Kemenperin Cari Sumber Tambahan, Defisit Oksigen Medis 575 Ton per Hari
JAKARTA – Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, per 6 Juli 2021, kebutuhan oksigen medis meningkat menjadi 2.333 ton per hari, sedangkan kemampuan pasokan industri nasional hanya 1.578 ton. Artinya, terdapat defisit oksigen medis sekitar 575 ton per hari. “Kemenperin (Kementerian Perindustrian) mendapatkan tugas mencari sumber-sumber oksigen tambahan, baik dari peningkatan kapasitas produksi maupun impor. Saat ini, kami sudah mengamankan suplai sekitar 922 ton oksigen per hari, baik yang didapat dari impor maupun lokal,” jelas Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, akhir pekan lalu. Itu sebabnya,
Menperin berterima kasih kepada perusahaan manufaktur yang menyumbangkan oksigen, seperti Grup Indorama. PT IndoRama Synthetics Tbk dan PT Indorama Ventures Indonesia masing-masing mendonasikan 400 unit dan 200 unit oxygen concentrator. Bantuan tersebut diserahkan oleh Presiden Direktur Indorama Ventures Saurabh Mishra secara simbolis dan virtual kepada pemerintah. Oxygen concentrator merupakan alat yang bisa membantu pasien Covid-19 non-ICU. Alat tersebut dinilai efisien dalam penanganan pasien, karena dapat memproduksi oksigen serta mendistribusikan langsung pada pasien Covid-19 di lokasi perawatan.Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan apresiasi kepada Kemenperin atas dukungannya dalam menyediakan oksigen untuk rumah sakit di Indonesia. Saat ini, terdapat sekitar 74 ribu pasien yang membutuhkan akses oksigen dalam berbagai format. Sekitar 5-10% pasien membutuhkan oksigen dengan tekanan tinggi dalam bentuk ventilator maupun high flow nasal cannula (HFNC).
(Oleh - HR1)
Tags :
#KesehatanPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023