;

eFisheri Fokus Ekspansi Sebelum IPO

R Hayuningtyas Putinda 09 Jul 2021 Investor Daily, 9 Juli 2021

eFishery, startup aquaculture intelligent, akan fokus ekspansi sebelum nantinya melaksanakan penawaran umum perdana (initial public offering/ IPO) saham. eFishery berencana membentuk perusahaan patungan (joint venture/JV) dengan salah satu mitra bisnisnya di Asia. Founder & CEO eFishery Gibran Huzaifah mengatakan, rencana JV tersebut akan diumumkan pada awal atau pertengahan tahun depan. Aksi korporasi ini bertujuan untuk membangun layanan eFishery di sejumlah area. Pihaknya juga akan fokus untuk mengembangkan layanan penjualan ikan, yakni eFishery fresh dan layanan jual pakan, yakni eFishery mall. Menurut Gibran, kedua platform itu ditargetkan tumbuh 4 kali lipat dibandingkan tahun lalu.

(Oleh - HR1)

BI Prediksi Transaksi Digital Banking Mencapai Rp 32.206 T

R Hayuningtyas Putinda 09 Jul 2021 Investor Daily, 9 Juli 2021

Bank Indonesia (BI) menilai outlook ekonomi keuangan digital 2021 diperkirakan tumbuh positif didorong oleh meningkatnya preferensi dan akseptasi masyarakat, serta layanan pembayaran yang terus meluas. Berkaitan itu, transaksi digital banking tahun ini berpotensi tumbuh 19% secara tahunan (year on year/yoy) mencapai Rp 32.206 triliun. Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Filianingsih Hendarta mengatakan, pihaknya melihat potensi ekonomi keuangan digital akan terus menanjak tahun ini, yang didukung pula oleh pandemi Covid-19 yang memaksa masyarakat untuk bertransaksi secara digital. “Ini meningkatkan akseptasi masyarakat dan mendukung ekonomi keuangan digital, karena masyarakat takut terkena virus jadi terpaksa transaksi digital. Demikian juga digital banking ini termasuk mobile banking dan internet banking kami prediksi naik 19% menjadi Rp 32.206 triliun,” terang Filianingsih dalam webinar, Rabu (7/7).

Secara terpisah, Senior Vice President Transaction Banking Retail Sales PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Thomas Wahyudi mengungkapkan, salah satu layanan e-channel perseroan adalah digital banking Livin’ by Mandiri yang diharapkan tahun ini terjadi peningkatan penggunaan secara signifikan. Livin’ by Mandiri dapat menjadi layanan super app yang mampu menggantikan berbagai channel lain untuk memenuhi kegiatan transaksional sehari-hari. “Seiring juga dengan perekonomian yang diharapkan mampu pulih dan tumbuh kembali, tahun ini Bank Mandiri menargetkan nilai transaksi melalui layanan Livin’ by Mandiri tercapai lebih dari Rp 1.800 triliun, atau tumbuh hampir 60% (yoy) hingga akhir tahun 2021 ini,” jelas Thomas. Di sisi lain, nilai transaksi uang elektronik pada Mei 2021 mencapai Rp 23,7 triliun, tumbuh 57,38% (yoy). Volume dan nilai transaksi digital banking masing-masing tumbuh 56,49% (yoy) dan 66,41% (yoy).

(Oleh - HR1)

Kerja Sama Perdagangan, Sumbar Perluas Pasar Afrika

R Hayuningtyas Putinda 09 Jul 2021 Bisnis Indonesia

Pemerintah Provinsi Sumatra Barat terus berupaya untuk meningkatkan serapan komoditas berorientasi ekspor untuk mengisi sejumlah pasar berbagai negara di Benua Afrika.Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi mengatakan selama ini produk asal daerah tersebut sudah mengisi pasar di sejumlah negara di Afrika.Di antaranya Cassiavera atau kayu manis diserap oleh negara Aljazair, kemudian Cengkeh ke Nigeria, tepung kelapa ke Maroko, serta crude palm oil (CPO) ke Tanzania dan Kenya.Menurut Mahyeldi, produk asal Sumbar berpeluang menembus pasar di negara-negara Benua Afrika karena dinilai memiliki kualitas yang bisa bersaing dan kedekatan sejarah.

Sementara itu, Kuasa Usaha ad interim Kareem International, Yusra Khan berharap bisa memberikan sumbangsih untuk kemajuan daerah dengan membantu perdagangan ekspor produk Sumbar ke negara-negara Afrika.Dia mengatakan dalam beberapa hal, Sumbar memiliki kedekatan yang lebih baik dibandingkan dengan Afrika dengan Eropa, misalnya dari segi kuliner. Kuliner antara rendang dari Sumbar dengan kuliner di Afrika bagian Timur memiliki kedekatan.CEO Kareem International, Isnandar mengatakan rendahnya tingkat ekspor Indonesia bukan karena tidak memiliki produk tetapi tidak memiliki pedagang di luar negeri.Hal itu yang mendorongnya mendirikan perusahaan khusus untuk ekspor ke Afrika. “Kami berharap bisa membantu daerah termasuk Sumbar untuk mengekspor produk ke Afrika,” katanya.

(Oleh - HR1)

Pengelakan Pajak, 9.496 Korporasi Lakukan Aggressive Tax Planning

R Hayuningtyas Putinda 09 Jul 2021 Bisnis Indonesia

Sebanyak 9.496 wajib pajak korporasi terpantau melakukan aggressive tax planning atau perencanaan pajak secara agresif sehingga berisiko menggerus potensi penerimaan negara. Berdasarkan data Ditjen Pajak Kementerian Keuangan, praktik tersebut dilakukan pada 2015—2019.Jumlah Wajib Pajak Badan atau korporasi yang diduga melakukan aggressive tax planning dari tahun ke tahun selalu meningkat.Berdasarkan data Ditjen Pajak yang diperoleh Bisnis, pada periode 2012—2016 jumlah korporasi yang diduga melakukan aggressive tax planning sehingga membukukan kerugian fiskal mencapai 5.199 perusahaan. Aggressive tax planning adalah tindakan yang dilakukan oleh wajib pajak untuk mendapatkan keuntungan pajak atau mengurangi maupun mengelak dari kewajiban perpajakannya. Sementara itu, Ditjen Pajak mencatat adanya celah hukum pajak dapat mendorong wajib pajak untuk melakukan aggressive tax planning dengan memperbesar biaya bunga, manipulasi angka yang dilaporkan dalam laporan keuangan (creative accounting), hingga membuat biaya artifisial yang bisa menjadi pengurang pajak.

(Oleh -  HR1)

BUMN Makin Haus Suntikan Modal Segar

Mohamad Sajili 09 Jul 2021 Kontan

Pemerintah berencana menyuntikkan dana segar kepada 12 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada tahun depan. Suntikan modal tersebut diberikan melalui skema Penyertaan Modal Negara (PMN) di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2022. Dalam rapat kerja antara pemerintah dengan Komisi VI DPR, Kamis (8/7), Menteri BUMN Erick Thohir mengajukan anggaran PMN sebesar Rp 72,44 triliun untuk menyuntik 12 perusahaan pelat merah. Anggaran PMN yang diusulkan tersebut nilainya hampir dua kali lipat dari alokasi tahun ini. Dalam APBN 2021, alokasi PMN untuk BUMN hanya senilai Rp 37,4 triliun untuk menyuntik delapan BUMN.

Beberapa BUMN yang diusulkan menerima dana PMN jumbo tahun depan, antara lain PT Hutama Karya sebesar Rp 31,35 triliun untuk melanjutkan penugasan membangun megaproyek Jalan Tol Trans Sumatra. "Penugasan 80%, restukturisasi 6,9%. Jadi kalau kita kumulatifkan 87% adalah hal-hal yang tidak bisa terelakkan, seperti Hutama Karya sendiri ini akan ada PMN sangat besar untuk penugasan," kata Erick. Selain penugasan, pemerintah menyuntik modal kepada bank BUMN untuk penguatan modal inti (tier I) dan memperkuat rasio kecukupan modal (CAR). Dua bank BUMN penerima suntikan modal adalah Bank Negara Indonesia (BNI) senilai Rp 7 triliun dan Bank BTN Rp 2 triliun.

Ekspor Pupuk Diperkirakan Capai 13,7 Miliar Dollar AS Hingga Akhir 2021

Mohamad Sajili 09 Jul 2021 Sinar Indonesia Baru

Kementerian Perdagangan memperkirakan ekspor pupuk akan mencapal 13,7 miliar dolar AS hingga akhir 2021. Optimisme tersebut mengemuka setelah Temu Bisnis Produk Kimia Nasional.

Dengan asumsi ekspor bulanan selama delapan bulan (Mei - Desember) sama dengan realisasi selama empat bulan (Januari - April) maka hingga akhir 2021, ekspor produk kimia diperkirakan mencapai 13-13,7 miliar dolar AS atau meningkat sebesar 27,3-33.4 persen dibandingkan tahun 2020.

Didi menegaskan secara keseluruhan, selama periode 2015 -2020, ekspor produk-produk kimia mengalami tren positif, baik dari sisi nilai dan volume, Tren nilai naik 3,2 persen sedangkan tren volume naik 8,2 persen, Sementara, pada periode Januari - April 2021, nilai ekspornya tumbuh signifikan sebesar 38.1 persen.

Dalam pembukaan, Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Marolop Nainggolan menyampaikan bahwa permintaan impor dunia naik 4,5 persen selama 2016- 2020, sementara tren ekspor indonesia hanya tumbuh 3.2 persen.


Mentan SYL : Stok Beras Surplus dan Tak Perlu Impor

Mohamad Sajili 09 Jul 2021 Surya

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) menegaskan ketersediaan beras nasional saat ini aman sehingga tidak perlu dilakukan impor beras. Bahkan pemerintah tidak pernah ada ingin memberlakukan pajak pertambahan nilai (PPN) terhadap sembako umum yang dikonsumsi masyarakat.

Presiden Jokowi pun sudah tegas mengatakan impor beras itu tidak ada. Bahwa boleh saja orang-orang melempar isu seperti itu. Dan bahkan Pak Presiden katakan dari mana rumor itu. Pemerintah tidak pernah membicarakan rencana impor beras dan kenaikan PPN sembako.

SYL menjelaskan tentang tidak perlu impor beras yakni hingga saat ini Indonesia memiliki cadangan beras yang cukup banyak baik yang ada pada pengendalian langsung Bulog, penggilingan dan pada penanganan pemerintah daerah, Produksi beras pada masa tanam (MT) I tahun 2021 sebesar 17,56 juta ton dan terdapat surplus over stok pada Januari 2020 sebesar 7,39 juta ton. Sementara jumlah konsumsi nasional 14,67 juta ton, sehingga akhirJuni 2021 terdapat surplus beras sebanyak 10,29 juta ton.


Pemerintah Rilis PP Holding Ultra Mikro, Tanggapan Pegadaian

Mohamad Sajili 09 Jul 2021 Tribun Timur

Pemerintah Indonesia resmi merilis Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 73 Tahun 2021 menjadi payung hukum Pembentukan Holding Ultra Mikro (Umi) yang dikelola tiga entitas BUMN yaitu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai induk holding, serta PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM.

Sejalan dengan hal tersebut, Pegadaian menyambut positif terbentuknya Holding UMi. Dalam aturan tersebut menjelaskan tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Bank Rakyat Indonesia Tbk.

Pegadaian akan senantiasa menjalankan perannya dalam mendukung visi pemerintah memacu ekonomi kerakyatan. Kuswiyoto menambahkan, holding ini ke depan akan memberi manfaat yang lebih kepada pelaku usaha di segmen ultra mikro maupun entitas BUMN secara khusus.


Registrasi Nomer Ponsel Masih Dilanggar

Mohamad Sajili 09 Jul 2021 Kompas

Pelanggaran pemakaian nomor layanan prabayar telekomunikasi seluler masih terjadi karena tidak sesuai dengan identitas kependudukan yang sah. Ini berpotensi menyebabkan serangan siber dan mengganggu kinerja industri telekomunikasi seluler.

Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh, Kamis (8/7/2021), menjelaskan, sesuai Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 14 Tahun 2017, calon pelanggan layanan prabayar wajib melakukan registrasi dengan verifikasi nomor induk kependudukan dan nomor kartu keluarga. Identitas itu maksimal digunakan di tiga nomor ponsel pada tiap operator. Hingga 7 Juli 2021, masih ditemukan satu nomor NIK dipakai pada lebih dari tiga nomor ponsel. Ini terjadi pada hampir semua operator.

Waspadai Kelangkaan Kontainer Jilid II

R Hayuningtyas Putinda 08 Jul 2021 Investor Daily, 8 Juli 2021

JAKARTA, Pemerintah, pelaku industri pelayaran, eksportir, dan importir perlu mewaspadai kelangkaan kontainer jilid II. Merebaknya gelombang kedua (second wave) pandemi Covid-19 dapat mendorong negara-negara maju melakukan kembali penguncian wilayah (lockdown). Kondisi itu bisa memicu kelangkaan kontainer seperti tahun lalu, sehingga kegiatan ekspor-impor dan angkutan pelayaran di dalam negeri terganggu. Akibatnya, pemulihan ekonomi nasional bisa terhambat. Kelangkaan kontainer terjadi sejak Juni 2020 dan mencapai puncaknya pada September-Desember 2020, lalu berlanjut ke Januari 2021. Saat itu, biaya muat kapal (freight) ke berbagai negara melonjak 400-600%. Pasokan kotainer sampai sekarang belum normal, meski sedikit membaik. Tarif freight juga masih tinggi, berkisar 50-200% lebih mahal dari kondisi normal. Untuk mengantisipasi kelangkaan kontainer, pemerintah perlu memfasilitasi kontrak angkut para eksportir dan importir dengan operator pelayaran jalur utama (main line operator/MLO), serta memberikan insentif bagi reposisi peti kemas kosong dari daerah surplus ke daerah defisit (empty container repositioning). Pemerintah juga harus memastikan jumlah kontainer di dalam negeri mencukupi dengan menyediakan informasi ekosistem platform pergerakan kontainer kosong secara global.

(Oleh - HR1)

Pilihan Editor