Beli Logam Mulia Mudah dan Aman via Online
Pemerintah akan Lelang SUN
Omzet Erni Naik Dua Kali Lipat
Nunung Raup Belasan Juta dari Jual Air
Menkominfo: Koneksi Ponsel Capai 345,3 Juta, Lampaui Total Penduduk RI
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate menyebutkan jumlah koneksi ponsel di Indonesia mencapai 345,3 juta, lebih banyak dari total penduduk. Pandemi ini membawa perubahan yang masif di semua lini, serta mendorong semua aktivitas dan interaksi beralih ke digital.
Selain itu jaringan internet aktif di Tanah Air tercatat digunakan oleh 200 juta pengguna atau setara dengan 73,3 persen dari populasi Indonesia. Menurut ia, situasi tersebut pun membuat Indonesia menjadi negara kelima terbesar pengguna internet di dunia..
Sebelum adanya pandemi, kata dia, suka tidak suka seluruh dunia harus melakukan digitalisasi karena adanya disrupsi teknologi. Kemudian pandemi pun datang dan mempercepat transformasi digital karena mengakibatkan masyarakat di dunia, termasuk Indonesia baik rakyat biasa maupun unit usaha harus bermigrasi dari aktivitas fisik ke digital. Maka dari itu, Menkominfo, menuturkan sudah terdapat enam arah strategis Indonesia dalam mengakselerasi transformasi digital.
Bulog Bakal Produksi Beras Premium 2022
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso atau akrab disapa Buwas mengatakan Bulog tengah melakukan proses pengadaan beras kualitas premium. Targetnya, mulai awal tahun 2022, Bulog sudah bisa menghasilkan beras kualitas premium.
Jadi kami akan membeli gabah dari petani. Dan kami yakin beras itu akan menjadi beras premium karena mesinnya untuk beras premium. Cost untuk beras medium dan beras premium sama saja.
Dengan begitu Buwas menegaskan tidak akan ada lagi impor beras. Mengingat sudah adanya beras premium yang diproduksi sendiri di dalam negeri.
Bisnis Antar Cepat Buat Laba Melesat
Jakarta - Melihat prospek pertumbuhan kinerja PT Adi Sarana Armada (ASSA) yang cerah karena berkembangnya bisnis logistik saat pandemi. ASSA yang bergerak di bisnis mobilitas dan logistik, berhasil melanjutkan pertumbuhan kinerja positif di semester I-2021. Analis memproyeksikan segmen bisnis logistik Anteraja milik ASSA akan menyokong pertumbuhan kinerja ke depan. Segmen bisnis yang paling besar terhadap pendapatan ASSA adalah segmen logistik, melalui anak usaha PT Tri Adi Bersama (Anteraja).
Bisnis antar cepat alias delivery express tersebut mengalami pertumbuhan kinerja yang signifikan, yakni naik hingga 269,9%. Segmen ini menyumbang pendapatan sebesar Rp 982,3% miliar, 46,6% dari total pendapatan ASSA. Belum lama ini, ASSA juga resmi menggandeng platform transportasi online PT Grab Teknologi Indonesia (Grab). Kerjasama ini dilakukan untuk menjangkau lebih banyak masyarakat dengan memberikan layanan pengiriman ke seluruh cakupan wilayah Anteraja di seluruh Indonesia melalui aplikasi Grab.
Butuh Roadmap Komplit Hidup Normal Saat Covid
Pemerintah akan membuka enam sektor yang berkaitan dengan aktivitas masyarakat dalam rangka hidup normal bersama Covid-19 dengan syarat wajib vaksin. Enam sektor ini adalah perdagangan, perkantoran/kawasan industri, transportasi, pariwisata, keagamaan, dan pendidikan.Juru Bicara Menteri Koordintor bidang Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi mengatakan, saat ini aturan terkait peta jalan (roadmap) hidup normal untuk enam sektor ini sedang disusun.
(Oleh - HR1)Tren Transaksi Online Merchant OVO Tumbuh 76%
Tren berbelanja menggunakan platform digital untuk keperluan sehari-hari di masa pandemi COVID-19 kian meningkat.
Tren ini berbanding lurus dengan kinerja OVO sebagai salah satu platform pembayaran digital, rewards dan layanan finansial terdepan di Indonesia. OVO mencatat kenaikan sebesar 76 persen pada jumlah transaksi online merchant di semester I tahun 2021 ini.
Semua memahami pandemi ini memang menyulitkan, namun dukungan dan kepercayaan masyarakat, OVO tetap bisa mencatatkan kenaikan kinerja. OVO juga terus memberikan berbagai kemudahan dalam bertransaksi untuk memenuhi berbagai kebutuhan para pengguna.
Hal ini sejalan dengan pengguna cenderung melakukan transaksi secara online. Misalnya, berbelanja kebutuhan sehari-hari, pembayaran digital atau tagihan dan hiburan. Hingga kini OVO melayani lebih dari 270 juta masyarakat.
Peluang Akselerasi Ekspor Serat Rayon ke India
Directorate General of Trade Remedies India pada 31 Juli lalu merekomendasi untuk tidak lagi mengenakan bea masuk antidumping (BMAD) terhadap bahan baku pembuatan tekstil, yakni serat rayon atau viscose fiber, asal Indonesia. Sekretaris Jenderal Asosiasi Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI), Redma Gita Wirawasta, menilai India merupakan pasar yang sangat penting bagi serat rayon Indonesia.
Menurut dia, potensi besar produk serat rayon di India ditopang oleh kekurangan pasokan akibat ekspansi industri pemintaan. Dampaknya, kebutuhan serat rayon akan naik cukup besar, termasuk dari Indonesia. Redma menjelaskan, industri dalam negeri selalu menjunjung tinggi asas kejujuran dalam melakukan perdagangan dengan negara mana pun.
Direktur PT Asia Pacific Rayon, Basrie Kamba, berujar kapasitas produksi serat rayon di dalam negeri sebenarnya diprioritaskan untuk memasok kebutuhan dalam negeri yang meningkat setiap tahun. Namun mengamankan pasar ekspor juga sangat penting karena nilai ekspor serat rayon Indonesia setiap tahun sekitar US$ 400 juta.
Direktur Keuangan PT South Pacific Viscose, Rahadian Ratmawijaya, menyatakan India merupakan pasar yang sangat penting bagi rayon Indonesia, sehingga keputusan ini akan membantu produsen lokal mengamankan pasar ekspor. Kapasitas produksi pemintalan di India mencapai lebih dari 40 juta mata pintal atau 4 kali lipat lebih banyak dibanding Indonesia.









