Pasar Properti Membaik
Transaksi sektor properti di pasar primer dan sekunder selama dua tahun terakhir mencapai Rp 200 triliun. Dari jumlah itu, sekitar 61 persen berasal dari pasar sekunder.
Pasar properti terus bergeliat menjelang akhir tahun 2021. Tahun 2022, properti diprediksi terus membaik sepanjang tidak ada gelombang baru pandemi Covid-19. Namun, perubahan kebijakan terkait fiskal perlu disikapi pengembang dengan tidak jorjoran menggarap segmen menengah ke atas.Pergerakan pasar didorong oleh insentif berupa pajak pertambahan nilai yang ditanggung pemerintah (PPN DTP) sebesar 100 persen untuk rumah dengan harga sampai Rp 2 miliar serta PPN DTP 50 persen untuk harga di atas Rp 2 miliar hingga Rp 5 miliar. Ada pula insentif pemerintah untuk kepemilikan rumah nonsubsidi meliputi pelonggaran rasio pinjaman terhadap nilai (LTV) rumah yang dibeli, bunga kredit pemilikan rumah yang cenderung menurun, serta diskon yang diberikan pengembang.
Dengan proyeksi ekonomi yang semakin membaik, pihaknya memprediksi momentum pertumbuhan sektor properti semakin baik di tahun 2022. Pendanaan KPR BTN ditargetkan melampaui 200.000 unit, mencakup KPR subsidi 195.000 unit dan nonsubsidi 51.000 unit. Pihaknya mendorong kerja sama penyaluran dengan pengembang, pemerintah, hingga agen properti.
Tags :
#PropertiPostingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023