;

Perluasan Ultimum Remedium, Pemulihan Kerugian Jadi Fokus

R Hayuningtyas Putinda 12 Jul 2021 Bisnis Indonesia

JAKARTA — Celah pelaku tindak pidana pajak untuk mengelak dari pembayaran ganti rugi kian menyempit sejalan dengan rencana perluasan kesempatan ultimum remedium hingga tahap persidangan yang diiringi dengan pidana denda tidak disubsider. Mengacu pada konsep hukum di Indonesia, ultimum remidium adalah asas yang menyatakan bahwa hukum pidana menjadi upaya terakhir dalam penegakan hukum. Otoritas pajak juga berencana untuk menerapkan sanksi denda yang tidak disubsider dengan kurungan.Hal ini diusulkan mengingat selama ini mayoritas pelaku tindak pidana pajak lebih memilih pidana kurungan subsider dibandingkan dengan pembayaran sanksi denda sekaligus pajak terutang.“Sebanyak 80,6% memilih itu sehingga kerugian negara tidak dapat dipulihkan setelah putusan dibacakan,” kata Dirjen Pajak Kementerian Suryo Utomo, pekan lalu.

Berdasarkan data Ditjen Pajak, sepanjang 2018—2020 total pidana denda nonsubsider dalam putusan hakim tercatat mencapai Rp1,7 triliun. Dari jumlah tersebut, persentase pidana denda yang dibayar hanya 0,26%. Hal ini mengakibatkan pemulihan kerugian pada pendapatan negara akibat pidana pajak menjadi tidak optimal.Ketentuan ini menurut pemerintah tidak memberikan efek jera bagi pelaku dan efek gentar bagi calon pelaku karena hanya menjalani hukuman badan tanpa harus melunasi pidana denda.“Dalam hal ini negara tidak mendapatkan pemulihan kerugian pada pendapatan negara, tetapi justru mengeluarkan biaya untuk memelihara narapidana di penjara,” tulis pemerintah dalam Naskah Akademik RUU KUP.

(Oleh - HR1)


Bisnis Jambu Merah Laris Manis di Medan

Mohamad Sajili 12 Jul 2021 Sinar Indonesia Baru

Buah jambu kelutuk merah yang disebut memiliki vitamin A dan C ampuh untuk menambah kesegaran tubuh termasuk menghadapi virus Corona atau Covid-19. Sejak pandemi Govid-19 buah tersebut laris manis dan "diserbu" konsumen begitu buah tiba di pasar dan harganya mahal. Sejumlah pasar tradisional di kawasan Pancing, Cemara dan Pulau Brayan, jambu merah itu sudah berkurang stoknya.

Harga jual jambu kelutuk merah ke konsumen Rp 22.000 hingga Ap25.000 perKg. Ukuran sedang kecil Rp18,000 dan Rp15.000 per Kg. Sebelum virus Corona harga jualnya hanya Rp 8.000, Rp10.000 hingga Rp12.000 per Kg.


RI Siapkan Sejumlah Strategi Genjot Ekspor Sektor Industri

Mohamad Sajili 12 Jul 2021 Sinar Indonesia Baru

Pemerintah tengah berupaya menggenjot ekspor. Sejumlah strategi pun disiapkan untuk mewujudkan hal tersebut.

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menjelaskan, sektor industri telah menyumbang 77,30% dari total ekspor Indonesia sebesar USS 16,60 miliar. Sektor-sektor yang memberikan sumbangan masih didominasi oleh industri besi dan baja, mesin dan elektronika, perhiasan, alas kaki, kertas dan pulp, pakaian.Hingga Mei 2021 tercatat surplus Indonesia sudah mencapai US$ 10,17 Miliar.

Jerry menilai, semua kementerian, lembaga dan stakeholder harus meningkatkan sinergi dan kolaborasi. Kementerian perdagangan sendiri menurut Jerry bekerja keras dalam hal-hal yang berkaitan dengan sektor hilir seperti pembukaan akses pasar, fasilitasi pameran, pemasaran dan kelancaran supply chain, serta standarisasi dan pengujian kualitas produk.


Demam Porang Juga Mewabah di Parigi Moutong

Mohamad Sajili 12 Jul 2021 Sinar Indonesia Baru

Belakangan ini, nama porang menjadi populer, dan akan dijadikan sebagai tanaman primadona baru yang akan dikembangkan oleh Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan atau TPHP Kabupaten Parigi Moutong atau Parmout.

Porang termasuk tanaman umbi-umbian, memiliki nama latin Amorphophallus. Umbi porang dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan tepung konjak atau tepung glucomannan. Tepung porang merupakan bahan utama olahan shirataki, yakni mi bening yang banyak dikonsumsi di wilayah Asia Pasifik, Mi shirataki juga kerap digunakan untuk mi ramen Jepang. Kini, harga porang melangit, sebab permintaan ekspornya tinggi.

Dadan Priatna Jaya selaku Kepala Bidang Tanaman Pangan pada Dinas TPHP Kabupaten Parmout menyebut, pengembangan budidaya porang akan dimulai tahun 2022 nanti. Untuk tahun 2021 ini, pihaknya masih menyosialisasikan kepada petani agar menanam porang.


Produksi Perikanan Tangkap Diklaim Positif Meski PPKM Darurat

Mohamad Sajili 12 Jul 2021 Sinar Indonesia Baru

Kementerian Kelautan dan Perikanan mengklaim produksi perikanan tangkap di pelabuhan perikanan menunjukkan tren positif di tengah masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat.

KKP mengatakan aktivitas di pelabuhan perikanan tetap berjalan dengan protokol kesehatan yang ketat untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat dari sektor kelautan dan perikanan.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Muhammad Zaini menuturkan pelabuhan perikanan menjadi titik penting untuk menunjang sektor pangan. Produk perikanan menjadi salah satu bahan pangan berprotein tinggi untuk menjaga dan memperkuat daya tahan tubuh masyarakat.

Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Nizam Zachman Jakarta yang menjadi pelabuhan perikanan di ibu kota menunjukkan tren peningkatan produksi perikanan tangkap. Pada semester I tahun 2021, total produksinya mencapai 85.943 ton atau senilai Rp 1,782 triliun.


Jalan Panjang Digitalisasi Industri

Mohamad Sajili 12 Jul 2021 Kompas

Inovasi digital ibarat pedang bermata dua. Di satu sisi, otomasi dan digitalisasi mendorong efisiensi dan menambah daya saing. Namun, di negara dengan surplus angkatan kerja membeludak, angka pengangguran tinggi, dan ketidaksiapan angkatan kerja, inovasi digital juga membawa disrupsi. Dilema dan tantangan itu ditambah pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai, bahkan kian parah. Angka pengangguran dan kemiskinan naik, sementara kapasitas sumber daya manusia (SDM) masih tertinggal untuk mengejar pesatnya perkembangan teknologi.

Dalam bincang-bincang secara daring dengan Kompas, akhir Juni 2021, Country Managing Director Accenture Indonesia Kher Tean Chen menyoroti tantangan pelik yang dihadapi Indonesia itu. Accenture, firma konsultan manajemen dan layanan teknologi global, telah bekerja dengan berbagai perusahaan multinasional untuk adaptasi digital. ”Digitalisasi industri di Indonesia adalah isu yang sangat kompleks, manufakturnya masih sangat basic dan ekosistem di sekitarnya pun belum komplet,” ujar Kher Tean.

Industri manufaktur Indonesia masih didominasi usaha skala kecil dan menengah (IKM). Data Kementerian Perindustrian (Kemenperin), dari total 4,4 juta unit usaha industri nasional, 99,77 persen diantaranya skala IKM. Hanya 0,23 persen usaha yang termasuk industri besar. Tenaga kerja pun lebih banyak terserap pada IKM, yakni 66,25 persen dari total 15,63 juta angkatan kerja di industri manufaktur. Hanya 33,75 persen tenaga yang bekerja di industri pengolahan skala besar. Alhasil, baru segelintir industri yang memanfaatkan teknologi digital, internet, komputasi awan, dan big data untuk mengembangkan industri 4.0, seperti di sektor makanan dan minuman. Data Kemenperin, 70 persen pelaku makanan minuman skala besar baru beroperasi di level industri 3.0 (otomasi dan teknologi komputerisasi) dan 30 persen sisanya masih memakai teknologi industri 2.0 (produksi massal dan elektrifikasi).

IKM tetap menjadi tulang punggung dan keunikan industri manufaktur di Indonesia. Namun, bukan berarti mereka tetap jalan di tempat. Dengan skala pemanfaatan teknologi digital yang berbeda dari usaha besar, IKM juga harus mulai beradaptasi dengan rantai pasok global yang terdigitalisasi. Seiring dengan itu, angkatan kerja juga harus dilatih agar lebih terampil dan siap menghadapi perubahan industri. Kher menyoroti pentingnya aspek demokratisasi teknologi, di mana dunia usaha dan industri harus meluangkan upaya dan sumber daya untuk melatih karyawannya beradaptasi dengan dunia digital.

Terkait hal itu, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan, pemerintah sedang mentransformasi balai latihan kerja yang terintegrasi industri untuk membekali SDM dengan keterampilan yang relevan. ”Perlindungan terbaik yang bisa kita siapkan untuk pekerja adalah menyiapkan kompetensi mereka,” ujarnya. Indonesia dinilai menyimpan potensi besar sektor industri digital. Kehadiran startup dan platform digital jadi pilar penting mendorong teknologi digital di Indonesia. Namun, Kher Tean menilai pelaku usaha rintisan teknologi di Indonesia masih cenderung melihat pasar secara domestik. ”Itu tidak salah, tetapi alangkah lebih baik jika mereka memiliki visi menembus pasar internasional,” ujarnya.

Peternak Ikan Koi di Blitar Ikut Terimbas Kelangkaan Oksigen

Mohamad Sajili 12 Jul 2021 Surya

Kelangkaan oksigen juga membuat para peternak ikan koi di Kota Blitar cemas. Para peternak khawatir tidak bisa kirim ikan koi jika tidak mendapatkan pasokan oksigen.

Saffi mengatakan kebutuhan oksigen juga mutlak bagi para pembudidaya ikan koi. Kebutuhan oksigen mutlak, karena untuk pengambilan ikan dari kolam sawah dibawa di kolam rumah. Selain itu, untuk pengiriman ikan juga butuh oksigen.

Saffi mendapat kabar pasokan oksigen bagi para peternak ikan koi di Blitar mulai langka. Para peternak ikan koi di wilayah utara sudah kesulitan mengisi ulang oksigen. Kalau oksigen langka dampaknya fatal bagi peternak ikan koi. Karena oksigen dibutuhkan untuk pengiriman ikan. Dengan oksigen pengiriman ikan bisa selamat sampai tujuan.


Vaksin Covid-19 Rp 439 Ribu Mulai Dijual

Mohamad Sajili 12 Jul 2021 Tribun Timur

Guna mempercepat terciptanya kekebalan kelompok (herd immunity) BUMN farmasi melalui PT Kimia Farma Tbk meluncurkan program vaksinasi gotong royong individu. Peluncuran program tersebut sudah dilakukan sejak Jumat(9/10) dan Sabtu(10/7).

Nantinya warga yang ingin membeli vaksin bisa mengunjungi apotek Kimia Farma terdekat atau secara daring. Tahap awal program ini baru menyentuh 6 kota dengan 8 klinik. Namun secara perlahan PT Kimia Farma Tbk akan memperluas jangkauan itu, termasuk ke pusat-pusat perbelanjaan di kota-kota besar.

Untuk tarif vaksin gotong royong individu yakni sebesar Rp 321. 660 per dosis dan Tarif maksimal pelayanan vaksinasi sebesar Rp 117. 910 per dosis.


Perbankan Bidik Transaksi Kesehatan Digital

Mohamad Sajili 12 Jul 2021 Tribun Timur

Pandemi Covid-19 telah membawa berkah pada penyedia jasa kesehatan digital atau healthtech. Tak mau kehilangan momentum, perbankan ikut membidik transaksi kebutuhan kesehatan nasabah.

Bank Mandiri misalnya, telah curi start menjalin kerja sama dengan healthtech sejak 2019. SVP Credit Card Group Bank Mandiri Lila Noya telah melihat potensi dengan beberapa emerging category merchant seperti e-wallet, insurtech, e-groceries, termasuk healthtech.

Saat ini kami sudah memiliki partnership dengan Halodoc, Alodokter, Farmaku. Selain itu dengan perkembangan transaksi digital. Pada masa pandemi beberapa partner kami juga menambah fitur dari semula hanya toko konvensional menjadi online yang bisa di akses pada aplikasi.

Lila melihat trafik transaksi platform digital selalu bertumbuh termasuk pada kategori healthtech. Kategori ini mencatatkan pertumbuhan transaksi kartu kredit 123 persen year to date (ytd) dan merchant naik 311 persen yearon year (yoy) per Juni 2021.


Terjual 55-60 Setiap Bulan

Fadilla Anggraini 12 Jul 2021 Tribun Sumsel

PALEMBANG - Penjualan mobil niaga di Sumsel tidak terdampak pandemi karena jumlah penjualan mobil sebelum dan sesudah pandemi relatif sama jumlahnya.

Kepala Cabang Isuzu Palembang, Dimas mengatakan, mobil niaga memiliki pangsa pasarnya sendiri di Palembang karena perekonomian Sumsel ditopang sektor perkebunan juga batubara membuat penjualan mobil niaga tidak terdampak. Dimas mengatakan setiap bulan Isuzu bisa menjual 55-60 unit mobil niaga berbagai tipe. Angka ini sama saja baik sebelum dan saat pandemi seperti ini tidak berubah. "Karet dan batubara kan saat ini harganya mulai terkerek naik sehingga permintaan mobil untuk angkutan ini tetap bagus karena sektor tambang dan perkebunan manjadi pangsa pasar mobil ini," ujar Dimas, Minggu (11/7/2021). Selain menyasar angkutan komoditi, dikatannya mobil ini juga bisanya digunakan dalam bisnis logistik karena banyak perusahaan jasa perngiriman memanfaatkan mobil truk jenis box untuk armada angkutan logistik.

Apalagi bisnis logistik di masa pandemi ini menjadi andalan masyarakat karena perubahan kebiasaan belanja offline menjadi online dan juga pengiriman reguler seperti paket dan surat yang memang sejak dulu ada dan hingga kini masih memanfaatkan jasa logistik pengirimannya. "Isuzu lraga jadi andalan sebagai kendaraan angkutan karena secara angsuran sama dengan harga pick up tapi secara muatan sama dengan truk," tambahnya. Dimas mengatakan Isuzu juga ditopang oleh after sales yang baik karena memiliki layanan bengkel yang tersebar merata di sejumlah kabupaten kota di Sumsel seperti di Tugumulyo, Prabumulih, Muba, OKI dan Palembang.

Layanan bengkel teranyar yakni Bengkel Isuzu Berjalan (BIB) yang memudahkan Konsumen merawat kenda- raan tanpa harus datang kebengkel karena tinggal telpon maka mekanik akan datang memperbaiki kendaraan baik karena alasan emergency atapun karena perlu di perbaiki si rumah atau tempat usaha karena tidak sempat dagang langsung ke bengkel. Salah satu konsumen setia Isuzu yakni Tiki, jasa logistik ini sejak 20 tahun sudah menggunakan Isuzu Panther dan hingga kini sudah 60 unit digunakan untuk mengangkut logistik. "Isuzu itu irit dan murah jadi setia menggunakannya karena bisnis logistik ini berkaitan dengan penggunan bahan bakar jadi pilih yang irit," ujar Komisaris TIKI Palembang Haris Jumadi. 

Pilihan Editor