;

PTBA Bukukan Laba Bersih Rp 3,58 T

Fadilla Anggraini 24 Sep 2021 Tribun Sumsel

JAKARTA, TRIBUN - PT. Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatat laba bersih hingga Agustus 2021 sebesar Rp 3,58 triliun dengan pendapatan sebesar Rp 15,91 triliun.

"Pendapatan sampai dengan Agustus kita sudah bisa membukukan sebesar Rp 15,91 triliun, di mana laba bersih perusahaan telah mencapai Rp 3,58 triliun," ujar Direktur Utama Bukit Asam Suryo Eko Hadianto dalam acara daring Business Performance Excellence Awards (BPEA) 2021 di Jakarta, Kamis (23/9).

Suryo menambahkan perolehan laba bersih hingga Agustus 2021 itu sudah melampaui kinerja laba bersih Bukit Asam selama setahun pada 2020 sebesar Rp 2,4 triliun.

"Masuk di tahun 2021 dengan perencanaan dan pengelolaan yang lebih baik, serta kita memiliki pengalaman di tahun 2020 bagaimana menghadapi kondisi COVID-19, maka sampai dengan Agustus tahun ini bisa terlihat volume penjualan telah mencapai 18,21 juta ton dan diperkirakan hingga akhir tahun bisa mencapai sekitar 30 juta ton," katanya.

Kemudian volume produksi Bukit Asam hingga Agustus 2021 telah mencapai 19,6 juta ton dan diestimasikan pada akhir tahun ini bisa mencapai sekitar 30 juta ton.

Sedangkan untuk volume angkutan sampai Agustus 2021 sudah mencapai 16,5 juta ton dan Bukit Asam memperkirakan hingga akhir tahun ini bisa menca pai sekitar 29 juta ton.

Sebelumnya BUMN pertambangan itu meraih laba Rp 1,8 triliun pada semester I 2021 atau meningkat 38% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Direktur Utama PTBA Suryo Eko Hadianto mengatakan peningkatan laba itu dipicu oleh perbaikan kondisi ekonomi secara global sehingga terjadi peningkatan permintaan terhadap batu bara. Kondisi ini berdampak positif terhadap harga batu bara, yang mana pada awal tahun hanya 50 dolar AS per ton menjadi 134,7 dolar AS pada Juni 2021.

Perbaikan harga ini sejalan juga dengan peningkatan produksi PTBA, karena pada semester I bisa memproduksi sekitar 13,3 juta ton. Dengan demikian, Bukit Asam optimistis pada akhir tahun bisa mencapai target 30 juta ton.

Label Artis tak Jaminan Usaha Langsung Sukses

Fadilla Anggraini 24 Sep 2021 Tribun Sumsel

MERINTIS usaha biasanya butuh waktu dan perjuangan tidak serta merta langsung sukses dan diterima masyarakat luas. Hal ini juga dirasakan oleh artis Ussy Sulistiawati yang sejak beberapa tahun lalu terjun kedunia bisnis. Dia merasakan benar bagaimana selektifnya konsumen memilih produk yang ada di pasaran.

Ussy bersyukur UMKM saat ini banyak kemudahan dalam berusaha. Berbeda dengan saat dia merintis usaha dulu. Embel-embel artis menurutnya bukan jaminan sukses memulai usaha karena konsumen sekarang pintar dan juga mementingkan kualitas bukan cuma popularitas saja.

"Bersyukur banget UMKM sekarang mau usaha digital ada pelatihan gratis dan dibimbing sampai bisa, dulu saya bingung belajar dengan siapa tidak ada tempat bertanya jadi otodidak saja dan terus inovasi dan koreksi dari saran juga kritik dan keinginan konsumen," katanya saat menjadi narasumber BRI Shop Master Class, Kamis (23/9/2021).

Ussy juga bercerita bagaimana bisnis juga ikut bertransformasi dari offline menjadi online karena pandemi mengubah pola dan kebiasaan beraktivitas sehari-hari hingga kebiasaan belanja.

Menurutnya justru menjadi artis harus berjuang ekstra menyakinkan masyarakat agar mau membeli produk atau jasa yang ditawarkan karena masyarakat kadang menganggap artis hanya diendorse untuk iklan atau hanya sebagai brand ambassador saja.

Padahal Ussy memiliki usaha sendiri baik kuliner, kosmetik dan juga properti yang dia jalankan bukan endorse atau cuma bintang iklan atau duta produk saja.

Direktur Konsumer BRI Handayani mengatakan kehadiran BRI shop master class untuk mengedukasi dan meningkatkan penetrasi para pelaku usaha atau merchant yang selama ini telah bekerjasama dengan BRI.

Menghadapi perubahan kebiasaan masyarakat di era digital dan kemajuan industri digital 4.0, menghadirkan berbagai kemudahan dan peluang bagi para pelaku bisnis untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Digitalisasi menciptakan disrupsi transaksi dari yang sebelumnya terjadi secara tradisional atau offline beralih menjadi transaksi online, sejalan dengan penambahan jumlah online merchant di Indonesia. "tidak hanya itu, BRI akan membangun kapasitas keilmuan pemilik merchant usaha," kata Handayani.


Bank Mandiri Dukung Upaya Pemulihan Ekonomi di Sumatera Selatan

Fadilla Anggraini 24 Sep 2021 Tribun Sumsel

Sumatera Selatan, 16 September 2021 - Bank Mandiri terus mendorong pengembangan bisnis dengan memanfaatkan potensi wilayah di Indonesia sebagai salah satu strategi optimalisasi pertumbuhan kinerja. Hal ini selaras dengan upaya pemerintah untuk mempercepat pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19. Untuk mewujudkan hal tersebut, Bank Mandiri juga memperkuat hubungan dengan Pemerintah Daerah (Pemda) sebagai instruktur pertumbuhan ekonomi di wilayah Tanah Air. Sebagai bentuk komitmen dalam mendorong pertumbuhan di wilayah, Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi didampingi jajaran Direksi serta Regional CEO Mandiri Palembang melakukan kunjungan ke kantor Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel).

Dalam kunjungan tersebut Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru didampingi Plt Asisten Ekeu dan Pembangunan, Kepala BPKAD Prov Sumsel, serta jajaran terkait di Ruang Tamu Kantor Gubernur, Kamis (16/9). Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan, Bank Mandiri sebagai salah satu Bank BUMN siap untuk bermitra dan mendukung program Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov) dalam mempercepat momentum pemulihan ekonomi. Sebabnya, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan tercatat tumbuh 5,71% pada Kuartal II 2021 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ekonomi tersebut, lanjut Darmawan menunjukkan bahwa ekonomi di Sumatera Selatan sudah mulai pulih dan begerak ke tren positif. "Bank Mandiri sebagai agent of develoment akan terus berkomitmen untuk menjadi mitra Pemerintah Provinsi dalam mendukung pembangunan ekonomi, khususnya di Provinsi Sumatera Selatan yang memiliki potensi sangat besar untuk turut mempercepat pemulihan ekonomi," ujarnya. Sejauh ini, tambah Darmawan, Bank Mandiri di Sumatera Selatan telah memberikan dukungan melalui penyaluran pembiayaan yang mencapai Rp 16 triliun hingga akhir Agustus 2021, tumbuh 17,10% dari periode yang sama tahun lalu. Dari nilai tersebut, penyaluran terbesar dilakukan ke sektor perkebunan yakni Rp 5,2 triliun atau 32,53% dan sektor industri pengolahan sebesar Rp 3,89 triliun atau 24,30%.

Dalam kunjungan Bank Mandiri tersebut, terdapat beberapa program kerjasama yang akan segera diinisiasi antara Pemprov Sumsel dan Mandiri, di antaranya inisiatif Sumsel Mandiri Pangan, pemberdayaan SMK Vokasi Pendidikan, Lumbung Tunda Jual serta pengembangan untuk Bank Sumsel-Babel menjadi Bank untuk Sumatera Bagian Selatan. "Sumatera selatan tentunya memiliki keunggulan sektoral, selain memberikan kontribusi sektor pertanian, perikanan dan perkebunan sebagai unggulan, wilayah ini juga melahirkan putra-putri daerah yang berperan penting dalam pembangunan ekonomi Indonesia," imbuh Darmawan.

Selain bersinergi dengan Pemprov Sumsel, Bank Mandiri juga turut menggandeng tokoh-tokoh masyarakat sebagai bentuk apresiasi perseroan dalam upaya membangun pertumbuhan ekonomi di wilayah. Apresiasi ini ditunjukkan lewat silaturahmi Direktur Utama dan Jajaran Manajemen Bank Mandiri ke kediaman Kemas Haji Halim serta Rektor Universitas Sriwijaya Anis Saggaf. "Silaturahmi ini merupakan representasi dari penerapan perilaku AMANAH dari budaya kerja AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif) yang diusung Bank Mandiri sebagai salah satu perusahann BUMN. Dengan silaturahmi, kami bisa mengoptimalkan peran kami sebagai mitra finansial utama pilihan nasabah dengan berbagai layanan keuangan terbaik," kata Darmawan.

Kayu Manis Mulai Habis

Fadilla Anggraini 24 Sep 2021 Tribun Sumsel

MUARADUA, TRIBUN - Naiknya harga kayu manis di pasaran diduga karena pohon kayu manis di OKU Selatan semakin susah didapati di kebun para petani. Terlebih, tumbuhan ini dijadikan para petani kopi sebagai tanaman sampingan.

“Sekarang sudah jarang yang memiliki tanaman kayu manis karena setelah dipanen dengan dikuliti otomatis batangnya mati dan ditebang,” ujar Eldo petani dk Kecamatan Sindang Danau dihubungi, Kamis (23/9).

Meski saat ini harga yang tinggi, tutur Eldo dengan harga mencapai Rp 45 ribu - Rp 50 ribu perkilogram petani menilai pohon kayu manis sulit produktif sehingga kurang diminati petani.

Sebab tumbuhan kayu manis yang kerap ditanam petani di perbatasan kebun dan pohon tersebut baru dapat dikuliti atau dipanen berusia minimal4 tahun, semakin lama usia kayu manis pohon akan semakin Desar serta menghasilkan kulit yang banyak pula.

“Sebab minimal berusia 4 tahun itupun baru seukuran betis orang dewasa dan hasilnya tak lebih dari 5 kilogram kulit kering kata dia.

Disisi lain rawan karena harga yang mahal petani yang masih memiliki tanaman kayu manis mengantisipasi pencurian di kebun dengan membuat asap api.

"Biasanya untuk mengantisipasi pencurian di kebun kita membuat asap api (memanduk) pertanda pemilik kebun sedang di kebun, "ungkap petani lainnya Wahyudi warga Kecamatan Sungai Are, Kamis (23/9).

Sementara Pantauan Sripoku.com, di Pasar Tradisional Saka Selabung Muaradua, kulit kayu manis kering juga sulit ditemui yang hanya disulay dari Petani wilayah tertentu.

"Ada hari-harinya kadang tersedia yang menjual kulit kayu manis kering, tapi sudah jarang, ujar pedagang Riki.


Pedagang Kayu Manis Mengeluh Harga Naik

Fadilla Anggraini 24 Sep 2021 Tribun Sumsel

BATURAJA, TRIBUN - Pedagang bumbu rempah di Baturaja mengeluhkan tingginya harga kayu manis, saat ini harga ditingkat petani menyentuh angka Rp 75.000-Rp 80.000/kg.

Sebelumnya masih dikisaran Rp 50.000/kg yang dibeli dari petani kayu manis asal Danau Ranau Kabupaten Ogan Komering Ulu.

Yugus (31) agen kayu manis yang ditemui toko bumbu rempah-rempah di bilangan Pasar Baru Baturaja Kamis (23/9) menyebutkan, dari tingkat petani sudah mematok narga Kp 75.000/kg.

“Saya barusan telepon langganan saya di Ranau, harganya sudah Rp 75.000/kg," terang agen kayu manis di Pasar Baru Baturaja.

Menurut ayah dua anak ini, stok kayu manis di tokonya memang masih cukup banyak untuk menyuplai pedagang bumbu dapur.

Semua pedagang bumbu dapur di Pasar Baru Baturaja sebagian besar beli kayu manis dari tokonya. Yugus sendiri mengaku masih menyetok 5 kg kayu manis. Biasanya jumlah ini habis dalam beberapa bulan, sebab kebutuhan kayu manis untuk pelengkap bumbu biasanya hanya sedikit.

“Tidak semua jenis masakan menggunakan kayu manis. Beda halnya bila menyambut lebaran atau musim sedekah baru banyak yang mau membeli kayu manis,” katanya.

Menurut agen kayu manis di Pasar Baru Baturaja ini, kayu manis lebih banyak diborong pembeli untuk obat herbal dibandingkan untuk bumbu pelengkap masakan.

Belakangan ini kata agen kayu manis. ini, banyak pembeli yang datang untuk membuat ramuan obat herbal.

Yugus mengaku tidak tahu persis apa penyebab melambungnya harga kayu manis di pasaran. Kayu manis yang dijual di loko bumbu Yugus, didatangkan dari Ranau Kabupaten OKU Selatan Sedangkan Kabupaten OKU tidak ada yang menanam kayu manis mungkin karena cuacanya dan tanahnya yang tidak mendukung.


Agar UMKM Tetap Kokoh Harus Kreatif dan Inovatif

Fadilla Anggraini 24 Sep 2021 Sriwijaya Post

PALEMBANG, SRIPO - Pandemi Covid-19 berimbas pada semua sektor, termasuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) ikut terdampak. Karena itu, Bunda Rayya menyebutkan strateginya jangan pantang menyerah. Jangan takut merasa tersaingi, karena persaingan dapat menjadi pemacu semangat untuk lebih giat dan bekerja keras lagi.

Menurut Yus Elisa atau yang sering disapa Bunda Rayya yang merupakan salah satu UMKM di Palembang, dimasa pandemi ini jangan pantang menyerah. "Jadi di masa pandemi harus kreatif dan bergandengan tangan," kata Bunda Rayya saat menjadi narasumber di Seminar UMKM KKN Kelompok 10 di Aula Kecamatan Sako, Kamis (23/ 09/2021).

Bunda Rayya pun memberikan tips agar UMKM tetap kokoh di masa pandemi yaitu, harus kreatif, inovatif dan bergandengan tangan itu intinya. Meskipun ada pandemi Covid-19 telaplah berdiri kokoh. "Jangan takut kita merasa tersaingi, karena rezek tidak akan tertukar. Persaingan bisa di dalam diri tapi dibuat untuk memacu semangat kita," kata Bunda Rayya yang terkenal dengan kue Makjola. 

Wanita Inspiratif Bidang Ekonomi Pelestarian Kue Tradisional ini mengatakan, berusaha itu tidak serta merta mencari keuntungan, tapi berusahalah jadi bermanfaat untuk orang lain. "Saat pandemi ini marketing juga harus dirubah. Kalau dulu hanya mengandalkan offline maka cobalah untuk buka online, bisa melalui media sosial seperti Instagram dan lain-lain," kata Juara 1 Master Oleh-oleh Blueband tingkat Provinsi.

Menurut Juara Harapan Nasional Produk Kreatif dan Inovatif Ipemi ini, jika hari ini belum ada penjualan tetap semangat dan berusahalah terus. Upload di media sosial jualannya dan tetap berusaha. "Jadi ada tiga hal yang harus dipertahankan  dalam usaha kuliner yaitu dari segi rasa, penampilan dan packaging. Ketiga hal tersebut juga sangat berpengaruh dalam usaha kuliner," kata Ketua Asosiasi Pengusaha Kue dan Kuliner (Aspenku) Sumsel.

Sementara itu Ketua Kelompok 10 Anggi Saputra mengatakan, sebagai mahasiswa Stisipol Candradimuka Palembang ini salah satu program kerja bersama. "Kami membantu UMKM di Kelurahan Sialang. Tujuannya agar UMKM di Sialang ini bersinergi dan kembali bangkit.

Tanaman Kayu Manis Terancam Punah

Fadilla Anggraini 24 Sep 2021 Sriwijaya Post

PALEMBANG, SRIPO - Sejauh ini keberadaan pohon kayu manis, tidak begitu diperhatikan masyarakat dan bukan menjadi tanaman unggulan. Selain butuh 10 tahun untuk bisa mengambil kulit kayunya, pohon jenis ini hanya dijadikan pembatas lahan. Namun begitu harga kayu manis meledak hingga dihargai Rp 50.000 - Rp 75.000 perkilogram (Kg), barulah jadi perhatian. Bahkan, penjarahan kayu manis terjadi di Kabupaten OKU Selatan. Selain itu ketika panen, dilakukan warga dengan sistem tebang habis.

Penelusuran sripo di OKU Selatan, Kamis (23/9/2021) khususnya di wilayah Kecamatan Sindang Danau dan Sungai Are tidak ditemukan adanya pemberdayaan atau pembibitan pohon kayu manis. Pohon jenis ini hanya ditanam sebagai pembatas lahan, dan cara panennya dilakukan dengan cara tebang habis sehingga semakin lama, pohon kayu manis terus berkurang sehingga langka. Satu pohon didapatkan kulit kayu manis sebanyak 20 - 60 Kg. Untuk penanaman kembali dibutuhkan waktu 8 - 10 tahun. Makanya, warga setempat lebih memilih menanam karet dan kopi, di bandingkan kayu manis. "Jika panen, kami biasa menebangnya. Setelah itu, tidak ditanam lagi. Pohon ini pohon hutan," kata Fajeri (45), warga Kecamatan Sungai Are, yang mengaku pohon kayu manisnya habis dijarah pencuri. 

Pasca terjadi penjarahan, sejumlah warga di dua kecamatan tersebut melakukan percepatan panen sehingga banyak kayu pohon manis di tebang. Kondisi inilah yang menyebabkan, tanaman kayu manis terancam punah.

Bahkan pantauan di pasar lokal di Muaradua, sejumlah pedagang mengaku kesulitan pendapatkan stok kayu manis. "Banyak yang langsung menjual ke pedagang pengumpul. Mereka lebih memilih menjual ke Jawa, katanya untuk kebutuhan industri obat herbal yang memang lagi mencari stok kayu manis," Ruslan, seorang pedagang lokal.

Sementara pedagang bumbu rempah di Kota Baturaja (OKU) mulai mengeluhkan tingginya harga kayu manis, saat ini harga di tingkat petani sudah menyentuh angka Rp 75.000 - Rp 80.000/kg. Sebelumnya masih dikisaran Rp 50.000/kg yang dibeli dari petani kayu manis asal Danau Ranau Kabupaten OKU Selatan. Seperti dituturkan Yugus (31). Agen kayu manis yang ditemui toko bumbu rempah-rempah di Pasar Baru Baturaja, Kamis (23/9/2021) menyebutkan, dari tingkat petani sudah mematok harga Rp 75.000/ kg. "Saya barusan telepon langganan saya di Ranau, harganya sudah Rp 75.000/kg," kata agen kayu manis di Pasar Baru Baturaja.

Menurut ayah dua anak ini, stok kayu manis di tokonya memang masih cukup banyak untuk menyuplai pedagang bumbu dapur. Semua pedagang bumbu dapur di Pasar Baru Baturaja sebagian besar beli kayu manis dari tokonya.

Pelengkap Bumbu Yugus sendiri mengaku masih menyetok skeitar 5 kg kayu manis. Biasanya jumlah ini habis dalam beberapa bulan, sebab kebutuhan kayu manis untuk pelengkap bumbu biasanya hanya sedikit dan tidak semua jenis masakan menggunakan kayu manis. Beda halnya bila menyambut lebaran atau musim sedekah baru banyak yang mau membeli kayu manis.

Menurut agen kayu manis di Pasar Baru Baturaja ini kayu manis lebih banyak di borong pembeli untuk obat herbal dibandingkan untuk bumbu pelengkap masakan. Belakangan ini kata agen kayu manis, banyak pembeli yang datang untuk membuat ramuan obat herbal. Yugus mengaku tidak tahu persis apa penyebab melambungnya harga kayu manis di pasaran. Kayu manis yang dijual di Toko bumbu Yugus, didatangkan dari Ranau Kabupaten OKU Selatan. Sedangkan Kabupaten OKU fidak ada yang menanam kayu manis mungkin karena cuacanya dan tanahnya yang tidak mendukung.

Di Kota Palembang, seorang pedagang bernama Udin (34) membenarkan suplai kayu manis di Palembang saat ini berkurang, dan harganya kini cukup tinggi. "Saya dapat informasi, kayu manis dari Ranau dan Pagaralam semua lari ke Jawa untuk menyuplai industri obat herbal dan jamu," katanya.

Ikan Sehat dengan Pakan Larva Lalat

Fadilla Anggraini 24 Sep 2021 Sriwijaya Post

Banyak orang merasa geli bila melihat maggot. Namun tahukah kamu kalau maggot (Hermetia illucens) alau larva lalat Black Soldier Fly (BSF) bisa dimanfaatkan untuk pakan ikan, dengan mensubtitusi pakan komersil yang dimana saat ini semakin hari terus naik harganya. Peningkatan harga pakan ikan khususnya pakan ikan Lele pun dirasakan oleh Mahdi selaku praktisi/ ketua kelompok pembudidaya di Desa Sukamenang, Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim. 

"Jadi di kelompok pembudidaya Desa Sukamenang ini khususnya budidaya ikan Lele, terkendala pakan yang semakin mahal, ditambah masih rendahnya kelangsungan hidup ikan budidaya kami," beber Mahdi. Harga pakan komersil yang semakin meningkat, ditambah masih rendahnya kelangsungan hidup ikan Lele di desa tersebut, maka tim dosen Universitas Sriwijaya yang diketuai oleh Tanbiyaskur SPi MSi merupakan dosen dari Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Unsri bersama anggotanya membantu masyarakat mensubtitusi pakan ikan dengan maggot dan probiotik.

"Jadi kegiatan Pengabdian kami kepada masyarakat ini mengatasi dua permasalahan yang terdapat di kelompok pembudidaya ikan. Masalah pertama yaitu kesulitan budidaya karena harga pakan komersil yang terus mengalami kenaikan, sehingga perlu adanya subtitusi pakan untuk mengurangi biaya produksi dan kelangsungan hidup ikan yang rendah," jelas Tanbiyas kur, Kamis (23/9/2021).

Pemberian maggot sendiri sangat bagus untuk mensubtitusi, pakan komersil. "Manfaat pemberian maggot kepada ikan pun banyak, karena kandungan didalam maggot ini bagus untuk ikan, di antaranya maggot bisa meningkatkan daya tahan tubuh ikan, mempercepat pertumbuhan, mempercepat kematangan gonad dan memperbaiki kualitas warna ikan," bebernya.

Masalah yang kedua adalah masih rendahnya kelangsungan hidup ikan, sehingga perlu adanya teknologi untuk meningkatkan kelangsungan hidup ikan yaitu dengan pemberian probiotik pada pakan. "Kombinasi maggot dan probiotik merupakan upaya yang tepat untuk mengatasi masalah petani pembudidaya Ikan Tunas Harapan yang di ketuai oleh Bapak Mahdi," jelasnya.

Tanbiyaskur menambahkan sifat probiotik dari bakteri yang menguntungkan bagi ikan juga dapat menekan pertumbuhan bakteri jahat (pathogen). Dengan probiotik, maka ikan menjadi lebih sehat, bisa membantu proses penyembuhan ikan yang sakit, dan menjaga kualitas air agar optimal bagi kehidupan ikan budidaya.

Sementara itu, kegiatan pengabdian dihadiri dan disambut langsung oleh unsur pemerintahan Desa Sukamenang yaitu Firdaus, selaku Kepala Desa dan Ahmad Zalawi selaku Sekretaris Desa Sukamenang serta Ketua dan anggota kelompok Tani Tunas Harapan Desa Sukamenang kecamatan Gelumbang. Usai kegiatan pengabdian berupa penyuluhan nantinya tim pengabdian ini akan ada kegiatan lanjutan yaitu berupa pendampingan mulai dari budidaya maggot dari perawatan imago (induk lalat) yang menghasilkan telur.

Penetasan maggot, pembesaran maggot sampai aplikasinya pada pemberian ke ikan lele serta kombinasinya dengan probiotik untuk meningkatkan produksi budidaya ikan lele dan mengurangi biaya produksi sehingga diharapkan dapat meningkatkan keuntungan petani pembudidaya ikan di kelompok tani Tunas Harapan Desa Sukamenang Kecamatan Gelumbang.

Bersiap Pungut Pajak Karbon

Imam Dwi Baskoro 24 Sep 2021 Koran Tempo, 30 Agustus 2021

Jakarta - Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat segera merampungkan aturan mengenai pajak karbon, yang masuk Rancangan Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (RUU KUP). DPR dan pemerintah sepakat mengatur pajak karbon dalam RUU KUP sebagai bukti komitmen Indonesia dalam menjaga lingkungan. Indonesia berpartisipasi dalam Perjanjian Paris, yang mewajibkan pengurangan emisi gas rumah kaca 29 persen dengan usaha sendiri dan 41 persen melalui dukungan internasional pada 2030. Indonesia juga sudah berkomitmen untuk mencapai nol emisi karbon pada 2060.

Pengenaan pajak karbon tanpa dukungan energi bersih akan mendistorsi sektor industri. Sebab, industri tidak memiliki alternatif energi, sehingga mau tidak mau akan terus menggunakan energi fosil. Risikonya adalah perpindahan aktivitas ekonomi ke negara yang tidak menerapkan pajak karbon. Pajak karbon bisa mempengaruhi biaya produksi industri. Dengan penerapan tarif moderat US$ 25 per ton CO2, kenaikan terbesar akan dialami sektor listrik dan gas, yaitu sebesar 29,34 persen. Industri pertambangan dan penggalian akan menghadapi kenaikan biaya 25,04 persen.

Peluang Bisnis dari Hajatan Akbar G20

Imam Dwi Baskoro 24 Sep 2021 Koran Tempo, 31 Agustus 2021

Jakarta - Para pengelola bisnis perhotelan dan lokasi pertemuan (meetingincentiveconventionand exhibition/MICE) menyambut baik potensi melonjaknya jumlah pengguna jasa dari rangkaian acara Konferensi TIngkat Tinggi G20 di Indonesia pada akhir tahun depan. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengatakan lembaganya diminta mempersiapkan kegiatan tambahan bagi delegasi G20. Kementrian Pariwisata menangani 3 dari 11 kelompok kerja yang dibagi pemerintah untuk acara tambahan. 

Di samping menggencarkan vaksinasi, Kementrian Pariwisata menggenjot sertifikasi kenyamanan dan kebersihan (cleanlinesshealthsafetyand environment sustainability/CHSE) di seluruh destinasi pariwisata nasional. Diharapkan bisa meloloskan sekitar 6.200 usaha hingga akhir tahun ini. Industri hotel di lokasi kegiatan G20 bisa meraup pendapatan tiga kali lipat dari kondisi normal. 

Pilihan Editor