Kayu Manis Mulai Habis
MUARADUA, TRIBUN - Naiknya harga kayu manis di pasaran diduga karena pohon kayu manis di OKU Selatan semakin susah didapati di kebun para petani. Terlebih, tumbuhan ini dijadikan para petani kopi sebagai tanaman sampingan.
“Sekarang sudah jarang yang memiliki tanaman kayu manis karena setelah dipanen dengan dikuliti otomatis batangnya mati dan ditebang,” ujar Eldo petani dk Kecamatan Sindang Danau dihubungi, Kamis (23/9).
Meski saat ini harga yang tinggi, tutur Eldo dengan harga mencapai Rp 45 ribu - Rp 50 ribu perkilogram petani menilai pohon kayu manis sulit produktif sehingga kurang diminati petani.
Sebab tumbuhan kayu manis yang kerap ditanam petani di perbatasan kebun dan pohon tersebut baru dapat dikuliti atau dipanen berusia minimal4 tahun, semakin lama usia kayu manis pohon akan semakin Desar serta menghasilkan kulit yang banyak pula.
“Sebab minimal berusia 4 tahun itupun baru seukuran betis orang dewasa dan hasilnya tak lebih dari 5 kilogram kulit kering kata dia.
Disisi lain rawan karena harga yang mahal petani yang masih memiliki tanaman kayu manis mengantisipasi pencurian di kebun dengan membuat asap api.
"Biasanya untuk mengantisipasi pencurian di kebun kita membuat asap api (memanduk) pertanda pemilik kebun sedang di kebun, "ungkap petani lainnya Wahyudi warga Kecamatan Sungai Are, Kamis (23/9).
Sementara Pantauan Sripoku.com, di Pasar Tradisional Saka Selabung Muaradua, kulit kayu manis kering juga sulit ditemui yang hanya disulay dari Petani wilayah tertentu.
"Ada hari-harinya kadang tersedia yang menjual kulit kayu manis kering, tapi sudah jarang, ujar pedagang Riki.
Postingan Terkait
Lubang di Balik Angka Manis Surplus Perdagangan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023