juga mampu menyerap dan membantu tenaga kerja ditengah pandemi seperti in?," tegas dia.
Targetnya, ia akan membuka kembali 20 Kopi yang ada di kota-kota lainnya. 20 Kopi ini memiliki menu unggulan selain kopi susu yakni ada juga kopi susu gula merah dan kopi susu madu.
"Awalnya kita kopi susu jadi unggulan baik yang ice dan hot tapi di Palembang menunya kita juga perbanyak," jelas dia.
Ditambahkan, Herlan Asifudin Staf Khusus Walikota Bidang Pariwisata Kota Palembang mengatakan ditengah pandemi seperti ini makin banyak gerai kopi atau kafe yang buka di kota Palembang.
"Kita sangat sambut sekali artinya geliat bisnis semakin baik apalagi hadir ditengah pandemi seperti ini," ungkap dia.
Dengan hadirnya 20 Kopi Palembang ini mampu menghidupkan geliat perekonomian di kota Palembang.









