BTN Ingin Insentif Berlanjut
Bank Tabungan Negara (BTN) terus memacu penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Agar semakin cepat pulih, BTN mengharapkan ada perpanjangan dan perluasan Insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) di sektor perumahan. Wakil Direktur Utama Bank BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, "Kami berharap insentif PPN tersebut bisa diperpanjang dan diperluas untuk transaksi perumahan sampai tipe-tipe tertentu terutama tipe rumah sederhana." ujar Nixon.
Bank Menurunkan Bunga Sesuai Profil Resiko
Seiring tren penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI), perbankan terus berusaha menyesuaikan besaran bunga kredit untuk memacu permintaan kredit dimasyarakat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, sampai dengan Agustus 2021 Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) terus menurun seiring penurunan komponen harga pokok dana dan biaya overhead masing-masing sebesar 16 basis poin (bps) dan 10 bps.Penurunan SBDK telah diteruskan pada penurunan suku bunga kredit. Antara lain suku bunga kredit modal kerja yang telah turun dibawah level 9,00% hingga level 8,92%. Bank Permata telah menyesuaikan bunga di segmen ritel sesuai dengan profil resiko nasabah dan bunga yang berlaku di pasar. Bank Permata telah menurunkan bunga KPR maupun kredit UMKM dikisaran 2% hingga 2,25%.
Asuransi Jiwa Gencar Jualan Melalui Bank
Mulai meredanya kasus positif Covid-19 membuat penjualan produk asuransi jiwa melalui bank atau biasa dikenal bancassurance semakin meningkat. Dari data, bancassurance menyumbang premi paling besar dibandingkan kanal lain. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatatkan premi dari bancassurance mencapai Rp 48,23 triliun, atau meningkat 27,3% yoy per kuartal II-2021. Kanal ini menyumbang porsi terbesar, mencapai 46% terhadap total premi industri.
Sektor Komoditas Menjadi Juara
Indeks KOMPAS100 mencetak kenaikan 6,26% sepanjang kuartal empat berjalan ini. Performa indeks 100 sahan dengan likuiditas tinggi dan fundamental baik ini melebihi performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang naik 5,79% di periode yang sama. Booming harga komoditas menjadi pemicu utama. "Namun, kenaikan harga komoditas juga menekan industri lain seperti semen," ujar Willinoy Sitorus, Analis Trimegah Sekuritas, dalam risetnya.
Tekfin Mengarah ke Bunga Murah
Seorang kolega bercerita sudah 2 tahun terakhir ini ia menjajal peran sebagai seorang pemberi pinjaman alias lender lewat platform pinjam-meminjam uang daring dari salah satu penyedia teknologi finansial (tekfin). Ada dua mitra yang ia danai, masing-masing berasal dari Magelang, Jawa Tengah dan Pangkajene, Sulawesi Selatan. Satu mitra mendapat skema pembiayaan langsung sebesar Rp3 juta dengan durasi pinjaman selama 50 minggu. Satu mitra lagi melalui skema kumpulan senilai Rp1,5 juta berdurasi 50 minggu. Menurutnya, dari dua mitra itu, proyeksi keuntungan yang dapat diperoleh hingga masa pinjaman berakhir yaitu 11,5% dan 12,5%. Besaran imbal hasil dilihat dari profil risiko masing-masing mitra. Makin baik latar belakang usaha mitra, bunga yang dikenakan lebih rendah.
Besaran bunga pinjaman yang ditetapkan oleh sejumlah penyedia layanan tekfin alias fintech belakangan memang menjadi sorotan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bahkan telah memberi arahan agar penyedia layanan tekfin menyesuaikan tingkat bunganya untuk mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dapat mengakses pinjaman dengan bunga rendah. Alhasil, sejumlah perusahaan tekfin pun mulai memangkas bunga pinjamannya. PT Kredit Pintar Indonesia atau Kredit Pintar, misalnya menetapkan suku bunga terendah bagi pengguna untuk tenor 3 bulan dengan 5,17% per bulan.
Emiten Komponen Otomotif, Kinerja Menderu
Sejumlah emiten produsen komponen terimbas positif dari kinerja cemerlang sektor otomotif. Kinerja hingga akhir tahun pun diperkirakan makin mentereng.
Emiten suku cadang PT Astra Otoparts Tbk. (AUTO) juga mencatatkan kinerja cemerlang hingga kuartal III/2021. Emiten berkode AUTO ini bakal merambah pengembangan manufaktur suku cadang kendaraan listrik mulai tahun depan. “Kami terikat dengan non disclosure agreement dengan partner dan calon partner. Jadi tak bisa ekspos detil. Namun, kami di kondisi menyiapkan proses diversifikasi dan inovasi, baik terkait kendaraan elektrifikasi dan segmen baru itu kesehatan,” tutur Presiden Direktur AUTO Hamdhani Dzulkarnaen Salim.Saat ini, fokus AUTO pada produksi komponen untuk internal combustion engine sambil menyiapkan segala sesuatunya dalam menyambut era kendaraan listrik. Head of Equity Trading MNC Sekuritas Medan Frankie Wijoyo Prasetio menilai dari laporan keuangan kuartal III/2021 ini, rata-rata emiten komponen otomotif mencatatkan pertumbuhan kinerja. “Yang membuat sektor komponen otomotif ini lebih gemilang adalah seluruhnya juga mencatat pertumbuhan laba bersih,” ujarnya kepada Bisnis. Frankie menambahkan perbaikan ekonomi ikut juga mendongkrak daya beli masyarakat. Wal-hasil, kinerja emiten komponen otomotif bakal maksimal sampai penghujung tahun ini.
Penanganan Covid-19, BNPB Apresiasi Nakes
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengapresiasi perjuangan para tenaga kesehatan dalam penanganan Covid-19 yang menjadi garda terdepan.Pada Jumat (12/11), BNPB menerima kunjungan perwakilan tenaga kesehatan (Nakes) dan petugas penunjang yang terlibat dalam penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Jakarta. Kunjungan ini dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2021 yang digagas oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Kepala Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB Bambang Surya Putra mengapresiasi perjuangan para nakes dalam penanganan Covid-19 yang menjadi garda terdepan.“Para tenaga kesehatan yang luar biasa, pengorbanan yang sungguh luar biasa berjibaku untuk menangani Covid-19,” katanya.BNPB atau Satgas menyediakan call center khusus bagi tenaga Kesehatan.
Capaian Testing Balikpapan Terbaik
Kota Balikpapan dinobatkan sebagai daerah dengan capaian testing atau pengetesan, pelacakan dan isolasi terbaik nasional oleh Kementerian Kesehatan. Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Andi Sri Juliarty mengungkapkan bahwa total testing hingga November 2021 mencapai 585.784 Jiwa.
Negara-Negara Didesak Membatasi Bahan Bakar Fosil
Rancangan pernyataan konferensi tingkat tinggi COP-26 meminta negara-negara untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Setelah dua minggu sepanjang waktu, para delegasi menghasilkan ringkasan kemajuan. Yang mendesak pemerintah negara-negara untuk mempercepat penghapusan secara bertahap pembangkit listrik tenaga batu bara.
Satu hari sebelum penutupan, negara-negara hampir tidak mendekati kesepakatan apakah rencana pengurangan emisi nasional harus ditingkatkan dalam jangka pendek. “Yang benar adalah bahwa atmosfir tidak peduli dengan komitmen. Atmosfir hanya peduli dengan apa yang kita masukkan kedalamnya. Kemanusiaan tidak akan diselamatkan oleh janji.”Kata Vanessa aktivis pemuda Uganda.
Negara-negara kaya memperlakukan pendanaan iklim sebagai amal atau bantuan untuk menenangkan negara-negara berkembang, agar menandatangani paket keputusan yang dikompromikan. Sementara Negara yang sudah dilanda bencana iklim seperti kekeringan dan banjir yang memecah rekor, menuntut agar mereka diberikan kompensasi secara terpisah untuk kerugian dan kerusakan. (Yetede)
Ekonomi Malaysia Kontraksi 4,5% di Kuartal III
Ekonomi Malaysia Kontraksi 4,5% di kuartal III-2021, berkebalikan dengan rebound di kuartal II. Namun kontraksi ini jauh lebih buruk dari pada perkiraan rerata para ekonom yang disurvei Reuters, yang memprediksikan kontraksi 1,3%. Meski demikian Bank Negara Malaysia mengatakan indikator baru-baru ini menunjukkan momentum yang lebih positif.
“Propek pertumbuhan tetap tunduk pada factor risiko Covid-19 secara global dan domestik, stabilitas di pasar keuangan global, serta pelonggaran gangguan rantai asok secara bertahap,” Kata Gubernur BNK Nor Shamsiah Mohd Yunus dalam konferensi pers, Jumat (12/11). Ekonomi Malaysia telah pulih dari kemerosotan yang disebabkan pandemic pada kuartal II-2021.
Namun, tingkat infeksi virus corona telah melambat secara drastis dalam beberapa pekan terakhir ditengah program vaksinasi yang ditingkatkan. Hal ini meningkatkan harapan akan perubahan haluan. Saat ini lebih dari tiga perempat dari 32 juta penduduk Malaysia telah divaksin lengkap. (Yetede)









