;

RNI Produksi Oxygen Generator untuk Penuhi Kebutuhan Oksigen

Mohamad Sajili 13 Jul 2021 Sinar Indonesia Baru

PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) Persero memiliki solusi pemenuhan oksigen seiring dengan melonjaknya kasus Covid-19 dan meningkatnya kebutuhan oksigen medis, yaitu dengan memproduksi oxygen generator buatan dalam negeri.

Direktur Utama PT RNI (Persero), Arief Prasetyo Adi mengatakan inovasi ini sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2016 kepada Menteri BUMN untuk meningkatkan kemampuan BUMN industri farmasi dan Alat Kesehatan (Alkes) melakukan pengembangan Alkes guna mewujudkan kemandirian dan daya saing industri alat kesehatan dalam negeri. Inovasi Alkes Oxygen generator ini mampu membuat pabrik oksigen secara mandiri di setiap Rumah Sakit tanpa bergantung dengan metode PSA.

RNI group melalui Anak Perusahaan Mitra Rajawali Banjaran (MRB) berinovasi memproduksi alat kesehatan bernama Hype Oxygen Generator, Alat ini dapat memproduksi gas oksigen secara mandiri mulai dari type 02G-50 yang mampu memproduksi oksigen 50 liter per menit, 02G-100 dengan kemampuan produksi oksigen 100 liter per menit, 02G-200 dengan kemampuan oksigen 200 liter per menit, 02G-300 dengan kapasitas produksi oksigen 300 liter per menit, hingga 02G-500 dengan produksi oksigen 500 liter per menit.


Produksi Ikan Budi Daya RI Kalah dari China Akibat Penguasaan Teknologi

Mohamad Sajili 13 Jul 2021 Sinar Indonesia Baru

Digitalisasi kini sudah merambah sektor perikanan. Nelayan dan para pelaku bisnis perikanan yang melek teknologi terbukti bisa meningkatkan produktivitas. Pengamat Perikanan Universitas Padjajaran, Yudi Nurul mengatakan, kebijakan digitalisasi sektor perikanan perlu diperkuat dengan pendampingan kepada pelaku usaha, yakni petani budidaya ikan dan nelayan. Pemerintah harus menyokong penuh rencana digitalisasi di sektor perikanan sebab potensi di sektor tersebut sangatlah vital.

Solusi digitalisasi perikanan menjadi penting saat ini karena sebenarnya kita dapat memanfaatkan instrumen teknologi 4.0 dan penguatan multiplatform stakeholder diperlukan untuk memastikan bahwa mekanisme pengelolaan perikanan berbasis Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) dapat mengakomodasi kepentingan semua pihak baik vertikal maupun horizontal.

Potensi budi daya perikanan di indonesia sangat besar, namun sayangnya masih kalah dibanding negara lain, seperti China. CEO eFishery, Gibran Huzaifah mengatakan, faktor yang menjadi penyebabnya adalah karena persoalan teknologi.


Teten Kembangkan 500 Koperasi Modern

Fadilla Anggraini 13 Jul 2021 Tribun Sumsel

PALEMBANG, TRIBUN - Kementerian Koperasi dan UKM (KemenkopUKM) menggelar acara Peringatan Hari koperasi Nasional (Harkopnas) yang ke-74 secara virtual, Selasa (12/7/2021) yang diikuti audiens dari seluruh Indonesia.

Acara tersebut bertujuan memberikan sudut pandang baru serta kritik dan saran konstruktif dalam upaya optimalisasi peran koperasi dalam peningkatan skala ekonomi anggota dan masyarakat.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, mengatakan pandemi covid-19 tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan, namun juga pada sektor perekonomian.

Hal tersebut tercatat pada kuartal pertama tahun 2021, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih terkontraksi sebesar 0,74 % year on year (yoy). namun telah menunjukkan perbaikan dibandingkan kuartal empat tahun 2020 yang terkontraksi sebesar 2,19 %.

"Kita terus optimis survei berbagai lembaga riset mengindikasikan adanya peningkatan konsumsi masyarakat pada kuartal satu tahun 2021, hal ini menjadi peluang bagi pelaku usaha khusus advokasi dalam melayani anggotanya," jelasnya.

Pemerintah akan terus mendorong pemulihan ekonomi nasional dengan mengimplementasikan PP Nomor Tahun 2021 tentang kemudahan perlindungan dan pemberdayaan bagi koperasi dan UMKM.

"Kemudahan yang diberikan pemerintah melalui Peraturan Pemerintah Nomor lahun 2021, yaitu jaminan kredit program, perizinan usaha, kemitraan startegi, alokasi 40 % belanja pemerintah bagi koperasi dan UMKM, penyediaan 30 % infrastruktur publik bagi peluang usaha untuk koperasi UMKM," ujar Teten.

Selain itu juga ia menyampaikan, alokasi Pembiayaan perbankan kepada koperasi dan UMKM juga terus ditingkatkan menjadi 30% pada 2024 Plafon KUR tanpa agunan naik dari Rp 50 juta menjadi Rp 100 juta, di samping itu juga sedang dipersiapkan regulasi kredit bagi koperasi untuk platon awal maksimum Rp 500 juta naik menjadi Rp20 Miliar.

Teten Masduki melanjutkan, rencana pengembangan ekonomi Indonesia dalam 5 tahun kedepan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 menargetkan peningkatan kontribusi koperasi terhadap PDB Nasional sebesar 5,5 % dan pengembangan 500 koperasi modern pada tahun 2024.

"Guna mengejar target di atas, sekaligus rebranding koperasi sebagai entitas bisnis yang modern, kontributif dan kompetitif, Kami memiliki beberapa strategi yaitu, pengembangan model bisnis koperasi melalui korporatisasi pangan, pengembangan Factory Sharing dengan kemitraan terbuka, agar terhubung dalam rantai pasok, pengembangan Koperasi Multi Pihak, dan penguatan kelembagaan dan usaha anggota koperasi melalui strategi amalgamasi (spin off dan split oft).

Menurutnya, upaya dan pengembangan dan UMKM tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. "Sebagai apresasi diberikan penghargaan bagi koperasi kepada pejabat daerah. Tokoh gerakan koperasi, tokoh masyarakat yang berkontribusi besar terhadap pembinaan dan pengembangan koperasi dan UMKM dan tahun ini penghargaan bakti koperasi dianugerahkan kepada 50 orang," beber dia.

Pilih Bertahan, Pengusaha Hotel Terpaksa Kurangi Karyawan

Fadilla Anggraini 13 Jul 2021 Tribun Sumsel

PALEMBANG, TRIBUN - Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia Sumatra Selatan (PHRI Sumsel) mencatat tingkat keterisian atau okupansi hotel saat PPKM mikro hanya 20 persen.

Adanya pengetatan PPKM di Palembang, membuat manajemen hotel mengurang jumlah karyawan.

"PPKM mikro Palembang berdampak negatif terhadap okupansi kamar hotel yang terisi, paling tinggi mencapai 30 %," kata Ketua PHRI Sumsel, Herlan Aspiudin saat dihubungi Tribun, Senin (12/7).

Herlan menambahkan, berkurangnya wisatawan lokal yang sulit ke Palembang karena adanya penyekatan menjadi faktor utama.

Biasanya orang non Palembang yang mengisi kamar-kamar hotel yang tersebar di wilayah Palembang ini.

Bahkan, promo untuk meningkatkan okupansi dengan melakukan potongan harga tak bisa menggaet kunjungan tamu.

Selain berdampak terhadap angka hunian di hotel, kebijakan pengetatan PPKM membuat pengelola hotel tak manmpu membayar upah pegawai.

"Pengurangan karyawan mencapai 20 % saat PPMKM, pengurangan ini tidak sampai melakukan PHK, kalau sudah tidak PPKM lagi para karyawan akan dipanggil bekerja," kata dia.

Carolina Reaper Cabai Terpedas di Dunia

Fadilla Anggraini 13 Jul 2021 Tribun Sumsel

Cabai Carolina Reaper memiliki nama ilmiah yakni Capsicum chinense. Berbeda dengan cabai rawit, Carolina Reaper memiliki bentuk buah lebih bulat mirip ceri keriput.

Cabai Carolina Reaper berhasil mendapat gelar sebagai yang terpedas di dunia pada tahun 2013. Tingkat kepedasan Carolina Reaper bahkan berhasil mengalahkan Trinidad Scorpion "Butcht" sebagai pemegang gelar sebelumnya. Gelar sebagai cabai paling pedas di dunia tersebut diberikan oleh pihak Guinness World Record.

Dilihat dari pencapainnya, ada lima keunikan yang ada pada cabai Carolina Reaper. Pertama, ukuran dan penampilan.

Cabai Carolina Reaper memiliki lebar sekitar 1-2 inci atau setara 2,5-5 cm. Untuk panjangnya sendiri, Carolina Reaper memiliki panjang buah mencapai 2-3 inci atau 5-7,6 cm.

Ketika matang, cabai ini akan berwarna merah cerah. Carolina Reaper memiliki permukaan buah yang bergelombang sehingga terkesan keriput. Pada pangkal buahnya, cabai Carolina Reaper memiliki bentuk yang unik menyerupai ekor kalajengking.

Dua, tingkat Kepedasan. Tingkat kepedasan cabai Carolina Reaper mencapai 1.400.000 hingga 2.200.000 Scoville Heat Units (SHU). Bahkan Carolina Reaper lebih panas 175 hingga 880 kali dari jalapeno Iho. Ketiga, dari segi rasa tidak hanya pedas luar biasa, Carolina Reaper juga memiliki rasa lain yaitu pahit. Dari rasanya yang tajam tersebut menjadikan cabai terpedas ini tidak cocok untuk dimakan langsung.

Biasanya, cabai Carolina Reaper diolah ke dalam bentuk saus agar lebih aman untuk dikonsumsi.

Keempat, dibandingkan jenis cabai pada umumnya, harga cabai Carolina Reaper jauh lebih mahal. Jika biasanya cabai dijual dalam ukuran kilogram, maka Carolina Reaper lain lagi. Pasalnya, cabai terpedas di dunia ini biasanya dijual dalam bentuk satuan.

Adapun harga untuk satu buah cabai Carolina Reaper berkisar Rp6.000. Cocok juga ini bagi penghobi bercocok tanam, bisa dicoba karena harga jual lumayan menjanjikan.

Kelima, hati-hati dalam mengkonsumsi cabai Meski tidak sampai menyebabkan (kematian) namun cabai Carolina Reaper dapat menyebabkan berbagai masalah pencernaan.

Mengonsumsi cabai ini Carolina Reaper dapat mengakibatkan mual, muntah-muntah, sakit perut, hingga diare. Karenanya jangan kebablasan kalau ketemu cabe ini ya.

Gagas Food Estate Bagi Petani Banyuasin

Fadilla Anggraini 13 Jul 2021 Tribun Sumsel

TRIBUN, BANYUASIN - Gagasan Bupati Banyuasin H Askolani, merencanakan Food Estate. Rencana ini, diperuntukkan bagi pertanian di wilayah Banyuasin. Menurut H Askolani, sedang mengajukan ke Kementerian Pertanian terkait terkait Food Estate untuk wilayah Banyuasin. "Nantinya, akan dibentuk pengelolaan Pertanian Modern dari Hulu ke Hilir. Sehingga, kedepan petani tidak perlu lagi mencari bibit, pupuk, alsintan termasuk masalah harga, ujar orang nomor satu di Banyuasin ini, Senin (12/7).

Dengan dibentuknya Food Estate ini, nantinya bisa dibentuk Badan Usaha Tani. Dari Badan Usaha Tani (BUT) ini, sehingga hasil dari pertanian masyarakat Banyuasin bisa dikelola dengan baik. Tujuannya, agar petani di Banyuasin bisa mendapatkan harga yang sesuai dan mensejahterakan petani Banyuasin. Semua urusan mengenai pertanian, akan langsung diurus BUT. Ini gagasan dari Pemerintah Banyuasin untuk bidang pertaian. “Ini baru konsep dan usulan ke Kementan. Mudah-mudahan ini bisa terealisasi dan membuat petani di Banyuasin sejahtera,” pungkasnya.

Beri Kontribusi Bangun OKI

Fadilla Anggraini 13 Jul 2021 Sumatera Ekspres

PALEMBANG - Bank Sumsel Babel Cabang Kayuagung di Ogan Komering Ilir (OKI) menunjukkan peran nyata di daerah kerjanya itu. Lewat lima jaringan kantor cabang, tiga cabang pembantu, dan sebuah mobil kas keliling, kinerja positif ditunjukkan. Direktur Utama Bank Sumsel, Achmad Syamsudin mengatakan, Cabang Kayuagung mencatat DPK Rp 861 miliar dan penyaluran Kredit Rp 889 miliar.

"Fokus Bisnis kita saat ini salah satunya adalah dalam hal pengembangan UMKM hingga ke pelosok wilayah di Provinsi Sumsel dan Kepulauan Bangka Belitung. Kami terus berupaya memberikan kemudahan bagi UMKM dalam hal permodalan serta membantu memperluas pasar dengan cara melakukan Coaching clinic bagi pelaku UMKM di Sumsel dan Babel secara virtual termasuk kepada semua UMKM di Kabupaten OKI yang saat ini telah menjadi binaan kita," katanya.

Pemimpin Bank Sumsel Babel Cabang Kayuagung, RM Rozali Anton, menegaskan, mendukung perkembangan UMKM OKI seperti memberi permodalan, khususnya pada pandemi Covid. "Kami rutin sosialisasi terkait pengawasan dan perencanaan ekonomi mikro kecil kepada para petani dan UMKM OKI secara berkesinambungan," tukasnya.

Produksi 5 Ton Lele Tiap Panen

Fadilla Anggraini 13 Jul 2021 Sumatera Ekspres

Meskipun destinasi wisata di Kota Palembang harus ditutup karena situasi zona merah. Namun hal itu tidak membuat agrowisata edukasi Sungai Jawi kehilangan seluruh pendapatan utamanya. Salah satunya, dari kolam lele edukasi percontohan sistem bioflok misalnya. Meski tidak ada kunjungan edukasi, hasil panen lele setiap tiga bulan juga cukup menguntungkan.

Ketua kelompok sadar wisata Sungai Jawi sekaligus mentor lele bioflok, Hendi mengatakan pengembangan budidaya lele modern ini telah dimulai sejak April 2020. "Mulanya dulu kita awali dengan membuat kolam lele bioflok di TPS 3R Kalidoni, tapi itu hanya sebagai sebatas contoh edukasi, nah saya ingin membuktikan kepada masyarakat kita bisa membuat ini dalam skala bisnis, makanya kita buat di agrowisata Sungai Jawi," ujarnya.

Beruntung keinginan tersebut diwujudkan dengan datangnya bantuan sosial berupa hibah dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Palembang. Berupa sarana prasarana pembuatan 10 kolam terpal, rangka besi kolam bundar diameter 3 meter dan tinggi 1,5 meter, benih, pakan, hingga bangunan rangka baja dan kebutuhan lainnya.

Butuh waktu tiga bulan dari masa penebaran benih hingga lele siap panen. Setidaknya, sudah 3 kali panen hingga saat ini. Pengelolaan diurus oleh 10 orang anggota kelompok yang bergantian setiap harinya memantau air dan pemberian pakan.

Hendi mengatakan, kolam lele sistem bioflok lebih menitik beratkan pada penggunaan mikroba. "Kalau kolam biasa kan tidak memakai mikroba, sehingga ikan bisa cepat besar, pakan bisa berkurang 20 ada sampai 30 persen," ungkapnya. Kemudian, keuntungan kolam bioflok adalah air tidak berbau. Lantaran kotoran ikan yang mengendap di dasar kolam diolah kembali oleh mikroba. Alhasil di kolam dengan sendirinya akan memunculkan kutu air, lumut sebagai pakan alami ikan. Pelet pun yang kita kasih ke ikan juga direndam dulu dengan mikroba, supaya pakan lebih lembut dan memudahkan pencernaan," jelasnya. Mikroba tersebut bisa diperoleh di pasar-pasar perikanan pertanian. Biasanya sebelum budidaya, ada treatment yang terlebih dahulu dilakukan pada kolam bioflok. Yakni dengan memasukkan air setinggi 30 cm, pemberian pupuk kandang dan dilanjutkan dengan penyebaran mikroba. Sehingga pupuk kandang tersebut diurai oleh mikroba.

Alhasil timbullah jentik nyamuk, kutu air, cacing darah. Begitu bibit ikan masuk, kolam sudah dipenuhi pakan yang cukup. "Dengan adanya mikroba, endapan air yang kotor kembali diurai jadi bersih lagi, jadi tidak perlu sering ganti air, kalau kita cukup pasang aerator tiap kolam untuk suplai oksigen," katanya.

Total ada 30.000 benih lele yang ditebar atau 3.000 benih di setiap kolamnya. Setiap panen, rata-rata per kolam didapatkan 500 kg ikan lele. Secara keseluruhan kolam ada 4-5 ton ikan yang dipanen. Dibanding kolam biasa, persentase bibit ikan mati lebih kecil sekitar 5%.

Diakuinya untuk penjualan lele tergolong mudah. Kebutuhan di Kota Palembang tergolong mudah, pecel lele di mana-mana, justru selama ini lele di Palembang kebanyakan dipasok dari Lampung Linggau dan Jambi. "Sekarang kalau dengar kita panen, orang datang panen sendiri, nimbang sendiri, kita tinggal terima duit," bebernya. Pembelinya langsung dari pengurus paguyuban pecel lele yang datang ambil ikan hasil panen. Apalagi menurutnya sekarang lebih mudah, lewat medsos cukup pasang di IG atau FB pembeli langsung datang.

"Lele bioflok ini menurut saya adalah budidaya yang paling enjoy. Tidak harus ganti air, tidak harus segala macam dan keuntungan lebih lumayan dibanding konvensional," sebut Hendi. la berharap, budidaya seperti ini bisa terus dikembangkan.

Inilah Triliuner Milenial Indonesia di Bisnis Digital

Mohamad Sajili 12 Jul 2021 Kontan

Di tengah pandemi Covid-19, sejumlah perusahaan teknologi kian bergigi. Dari rahim ekonomi digital ini pula, lahir para triliuner dan miliarder milenial yang melesat bersama ekspansi perusahaan yang mereka besarkan. Sederet taipan muda yang dimaksud adalah para pendiri dan tokoh kunci start up digital tersebut. Dari Bukalapak.com, yang pada Agustus nanti akan IPO, muncul tiga nama pendirinya yaitu Achmad Zaky, Muhammad Fajrin Rasyid dan Nugroho Herucahyono. Ketiganya mencatatkan nilai kepemilikan saham di atas Rp 1 triliun.

Berdasarkan prospektus Bukalapak, Zaky memiliki 4,45 miliar saham. Dengan kisaran harga IPO antara Rp 750 hingga Rp 850 per saham, nilai kepemilikan Zaky mencapai Rp 3,34 triliun-Rp 3,78 triliun. Dengan hitungan sama, nilai maksimal kepemilikan saham Fajrin dan Nugroho di Bukalapak masing-masing mencapai Rp 2,32 triliun dan Rp 1,82 triliun.

Ihwal rencana go public, Chief Executive Officer Bukalapak, Rachmat Kaimuddin Jumat pekan lalu mengungkapkan, Bukalapak optimistis mampu memperkuat jaringan bisnis, membentuk ekosistem digital, serta turut memajukan UMKM di Indonesia. Oh iya, Rachmat juga memiliki saham di Bukalapak dengan kisaran nilai Rp 78,22 miliar- Rp 88,65 miliar.

Lompatan besar juga diciptakan para pendiri GoTo, perusahaan hasil merger antara Gojek dan Tokopedia, pada Mei 2021. Nilai valuasi GoTo disebut-sebut mencapai sekitar USS 17 miliar. Nilai aset pendiri Gojek, Nadiem Anwar Makarim yang kini menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, misalnya, telah melonjak lebih dari 321 kali lipat menjadi Rp 4,22 triliun dari kepemilikan saham Gojek. Angka ini dihitung berdasarkan valuasi investasi Telkomsel di Gojek. Telkomsel membenamkan USS 450 juta atau sekitar Rp 6,4 triliun untuk memiliki 89.125 unit saham Gojek.

Nilai aset William Tanuwijaya lebih tinggi lagi. Pendiri Tokopedia yang pernah menjadi penjaga warnet itu memiliki aset di GoTo senilai Rp 4,68 triliun. Kekayaan Nadiem, William dan kawan-kawan berpotensi lebih besar lagi setelah GoTo menggelar go public pada tahun ini. Pengamat Telekomunikasi Institut Teknologi Bandung (ITB) lan Joseph Matheus Edward berpendapat, di masa mendatang akan muncul kembali orang-orang kaya baru dari start up digital. Hal ini seiring dengan ekosistem ekonomi digital yang semakin menguat dan membesar.

Ratifikasi Perjanjian Pajak Minimum Global Korporasi Global Belum akan Siap Sampai 2022

R Hayuningtyas Putinda 12 Jul 2021 Investor Daily, 12 Juli 2021

VENESIA, Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen pada Minggu (11/7) mengatakan, mekanisme global baru untuk mengutip pajak lebih besar dari perusahaan-perusahaan multinasional yang untung tinggi, mungkin belum siap masuk meja wakil rakyat masing-masing negara pendukung hingga musim semi 2022. Yellen mengatakan itu pada konferensi pers usai pertemuan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral kelompok negara G-20 di Venesia, Italia. Menurut dia, progres Pilar 1 - berdasarkan kesepakatan pajak 132 negara anggota Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) - tentang realokasi hak-hak perpajakan akan sedikit lebih lamban dibandingkan pajak minimum korporasi global sedikitnya 15%.

Bagian Pilar 1 dari perjanjian itu akan mengakhiri penerapan pajak sepihak atas layanan digital. Gantinya adalah mekanisme baru untuk memungut pajak dari perusahaan-perusahaan tersebut di mana pun mereka menjual produk dan layanannya. Bukan lagi berdasarkan domisili kantor pusat dan hak kekayaan intelektualnya (haki). Seorang pejabat Depkeu AS mengatakan, hal tersebut akan membutuhkan perjanjian pajak multilateral. Yang negosiasinya bakalan memakan waktu lama. “Pilar 1 akan berjalan lebih lamban. Tapi kami tetap akan mengupayakannya bersama Kongres. Mungkin akan siap pada musim semi 2022 dan kami akan berusaha teguh apa yang dibutuhkan untuk implementasinya,” tutur Yellen, yang dikutip CNBC.  Kelompok tersebut mendukung komponen-komponen utama dari dua pilar dimaksud. Yakni realokasi laba perusahaan-perusahaan multinasional dan pajak minimum global.

(Oleh - HR1)



Pilihan Editor