Indosat Ooredoo dan OTM Jalin Kerja Sama Mobile Advertising
Operator telekomunikasi seluler dan perusahaan digital Indosat Ooredoo menjalin kolaborasi dengan Out There Media (OTM), pemimpin global dalam mobile advertising dan monetisasi data. Melalui kolaborasi tersebut Indosat Ooredoo akan mengadopsi platform teknologi mobile engagement milik OTM yang telah memenangkan berbagai pernghargaan, yakni Mobucks. Perseroan juga akan memanfaatkan jaringan merek dan agensi OTM untuk memperkuat strategi periklanan digital bagi 62,3 jutaan pelanggannya. "Dengan kemitraan ini, kami berharap dapat memberikan kampanye mobile advertising interaktif yang melampaui jangkauan saluran periklanan tradsional yang tersedia saat ini. Ini adalah moment yang menyenangkan bagi Indosat Ooredoo dan kami berharap dapat mengumumkan kampanye pertama kami pada waktunya," ujar CEO Indosat Ooredoo Ritesh Kumar Singh, dalam keterangannya Senin (15/11). Teknologi OTM akan memnafaatkan kemampuan analitik dan pemahaman Indosat Ooredoo tentang pasar, sehingga memungkinkan platformnya untuk menggabungkan penargetan dan personalisasi dengan jangakaun yang tepat. (Yetede)
Peningkatan IPM 2021 Masih di Bawah Rata-Rata
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia pada 2021 mencapai 72,29, meningkat 0,3 poin atau 0,49% dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang tercatat 71,94. Namun, peningkatan ini masih berada dibawah rata-rata kenaikan IPM Indonesia selama periode 2010-2021 yang sebesar 0,76%.Menurut Kepala BPS Margo Yuwono, pembangunan manusia di Indonesia terus mengalami kemajuan.
Sejak 2016, status pembangunan manusia Indonesia rata-rata meningkat di level sedang menjadi tinggi. Selama 2010-2021 IPM manusia rata-rata meningkat 0,76% per tahun dari 66,53 pada 2010 menjadi 72,29 pada 2021. Margo mengatakan, "Selama periode 2010 hingga 2021, UHH telah meningkat sebesar 1,76 tahun atau rata-rata tumbuh sebesar 0,23 per tahun,"ucap dia.
Sedangkan kalau dilihat menurut lokasi, IPM tertinggi ditempati DKI Jakarta dan DI Yogyakarta dengan status pencapaian pembangunan manusia yang sangat tinggi. Urutan IPM terendah masih ditempati Provinsi Papua (60,62). "Kalau tahun kemarin baru DKI Jakarta, sekarang tambah dengan DI Yogyakarta. Dengan angka diatas 80 atau statusnya sangat tinggi. Sedangkan katagori rendah sudah tidak ada karena semua sudah diatas 60," ucapnya. (Yetede)
VW Gempur Segmen SUV Premium
PT Garuda Mataram Motor (GGM), agen pemegang merek Volkswagen (VW) di Indonesia, menggempur segmen sport unility vihicle (SUV) premiun dengan merilis Tiguan Allspace Coming Camping Edition dipembukaan Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GHAS) 2021 di ICE Bumi Serpong Damai (BSD) City.
"Di GHAS kami menampilkan Tiguan Allspace Camping Edition, setelah pada Agustus lalu menghadirkan Tiguan Allspace Sport Edition," ujar Ahmad Badawi head of sales GMM. Dia melanjutkan, VW Tiguan Allspace Camping Edition mulai dipasarkan pada pembukaan GHAS 2021. Di mobil ini, terdapat dua buah matras yang dapat mengakomodasi empat orang dewasa Saat kedua garis bangku terlipat,mobil ini bisa menyediakan tempat bagi empat orang dewasa untuk tidur.
VW Tiguan Allspace mengusung mesin 14 TSI yang mampu menghasilkan tenaga puncak 150bhp dan torsi 250 Nm dengan transmisi otomatis 6-speed kopling ganda plus triptonic. Dapur pacu ini memberikan kemampuan akselerasi 0-100 kilometer per jam pada waktu 9,5 detik dan kecepatan puncak hingga 202 kpj. Pengendara Tiguan Allspace didukung fitur adaptice chassin control yang memberikan mode pengendaraan sesuai dengan kebutuhan pengemudi.
Isuzu Gandeng Kemenhub dan Aprindo
Astra Isuzu kembali mengkampanyekan keselamatan berkendaraan untuk menekan angka kecelakan lalu litas. Kali ini, bertepatan dengan ajang Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GHAS) 2021, Isuzu menggandeng Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Asosiasi Pengusaha Truck (Aprindo) memenangkan program pelatihan keselamatan berkendaraan bagi pengemudi truk.
"Kecelakaan kendaraan berniaga saat ini masih menjadi kontributor terbesar kecelakaan di Indonesia. Penyebab utamanya adalah faktor internal yang kurang memiliki kemampuan atau kompetensi untuk mengendarai kendaraan niaga," ujar Costumer dan Product Service Division Head PT Astra International Tbk.
Dia menambahkan Isuzu sebagai mitra bisnis ingin hadir, tidak hanya memberi kenyamanan dan keamanan dari sisi produk, tetapi pada setiap aktivitas pelanggan dalam menjalankan bisnisnya terutama dalam memastikan keamanan dan keselamatan pengemudi sebagai pemangku kepentingan selama berkendara.
Hingga Oktober, Penyerapan Batu Bara Dalam Negeri Capai 110 juta
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan penyerapan batu bara dalam negeri (Domestic market obligator/DMO) hingga akhir Oktober kemarin mencapai 110 juta ton. Realisasi tersebut sekitar 80% dari kuota DMO tahun ini yang mencapai 138 juta ton. Sedangkan volume produksi batu bara hingga akhir Oktober mencapai 512 juta ton atau sekitar 82% dari target tahun ini sebesar 625 juta ton.
Permasalahan lain yang dihadapi pembangkit listrik dalam menyerap batu bara yakni fasilitas jetty yang belum memadai serta keterbatasan tongkang. Pihaknya pun mendapati kontrak jangka pendek PLN dengan penyelia batu bara. "Kami usulkan ke PLN untuk kontrak jangka panjang dan membeli langsung ke perusahaan tambang tidak melalui trader,"ujarnya.
Di acara yang sama Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini menuturkan realisasi penyerapan batu bara ke pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) hingga akhir Oktober mencapai 93,2 juta ton. Adapun rinciannya sebanyak 55,5 juta ton terserap pembangkit milk PLN dan 37,6 juta ton pembangkit milik pengembang listrik swasta. "Diproyeksikan kebutuhan hingga akhir 2021 ini yang mencapai 115,6 juta ton," tuturnya. (Yetede)
Prospek Industri, Konsumsi Semen Terus Merangkak Naik
Kendati belum dapat kembali ke level sebelum pandemi, konsumsi semen nasional telah mampu mencatatkan pertumbuhan 5,5% secara year-on-year (YoY) sampai dengan Oktober 2021. Asosiasi Semen Indonesia (ASI) mencatat total konsumsi semen di dalam negeri mencapai 6,56 juta ton pada Oktober 2021. Adapun, secara kumulatif sejak awal tahun, konsumsi semen tercatat sebanyak 53,49 juta ton.Sementara itu, ekspor klinker dan semen mencapai 1,07 juta ton pada bulan lalu dengan negara tujuan Bangladesh, Australia, Sri Lanka, Timor Leste, dan Brunei Darussalam. Adapun, kawasan yang paling banyak menyerap semen pada bulan lalu, yakni Jawa dengan total konsumsi 3,57 juta ton atau naik 6,5%. Selanjutnya, Sumatera sebanyak 1,33 juta ton atau turun 2,8%.Selanjutnya, Kalimantan 0,42 juta ton naik 14,6%, Sulawesi 0,64 juta ton atau 15,5%, Bali dan NTT 0,37 juta ton naik 13%, serta Maluku dan Papua sebanyak 0,19 juta ton, turun 10,1%.
Kesepakatan Pilar 1 OECD, Potensi Penerimaan Cekak
Potensi penerimaan yang bisa dikantongi oleh pemerintah dari kesepakatan Pilar 1 Organisation for Economic Cooperation and Development: Unified Approach cukup cekak, sejalan dengan terbatasnya korporasi yang tercakup di dalam ketentuan skema perpajakan tersebut. Sekadar informasi, Pilar 1 Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) menyasar korporasi multinasional yang memenuhi ambang batas peredaran bruto global senilai 20 miliar euro dan profitabilitas di atas 10%. Persoalannya, hanya 25% dari residual profit yang berhak dipajaki oleh yurisdiksi-yurisdiksi pasar, termasuk Indonesia. Di sisi lain, untuk mengantongi 25% dari residual profit tersebut bukanlah hal yang mudah. Hal ini pun dikonfirmasi oleh Direktur Perpajakan Internasional Ditjen Pajak Kementerian keuangan Mekar Satria Utama.
Dalam laporan yang dipublikasikan pada September 2021 itu, IMF mengingatkan Indonesia untuk mewaspadai risiko tergerusnya penerimaan dalam implementasi skema pemajakan tersebut. IMF mengestimasi, negara berkembang seperti Indonesia berisiko kehilangan penerimaan sebesar 0,01% dari produk domestik bruto (PDB) jika menerapkan Pilar 1. Singkat kata, skema ini hanya menguntungkan negara maju dan merugikan negara berkembang. Laporan itu menuliskan, jika Amount A dalam proposal Pilar 1 hanya berlaku pada korporasi multinasional dengan pendapatan global di atas 20 miliar euro, profitabilitas di atas 10%, dan residual profit yang direalokasikan kepada yurisdiksi pasar hanya sebesar 25%, tambahan penerimaan yang dinikmati oleh Indonesia tidak signifikan, bahkan terancam memangkas potensi penerimaan. Hal ini disebabkan karena penghasilan yang diperoleh korporasi di dalam negeri tidak mencapai batas atau threshold yang ditetapkan oleh OECD.
Jam Tangan Ramah Lingkungan
Pekerja menyelesaikan pembuatan jam tangan berbahan dasar kayu di rumah produksi Pala Nusantara di Bandung, Jawa Barat, Senin (15/11). Produk jam tangan berbahan dasar ramah lingkungan dengan salah satu inovasinya menggunakan olahan akar jamur untuk bahan tali jamnya ini telah mendapatkan penghargaan Good Design Indonesia 2017 - 2020 dari Kementerian Perdagangan
Inilah Peta Bisnis Tes PCR dan Antigen Covid-19
Meski kasus positif Covid-19 mereda, bisnis tes antigen dan polymerase chain reaction (PCR) masih berdenyut. Permintaan tes Covid-19 masih menguat lantaran mobilitas meningkat sehingga butuh deteksi dini untuk mencegah korona. Salah satu pemain yang eksis di bisnis tes PCR adalah PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI). Ini adalah perusahaan milik Yayasan Indika, Yayasan Adaro dan Yayasan Toba Sejahtera. Sementara Direktur Utama PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) Vidjongtius mengatakan, anak usaha kalbe yang memiliki laboratorium adalah Kalgen Innolab. Mereka memprediksi bisnis layanan tes PCR akan menurun.Selain itu, PT Satu Laboratika Utam (Swabaja) milik Erwin Aksa juga ikut berbisnis PCR. Erwin Aksa mengatakan, awalnya Swabaja beroperasi untuk kepentingan internal. Keterlibatannya Swabaja, adalah hasil kemitraan dengan sejumlah klinik dan rumah sakit.
Prospek Cerah Investor Terus Serbu Fintech Indonesia
Financial Technology (fintech) terus kebanjiran dana segar dari investor. Merujuk laporan FinTech in ASEAN 2021 yang disusun UOB, PwC Singapura dan Singapore FinTech Association (SFA) menunjukkan, aliran pendanaan ke fintech semakin deras hingga tiga kali lipat dibandingkan tahun lalu. Hingga kuartal tiga tahun ini, fintech di Indonesia kebagian investasi sekitar US$ 904 juta.Dari negara Asia Tenggara, fintech dalam negeri menduduki tangga kedua setelah Singapura yang meraih dana US$ 16 miliar. Selain nilai pendanaan yang terus meningkat, dan laporan ini juga terlihat adanya perubahan tren pendanaan. Untuk pertamakalinya dari beberapa tahun sebelumnya, fintech lending terlempar dari tiga besar lini bisnis yang disukai investor.









