;

KPK Kembali Menyeret Dua Pegawai Pajak

Hairul Rizal 12 Nov 2021 Kontan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan dua orang pegawai pajak sebagai tersangka penerima suap. Dua pegawai pajak ini adalah WR alias Wawan Ridwan dan AS alias Alfred Simanjuntak. Penetapan dua pegawai pajak sebagai tersangka ini merupakan hasil pengembangan penyidikan dari kasus korupsi yang menjerat Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Direktorat Jenderal Pajak Angin Prayitno Aji alias APA. Wawan Ridwan merupakan Supervisor Tim Pemeriksa Pajak pada Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan pada Ditjen Pajak/Kepala Pajak Bantaeng Sulawesi Selatan sampai dengan Mei 2021/ saat ini menjabat selaku Kepala Bidang Pendaftaran, Ekstensifikasi Dan Penilaian Kanwil DJP Sulawesi Selatan, Barat Dan Tenggara (Sulselbartra)


Xi Ingatkan Asia-Pasifik Tidak Kembali ke Masa Perang Dingin

Yuniati Turjandini 12 Nov 2021 Investor Daily

Presiden Tiongkok Xi Jinping mengingatkan pada Kamis (11/11) agar Asia Pasifik tidak kembali ke masa perpecahan Perang Dingin. Hal ini disampaikan menyusul meningkatnya ketegangan atas keamanan Taiwan. Menjelang pertemuan puncak virtual dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada awal pekan depan, Xi mengungkapkan bahwa negara-negara di kawasan harus bekerja sama dalam menghadapi tantangan bersama.

"Upaya untuk menarik garis ideologi atau membentuk lingkaran kecil dengan alasan geopolitik pasti akan gagal. Alasan Asia-pasifik tidak dapat dan tidak boleh terulang kembali kedalam konfrontasi dan perpecahan era Perancis Dingin." Ujarnya dalam konferensi bisnis virtual. "KIta semua dapat memulai jalur pembangunan berkelanjutan yang hijau dan rendah karbon. Bersama-sama kita, mengantarkan masa depan pembangunan hijau," katanya tanpa menyebutkan kesepakatan AS secara langsung.

Disisi lain, kendati pemerintah Biden telah mengidentifikasikan iklim sebagai bidang utama untuk potensi kerja sama dengan Tiongkok, tetapi ada lonjakan ketegangan akibat visi rival mereka dikawasan Asia-Pasifik, terutama Taiwan-sebuah negara demokrasi yang memiliki pemerintahan sendiri, namun masih di klaim sebagai bagian dari Tiongkok. Bahkan Republik Rakyat Tiongkok telah meningkatkan kegiatan militer di dekat Taiwan, dengan memerintahkan pesawat menyeberang ke zona identifikasi pertahanan udara pulau itu pada awal Oktober. (Yetede)

Kekhawatiran Utang Properti Tetap Ada

Yuniati Turjandini 12 Nov 2021 Investor Daily

Perusahaan Pengembangan China Evergrande Group kembali terhindar dari gagal bayar (default) yang tidak stabil di menit-menit terakhir. Menurut sumber pada Kamis (11/11), beberapa pemegang obligasi telah menerima pembayaran bunga obligasi (coupon) yang telah jatuh tempo. Kantor berita Tiongkok, Cailianshe, melaporkan bahwa beberapa  pemegang obligasi telah menerima pembayaran bunga dari tiga tahap obligasi dengan total lebih dari US$ 148 juta, yang sudah jatuh tempo pada bulan Juli.

Pembayaran tersebut dilakukan di akhir masa tenggang 30 hari yang kadaluarsa  pada  Rabu (10/11) dan merupakan penangguhan hukuman  ketiga bagi perusahaan dalam sebulan terakhir.  Sebagai informasi terdapat dua pembayaran bunga obligasi luar  negeri terpisah yang jatuh pada akhir September, dan yang masa tenggangnya berakhir pada akhir Oktoberpun sudah dibayar dengan tenggat waktu yang sangat mepet.

Evergrande yang sedang terlilit hutang dilaporkan terseok-seok dalam beberapa  pekan terakhir karena dihadapkan pada tenggat waktu  untuk menyelesaikan kewajiban keuangan bernilai US$ 300 miliar, di mana 19 miliar diantaranya berupa obligasi dolar AS.  Kegagalan membayar hutang bakal menghadapi default formal  pada perusahaan dan memicu ketentuan gagal bayar untuk obligasi dolar evergrande lainnya. (Yetede)

2021, Nilai Ekonomi Digital Indonesia Capai US$ 70 Miliar

Yuniati Turjandini 12 Nov 2021 Investor Daily

Laporan terbaru e-Conomy SEA  2021 dari Temasek, Google, dan Bain & Company menyebutkan, nilai ekonomi digital Indonesia mencapai US$ 70 miliar pada 2021, naik 49% dibandingkan tahun sebelumnya US$ 47 miliar, Tahun 2025, nilainya pun diproyeksikan menjadi US$ 146 miliar, naik 20% per tahunnya. Sementara itu nilai ekonomi digital Indonesia yang senilai US$ 70 miliar dikontribusikan dari subsektor perdagangan secara elektronik (e-commerce) US$ 53 miliar transportasi dan makanan US$ 6,9 miliar, perjalanan US$ 3,4 miliar, dan media digital US$ 6,4 miliar.

"Sementara itu subsektor transportasi dan makanan serta media online tumbuh masing-masing 36% dan 48%" ungkap Chief Investment Strategist Head South East Asia, Temasek, Singapore Rohit Sapimalani. Secara keseluruhan sektor yang terkait dengan di Indonesia tumbuh kuat (rebound) mencapai dua digit pada 2021 dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun 2025, secara keseluruhan, ekonomi digital Indonesiapun diproyeksikan mencapai US$ 146 miliar, atau tumbuh 20% per tahun.

Di Indonesia, 28% pedagang di platform digital percaya tidak akan selamat dari dampak pandemi Covid-19 jika tidak masuk ke platform digital. Sementara itu, pedagang digital memanfaatkan setidaknya dua platform digital, dengan profitabilitas tetap menjadi perhatian utama. Layanan keuangan digital juga menjadi pendukung penting. Sebanyak 98% pedagang digital sekarang telah menerima pembayaran secara digital dan 59% telah mengadopsi  solusi pinjaman digital (Yetede)

Merebut Hati UEA

Yuniati Turjandini 12 Nov 2021 Investor Daily

Sungguh sebuah kejutan besar ketika Presiden Joko Widodo dalam kunjungan ke negara Uni Emirat Arab (UEA) pekan lalu mengantongi komitmen investasi senilai  US$ 44,6 miliar atau setara Rp 642 triliun. Tentu itu nilai yang amat fanstastis , bahkan Menteri Investasi Bahlil Lahadahlia menyebut angka tersebut bukan 'kaleng krupuk' alias bukan ecek-ecek. Belum jelas UEA masuk IKN dalam proyek apa saja. Namun kemungkinan besar negara kaya di Timur Tengah itu tertarik pada proyek-proyek pembangunan fasilitas gedung dan sarana informasi  dan teknologi (IT), kawasan industri hijau ,serta energi terbarukan. 

Diluar IKN, UEA tertarik pada proyek infrastruktur seperti pelabuhan, data center, sektor kesehatan, dan pertanian. Tim kedua negara masih akan membahas lebih detail untuk menindaklanjuti komitmen investasi tersebut. Selain melalui INA senilai US$ 18 miliar, investasi UEA juga masuk melalui Kementerian Investasi, dengan nillai US$ 26,6 miliar. Termasuk didalamnya adalah investasi US$ 15 miliar dan Air Product and Chemicals Inc. (APCI) dengan sejumlah BUMN seperti PT Pertamina (persero), PT Bukit Asam (persero) Tbk, dan swasta. APCI membangun hilirisasi gasifikasi batu bara untuk mengubah  komunitas energi fosil tersebut menjadi  dimethyl ether (DME)  sehingga memiliki nilai lebih tinggi. (Yetede)

BI Ingatkan Risiko di Tengah Peningkatan Digitalisasi

Yuniati Turjandini 12 Nov 2021 Investor Daily

Bank Indonesia (BI) mengungkapkan, digitalisasi menjadi kunci pemulihan ekonomi serta mendorong peningkatan inklusi ekonomi dan keuangan. Namun BI mengingatkan ada sejumlah risiko yang harus diwaspadai. "Kita bersyukur ditengah pandemi keuangan digital meningkat sangat cepat, baik dari sisi layanan perbankan digital, digital banking oleh perusahaan-perusahaan  jasa sistem pembayaran tapi mencegah risiko-risiko yang kemungkinan terjadi dan terus bervariasi untuk negeri," kata Gubernur BI Perry Warjiyo.

"Ekonomi sistem digital perlu kita perkuat untuk negeri kita. Di sisi lain, tentu kita harus sadar digitalisasi ada sejumlah risiko, seperti perlindungan data, serangan siber, atau bahkan pinjaman online ilegal, yang tentu saja risiko ini harus kita  mitigasi, agar kita menaikkan manfaat digitalisasi tapi mencegah risiko-risiko yang kemungkinan terjadi dan terus berinovasi untuk negeri," kata dia.

Adapun melalui BSPI 2025, Bank Indonesia menempuh tiga kebijakan digitalisasi sistem pembayaran. Pertama membangun industri sistem pembayaran yang sehat, kompetitif, dan inovatif. Kedua membangun infrastruktur sistem pembayaran yang integrasi, interkoneksi, dan interoperasibilitas secara aman dan andal. Ketiga, membangun praktik pasar yang sehat, efisien dan wajar, tertata kelola. (Yetede)

Transaksi Gunakan Mata Uang Lokal RI-Jepang Melonjak hingga 10 kali

Yuniati Turjandini 12 Nov 2021 Investor Daily

Bank Indonesia (BI) mencatat, penyelesaian transaksi bilateral menggunakan mata uang lokal atau local currency settlement (LCS) antara pelaku usaha di Indonesia dan Jepang naik signifikan. Nilai transaksi per bulan pada penerapan awal 2020 yang baru setara US$ 9,8 juta, meningkat hingga 10 kali lipat menjadi setara US$ 109,4 juta  pada 2021 (sampai dengan September). Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan, percepatan penerangan LCS dengan mitra dagang utama dilakukan sebagai upaya untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional (PEN), khususnya di sektor ekpor-impor dan investasi. Destry menambahkan, Jepang tercatat sebagai mitra dagang terbesar ke-2 bagi Indonesia dari sisi ekspor dan ketiga dari negara impor. Dengan adanya kerjasama LCS antara Jepang-Indonesia, volume dan nilai perdagangan higga investasi kedua negara diharapkan dapat terus meningkat. Kedepannya, Destry menyampaikan ketergantungan terhadap satu mata uang bisa dikurangi melalui penerapan LCS, "Kita coba tidak untuk (memiliki) ketergantungan terhadap satu mata uang tertentu. Kita coba diversivikasikan agar risikonya menjadi managable," tambah dia."Hal ini positif untuk bersama-sama meningkatkan neraca perdagangan terkait sektor keuangan." sambung Wakil Ketua Perdagangan Jerry Sambuaga. 

Kadin: Maskapai Butuh Dukungan Pembiayaan untuk Sewa Pesawat

Yuniati Turjandini 12 Nov 2021 Investor Daily

Maskapai nasional mengharapkan bank atau lembaga finansial non-bank dalam negeri bisa turut mendungkung pembiayaan sewa pesawat. Hal itu guna memastikan ketersediaan kapasitas penerbangan alat permintaan kembali pulih yang diperkirakan mulai terjadi pada tahun depan. Ketua Komisi Tetap Perhubungan Udara Kamar Dagang dan Industri Bayu Sutanto mengunkapkan pandemi Covid-19 selama hampir dua tahun terakhir ini juga menghantam industri penerbangan secara global.

Dia menjelaskan, apabila permintaan meningkat sesuai prediksi, diperlukan tambahan kapasitas jumlah pesawat. Jika tidak ditambah dan tetap seperti sekarang ini, yakin banyak pesawat yang di-groundedkan, ataupun ditarik Lessor. "Ini menjadi tantangan bagaimana kita bisa menyediakan kapasitas pesawat sesuai dengan permintaan karena adanya pemulihan tadi,"ujar Bayu Sutanto.

"Tagihan sewa pesawat bulanan ditagih hingga ketidakmampuan akhirnya lessor menarik pesawat-pesawat." Ucap Bayu yang juga menjabat Skeretaris  Jendral  Indonesia National Air Carriers Association (INACA). Dia mengungkapkan, dari masing-masing maskapai yang ada saat ini, jumlah pesawat mereka yang bisa diterbangkan sangat sedikit sekali. Bahkan, ada yang sama sekali tidak bisa terbang. (Yetede)

Anak Usaha CP Prima Ekspor Perdana Pakan Hewan Kesayanagn ke Brunei

Yuniati Turjandini 12 Nov 2021 Investor Daily

PT Central Windu Sejati (CWS), anak usaha PT Central Proteina Prima Tbk ICP Primal yang memproduksi pakan hewan  kesayangan (petfood), mulai menambah pasar luar negeri dengan melakukan ekspor perdana satu kontainer atau 10 ton pakan hewan kesayangan senilai US$ 10 ribu ke Brunei Darussalam. Setelah Brunei, ekspor akan diperluas ke negara tetangga lainnya yakni Filipina.

"Setelah Brunei, CWS berencana mengekspor ke enam negara potensial di Asia Tenggara, salah satunya dalam waktu dekat adalah ke Philipina dengan nilai yang sama seperti ke Brunei. Ekspor perdana ke Brunei itu senilai US$ 10 ribu." Jelas Paulius  disela pelepasan ekspor perdana pakan hewan kesayangan terdekat di Sidoarjo, Jawa Timur.

Kementan akan terus mendorong ekspor subsektor peternakan. Pada 2024, seluruh ekspor produk pertanian termasuk peternakan ditargetkan naik hingga 300%. Untuk menggenjot  pertumbuhan ekspor kedepan  maka pemerintah terus berupaya membuka  peluang pasar-pasar baru melalui pertemuan bilateral dengan berbagai negara. (Yetede)

Oktober Penjualan Honda Melesat 82%

Yuniati Turjandini 12 Nov 2021 Investor Daily

PT Honda Prospect Motor (HPM) mencatat penjualan sebanyak 6.104 unit atau meningkat sebesar 82 persen pada Oktober 2021, dibandingkan bulan sebelumnya. Secara total, penjualan Honda di tahun ini telah terkumpul sebesar 74.480 unit atau 20 persen lebih tinggi jika dibandingkan pada periode yang sama di 2020. Kontribusi terbesar penjualan Honda pada Oktober lalu  berasal dari Honda Brio 2.171 unit, terdiri atas Brio Satya 1.199 unit dan Honda RS 973 unit. Model-model Honda lainnya  yang juga ikut memberikan kontibusi  penjualan signifikan  adalah CR-V sebanyak 1,544 unit, HR-V 1,5L 1.138 unit, dan BR-V 166 unit. Selain itu, City Hatcback terjual sebanyak 920 unit, Mobilio 78 unit, Civic Hatchback sebanyak 47 unit, HR-V 1.8L 17 unit, dan Odysey tujuh unit. Di segmen mobil Sedan, Honda Civic dan Honda Accord masing-masing terjual sebanyak tujuh unit serta City satu unit. 

"Peningkatan penjualan pada Oktober lalu didukung oleh permintaan konsumen  yang masih tinggi serta peningkatan volume produksi yang secara bertahap mulai kami lakukan. Dengan penyegaran beberapa produk kami diakhir Oktober serta penyelenggaran GIIAS (Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show) pada bulan November ini, kami optimis dapat terus mempertahankan tren penjualan yang positif hingga akhir tahun." ujar Yusak Billy, business innovation and Marketing & sales director PT Honda Prospect Motor (HPM), Rabu (10/11). (Yetede)

Pilihan Editor