Menakar Prospek Emiten Logam
Saham-saham emiten logam mineral diyakini masih punya daya tarik. Hal ini akan terjadi seiring prospek komoditas emas, nikel, timah, serta tembaga yang masih positif. Analisis NH Korindo Sekuritas Indonesia Samuel Glenn Tanuwidjaja menilai, harga emas global akan tetap stabil hingga Juni 2022. Salah satu saham emiten tambang logam yang juga menjadi perhatian ialah PT Merdeka Cooper Gold Tbk (MDKA). Emiten produsen emas dan tembaga ini mencapai harga saham tertinggi sepanjang masa alias all time high pada Senin (16/11) di level Rp 3.540. Sejak awal tahun saham MDKA juga telah menguat 44,03%. Diantara saham emiten logam, Glenn merekomendasikan beli saham ANTM dengan target harga Rp 2.860 dan menyematkan rekomendasi Overweight saham INCO dengan target harga Rp 5.500.
Bisnis Gurih, Investor Juga Menyerbu Fintech Kripto
Industri financial technology (fintech) dalam negeri terus kebanjiran dana investasi. Salah satu lini bisnis yang sedang digemari oleh investor adalah fintech kripto. Berdasarkan laporan Fintech in ASEAN 2021 yang disusun oleh UOB, PwC Singapura, dan Singapore Fintech Association (SFA), pendanaan fintech kripto di ASEAN mengalami pertumbuhan 424% secara year to date (ytd). Nominalnya pun telah mencapai US$ 356 juta. Di Indonesia sendiri, porsi pendanaan fintech kripto pun termasuk 5 besar dengan memberikan kontribusi 8%.
Penuhi Pasokan Batubara Lokal, Insentif Siap Ditebar
Di tengah krisis ekonomi global, Indonesia nampaknya ingin memastikan pasokan energi dalam negeri tetap terjaga. Ini pula yang membuat pemerintah akan memberikan insentif perusahaan yang mampu memenuhi kebijakan memasok kebutuhan lokal atau domestic market obligation (DMO). Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ridwan Djamaluddin mengungkapkan, ada keistimewaan pelaku usaha jika berhasil memenuhi komitmen DMO 25% dari rencana produksi. Direktur PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Dileep Srivastava, pihaknya berkomitmen memenuhi DMO tahun ini. "Kami menargetkan capai komtmen DMO sesuai RKAB tahun ini kendati dihadapkan curah hujan yang tinggi," ujar dia kepada Kontan, Selasa (16/11).
Impor Pakaian Akan Dikenakan Bea Masuk Anti Dumping
Pemerintah menetapkan pengenaan bea masuk tindakan pengamanan (BMTP) produk pakaian dan aksesori pakaian. Kebijakan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 142/PMK.010/2021 tersebut telah berlaku secara efektif mulai 12 November 2021 selama tiga tahun. Dalam aturan tersebut, BMTP dikenakan terhadap 134 jenis pos tarif produk pakaian dan aksesori pakaian. Besarannya, antara Rp 19.260 hingga Rp 63.000 per piece untuk tahun pertama dan berangsur menurun.
Penerimaan Naik, Defisit Anggaran di Bawah Target
Pemerintah optimistis defisit anggaran pada akhir 2021 lebih rendah dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021, meski masih belum di bawah 3% terhadap produk domestik bruto (PDB). Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan defisit anggaran akhir 2021 sekitar Rp 873,6 triliun atau lebih rendah Rp 132,8 triliun. Proyeksi Kemkeu defisit akhir tahun, sekitar 5,18% - 5,45%, dari target APBN 5,7% terhadap PDB.
Penyebabnya, pertama, penerimaan pajak bisa mencapai target. Jika proyeksi pemerintah tak meleset, penerimaan pajak mencatatkan rekor sejarah, setelah langganan mengalami selisih dari target dalam APBN alias shortfall. Kedua, realisasi penerimaan bea dan cukai di atas target. Ketiga, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) diprediksi juga melampaui target. Setoran PNBP 2021, naik sejalan kenaikan harga minyak global, dan komoditas lain.
Perdagangan Minyak Goreng
Gorengan dan minyak goreng di Indonesia memiliki sejarah tersendiri. Indonesia merupakan produsen CPO dan minyak goreng terbesar di dunia. Miris rasanya jika harga minyak goreng tinggi di negeri sendiri.
Pada 2020, Indonesia telah memiliki 74 pabrik minyak goreng dari kelapa sawit. Dari jumlah itu, 45 pabrik berada di Jawa. Konsumsi minyak goreng sawit pada 2015-2020 juga terus tumbuh sebesar 2,32 persen. Pada 2015, konsumsi minyak goreng sawit di tingkat rumah tangga sebesar 10,33 liter per kapita per tahun. Angka ini meningkat menjadi 11,58 liter per kapita per tahun.
Dalam laporannya tentang Distribusi Perdagangan Komoditas Minyak Goreng Indonesia 2021, Badan Pusat Statistik menunjukkan, pendistribusian minyak goreng dari produsen ke konsumen akhir melibatkan 3-7 pelaku usaha perdagangan, tergantung daerah-daerah yang dituju. Namun, pola utama atau pada umumnya adalah terdiri dari tiga rantai yang melibatkan distributor dan pedagang eceran.
Secara nasional, margin perdagangan dan pengangkutan total (MPPT) tahun 2020 pada pola utama pendistribusian minyak goreng sawit itu sebesar 17,41 persen, atau meningkat dari MPPT 2018 yang sebesar 17,05 persen. Angka ini mengindikasikan, kenaikan harga minyak goreng dari produsen hingga konsumen akhir sebesar 17,14 persen.
Berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, Selasa (16/11/2021), harga rata-rata nasional minyak goreng baik curah, kemasan sederhana, maupun kemasan premium, harganya antara Rp 17.450-Rp 18.650 per kilogram (kg) atau Rp 18.706-Rp 19.992 per liter. Harga tertinggi minyak goreng itu ada di Papua Barat dan Gorontalo, masing-masing Rp 20.450 per kg (Rp 21.992 per liter) dan Rp 22.900 per kg (Rp 24.548 per liter). Harga tersebut lebih tinggi dari harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah, yaitu Rp 11.000 per liter.
Pasar Properti Membaik
Transaksi sektor properti di pasar primer dan sekunder selama dua tahun terakhir mencapai Rp 200 triliun. Dari jumlah itu, sekitar 61 persen berasal dari pasar sekunder.
Pasar properti terus bergeliat menjelang akhir tahun 2021. Tahun 2022, properti diprediksi terus membaik sepanjang tidak ada gelombang baru pandemi Covid-19. Namun, perubahan kebijakan terkait fiskal perlu disikapi pengembang dengan tidak jorjoran menggarap segmen menengah ke atas.Pergerakan pasar didorong oleh insentif berupa pajak pertambahan nilai yang ditanggung pemerintah (PPN DTP) sebesar 100 persen untuk rumah dengan harga sampai Rp 2 miliar serta PPN DTP 50 persen untuk harga di atas Rp 2 miliar hingga Rp 5 miliar. Ada pula insentif pemerintah untuk kepemilikan rumah nonsubsidi meliputi pelonggaran rasio pinjaman terhadap nilai (LTV) rumah yang dibeli, bunga kredit pemilikan rumah yang cenderung menurun, serta diskon yang diberikan pengembang.
Dengan proyeksi ekonomi yang semakin membaik, pihaknya memprediksi momentum pertumbuhan sektor properti semakin baik di tahun 2022. Pendanaan KPR BTN ditargetkan melampaui 200.000 unit, mencakup KPR subsidi 195.000 unit dan nonsubsidi 51.000 unit. Pihaknya mendorong kerja sama penyaluran dengan pengembang, pemerintah, hingga agen properti.
Target Moderat Setoran Pajak
Pemulihan dunia usaha yang masih menantang memaksa pemerintah tak muluk-muluk dalam menetapkan target penerimaan Pajak Penghasilan (PPh) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022. Pemerintah ‘hanya’ menargetkan penerimaan PPh senilai Rp680,87 triliun pada tahun depan, turun tipis jika dibandingkan dengan target di dalam APBN 2021 yang mencapai Rp683,77 triliun. Selama ini, kontributor terbesar dalam penerimaan PPh adalah PPh Pasal 25/29 Badan alias pajak korporasi. Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Kementerian Keuangan Neilmaldrin Noor menjelaskan bahwa penyusunan target itu mengacu pada outlook penerimaan PPh pada 2021 yang berada di angka Rp615,2 triliun. Artinya, target penerimaan PPh pada 2022 tumbuh 10,7%.
Sejumlah kalangan menilai konsolidasi target penerimaan pajak itu perlu dilakukan. Pasalnya, sebagian pelaku usaha masih berjibaku dengan dampak negatif pandemi Covid-19. Wakil Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Anggawira mengatakan potensi pencapaian target penerimaan pajak sangat tergantung pada penanganan pandemi Covid-19, baik dari sisi medis maupun ekonomi.
Pengendalian Iklim, Carbon Trading Bakal Lewat Bursa
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia meminta PT Bursa Efek Indonesia menyiapkan skema perdagangan karbon atau carbon trading untuk memfasilitasi transaksi yang transparan dan berkelanjutan di masa mendatang. Menko Perekonomian Airlangga Hartanto mengatakan operator pasar modal perlu menyiapkan skema carbon trading sesuai dengan rencana jangka panjang pemerintah. “Kita punya dua kekuatan terkait cabon capture dari sektor pertambangan dan energy,” katanya dalam CEO Networking 2021, Selasa (16/11). “Diharapkan carbon trading bisa diluncurkan dan ini jadi pekerjaan bagi BEI dan pemerintah akan menyiapkan regulatory framework.”
Apabila platform carbon trading sudah tersedia di BEI, Airlangga sangat berharap perdagangan karbon bisa dilakukan di Indonesia, bukan di negara lain. Ketika dihubungi Bisnis, Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia Hasan Fawzi mengatakan secara singkat BEI sudah melakukan kajian untuk menyiapkan skema atau fasilitasi transaksi perdagangan karbon. Sementara itu, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi mengatakan operator pasar modal dan SRO telah melakukan implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG). Di antaranya melalui penerbitan green bond, green sukuk dan indeks green investment. “Kami juga terus melakukan sosialisasi kepada seluruh pemangku kepentingan pasar modal.”
Minyak Goreng Kemasan, 11 Juta Liter Bakal Guyur Pasar
Sebanyak 11 juta liter minyak goreng siap dipasarkan dengan harga Rp14.000 per liter sampai dengan akhir tahun ini guna menekan harga di pasaran yang sudah mencapai Rp16.800 per liter. Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan minyak goreng kemasan sederhana itu akan dijual di 45.000 unit gerai ritel modern. Dia melanjutkan minyak goreng harga khusus itu merupakan hasil kerja sama produsen minyak nabati Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI), Asosiasi Industri Minyak Makan Indonesia (AIMMI), dan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo). “Kami sudah mengimbau asosiasi produsen minyak goreng untuk memberikan harga khusus. Jadi mereka sudah setuju dengan Aprindo untuk mendistribusikan 11 juta liter minyak goreng kemasan sederhana dengan harga Rp14.000 per liter,” katanya di sela-sela pelaksanaan Rakornas Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), Selasa (16/11).









