;

Pembiayaan APBN : Waspada Dampak Lanjutan Efek Evergrande

Hairul Rizal 24 Sep 2021 Kontan

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan pemerintah mewaspadai dampak yang ditimbulkan akibat gagal bayar perusahaan asal China yakni Evergrande terhadap perekonomian Indonesia. Menurut Menkeu, situasi tersebut menyebabkan risiko baru dalam stabilitas sektor keuangan di China yang berpotensi berimplikasi pada mitra dagangnya, termasuk Indonesia. Hal ini mengingat Evergrande merupakan perusahaan konstruksi kedua terbesar di China.


Begini Pandangan Fraksi di DPR Soal Penerapan GAAR

Administrator 24 Sep 2021 DDTC News
JAKARTA, DDTCNews - Mayoritas fraksi di Komisi XI memberikan dukungan penuh terhadap rencana penerapan general anti avoidance rule (GAAR) yang tertuang pada RUU Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP). Dari total 9 fraksi pada Komisi XI, hanya fraksi Partai Golkar dan Partai PDIP yang memberikan catatan khusus atas rencana penerapan GAAR. "Mengkaji kembali skema penerapan GAAR agar tidak semua kegiatan tax planning teridentifikasi sebagai penghindaran pajak," sebut fraksi Golkar dalam Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU KUP, dikutip pada Jumat (24/9/2021). Menurut Golkar, penerapan GAAR berpotensi menimbulkan sengketa pajak baru akibat adanya kewenangan dirjen pajak untuk melakukan subjective judgement meski GAAR akan diperinci melalui Peraturan Pemerintah (PP). Golkar memahami upaya pemerintah dalam memerangi aggressive tax planning. Meski demikian, Golkar menilai GAAR bisa memunculkan aggressive tax collection lantaran mengedepankan prinsip substance over form. "DPR perlu mendorong PP yang mengatur lembaga/komite independen yang berwenang menilai dan menentukan penerapan prinsip substance over form," tulis Golkar dalam DIM RUU KUP. Sementara itu, PDIP memandang ketentuan GAAR pada RUU KUP sebaiknya dihapus. Menurut PDIP, GAAR bisa dimaknai sangat luas sehingga berpotensi meningkatkan sengketa dan rawan disalahgunakan. Sebagai informasi, pemerintah mengusulkan GAAR pada RUU KUP sehingga otoritas pajak dapat mengoreksi transaksi wajib pajak yang bertujuan untuk mengurangi, menghindari, atau menunda pembayaran pajak, yang bertentangan dengan maksud dan tujuan dari ketentuan perpajakan. (rig)

Kembangkan Songket, Bangkitkan Ekonomi

Fadilla Anggraini 24 Sep 2021 Sumatera Ekspres

KAYUAGUNG - Potensi lokal dinilai mampu mendorong perekonomian di OKI. Untuk itulah, kain tenun songket asal Desa Pematang Buluran Kecamatan Sirah Pulau Padang akan dikembangkan. 

Ketua TP PKK OKI HJ Lindasari Iskandar SE mengatakan, pengembangan produk lokal ini perlu dilakukan karena memiliki prospek menjanjikan. Kain tenun songket ini hasilnya sangat bagus. katanya, kemarin (23/9),

Linda optimis potensi ekonomi lokal ini mampu mendorong pemulihkan ekonomi. "Dengan ragam kekayaan warisan leluhur yang dimiliki setiap daerah, pengaruh positif yang diharapkan dapat tercapai. Bukan hanya dari segi ekonomi kreatif saja. melainkan juga pelestarian akan identitas budaya bangsa" jelasnya. Selain memantau sentra ekonomi, TP PKK OKI juga memantau layanan kesehatan di pedesaan. Seperti program pelayanan KB gratis dan pemeriksaan IVA test bagi ibu rumah tangga di Kecamatan Sirah Pulau Padang.

Camat Sirah Pulau Padang, Syawal Harahap MSi mengaku, produk kain tenun songket ini cukup banyak dibuat warga lokal. "Biasanya dibawa pada kegiatan pameran harganya juga tinggi karena proses pembuatannya tidak mudah" ujarnya.

Harga Kopi Pagaralam Terkerek Naik

Fadilla Anggraini 24 Sep 2021 Tribun Sumsel

PALEMBANG, TRIBUN - Harga kopi asal Pagaralam, Sumatera Selatan, terkerek naik sejak beberapa bulan terakhir karena dipengaruhi tingginya permintaan seiring dengan semakin populernya kopi dari daerah ini.

Kristian Tri Purnomo (38), petani kopi yang dihubungi dari Palembang, Rabu (22/9), mengatakan, saat ini harga biji Kopi Pagaralam untuk petik 'pelangi' Rp 20.000 per kilogram atau naik dari Rp 17.000 -18.000 per kilogram. Sementara untuk petik merah seharga Rp 34.000 perkilogram.

Dengan kenaikan harga ini terutama untuk biji kopi (green bean) petik merah, menurutnya, petani kopi semakin bersemangat untuk menyasar pasar ekspor biji kopi premium yang menawarkan harga lebih tinggi dibandingkan pasar lokal.

"Ada perbedaan yang cukup jauh sehingga saat ini banyak petani yang tertarik," kata dia.

Hanya saja, belum seluruh petani kopi di Pagaralam mau menjual produk premiun lantaran mereka harus mengubah kebiasaan dalam kegiatan setelah panen.

Pembeli menerapkan aturan yang cukup ketat terkait kegiatan usai panen ini mengingat produk biji kopi ini akan diekspor ke luar negeri.

Abdurahman Are, petani kopi lainnya, mengatakan biasanya dalam dua pekan, petani sudah mendapatkan uang dari pengepul, kini dengan metode pengolahan setelah panen secara higienis itu maka mereka harus menunggu hingga 30 hari.

"Masih banyak yang belum mau berubah, tapi sudah banyak juga yang mau ikut karena harganya lebih mahal," kata dia.

Eksportir kopi, Rudi Mickhael mengatakan dirinya memperkirakan harga Kopi Pagaralam ini bakal terus merangkak naik pada masa datang, apalagi sudah mendapatkan pengakuan internasional pada kontes kopi dunia AVPA (Agency for the Valorization of the Agri cultural Products) Gourmet Product tahun 2020 di Paris, Prancis.

Saat ini, permintaan terhadap Kopi Pagaralam semakin meningkat terutama dari sejumlah negara Asia dan Eropa.

"Saat ini saya sudah dapat order China dan Taiwan. Begitu juga dari Rusia dan Jepang yang minta dikirimkan sampelnya," kata dia.

PTBA Bukukan Laba Bersih Rp 3,58 T

Fadilla Anggraini 24 Sep 2021 Tribun Sumsel

JAKARTA, TRIBUN - PT. Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatat laba bersih hingga Agustus 2021 sebesar Rp 3,58 triliun dengan pendapatan sebesar Rp 15,91 triliun.

"Pendapatan sampai dengan Agustus kita sudah bisa membukukan sebesar Rp 15,91 triliun, di mana laba bersih perusahaan telah mencapai Rp 3,58 triliun," ujar Direktur Utama Bukit Asam Suryo Eko Hadianto dalam acara daring Business Performance Excellence Awards (BPEA) 2021 di Jakarta, Kamis (23/9).

Suryo menambahkan perolehan laba bersih hingga Agustus 2021 itu sudah melampaui kinerja laba bersih Bukit Asam selama setahun pada 2020 sebesar Rp 2,4 triliun.

"Masuk di tahun 2021 dengan perencanaan dan pengelolaan yang lebih baik, serta kita memiliki pengalaman di tahun 2020 bagaimana menghadapi kondisi COVID-19, maka sampai dengan Agustus tahun ini bisa terlihat volume penjualan telah mencapai 18,21 juta ton dan diperkirakan hingga akhir tahun bisa mencapai sekitar 30 juta ton," katanya.

Kemudian volume produksi Bukit Asam hingga Agustus 2021 telah mencapai 19,6 juta ton dan diestimasikan pada akhir tahun ini bisa mencapai sekitar 30 juta ton.

Sedangkan untuk volume angkutan sampai Agustus 2021 sudah mencapai 16,5 juta ton dan Bukit Asam memperkirakan hingga akhir tahun ini bisa menca pai sekitar 29 juta ton.

Sebelumnya BUMN pertambangan itu meraih laba Rp 1,8 triliun pada semester I 2021 atau meningkat 38% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Direktur Utama PTBA Suryo Eko Hadianto mengatakan peningkatan laba itu dipicu oleh perbaikan kondisi ekonomi secara global sehingga terjadi peningkatan permintaan terhadap batu bara. Kondisi ini berdampak positif terhadap harga batu bara, yang mana pada awal tahun hanya 50 dolar AS per ton menjadi 134,7 dolar AS pada Juni 2021.

Perbaikan harga ini sejalan juga dengan peningkatan produksi PTBA, karena pada semester I bisa memproduksi sekitar 13,3 juta ton. Dengan demikian, Bukit Asam optimistis pada akhir tahun bisa mencapai target 30 juta ton.

Label Artis tak Jaminan Usaha Langsung Sukses

Fadilla Anggraini 24 Sep 2021 Tribun Sumsel

MERINTIS usaha biasanya butuh waktu dan perjuangan tidak serta merta langsung sukses dan diterima masyarakat luas. Hal ini juga dirasakan oleh artis Ussy Sulistiawati yang sejak beberapa tahun lalu terjun kedunia bisnis. Dia merasakan benar bagaimana selektifnya konsumen memilih produk yang ada di pasaran.

Ussy bersyukur UMKM saat ini banyak kemudahan dalam berusaha. Berbeda dengan saat dia merintis usaha dulu. Embel-embel artis menurutnya bukan jaminan sukses memulai usaha karena konsumen sekarang pintar dan juga mementingkan kualitas bukan cuma popularitas saja.

"Bersyukur banget UMKM sekarang mau usaha digital ada pelatihan gratis dan dibimbing sampai bisa, dulu saya bingung belajar dengan siapa tidak ada tempat bertanya jadi otodidak saja dan terus inovasi dan koreksi dari saran juga kritik dan keinginan konsumen," katanya saat menjadi narasumber BRI Shop Master Class, Kamis (23/9/2021).

Ussy juga bercerita bagaimana bisnis juga ikut bertransformasi dari offline menjadi online karena pandemi mengubah pola dan kebiasaan beraktivitas sehari-hari hingga kebiasaan belanja.

Menurutnya justru menjadi artis harus berjuang ekstra menyakinkan masyarakat agar mau membeli produk atau jasa yang ditawarkan karena masyarakat kadang menganggap artis hanya diendorse untuk iklan atau hanya sebagai brand ambassador saja.

Padahal Ussy memiliki usaha sendiri baik kuliner, kosmetik dan juga properti yang dia jalankan bukan endorse atau cuma bintang iklan atau duta produk saja.

Direktur Konsumer BRI Handayani mengatakan kehadiran BRI shop master class untuk mengedukasi dan meningkatkan penetrasi para pelaku usaha atau merchant yang selama ini telah bekerjasama dengan BRI.

Menghadapi perubahan kebiasaan masyarakat di era digital dan kemajuan industri digital 4.0, menghadirkan berbagai kemudahan dan peluang bagi para pelaku bisnis untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Digitalisasi menciptakan disrupsi transaksi dari yang sebelumnya terjadi secara tradisional atau offline beralih menjadi transaksi online, sejalan dengan penambahan jumlah online merchant di Indonesia. "tidak hanya itu, BRI akan membangun kapasitas keilmuan pemilik merchant usaha," kata Handayani.


Bank Mandiri Dukung Upaya Pemulihan Ekonomi di Sumatera Selatan

Fadilla Anggraini 24 Sep 2021 Tribun Sumsel

Sumatera Selatan, 16 September 2021 - Bank Mandiri terus mendorong pengembangan bisnis dengan memanfaatkan potensi wilayah di Indonesia sebagai salah satu strategi optimalisasi pertumbuhan kinerja. Hal ini selaras dengan upaya pemerintah untuk mempercepat pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19. Untuk mewujudkan hal tersebut, Bank Mandiri juga memperkuat hubungan dengan Pemerintah Daerah (Pemda) sebagai instruktur pertumbuhan ekonomi di wilayah Tanah Air. Sebagai bentuk komitmen dalam mendorong pertumbuhan di wilayah, Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi didampingi jajaran Direksi serta Regional CEO Mandiri Palembang melakukan kunjungan ke kantor Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel).

Dalam kunjungan tersebut Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru didampingi Plt Asisten Ekeu dan Pembangunan, Kepala BPKAD Prov Sumsel, serta jajaran terkait di Ruang Tamu Kantor Gubernur, Kamis (16/9). Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan, Bank Mandiri sebagai salah satu Bank BUMN siap untuk bermitra dan mendukung program Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov) dalam mempercepat momentum pemulihan ekonomi. Sebabnya, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan tercatat tumbuh 5,71% pada Kuartal II 2021 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ekonomi tersebut, lanjut Darmawan menunjukkan bahwa ekonomi di Sumatera Selatan sudah mulai pulih dan begerak ke tren positif. "Bank Mandiri sebagai agent of develoment akan terus berkomitmen untuk menjadi mitra Pemerintah Provinsi dalam mendukung pembangunan ekonomi, khususnya di Provinsi Sumatera Selatan yang memiliki potensi sangat besar untuk turut mempercepat pemulihan ekonomi," ujarnya. Sejauh ini, tambah Darmawan, Bank Mandiri di Sumatera Selatan telah memberikan dukungan melalui penyaluran pembiayaan yang mencapai Rp 16 triliun hingga akhir Agustus 2021, tumbuh 17,10% dari periode yang sama tahun lalu. Dari nilai tersebut, penyaluran terbesar dilakukan ke sektor perkebunan yakni Rp 5,2 triliun atau 32,53% dan sektor industri pengolahan sebesar Rp 3,89 triliun atau 24,30%.

Dalam kunjungan Bank Mandiri tersebut, terdapat beberapa program kerjasama yang akan segera diinisiasi antara Pemprov Sumsel dan Mandiri, di antaranya inisiatif Sumsel Mandiri Pangan, pemberdayaan SMK Vokasi Pendidikan, Lumbung Tunda Jual serta pengembangan untuk Bank Sumsel-Babel menjadi Bank untuk Sumatera Bagian Selatan. "Sumatera selatan tentunya memiliki keunggulan sektoral, selain memberikan kontribusi sektor pertanian, perikanan dan perkebunan sebagai unggulan, wilayah ini juga melahirkan putra-putri daerah yang berperan penting dalam pembangunan ekonomi Indonesia," imbuh Darmawan.

Selain bersinergi dengan Pemprov Sumsel, Bank Mandiri juga turut menggandeng tokoh-tokoh masyarakat sebagai bentuk apresiasi perseroan dalam upaya membangun pertumbuhan ekonomi di wilayah. Apresiasi ini ditunjukkan lewat silaturahmi Direktur Utama dan Jajaran Manajemen Bank Mandiri ke kediaman Kemas Haji Halim serta Rektor Universitas Sriwijaya Anis Saggaf. "Silaturahmi ini merupakan representasi dari penerapan perilaku AMANAH dari budaya kerja AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif) yang diusung Bank Mandiri sebagai salah satu perusahann BUMN. Dengan silaturahmi, kami bisa mengoptimalkan peran kami sebagai mitra finansial utama pilihan nasabah dengan berbagai layanan keuangan terbaik," kata Darmawan.

Kayu Manis Mulai Habis

Fadilla Anggraini 24 Sep 2021 Tribun Sumsel

MUARADUA, TRIBUN - Naiknya harga kayu manis di pasaran diduga karena pohon kayu manis di OKU Selatan semakin susah didapati di kebun para petani. Terlebih, tumbuhan ini dijadikan para petani kopi sebagai tanaman sampingan.

“Sekarang sudah jarang yang memiliki tanaman kayu manis karena setelah dipanen dengan dikuliti otomatis batangnya mati dan ditebang,” ujar Eldo petani dk Kecamatan Sindang Danau dihubungi, Kamis (23/9).

Meski saat ini harga yang tinggi, tutur Eldo dengan harga mencapai Rp 45 ribu - Rp 50 ribu perkilogram petani menilai pohon kayu manis sulit produktif sehingga kurang diminati petani.

Sebab tumbuhan kayu manis yang kerap ditanam petani di perbatasan kebun dan pohon tersebut baru dapat dikuliti atau dipanen berusia minimal4 tahun, semakin lama usia kayu manis pohon akan semakin Desar serta menghasilkan kulit yang banyak pula.

“Sebab minimal berusia 4 tahun itupun baru seukuran betis orang dewasa dan hasilnya tak lebih dari 5 kilogram kulit kering kata dia.

Disisi lain rawan karena harga yang mahal petani yang masih memiliki tanaman kayu manis mengantisipasi pencurian di kebun dengan membuat asap api.

"Biasanya untuk mengantisipasi pencurian di kebun kita membuat asap api (memanduk) pertanda pemilik kebun sedang di kebun, "ungkap petani lainnya Wahyudi warga Kecamatan Sungai Are, Kamis (23/9).

Sementara Pantauan Sripoku.com, di Pasar Tradisional Saka Selabung Muaradua, kulit kayu manis kering juga sulit ditemui yang hanya disulay dari Petani wilayah tertentu.

"Ada hari-harinya kadang tersedia yang menjual kulit kayu manis kering, tapi sudah jarang, ujar pedagang Riki.


Pedagang Kayu Manis Mengeluh Harga Naik

Fadilla Anggraini 24 Sep 2021 Tribun Sumsel

BATURAJA, TRIBUN - Pedagang bumbu rempah di Baturaja mengeluhkan tingginya harga kayu manis, saat ini harga ditingkat petani menyentuh angka Rp 75.000-Rp 80.000/kg.

Sebelumnya masih dikisaran Rp 50.000/kg yang dibeli dari petani kayu manis asal Danau Ranau Kabupaten Ogan Komering Ulu.

Yugus (31) agen kayu manis yang ditemui toko bumbu rempah-rempah di bilangan Pasar Baru Baturaja Kamis (23/9) menyebutkan, dari tingkat petani sudah mematok narga Kp 75.000/kg.

“Saya barusan telepon langganan saya di Ranau, harganya sudah Rp 75.000/kg," terang agen kayu manis di Pasar Baru Baturaja.

Menurut ayah dua anak ini, stok kayu manis di tokonya memang masih cukup banyak untuk menyuplai pedagang bumbu dapur.

Semua pedagang bumbu dapur di Pasar Baru Baturaja sebagian besar beli kayu manis dari tokonya. Yugus sendiri mengaku masih menyetok 5 kg kayu manis. Biasanya jumlah ini habis dalam beberapa bulan, sebab kebutuhan kayu manis untuk pelengkap bumbu biasanya hanya sedikit.

“Tidak semua jenis masakan menggunakan kayu manis. Beda halnya bila menyambut lebaran atau musim sedekah baru banyak yang mau membeli kayu manis,” katanya.

Menurut agen kayu manis di Pasar Baru Baturaja ini, kayu manis lebih banyak diborong pembeli untuk obat herbal dibandingkan untuk bumbu pelengkap masakan.

Belakangan ini kata agen kayu manis. ini, banyak pembeli yang datang untuk membuat ramuan obat herbal.

Yugus mengaku tidak tahu persis apa penyebab melambungnya harga kayu manis di pasaran. Kayu manis yang dijual di loko bumbu Yugus, didatangkan dari Ranau Kabupaten OKU Selatan Sedangkan Kabupaten OKU tidak ada yang menanam kayu manis mungkin karena cuacanya dan tanahnya yang tidak mendukung.


Agar UMKM Tetap Kokoh Harus Kreatif dan Inovatif

Fadilla Anggraini 24 Sep 2021 Sriwijaya Post

PALEMBANG, SRIPO - Pandemi Covid-19 berimbas pada semua sektor, termasuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) ikut terdampak. Karena itu, Bunda Rayya menyebutkan strateginya jangan pantang menyerah. Jangan takut merasa tersaingi, karena persaingan dapat menjadi pemacu semangat untuk lebih giat dan bekerja keras lagi.

Menurut Yus Elisa atau yang sering disapa Bunda Rayya yang merupakan salah satu UMKM di Palembang, dimasa pandemi ini jangan pantang menyerah. "Jadi di masa pandemi harus kreatif dan bergandengan tangan," kata Bunda Rayya saat menjadi narasumber di Seminar UMKM KKN Kelompok 10 di Aula Kecamatan Sako, Kamis (23/ 09/2021).

Bunda Rayya pun memberikan tips agar UMKM tetap kokoh di masa pandemi yaitu, harus kreatif, inovatif dan bergandengan tangan itu intinya. Meskipun ada pandemi Covid-19 telaplah berdiri kokoh. "Jangan takut kita merasa tersaingi, karena rezek tidak akan tertukar. Persaingan bisa di dalam diri tapi dibuat untuk memacu semangat kita," kata Bunda Rayya yang terkenal dengan kue Makjola. 

Wanita Inspiratif Bidang Ekonomi Pelestarian Kue Tradisional ini mengatakan, berusaha itu tidak serta merta mencari keuntungan, tapi berusahalah jadi bermanfaat untuk orang lain. "Saat pandemi ini marketing juga harus dirubah. Kalau dulu hanya mengandalkan offline maka cobalah untuk buka online, bisa melalui media sosial seperti Instagram dan lain-lain," kata Juara 1 Master Oleh-oleh Blueband tingkat Provinsi.

Menurut Juara Harapan Nasional Produk Kreatif dan Inovatif Ipemi ini, jika hari ini belum ada penjualan tetap semangat dan berusahalah terus. Upload di media sosial jualannya dan tetap berusaha. "Jadi ada tiga hal yang harus dipertahankan  dalam usaha kuliner yaitu dari segi rasa, penampilan dan packaging. Ketiga hal tersebut juga sangat berpengaruh dalam usaha kuliner," kata Ketua Asosiasi Pengusaha Kue dan Kuliner (Aspenku) Sumsel.

Sementara itu Ketua Kelompok 10 Anggi Saputra mengatakan, sebagai mahasiswa Stisipol Candradimuka Palembang ini salah satu program kerja bersama. "Kami membantu UMKM di Kelurahan Sialang. Tujuannya agar UMKM di Sialang ini bersinergi dan kembali bangkit.

Pilihan Editor