Tanaman Kayu Manis Terancam Punah
PALEMBANG, SRIPO - Sejauh ini keberadaan pohon kayu manis, tidak begitu diperhatikan masyarakat dan bukan menjadi tanaman unggulan. Selain butuh 10 tahun untuk bisa mengambil kulit kayunya, pohon jenis ini hanya dijadikan pembatas lahan. Namun begitu harga kayu manis meledak hingga dihargai Rp 50.000 - Rp 75.000 perkilogram (Kg), barulah jadi perhatian. Bahkan, penjarahan kayu manis terjadi di Kabupaten OKU Selatan. Selain itu ketika panen, dilakukan warga dengan sistem tebang habis.
Penelusuran sripo di OKU Selatan, Kamis (23/9/2021) khususnya di wilayah Kecamatan Sindang Danau dan Sungai Are tidak ditemukan adanya pemberdayaan atau pembibitan pohon kayu manis. Pohon jenis ini hanya ditanam sebagai pembatas lahan, dan cara panennya dilakukan dengan cara tebang habis sehingga semakin lama, pohon kayu manis terus berkurang sehingga langka. Satu pohon didapatkan kulit kayu manis sebanyak 20 - 60 Kg. Untuk penanaman kembali dibutuhkan waktu 8 - 10 tahun. Makanya, warga setempat lebih memilih menanam karet dan kopi, di bandingkan kayu manis. "Jika panen, kami biasa menebangnya. Setelah itu, tidak ditanam lagi. Pohon ini pohon hutan," kata Fajeri (45), warga Kecamatan Sungai Are, yang mengaku pohon kayu manisnya habis dijarah pencuri.
Pasca terjadi penjarahan, sejumlah warga di dua kecamatan tersebut melakukan percepatan panen sehingga banyak kayu pohon manis di tebang. Kondisi inilah yang menyebabkan, tanaman kayu manis terancam punah.
Bahkan pantauan di pasar lokal di Muaradua, sejumlah pedagang mengaku kesulitan pendapatkan stok kayu manis. "Banyak yang langsung menjual ke pedagang pengumpul. Mereka lebih memilih menjual ke Jawa, katanya untuk kebutuhan industri obat herbal yang memang lagi mencari stok kayu manis," Ruslan, seorang pedagang lokal.
Sementara pedagang bumbu rempah di Kota Baturaja (OKU) mulai mengeluhkan tingginya harga kayu manis, saat ini harga di tingkat petani sudah menyentuh angka Rp 75.000 - Rp 80.000/kg. Sebelumnya masih dikisaran Rp 50.000/kg yang dibeli dari petani kayu manis asal Danau Ranau Kabupaten OKU Selatan. Seperti dituturkan Yugus (31). Agen kayu manis yang ditemui toko bumbu rempah-rempah di Pasar Baru Baturaja, Kamis (23/9/2021) menyebutkan, dari tingkat petani sudah mematok harga Rp 75.000/ kg. "Saya barusan telepon langganan saya di Ranau, harganya sudah Rp 75.000/kg," kata agen kayu manis di Pasar Baru Baturaja.
Menurut ayah dua anak ini, stok kayu manis di tokonya memang masih cukup banyak untuk menyuplai pedagang bumbu dapur. Semua pedagang bumbu dapur di Pasar Baru Baturaja sebagian besar beli kayu manis dari tokonya.
Pelengkap Bumbu Yugus sendiri mengaku masih menyetok skeitar 5 kg kayu manis. Biasanya jumlah ini habis dalam beberapa bulan, sebab kebutuhan kayu manis untuk pelengkap bumbu biasanya hanya sedikit dan tidak semua jenis masakan menggunakan kayu manis. Beda halnya bila menyambut lebaran atau musim sedekah baru banyak yang mau membeli kayu manis.
Menurut agen kayu manis di Pasar Baru Baturaja ini kayu manis lebih banyak di borong pembeli untuk obat herbal dibandingkan untuk bumbu pelengkap masakan. Belakangan ini kata agen kayu manis, banyak pembeli yang datang untuk membuat ramuan obat herbal. Yugus mengaku tidak tahu persis apa penyebab melambungnya harga kayu manis di pasaran. Kayu manis yang dijual di Toko bumbu Yugus, didatangkan dari Ranau Kabupaten OKU Selatan. Sedangkan Kabupaten OKU fidak ada yang menanam kayu manis mungkin karena cuacanya dan tanahnya yang tidak mendukung.
Di Kota Palembang, seorang pedagang bernama Udin (34) membenarkan suplai kayu manis di Palembang saat ini berkurang, dan harganya kini cukup tinggi. "Saya dapat informasi, kayu manis dari Ranau dan Pagaralam semua lari ke Jawa untuk menyuplai industri obat herbal dan jamu," katanya.
Ikan Sehat dengan Pakan Larva Lalat
Banyak orang merasa geli bila melihat maggot. Namun tahukah kamu kalau maggot (Hermetia illucens) alau larva lalat Black Soldier Fly (BSF) bisa dimanfaatkan untuk pakan ikan, dengan mensubtitusi pakan komersil yang dimana saat ini semakin hari terus naik harganya. Peningkatan harga pakan ikan khususnya pakan ikan Lele pun dirasakan oleh Mahdi selaku praktisi/ ketua kelompok pembudidaya di Desa Sukamenang, Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim.
"Jadi di kelompok pembudidaya Desa Sukamenang ini khususnya budidaya ikan Lele, terkendala pakan yang semakin mahal, ditambah masih rendahnya kelangsungan hidup ikan budidaya kami," beber Mahdi. Harga pakan komersil yang semakin meningkat, ditambah masih rendahnya kelangsungan hidup ikan Lele di desa tersebut, maka tim dosen Universitas Sriwijaya yang diketuai oleh Tanbiyaskur SPi MSi merupakan dosen dari Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Unsri bersama anggotanya membantu masyarakat mensubtitusi pakan ikan dengan maggot dan probiotik.
"Jadi kegiatan Pengabdian kami kepada masyarakat ini mengatasi dua permasalahan yang terdapat di kelompok pembudidaya ikan. Masalah pertama yaitu kesulitan budidaya karena harga pakan komersil yang terus mengalami kenaikan, sehingga perlu adanya subtitusi pakan untuk mengurangi biaya produksi dan kelangsungan hidup ikan yang rendah," jelas Tanbiyas kur, Kamis (23/9/2021).
Pemberian maggot sendiri sangat bagus untuk mensubtitusi, pakan komersil. "Manfaat pemberian maggot kepada ikan pun banyak, karena kandungan didalam maggot ini bagus untuk ikan, di antaranya maggot bisa meningkatkan daya tahan tubuh ikan, mempercepat pertumbuhan, mempercepat kematangan gonad dan memperbaiki kualitas warna ikan," bebernya.
Masalah yang kedua adalah masih rendahnya kelangsungan hidup ikan, sehingga perlu adanya teknologi untuk meningkatkan kelangsungan hidup ikan yaitu dengan pemberian probiotik pada pakan. "Kombinasi maggot dan probiotik merupakan upaya yang tepat untuk mengatasi masalah petani pembudidaya Ikan Tunas Harapan yang di ketuai oleh Bapak Mahdi," jelasnya.
Tanbiyaskur menambahkan sifat probiotik dari bakteri yang menguntungkan bagi ikan juga dapat menekan pertumbuhan bakteri jahat (pathogen). Dengan probiotik, maka ikan menjadi lebih sehat, bisa membantu proses penyembuhan ikan yang sakit, dan menjaga kualitas air agar optimal bagi kehidupan ikan budidaya.
Sementara itu, kegiatan pengabdian dihadiri dan disambut langsung oleh unsur pemerintahan Desa Sukamenang yaitu Firdaus, selaku Kepala Desa dan Ahmad Zalawi selaku Sekretaris Desa Sukamenang serta Ketua dan anggota kelompok Tani Tunas Harapan Desa Sukamenang kecamatan Gelumbang. Usai kegiatan pengabdian berupa penyuluhan nantinya tim pengabdian ini akan ada kegiatan lanjutan yaitu berupa pendampingan mulai dari budidaya maggot dari perawatan imago (induk lalat) yang menghasilkan telur.
Penetasan maggot, pembesaran maggot sampai aplikasinya pada pemberian ke ikan lele serta kombinasinya dengan probiotik untuk meningkatkan produksi budidaya ikan lele dan mengurangi biaya produksi sehingga diharapkan dapat meningkatkan keuntungan petani pembudidaya ikan di kelompok tani Tunas Harapan Desa Sukamenang Kecamatan Gelumbang.
Bersiap Pungut Pajak Karbon
Jakarta - Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat segera merampungkan aturan mengenai pajak karbon, yang masuk Rancangan Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (RUU KUP). DPR dan pemerintah sepakat mengatur pajak karbon dalam RUU KUP sebagai bukti komitmen Indonesia dalam menjaga lingkungan. Indonesia berpartisipasi dalam Perjanjian Paris, yang mewajibkan pengurangan emisi gas rumah kaca 29 persen dengan usaha sendiri dan 41 persen melalui dukungan internasional pada 2030. Indonesia juga sudah berkomitmen untuk mencapai nol emisi karbon pada 2060.
Pengenaan pajak karbon tanpa dukungan energi bersih akan mendistorsi sektor industri. Sebab, industri tidak memiliki alternatif energi, sehingga mau tidak mau akan terus menggunakan energi fosil. Risikonya adalah perpindahan aktivitas ekonomi ke negara yang tidak menerapkan pajak karbon. Pajak karbon bisa mempengaruhi biaya produksi industri. Dengan penerapan tarif moderat US$ 25 per ton CO2, kenaikan terbesar akan dialami sektor listrik dan gas, yaitu sebesar 29,34 persen. Industri pertambangan dan penggalian akan menghadapi kenaikan biaya 25,04 persen.
Peluang Bisnis dari Hajatan Akbar G20
Jakarta - Para pengelola bisnis perhotelan dan lokasi pertemuan (meeting, incentive, convention, and exhibition/MICE) menyambut baik potensi melonjaknya jumlah pengguna jasa dari rangkaian acara Konferensi TIngkat Tinggi G20 di Indonesia pada akhir tahun depan. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengatakan lembaganya diminta mempersiapkan kegiatan tambahan bagi delegasi G20. Kementrian Pariwisata menangani 3 dari 11 kelompok kerja yang dibagi pemerintah untuk acara tambahan.
Di samping menggencarkan vaksinasi, Kementrian Pariwisata menggenjot sertifikasi kenyamanan dan kebersihan (cleanliness, health, safety, and environment sustainability/CHSE) di seluruh destinasi pariwisata nasional. Diharapkan bisa meloloskan sekitar 6.200 usaha hingga akhir tahun ini. Industri hotel di lokasi kegiatan G20 bisa meraup pendapatan tiga kali lipat dari kondisi normal.
Duet Pajak dan Perdagangan Karbon
Jakarta - Pemerintah tak hanya menerapkan pajak karbon sebagai instrumen pengurangan emisi gas rumah kaca. Mekanisme perdagangan karbon juga sedang dalam pertimbangan untuk diterapkan. Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral telah menguji coba perdagangan karbon khusus di subsektor ketenagalistrikan mulai Maret lalu.
PLN berharap program perdagangan karbon ini bisa berlanjut. Perusahaan tengah menyiapkan kerangka kebijakan dan mekanisme internal untuk mendukung berjalannya program tersebut. Tarif pajak karbon yang ditetapkan dalam UU KUP nanti secara tidak langsung menjadi harga dasar perdagangan karbon ketika pasar di dalam negeri sudah berkembang. Namun pemerintah perlu berhati-hati dalam menerapkan kebijakan pajak dan perdagangan karbon. Perdagangan karbon lokal penting dibuat lantaran selama ini skema perdagangan karbon yang diikuti entitas dalam negeri merupakan hasil kerja sama dengan negara lain. Artinya, penurunan emisi yang sudah dilakukan entitas di dalam negeri dklaim oleh negara lain.
Mengurangi Dolar AS, Memperbanyak Mata Uang Lokal
Jakarta - Perbankan nasional terus menggencarkan pemanfaatan transaksi menggunakan mata uang lokal atau local currency settlement (LCS) dalam transaksi perdagangan, pembayaran jasa, dan investasi. Hal itu sejalan dengan langkah Bank Indonesia selaku otoritas pembayaran dan moneter yang mendorong perluasan serta pengembangan strategi diversifikasi. Saat ini, kerja sama LCS yang telah berlangsung adalah kerja sama dengan Malaysia (ringgit), Thailand (baht), dan Jepang (yen).
Produk LCS dapat digunakan untuk transaksi perdagangan barang antarnegara serta pembayaran jasa, seperti biaya rumah sakit dan pendidikan. Pemanfaatan LCS oleh nasabah terus meningkat meski di tengah masa pandemi Covid-19. BCA mencatat transaksi LCS terus naik sejak diimplementasikan, dengan pertumbuhan lebih dari 10 persen dibanding pada 2020. Bank Indonesia pun menemukan sejumlah tantangan dalam pelaksanaan skema LCS di lapangan. Tak mudah menarik minat pelaku usaha agar memanfaatkan fasilitas LCS yang sudah disediakan. Terlebih, masih banyak pengusaha yang memiliki kewajiban mengimpor bahan baku menggunakan mata uang dolar AS.
Banjir Insentif untuk Vaksin Merah Putih
Jakarta - Kementerian Perindustrian memberikan insentif untuk mempercepat pengembangan vaksin Merah Putih. Insentif diberikan mulai dari proses riset hingga produksi. Salah satu insentif tersebut berupa keringanan pajak. Pemerintah memiliki program super-deductive tax yang ditujukan untuk membantu perusahaan yang melakukan riset di dalam negeri. Setelah vaksin Merah Putih siap masuk dapur produksi, pemerintah juga akan menyiapkan insentif investasi.
Kandidat potensial lainnya adalah bibit vaksin berbasis sub-unit protein rekombinan yang dikembangkan oleh Lembaga Eijkman bersama PT Bio Farma (Persero). Namun kedua instansi masih melakukan optimasi bibit vaksin. Percepatan pengembangan vaksin di beberapa negara tak lepas dari dukungan regulator. Pemerintah Amerika Serikat dan Cina memberi dukungan dengan cara membeli vaksin meski produknya belum rampung. Selain kepastian penyerapan produk, diharapkan pemerintah melepaskan vaksin Merah Putih dari pungutan pajak. Daya ungkit dari vaksin akan sangat besar untuk perekonomian. Dengan vaksin, pandemi Covid-19 bisa terkendali sehingga kegiatan ekonomi tak lagi terganggu.
Industri Agro Kembali Menggeliat, Pacu Pasokan Bahan Baku Lokal
Industri agro berhasil mencatatkan capaian positif meski di tengah tekanan ekonomi pandemi. Namun demikian, momentum pemulihan di sektor agro juga diiringi tantangan krusial yakni ketersediaan bahan baku lokal. Dalam kaitan itu, pemerintah tetap memantau serius geliat industri ini yang kembali berdenyut setelah terpukul cukup hebat pandemi Covid-19 melanda Indonesia, di mana sekitar 70% dari total pemain di sektor agro masuk kelompok kritikal. Alhasil, mereka mendapat jaminan operasional penuh selama masa PPKM dengan harapan mampu menggerek kinerja industri hingga akhir tahun.
Ahmad Heri Firdaus, peneliti di Pusat Industri, Perdagangan, dan Investasi Indef, mengatakan Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai peningkatan impor bahan baku sebesar 30% merupakan sinyal bahwa masih ada ketimpangan dalam struktur industri agro. Contohnya, menurut dia, industri pemanis yang telah beralih dari gula ke jagung, lebih banyak mendatangkan bahan baku dari luar negeri. Industri minuman yang banyak mengimpor konsentrat buah seperti mangga jambu, misalnya, seharusnya dapat menyerap pasokan dari dalam negeri mengingat Indonesia sebagai negara tropis penghasil buah-buahan.
Pemerintah daerah khususnya harus segera merancang sejumlah kebijakan untuk menekan kerumunan yang diakibatkan oleh membludaknya masyarakat yang datang ke destinasi wisata, tetapi juga pengelola yang selama ini harus menelan kerugian akibat pandemi Covid-19 yang berkepanjangan. Apakah kalian masuk katagori yang sudah tak sabar ke rumah untuk sekedar nongkrong di kafe atau liburan ke luar kota? Jangan lupa, selalu patuhi protokol kesehatan dan lakukan vaksinasi sehingga bisa menikmati liburan dengan tenang. (yetede)
Konsumen Digital, RI Dominasi Pasar Asia Tenggara
Facebook & Bain Company memperkirakan jumlah konsumen digital di Asia Tenggara pada akhir tahun ini mencapai 350 juta, dengan 47,2% atau sebanyak 165 juta berasal dari Indonesia. Country Director untuk Facebook di Indonesia Pieter Lydian mengatakan bahwa jumlah konsumen Indonesia yang pada 2020 hanya mencapai 144 juta diproyeksi meningkat 14,5% pada akhir 2021. Menurutnya, proyeksi ini mengacu survei Facebook dan Bain & Company kepada sekitar 16.700 konsumen digital lain dan wawancara dengan lebih dari 20 chief experince officer (CXO) di enam negara di Asia Tenggara, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.
Lyndian menjelaskan konsumen di Indonesia tidak hanya berbelanja lebih banyak lewat kanal daring, seperti yang diperkirakan pada 2020, juga makin banyak yang menggunakan platform daring untuk melakukan pembelian. "Melihat belanja daring konsumen Indoensia dan gaya hidup digital yang makin berkembang, sangatlah penting bagi untuk mengatur kembali strategi untuk berinteraksi dengan konsumen," katanya dalam siaran pers, Kamis (16/9). CEO Tokopedia William Tanuwijaya mengatakan Tokopedia telah memiliki lebih dari 100 juta pengguna aktif dan 11 juta lebih penjual, dengan 94% diantaranya merupakan pedagang ultra mikro.
"Pebisnis baru ini tadinya tidak memiliki usaha dan usaha terbarunya adalah penjualan e-commerce,"kata William di DPR, Rabu (15/9). William menjelaskan Tokopedia juga mencatat Bali, Yogyakarta, dan Jakarta menjadi kota dengan jumlah peningkatan jumlah pelaku usaha tertinggi di Tokopedia yang masing-masing mencapai 66%, 42%, dan 28,3%. Selain itu, CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin mengatakan sekitar 63,2% dari total populasi Indonesia telah mengakses internet. Hal ini juga membuka pasar Indonesia, Bukalapak juga mencatat pendapatan senilai US$95,4 juta pada 2020. Jumlah pengguna terdaftar mencapai 104,9 juta pada akhir 2020. (yetede)
Stimulus Industri, Insentif Vokasi Minim Atensi
Kendati telah berlangsung selama 2 tahun, pemanfaatan insentif super tax deduction atau fasilitas pemotongan pajak untuk kegiatan vokasi masih sangat rendah. Hal itu tercermin dari data Ditjen Pajak Kementerian Keuangan yang hingga 31 Agustus 2021 terdapat hanya 42 wajib pajak yang memanfaatkan fasilitas tersebut. Selain itu, hanya terdapat 429 perjanjian kerja sama yang terjalin selama insentif diberikan, dengan melibatkan sebanyak 383 lembaga vokasi.
Asisten Deputi Peningkatan Produktivitas Tenaga Kerja Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian Yulius mengatakan minimnya minat ini disebabkan para pelaku usaha yang khawatir administrasinya perpajakannya akan dipantau ketat saat menggunakan insentif tersebut. "Masih ada perusahaan-perusahaan yang takut kalau insentif pajak ini diberlakukan nanti pajak-pajaknya akan diutak-atik oleh Dirjen Pajak," kata dia, Kamis (16/9). Menurutnya, pemerintah telah meyakinkan para pelaku industri bahwa keikutsertaan dalam insentif vokasi tidak akan membuat pajak perusahaan diutak-atik pajak.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Bidang ketenagakerjaan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Adi Mahfuz Wuhadji mengkonfirmasi bahwa insentif super tax deducation memang menjadi momok bagi para pengusaha. Ketakutan ini disebabkan dari pengalaman sebelumnya, dimana tatkala wajib pajak memanfaatkan insentif maka ada konsekuensi yang diterima yakni kesediaan untuk mengikuti proses yang panjang dari petugas pajak. (yetede)









