;

Tanaman Kayu Manis Terancam Punah

24 Sep 2021 Sriwijaya Post
Tanaman Kayu Manis Terancam Punah

PALEMBANG, SRIPO - Sejauh ini keberadaan pohon kayu manis, tidak begitu diperhatikan masyarakat dan bukan menjadi tanaman unggulan. Selain butuh 10 tahun untuk bisa mengambil kulit kayunya, pohon jenis ini hanya dijadikan pembatas lahan. Namun begitu harga kayu manis meledak hingga dihargai Rp 50.000 - Rp 75.000 perkilogram (Kg), barulah jadi perhatian. Bahkan, penjarahan kayu manis terjadi di Kabupaten OKU Selatan. Selain itu ketika panen, dilakukan warga dengan sistem tebang habis.

Penelusuran sripo di OKU Selatan, Kamis (23/9/2021) khususnya di wilayah Kecamatan Sindang Danau dan Sungai Are tidak ditemukan adanya pemberdayaan atau pembibitan pohon kayu manis. Pohon jenis ini hanya ditanam sebagai pembatas lahan, dan cara panennya dilakukan dengan cara tebang habis sehingga semakin lama, pohon kayu manis terus berkurang sehingga langka. Satu pohon didapatkan kulit kayu manis sebanyak 20 - 60 Kg. Untuk penanaman kembali dibutuhkan waktu 8 - 10 tahun. Makanya, warga setempat lebih memilih menanam karet dan kopi, di bandingkan kayu manis. "Jika panen, kami biasa menebangnya. Setelah itu, tidak ditanam lagi. Pohon ini pohon hutan," kata Fajeri (45), warga Kecamatan Sungai Are, yang mengaku pohon kayu manisnya habis dijarah pencuri. 

Pasca terjadi penjarahan, sejumlah warga di dua kecamatan tersebut melakukan percepatan panen sehingga banyak kayu pohon manis di tebang. Kondisi inilah yang menyebabkan, tanaman kayu manis terancam punah.

Bahkan pantauan di pasar lokal di Muaradua, sejumlah pedagang mengaku kesulitan pendapatkan stok kayu manis. "Banyak yang langsung menjual ke pedagang pengumpul. Mereka lebih memilih menjual ke Jawa, katanya untuk kebutuhan industri obat herbal yang memang lagi mencari stok kayu manis," Ruslan, seorang pedagang lokal.

Sementara pedagang bumbu rempah di Kota Baturaja (OKU) mulai mengeluhkan tingginya harga kayu manis, saat ini harga di tingkat petani sudah menyentuh angka Rp 75.000 - Rp 80.000/kg. Sebelumnya masih dikisaran Rp 50.000/kg yang dibeli dari petani kayu manis asal Danau Ranau Kabupaten OKU Selatan. Seperti dituturkan Yugus (31). Agen kayu manis yang ditemui toko bumbu rempah-rempah di Pasar Baru Baturaja, Kamis (23/9/2021) menyebutkan, dari tingkat petani sudah mematok harga Rp 75.000/ kg. "Saya barusan telepon langganan saya di Ranau, harganya sudah Rp 75.000/kg," kata agen kayu manis di Pasar Baru Baturaja.

Menurut ayah dua anak ini, stok kayu manis di tokonya memang masih cukup banyak untuk menyuplai pedagang bumbu dapur. Semua pedagang bumbu dapur di Pasar Baru Baturaja sebagian besar beli kayu manis dari tokonya.

Pelengkap Bumbu Yugus sendiri mengaku masih menyetok skeitar 5 kg kayu manis. Biasanya jumlah ini habis dalam beberapa bulan, sebab kebutuhan kayu manis untuk pelengkap bumbu biasanya hanya sedikit dan tidak semua jenis masakan menggunakan kayu manis. Beda halnya bila menyambut lebaran atau musim sedekah baru banyak yang mau membeli kayu manis.

Menurut agen kayu manis di Pasar Baru Baturaja ini kayu manis lebih banyak di borong pembeli untuk obat herbal dibandingkan untuk bumbu pelengkap masakan. Belakangan ini kata agen kayu manis, banyak pembeli yang datang untuk membuat ramuan obat herbal. Yugus mengaku tidak tahu persis apa penyebab melambungnya harga kayu manis di pasaran. Kayu manis yang dijual di Toko bumbu Yugus, didatangkan dari Ranau Kabupaten OKU Selatan. Sedangkan Kabupaten OKU fidak ada yang menanam kayu manis mungkin karena cuacanya dan tanahnya yang tidak mendukung.

Di Kota Palembang, seorang pedagang bernama Udin (34) membenarkan suplai kayu manis di Palembang saat ini berkurang, dan harganya kini cukup tinggi. "Saya dapat informasi, kayu manis dari Ranau dan Pagaralam semua lari ke Jawa untuk menyuplai industri obat herbal dan jamu," katanya.

Tags :
Download Aplikasi Labirin :