PPN Sewa Toko di Mall Dibebaskan
JAKARTA – Pemerintah berencana untuk memberikan insentif berupa pembebasan pajak pertambahan nilai (PPN) atas sewa toko di pusat perbelanjaan atau mal. Insentif ini akan digulirkan bersamaan dengan pelaksanaan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Darurat terhitung 2 Juli hingga 20 Juli 2021. Rencananya pemberian insentif berupa pembebasan PPN ini akan menggunakan mekanisme pajak ditanggung pemerintah (DTP) dan menjadi bagian dari Program Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021. Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir menyampaikan, rencana PPN atas sewa toko di mal berlaku selama tiga bulan yakni untuk masa pajak Juni hingga Agustus 2021.“PPN ‘kan sebesar 10%. Ini berarti penyewa ruangan tidak membayar PPN karena 100% di tanggung pemerintah untuk masa pajak Juni hingga Agustus 2021,” kata Iskandar kepada Investor Daily, Rabu (30/6).
(Oleh - HR1)
PTKP Diusulkan Jadi Maksimal Rp 8 Juta Per Bulan
JAKARTA – Badan Anggaran
(Banggar) DPR RI mengusulkan
agar threshold atau ambang batas
pendapatan tidak kena pajak (PTKP)
ditingkatkan menjadi maksimal Rp 8
juta per bulan, naik dari PTKP saat
ini sebesar Rp 4,5 juta atau Rp 54
juta setahun.
“Sehingga akan semakin banyak
wajib pajak (WP) orang pribadi (OP)
yang dikecualikan dari pungutan
pajak penghasilan (PPh) OP,” ujar
anggota Banggar DPR RI Ecky
Awal Mucharam saat Rapat Kerja
berasama Kementerian Keuangan,
Rabu (30/6).
Sebelumnya, Menteri Keuangan
(Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah telah beberapa
kali menaikkan PTKP untuk mendorong konsumsi masyarakat. Tak
hanya itu, ia menilai bahwa kenaikan
PTKP tersebut menjadi bagian dari
reformasi perpajakan pada 2008-2016.
Pada periode tersebut, kata dia,
pemerintah mulai fokus pada kemudahan berusaha setelah melewati
masa perlambatan ekonomi dunia
pada 2008. "Angka ini adalah angka
penghasilan tidak kena pajak yang
paling tinggi kalau di dalam persentase terhadap income per capita
dibandingkan negara-negara lain di
dunia," kata Menkeu.
(Oleh - HR1)
Trenggono: NTT dan NTB Jadi Andalan Budidaya Ikan Nasional
JAKARTA – Menteri Kelautan
dan Perikanan Sakti Wahyu
Trenggono menargetkan Provinsi Nusa Tenggara Timur
(NTT) dan Nusa Tenggara
Barat (NTB) sebagai andalan
budidaya perikanan nasional.
Karena itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)
mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di dua
provinsi tersebut, khususnya di
sektor KP.
Sebagai bentuk keseriusannya, Trenggono mengunjungi
lokasi Karamba Jaring Apung
(KJA) di Pulau Semau, Kabupaten Kupang, yang menjadi
pilot project kegiatan budidaya
ikan kerapu dan kakap Pemprov
NTT tahun ini. Hal itu disampaikan Menteri Trenggono saat
melakukan kunjungan kerja
perdananya ke Kupang, NTT,
untuk melihat langsung potensi
KP di provinsi itu, Rabu (30/6).
“Saya bersama Pak Gubernur di
sini sudah sepakat, mulai 2022
akan memfokuskan kegiatan
budidaya di NTT dan NTB, ini
diharapkan jadi andalan budidaya," kata Trenggono.
Ikan yang dibudidayakan di antaranya kerapu
cantang dan kakap putih. Kepala
Dinas KP NTT Ganef Wurgiyanto menjelaskan, NTT mengajukan pinjaman daerah dari
APBD untuk budidaya kerapu
dan kakap di tiga lokasi KJA.
Selain Pulau Semau, lokasi budidaya akan dilakukan di Teluk
Hadakewa, Lembata, dan Mulut
Seribu, Rote Ndao. “Tahun ini
diawali dengan pilot project di
Pulau Semau dengan 9 unit
KJA. Diharapkan 2-3 tahun ke
depan perairan-perairan ini dapat memiliki sumber daya ikan
(produksi ikan kerapu) yang
berlimpah dan menjadi sumber
ekonomi bagi masyarakat," jelas
Ganef.
(Oleh - HR1)
Disiapkan, IPO BCA Digital
JAKARTA, Mulai bergesernya tren investasi saham dari sektor perbankan ke teknologi mendorong PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA untuk menyiapkan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham PT Bank Digital BCA (BCA Digital) dalam 1-2 tahun ke depan. “Tidak tahun ini, tetapi ada rencana ke depan. 1-2 tahun lagi,” kata Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja kepada Investor Daily, Rabu (30/6). Adapun Bank Digital BCA akan beroperasi lewat aplikasi bernama blu (dengan huruf kecil). Direktur Utama BCA Digital Lanny Budiati menyebutkan, aplikasi tersebut akan dirilis pada 2 Juli 2021. Mengingat baru dirilis pada awal semester II ini, BCA Digital menargetkan jumlah nasabah hingga akhir tahun ini mencapai ratusan ribu. ”Target kami bagaimana mengumpulkan customer base yang cukup banyak, layanan diandalkan. Untuk tahun ini targetnya ratusan ribu,” jelasnya.
Secara terpisah, Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengapresiasi langkah BCA Digital untuk IPO. ”Bagus, momentumnya justru saat ini dimana masyarakat juga mengalami percepatan adaptasi menggunakan fitur transaksi digital. Sentimen investor terhadap IPO perusahaan digital sedang positif,” tuturnya. Namun, dia mengimbau agar IPO BCA Digital sebaiknya dilakukan sebelum tapering off Bank Sentral AS, mengingat risiko di pasar keuangan saat tapering off relatif tinggi dan investor cenderung mencari aset yang aman. ”Sampai akhir 2021 adalah momen emas untuk IPO, mencari pendanaan publik untuk memperkuat layanan digital,” ucap Bhima. Seperti diketahui, BCA segera meluncurkan layanan bank digital. BCA menjadi satu dari tujuh bank yang tengah memproses menjadi bank digital. Selain BCA, bank lainnya adalah PT BRI Agroniaga Tbk (AGRO), PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB), PT Bank Capital Tbk (BACA), PT Bank Harda Internasional Tbk (BBHI), PT Bank QNB Indonesia Tbk (BKSW), dan PT Bank KEB Hana.
(Oleh - HR1)
Penjualan Online MPPA Naik Dua Kali Lipat di Masa Pandemi
JAKARTA - PT Matahari Putra Prima Tbk
(MPPA), pengelola pusat belanja ritel dan grosir
Hypermart, mencatatkan pertumbuhan penjualan
dua kali lipat melalui platform online di masa
pandemi Covid-19. Penjualan online meningkat
drastis, khususnya satu minggu terakhir ini, yakni
mencapai 8% dari total penjualan.
“Pada minggu terakhir Juni mencapai 10%. Angka tersebut meningkat
signifikan jika dibandingkan dengan
bulan sebelumnya, yakni 5% atas
penjualan online,” kata Corporate Secretary MPPA Danny Kojongian dalam
keterangan resmi, Rabu (30/6).
Danny menerangkan, Hypermart
merupakan hipermarket ritel modern
di Indonesia untuk keluarga kelas
menengah yang berkembang pesat.
Banyak pilihan produk yang ditawarkan, mulai dari groseri, produk segar,
dan barang-barang elektronik.
“Penjualan online melalui platform
Tokopedia memberikan kinerja yang
sangat baik, kami telah mencapai
lebih dari 1.600 order penjualan
dalam beberapa hari terakhir dengan
tertinggi 1.900 order penjualan dalam
satu hari,” ungkap Danny.
Untuk menggenjot penjualan di
platform online, menurut Danny, saat
ini Hypermart dalam tahap integrasi untuk melakukan penjualan online melalui platform GoMart. “Sudah
ada 30 store (toko) yang terintegrasi. Ke depan, akan ada sekitar
76 store kami yang akan terintegrasi
dengan GoMart,” tegas dia.
(Oleh - HR1)
Bersantap Santai ala Ngedaging Rice Bowl
Tren makanan nasi dalam wadah mangkok yang bisa dinikmati praktis atau lebih dikenal dengan nama ricebowl sudah menjamur di Palembang dengan beragam pilihan lauk yang ditawarkan. Salah satunya yakni ngedaging. Rice bowl baru yang menghadirkan nasi kotak dengan menu beragam daging tumis yang dipadukan dengan beragam sambal dengan level biasa hingga ekstra pedas. "Kita hadirkan cara menu mudah menikmati daging dengan harga terjangkau dan bisa disantap dengan santai karena dikemas dalam mangkok yang kekinian," ujar Hendra pengelola Ngedaging, Selasa (29/6/2021). Menu ini ditawarkan mulai Rp 20 per mangkok. Ada dua pilihan menu yang ditawarkan yakni daging ayam dan sapi dengan pilihan bumbu ongseng gurih, sambal matah, semur khas betawi, sambal korek pedas, cream Japanese mentai, sambalado selera bundo, rendang padang dan cabe ijo.
Hendra mengatakan kini menikmati sajian daging tidak selalu identik dengan mahal karena bisa dinikmati dengan cara menyenangkan dan harga terjangkau. Nasi mangkok ini juga bisanya disajikan dengan paket lengkap dengan tambahan pangsit, telor ceplok, chiken egg roll, dan juga ada pangsit dan minumannnya. Untuk menjadi lengkap ini dibandrol mulai Rp 28 ribu. "Baru hadir awal bulan lalu dan respon pengujung cukup bagus," tutup Hendra. Ngedaging rice bowl berlokasi di ruko PS mall sebelah Inul Vista Karoke.
Harga Lahan Terdongkrak, Pembangunan Kawasan Bergairah
Tanah rawa di kawasan tersebut yang dulunya dijual murah kini harganya naik pesat setiap tahun. "Dulu saat pertama hadir tanah di kawasan Musi 2 murah tapi kini bisa ditanya sendiri berapa harganya per meter naik drastis," kata Manager Marketing CitraLand Palembang Vania Tjahjo Santoso. Grup Ciputra ini kini punya daya pikat dan potensi sangat strategis sehingga dinilai sangat prospektif baik sebagai pilihan hunian maupun investasi properti. Pembangunan Komplek Perkantoran Terpadu Pemprov Sumsel yang jaraknya hanya 2 menit perjalanan dari gerbang CitraLand Palembang adalah salah satu faktor menguntungkan yang membuat prospek Citraland Palembang semakin baik. Rencana pembangunan kawasan perkantoran di seputar Citraland juga ternyata akan diikuti oleh pemerintah kota Palembang juga akan membangun kantor terpadu di sana. Mendapat tanah hibah dari Pemprov Sumsel, Pemkot Palembang rencananya juga mulai membangun perkantoran terpadu tahun ini. Lokasinya berdekatan. Jika tak meleset dari jadwal, proyek Perkantoran Terpadu Pemprov Sumsel ditargetkan selesai tahun 2023. Tahapannya, tahun 2020 ini proses penimbunan selesai. Lalu proses pembangunan gedung Kantor Gubernur Sumsel dimulai tahun 2021 disusul dengan pembangunan kantor Organisasi Perangkat Dinas (OPD). Tahun 2023 semuanya harus sudah berkantor dari sana. Vania Tjahjo Santoso mengatakan setiap properti yang dibangun oleh Ciputra Grup selalu melalui proses riset yang mendalam. Informasi tentang bakal dibangunnya perkantoran terpadu di kawasan Musi II Keramasan sudah didapat sejak lama. Itu pula alasannya kenapa Ciputra Grup memutuskan membangun proyek propertinya di sana. "Pada saat kita planing pembangunan CitraLand di Palembang, kita memang sudah mendapatkan wacana itu pembangunan Perkantoran Terpadu," tambahnya. Vania menjelaskan, semua proyek dari Ciputra Grup melalui tahapan yang sangat matang. Riset dilakukan dengan mendalam mulai dari melihat rencana pemerintah daerah sampai kondisi lahan.
Selain perkantoran terpadu, prospek properti CitraLand juga ditunjang oleh berbagai program strategis nasional lainnya. Misalnya jarak komplek CitraLand yang sangat dekat dengan dua pintu tol yakni Tol Palindra (Palembang-Indralaya) dan Tol Lampung-Kapalbetung (Kayuagung-Palembang-Bentung). Jika tol Palembang-Kayuagung-Lampung sudah terkoneksi dengan Palembang-Betung rencananya pintu tol itu akan berada di sangat dekat dengan komplek CitraLand di Keramasan itu. Tepatnya di areal belakang CitraLand Palembang. Bisa dibayangkan bagaimana majunya kawasan Musi II Keramasan saat semua proyek pembangunan ini selesai. Kawasan Musi II Keramasan betul-betul akan berkembang pesat khususnya dari sisi ekonomi. Sudah barang tentu pula harga properti di kawasan itu bakal naik signifikan. Ciputra Grup juga memiliki ciri khas sendiri membangun kawasan pemukiman dengan membangun dari depan dulu ke belakang.
Dari maket plan CitraLand Palembang, mega cluster 13 dan 14 berada pada bagian paling depan area residensial dan punya akses langsung ke 4 danau. Satu danau besar dan tiga danau penunjang lainnya. Setelah pembangunan mega cluster 13 dan 14 dilanjutkan dengan cluster 15. Vania Tjahjo Santoso mengatakan, harga hunian di kawasan Citraland dimulai dengan harga Rp 600 jutaan. Rumah ini bisa dimiliki dengan uang muka mulai 10 % dan angsuran Rp 2 - 3 juta per bulan. Citraland memiliki keunggulan didukung berbagai fasilitas umum disekitarnya seperti stasiun Kertapati, bandara, Universitas Sriwijaya, pasar tradisional, dan masih banyak lagi lainya. Hunian di kawasan premium ini juga dilengkapi beragam fasilitas seperti sekolah, hotel, rumah sakit, mall, perkantoran, dan juga apartemen.
Untuk para penghuni sendiri, CitraLand Palembang telah menyediakan berbagai macam fasilitas seperti danau dan area jogging track untuk berolahraga. Beragam fasilitas ini membuat hidup jadi lebih mudah. Pandemi covid-19 yang juga berimbas pada sektor properti ternyata tidak berimbas bagi pengembang Citraland karena target penjualan satu tahun Rp 350 miliar malah terealisasi dalam waktu tiga bulan.
General Manager Citraland Palembang, Tony Kustono mengatakan, reputasi Citra land sebagai pengembang terpercaya membuat masyarakat yakin memiliki unit di setiap proyek milik Citraland termasuk di Citraland Palembang. Lokasi yang strategis dekat dengan jalan tol, komplek perkantoran Pemerintah Provinsi Sumsel, fasilitas memadai dan hunian nyaman membuat unit rumah tipe 39 cluster Lugano laris manis terjual. Tony mengatakan Citraland bukan cuma membangun properti saja tapi juga membangun kehidupan. Citraland ingin rumah yang dibangun ditempati pemiliknya bukan cuma rumah dibeli untuk investasi saja.
Sementara, pemerhati dan praktisi properti, Endang Wasiati Wierono mengatakan kawasan Keramasan kini sudah mulai berkembang karena adanya pembangunan jalan tol dan jalan lintas Provinsi yang membuat harga tanah dan properti dikawasan itu sudah lebih baik dari tahun -tahun sebelumnya. Rencana pemprov membangun kantor dan sudah menimbun bakal lahan tersebut juga membuat harga tanah di sana saat ini mencapai 500 ribu hingga Rp 1 juta per meter. Harga ini diprediksi akan terus naik seiring semakin pesatnya perkembangan pembangunan. "Harga tanah di pinggir jalan bisa Rp 1 juta kalau jauh dari jalan di dalam lokasinya juga bisa Rp 500 per meter," ujarnya. Harga properti juga di kawasan itu saat ini ukuran 15 x 8 meter dengan dua setengah lantai saja sudah di bandrol lebih dari Rp 1 miliar. Normalnya harga ini akan terus naik paling tidak 10 % per tahun. Menurut Endang, pembangunan kawasan Keramasan juga bagus karena adanya pemerataan pembangunan yang selama ini dipusatkan di kawasan Jakabaring. Kawasan pinggiran seperti Keramasan juga akan menjadi ramai dan adanya geliat pembangunan bukan cuma di pusat kota saja.
Sembilan Sektor Pajak Bisa Dibayar Secara Online
PRABUMULIH, TRIBUN - Untuk mempermudah pembayaran pajak secara online, Pemerintah kota Prabumulih melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Prabumulih melakukan penandatanganan kerjasama dengan PT Bank Sumsel Babel Cabang Prabumulih. Penandatanganan kerjaksama Penerimaan Pajak Daerah secara Online itu diadakan di ruang rapat lantai 1 gedung Pemerintah Kota Prabumulih, pada Selasa (29/6/2021).
Walikota Prabumulih, H Ridho Yahya menyebutkan dengan adanya launching pembayaran pajak secara online maka dapat semakin mempermudah Wajib Pajak (WP) untuk membayar pajak. "Kita lakukan MoU untuk meningkatkan PAD dari sektor pajak, pemerintah daerah mengenakan pajak ke sejumlah sektor terutama 9 sektor pajak," ujar Walikota Prabumulih ketika diwawancarai wartawan. Ridho menjelaskan, adapun sembilan sektor pajak itu antara lain pajak restoran, pajak parkir, pajak hotel, pajak hiburan, pajak penerangan jalan, pajak reklame, pajak sarang burung walet dan juga pajak air serta pajak mineral. "Jadi yang dikenakan pajak itu bukan pengusaha atau pemilik usaha tapi orang yang berbelanja, artinya tidak mengurangi pajak penghasilan," ungkapnya.
Sementara itu Pimpinan Bank Sumsel Babel Cabang Prabumulih, Tian Kedaumpu Yamin menyambut baik kerjasama yang dilakukan dalam hal pembayaran pajak online antara pemerintah kota Prabumulih dengan pihaknya. "Dengan kerjasama ini tentu WP bisa lebih mudah membayar pajak secara online dan juga hemat waktu," ujarnya. Tian menjelaskan, wajib pajak dapat membayar pajak dengan cara datang langsung ke Bank Sumsel, melalui ATM, Internet Banking atau melalui aplikasi QRIS dan dapat dilakukan dari rumah sehingga lebih mudah. "Secara online ini lebih praktis dan mudah," jelasnya ketika dibincangi.
Kami Belum Dapat Subsidi Pemerintah
PALEMBANG, TRIBUN - Sejumlah pengrajin tempe di Lorong Perguruan, Kecamatan plaju, Palembang, sampai saat ini belum mendapatkan bantuan subsidi kedelai dari pemerintah. Mereka mengeluhkan harga kacang kedelai sebagai bahan baku pembuatan tempe kian hari terus mengalami kenaikan dan belum ada perhatian dari pemerintah. Sebelumnya, awal Juni lalu, Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian memberikan subsidi biaya distribusi kedelai dari produsen ke wilayah perajin tahu dan tempe untuk membantu meringankan biaya produksi saat harga komoditas kedelai yang meningkat beberapa waktu terakhir.
Kepala BKP Agung Hendriadi dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta mengatakan upaya ini merupakan bagian dari strategi menekan kenaikan harga kedelai di tingkat perajin agar harga tempe dan tahu tetap terjangkau oleh masyarakat. Kenaikan harga kedelai yang masih terjadi hingga sekarang disebut sempat membuat produsen tahu tempe kelimpungan. Kenaikan harga kedelai tersebut akan berdampak pada biaya produksi yang pada akhirnya kenaikan harga di tingkat konsumen tidak bisa dihindari. Namun hingga kini, kebijakan tersebut sepertinya belum sampai di provinsi Sumsel. Karena hingga kemarin, pengrajin tempe belum mendapat bantuan apa-apa.
Indah, salah satu pemilik industri tempe rumahan di Palembang, sebenarnya sangat mengharapkan adanya subsidi kedelai dari pemerintah khususnya bagi para pengrajin tempe. "Belum ada subsidi pembelian kedelai dari pemerintah sampai sekarang ini, malahan harga kacang kedelai untuk bahan baku naik terus dulu cuman Rp 8000 per kg lalu naik jadi Rp 15.000 dan baru-baru ini malahan naik lagi jadi Rp 17.000 per kg. Lama-lama kami pengarajin tempe tidak bisa bertahan lagi," keluh Indah, Selasa (29/6/2021). Indah melanjutkan, kenaikan harga bahan baku yang sangat tinggi membuatnya harus mengurangi jumlah pembelian kedelai untuk produksi tempe di tempatnya. "Karena harga bahan baku kami semakin tinggi sekarang, jadi di sini kami mengurangi pembelian kedelai untuk produksi tempe, dulunya bisa beli 50 sampai 70 kilo, sekarang hanya bisa beli sedikit sekitar 30 kg untuk produksi," bebernya. Indah menyebut kenaikan harga kedelai saat ini diakibatkan pemerintah terus mengekspor bahan baku kedelai produksi dalam negeri. "Harga bahan baku kedelai akan terus naik karena pemerintah terus mengekspor kedelai keluar negeri mangkanya kedelai di sini langka jadi harganya mahal," kata Indah mencoba menganalisa masalah.
Hal senada juga dirasakan Olik, pekerja kawasan industri tempe rumahan lainnya. Dia mengatakan belum mendapat bantuan subsidi kedelai dari pemerintah. "Subsidi kedelai dari pemerintah nggak ada sampe sekarang kalau sudah ada makmur kita gak kesulitan lagi," ujarnya. Olik mengeluhkan jika harga kedelai terus naik terpaksa ia harus memberhentikan produksi tempe di tempatnya. "Sekarang harga kedelai malahan semakin naik jadi Rp 15.000 per kilonya, padahal dulunya cuman Rp 7000 per kilo, kalau terus naik begini terpaksa kami harus stop produksi tempe dulu, kalau dulu enak masih ada koperasi untuk produsen tempe di sini tapi sekarang udah tutup jadi kita sebagai pengrajin tempe semaki sulit". la melanjutkan, agar usahanya tetap bisa bertahan, dirinya harus mengurangi ukuran tempe menjadi lebih kecil. "Saat ini kami hanya bertahan dengan mengurangi timbangan sekitar 9 ons, itu pun kosumen pada protes, kok ukurannya tempenya makin kecil aja, mereka gak tau kalau harga kedelai sekarang naik," ujarnya.
Dirikan Lembaga Pengelola Investasi
JAKARTA - Pemerintah Indonesia dan Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) giat melakukan kerja sama memperkuat praktik tata kelola pemerintahan, serta bertukar pengalaman di berbagai bidang lainnya. Di awal 2019, Delegasi RI diundang ke Kantor Pusat OECD di Paris dalam rangka pengembangan sektor energi bersih di negara-negara berkembang. Lalu di akhir 2019, pemerintah Indonesia dan OECD resmi meluncurkan Program Clean Energy Finance and Investment Mobilisation (CEFIM) Indonesia.
Salah satu kegiatan utama Program CEFIM' Indonesia yaitu penyusunan Clean Energy Finance and Investment (CEFI) Policy Review of Indonesia yang telah selesai dan siap diluncurkan. Laporan itu memuat sejumlah rekomendasi implementatif bagi Indonesia guna mendukung upaya pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dan mempercepat transisi energi bersih dan berkelanjutan Indonesia.
"Saya mengapresiasi OECD yang telah menyusun laporan ini, yang secara komprehensif menggambarkan tantangan dan peluang meningkatkan pembiayaan dan investasi energi bersih di Indonesia," ujar Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam webinar peluncuran laporan Tinjauan OECD terhadap Pembiayaan dan Investasi Energi Bersih Indonesia di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Senin (28/6).
Komitmen Indonesia kurangi emisi GRK 29 % di 2030 sejalan konsep pemulihan dan pembangunan kembali yang lebih baik menemui momentumnya. Karena saat ini kesempatan terbaik berkolaborasi dengan komunitas global untuk mengatasi dampak perubahan iklim di Indonesia.
Dikatakan, mengubah komitmen menjadi rangkaian aksi butuh dukungan pembiayaan yang besar, tak hanya sekadar mengandalkan dana APBN. Untuk memenuhi kebutuhan itu, Indonesia harus fokus strategi yang bukan saja bisa kurangi emisi, juga membuka dan mengoptimalkan potensi energi bersih untuk tarik investasi.
"Butuh sinergi pemangku kepentingan menyelesaikan semua tantangan sehingga akhirnya dapat mempercepat pembiayaan dan investasi energi bersih," ucapnya.
Dalam mendukung pembiayaan infrastruktur strategis termasuk energi bersih, Pemerintah dirikan Lembaga Pengelola Investasi atau Sovereign Wealth Fund (SWF) serta menetapkan UU Cipta Kerja yang dirancang untuk menarik lebih banyak investasi.









