Infrastruktur Dahulu, Proyek Lintas Sektor Kemudian
Lembaga Pengelola Investasi (LPI) terus memburu peluang investasi untuk jenis proyek selain jalan tol. Juru bicara LPI, Masyita Crystallin, mengatakan sasaran pendanaan sejumlah pemodal yang sudah bermitra dengan LPI masih akan terbatas pada bisnis infrastruktur, setidaknya hingga akhir kuartal ketiga 2021. “Tapi total ada sembilan area yang menjadi fokus penawaran LPI, dan masih terus kami kembangkan,” ucapnya kepada Tempo, kemarin. Setelah disuntik modal awal sebesar US$ 1 miliar atau sekitar Rp 15 triliun dari pemerintah Indonesia, LPI sudah memancing peluang permodalan untuk proyek jalan tol hingga US$ 3,75 miliar dari tiga investor global. Tiga investor itu adalah Caisse de dépôt et placement du Québec asal Kanada, APG Asset Management dari Belanda, serta Abu Dhabi Investment Authority asal Uni Emirat Arab. Namun belum ada publikasi perihal rincian proyek yang akan didanai. Pada Mei lalu, LPI pun diketahui menjajaki kerja sama dengan beberapa BUMN, seperti Grup Telkom dan PT Pertamina (Persero).
Direktur Center of Economic and Law Studies, Bhima Yudhistira Adhinegara, menyarankan LPI tidak hanya berfokus menawarkan sektor yang tingkat persaingannya sudah menjenuhkan, seperti infrastruktur. Merujuk pada laporan InfraSAP, Bhima menilai proyek infrastruktur kurang diminati karena tingkat pengembalian investasinya kecil. Laporan InfraSAP merupakan analisis Bank Dunia mengenai sejumlah kendala yang menyebabkan pendanaan infrastruktur komersial dan swasta berkurang.
(Oleh - HR1)
Tags :
#InfrastrukturPostingan Terkait
Anggaran 2025 Terancam Membengkak
Proyek Hilirisasi US6 Miliar Segera meluncur
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023