;

Kinerja Keuangan Mayora Membaik Tahun Depan

Yuniati Turjandini 24 Nov 2021 Investor Daily

PT Mayora Indah Tbk (MYOR) optimis kinerja keuangan membaik tahun depan, seiring tren penurunan kasus Covid-19. Hal ini juga didukung sejumlah strategi yang disiapkan untuk mendukung pertumbuhan. Ekspektasi  membaiknya kinerja keuangan tahun depan juga didasarkan data ritel Nielsen yang berakhir September 2021.

"Kami optimistis tumbuh pada 2022. Sebab, industri FMCG, berdasarkan data Nielsen, juga tumbuh. Kami merasa akan bertahan tahun depan," ujar Global Marketing Director Mayora Group Ricky Afriyanto. Pertumbuhan bisnis perseroan, kata dia, juga akan didukung peningkatan harga komoditas, yang berimbas terhadap kenaikan daya beli masyarakat.

"Jika produk diluncurkan hingga market bergairah, tentu akan terlambat, jadi kuncinya adalah kami harus membangun bisnis itu dengan rasa optimisme. Kami harus membuat market itu menarik dengan cara memberikan value kepada konsumen," ujar dia. Selain berinovasi, dia melanjutkan, perseroan melakukan orientasi pasar  dan memprioritaskan segmen usaha yang sedang tumbuh. (Yetede)


RI Kuasai Pasar Agen Perjalanan Online Asean

Yuniati Turjandini 24 Nov 2021 Investor Daily

Indonesia menguasai pasar agen perjalanan online (online travel agent/OTA) yang sangat menggiurkan serta menjanjikan. George Hendrata, CEO Global Tiket Network (Tiket.com), menegaskan, pasar perdagangan digital di Asean sangat besar. Berdasarkan laporan riset Google dan Temasek, nilai ekonomi digital Asean diprediksikan mencapai US$ 120 milliar tahun ini.

Goerge melanjutkan, bisnis OTA di Indonesia berpeluang terus tumbuh, seiring geliat pariwisata, merujuk data IATA, Indonesia akan berada diperingkat empat dunia pada 2025. "Ini sangat menantang dan Tiket.com siap  mendukung predikat tersebut. Sebab, semakin banyak turis, semakin banyak devisa yang masuk," kata dia dalam Economic Outlook 2021, Selasa (23/11).

Dia mengakui, sektor pariwisata termasuk OTA  sempat terpukul hebat pandemi Covid-19. Ini bisa dilihat dari amblasnya jumlah penumpang udara pada Mei 2020, ketika pandemi masih merebak dan sejumlah pemerintah daerah menjalankan PSBB. Perusahaan ini bahkan harus menerima refund  hingga 50 kali. Akan tetapi permintaan itu tetap dilayani. (Yetede)

Utang Macet Sritex Menghantui Bank

Hairul Rizal 24 Nov 2021 Kontan

Kasus gagal bayar perusahaan tekstil semakin panjang. Setelah Duniatex dan Pan Brothers, industri perbankan harus kembali menghadapi restrukturisasi kredit dari debitur tekstil lain, yakni Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) alias Sritex. Nasib Sritex akan ditemukan pada 2 Desember 2021. Pada saat itu para kreditur akan menggelar pemungutan suara atas rencana perdamaian. Total pokok utang jatuh tempo dan terutang berdasar dokumen keuangan tanggal putusan PKPU Sritex adalah senilai sekitar Rp 19,96 triliun. Dalam proposal versi terakhir ini, Sritex akan menyelesaikan seluruh utang bilateral dan utang sindikasi senilai US$ 979,4 juta melalui alokasi Secured Working Capital Revolver US$ 275 juta, Secured Term Loan US$ 350 juta, dan Unsecured Term Loan atau Mandatory Covertible Loan US$ 354,4 juta. 

IBC Evaluasi Utang Rencana Akuisisi StreetScooter

Hairul Rizal 24 Nov 2021 Kontan

Rencana Indonesia Battery Corporation (IBC) mengakuisisi StreetScooter, produsen kendaraan listrik asal Jerman memasuki babak baru. Para pemegang sahaam IBC kini sedang mengevaluasi rencana pembelian itu. Beberapa  unsur saham bahkan menolak pembelian StreetScooter. IBC adalah holding BUMN Baterai yang dimiliki empat BUMN: yakni PT Pertamina, PT PLN, PT Inalum dan PT Aneka Tambang Tbk. Dus, rencana akuisisi StreetScooter oleh IBC memantik kontroversi. Pasalnya, perusahaan ini masih menderita kerugian 318 juta pada 2020. Sejatinya, para pemegang saham IBC, seperti Mind Id, PLN dan Antam disebut-sebut keberatan dengan rencana akuisisi StreetScooter. "Bahkan karena mereka menolak, kepemilikan saham PLN akan dialihkan ke Pertamina dan posisi Antam digantikan oleh Perusahaan Pengelola Aset (PPA) di IBC," bisik sumber KONTAN, kemarin. 

Pajak Mengincar Brankas Persembunyian Harta

Hairul Rizal 24 Nov 2021 Kontan

Kebijakan pemerintah untuk mengintegrasikan Nomor Induk Kependudukan atau NIK dengan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) akan berdampak besar bagi penerimaan pajak. Sebab dengan integrasi data ini, maka ke depan tidak ada lagi upaya menutupi harta kekayaan wajib pajak. Menurut Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Suryadi Sasmita menilai integrasi data NIK dan NPWP ini akan memudahkan pegawai pajak mendeteksi penghasilan tersembunyi wajib pajak. "Banyak harta kekayaan para bos-bos besar yang dibeli atas nama supirnya atau pembantu. Nah, itu nanti jadi bisa kena utang pajak karena lewat NIK sudah tercantum NPWP," katanya dalam acara Diskusi Publik: Wajah Baru Perpajakan Indonesia Pasca-UU HPP, Selasa (23/11).


Target Dibatasi, BNI Menjual ST008 Senilai Rp 640 Miliar

Hairul Rizal 24 Nov 2021 Kontan

Kuota penjualan Green Sukuk Ritel-Sukuk Tabungan seri ST008 telah ditetapkan terbatas di Rp 5 triliun. Mitra distribusi ST008, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) berhasil menjual produk ritel tersebut Rp 640 miliar. General Manager Divisi Wealth Management BNI, Henny Eugenia mengatakan target awal penjualan ST008 di BNI sebesar Rp 800 miliar. Namun, kuota penjualan dari pemerintah dibatasi, sehingga potensi kelebihan minat masuk Rp 160 miliar. Jika penjualan ST008 tidak dibatasi Rp 5 triliun, Henny mengatakan dengan asumsi potensi kelebihan minat masuk sebesar 25% seperti perbandingan ekspektasi dan realisasi di BNI, Maka prediksi penjualan ST008 bisa mencapai setidaknya di Rp 6,25 triliun.


Genjot Penyaluran KPR

Hairul Rizal 24 Nov 2021 Kontan

Pekerja menyelesaikan pembangunan rumah bersubsidi di Laladon, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (22/11). PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk (BBTN) akan mengoptimalkan penyaluran kredit pemilikan rumah atau KPR bagi masyarakat dengan memberikan pembiayaan rumah subsidi sebanyak 200.000 unit setiap tahun.

Kinerja Emiten Grup Triputra Ditopang CPO dan Logistik

Hairul Rizal 24 Nov 2021 Kontan

Grup Tiputra berencana mengantarkan salah satu entitasnya yang bergerak di bidang otomotif ke Bursa Efek Indonesia (BEI), yaitu PT Dharma Polimetal. Di pasar modal, saham-saham Grup Triputra disebut memiliki prospek yang baik, bersamaan dengan kinerja dan prospek yang baik pula. Di sektor minyak sawit (CPO), Grup Triputra mencatatkan saham Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) dan PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG). Kinerja penjualan dan laba kedua perusahaan ini positif hingga akhir kuartal III-2021 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kebutuhan Pembiayaan Korporasi Mulai Mendaki

Hairul Rizal 24 Nov 2021 Kontan

Permintaan kredit korporasi sudah makin meningkat. Hal itu tercermin dari survei Bank Indonesia (BI) mengenai kebutuhan akan pembiayaan korporasi pada bulan Oktober 2021 yang tercatat meningkat. Saldo Bersih Tertimbang (SBT) segmen korporasi mencapai 16,7% pada Oktober 2021. Lebih tinggi dibandingkan bulan September sebesar 11,1%. Dalam survei tersebut, sektor konstruksi, perdagangan, reparasi mobil dan penyediaan makanan dan minuman terindikasi memiliki kebutuhan pembiayaan yang meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya.


Korupsi Sektor Pendidikan : Kerugian Negara Rp 1,6 Triliun

Yoga 23 Nov 2021 Kompas

Lima tahun terakhir ini, terdapat 240 kasus dugaan korupsi sektor pendidikan yang merugikan negara Rp 1,6 triliun, yang  terjadi sepanjang tahun 2016 hingga 2021 dan tiap tahun, korupsi sektor pendidikan meningkat, berdasar kajian Indonesia Corruption Watch (ICW) Senin (22/11). Korupsi tertinggi terjadi pada bantuan operasional sekolah (BOS), 52 kasus, infrastruktur (40 kasus), pengadaan barang dan jasa non-infrastruktur (35 kasus), dana alokasi khusus (34 kasus).

Penyelewengan anggaran terbesar terjadi di dinas pendidikan (125 kasus), sekolah (75 kasus), perguruan tinggi (20 kasus), dan kementerian / kantor wilayah (9 kasus). ”Data ini menunjukkan fakta bahwa korupsi pendidikan juga marak terjadi di sekolah, tempat yang seharusnya mengajarkan nilai-nilai kejujuran, integritas, dan keadilan,” kata peneliti ICW, Dewi Anggraeni.

”Ini sungguh mengkhawatirkan di mana korupsi pendidikan tak mengenal batas nilai kemanusiaan. Korupsi bahkan tetap berlanjut ditengah pandemi Covid-19,” ujar Dewi. Irjen Kemendikbud ristek & dikti, Chatarina Muliana Girsang mengatakan, korupsi di sektor pendidikan merupakan fenomena gunung es, karena belum semua kasus berhasil diungkap. Besarnya dana transfer daerah diduga menyebabkan tingginya korupsi di sektor pendidikan.


Pilihan Editor