;

Setoran Pajak Terus Naik Mendekati Target 2021

Hairul Rizal 10 Nov 2021 Kontan, 9 November 2021

Realisasi penerimaan pajak menjelang akhir tahun, tumbuh tinggi. Pemerintah optimistis target setoran pajak 2021 terpenuhi. Berdasarkan hitungan KONTAN, dengan realisasi penerimaan pajak di periode Januari-Oktober 2020 yang sebesar Rp 826,94 triliun, maka capaian pada Januari-Oktober 2021 mencapai Rp 950,98 triliun atau setara dengan 77,34% terhadap target akhir 2021 sebesar Rp 1.229,6 triliun. Artinya, pemerintah harus mengejar setoran Rp 278,62 triliun sepanjang November dan Desember agar penerimaan pajak 2021 mencapai target. Maklum, realisasi penerimaan pajak setiap tahunnya, masih langganan mencatat selisih dari target alias shortfall. Bahkan, pertumbuhan penerimaan pajak Januari-Oktober 2021, telah melebihi angka pertumbuhan yang diharapkan APBN, yaitu 14,7% yoy. Sementara penerimaan pajak bulan November dan Desember 2021 diharapkan tumbuh minimal 15% yoy. 

Konglomerat dalam Peta Baru Juragan Bank Kecil

Hairul Rizal 10 Nov 2021 Kontan, 9 November 2021

Pemenuhan aturan modal minimum menjadi alasan bank kecil untuk membuka pintu bagi kehadiran pemodal baru, termasuk konglomerat dari dalam negeri.  Setelah Chairul Tanjung mengambilalih Allo Bank, kini muncul pengambilalihan 93% saham PT Bank Fama International senilai US$ 908,9 miliar oleh Emtek Grup. Allo Bank yang akan dikembangkan jadi bank digital akan menggelar rights issue pada Desember mendatang guna memenuhi aturan modal inti dengan menerbitkan 10 miliar saham atau 46,24% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Harganya telah ditetapkan Rp 478 per lembar. Namun, CT Group selaku pemegang 90% saham Allo Bank hanya akan mengeksekusi 30% dari seluruh haknya. Selebihnya akan dialihkan ke beberapa investor strategis. Sehingga kepemilikan CT akan berkurang jadi 60,8%. 

Berburu Produsen Mobil Listrik Sampai Jerman

Hairul Rizal 10 Nov 2021 Kontan, 9 November 2021

Indonesia berambisi membangun ekosistem kendaraan listrik. Kabar teranyar, PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) dikabarkan siap mengakuisisi StreetScooter, produsen kendaraan listrik milik Deutsche Post DHL Group asal Jerman. Ketika dikonfirmasi soal pembelian StreetScooter oleh IBC, Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pahala Nugraha Mansury enggan menjawab. Dia hanya bilang, upaya membangun industri baterai dan ekosistem kendaraan listrik bertujuan mendorong upaya dekarbonisani atau penurunan emisi. "Memanfaatkan tren dekabronisasi untuk pengembangan industrialisasi sehingga Indonesia bisa jadi bagian dari global supply chain baterai dan EV," ungkap Pahala kepada KONTAN, kemarin.   

Berdasarkan informasi dari sumber lain terkait rencana akuisisi StreetScooter, IBC memang menjajaki kemungkinan kerjasama dengan perusahaan logistik global yang berbasis di Jerman. Perusahaan ini sudah memproduksi mobil niaga bertenaga listrik atau Electric Light Commercial Vehicle (eLCV) untuk kebutuhan logistik yang digunakan sebagai mobil operasional di Jerman dan Eropa. Nah, DHL Group kabarnya sedang mencari mitra untuk mengembangkan mobil niaga listrik "IBC dan beberapa partner tertarik menjadi pemegang sahan perusahaan EV," ucap sumber KONTAN. 

Orang Super Kaya Makin Banyak

Hairul Rizal 10 Nov 2021 Kontan, 30 Oktober 2021

Populasi orang kaya di Indonesia terus bertambah. Meski pandemi Covid-19 menekan perekonomian, jumlah orang tajir di negara kita bakal terus meningkat hingga 2025 mendatang. Jumlah orang kaya bertambah, karena sebelumnya,Credit Suisse Research Institue lewat laporan bertajuk Global Wealth Data Book 2021 yang rilis akhir juni lalu menyebutkan, jumlah penduduk Indonesia dengan kekayaan bersih US$ 1 juta atau lebih mencapai 171.740 orang pada 2020, melonjak 61,69% dari 2019. Sementara menurut laporan Kningt Frank berjudul The Wealth Report 2021, populasi orang super tajir di Indonesia dengan penghasilan lebih dari US$ 30 juta selama 2020 hingga 2023 bakal melonjak 67%. Angka pertumbuhan ini yang tertinggi di Asia. India menyusul di posisi dua dengan pertumbuhan sebesar 63%. 

Ekuitas Garuda Indonesia Negatif US$ 2,8 Miliar

Hairul Rizal 10 Nov 2021 Kontan

PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) masih berjibaku menyelamatkan kondisi keuangannya. Sekalipun nantinya restrukturisasi menemui titik terang, pemulihan kinerja operasional dan bisnis Garuda tak bisa instan. Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmojo membeberkan, kondisi keuangan maskapai penerbangan GIAA secara teknikal dalam kondisi bangkrut (technically bankrupt). Pasalnya, ekuitas GIAA saat ini negatif US$ 2,8 miliar atau Rp 40 triliun, dengan tambahan negatif ekuitas setiap bulan US$ 100 juta - US$ 150 juta atau Rp 1,5 triliun hingga Rp 2 triliun. "Dalam kondisi seperti ini, istilah perbankan sebenarnya technically bankrupt, tapi legally (secara hukum) belum. Ini yang sekarang kita berusaha bagaimana bisa keluar dari situasi ini," kata Tiko, sapaan akrab Kartika dalam Rapat Kerja Menteri BUMN dengan Komisi VI, Selasa (9/11).


Berharap Harga PCR Masih Bisa Turun Lagi

Hairul Rizal 10 Nov 2021 Kontan

Pemerintah telah menurunkan harga tes PCR menjadi Rp 275.000 per tes di Jawa-Bali dan Rp 300.000 per tes di luar Jawa-Bali sejak 27 Oktober 2021 lalu. Namun, harga tes PCR tersebut sejatinya masih bisa lebih murah lagi karena ada sejumlah komponen yang bisa dipangkas. Hanya saja, nilai persentase penurunan tarif PCR tes tersebut masih perlu kajian lebih dalam. 

Direktur Utama PT Bio Farma Honesti Basyir, mengungkapkan hal ini saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Selasa (9/11). Menurut dia, hitungan sederhana masih ada celah untuk turun tapi ia belum memastikan nilainya. Harga tes PCR bisa lebih murah lagi dengan penggunaan BioSaliva. Pasalnya, dengan produk ini akan ada efisiensi dari sisi biaya Alat Pelindung Diri (APD), lantaran pengambilan sampel dilakukan dengan berkumur dipangkal tenggorokan yang tak hanya lebih nyaman bagi pasien juga lebih aman bagi tenaga kesehatan (nakes). Berdasarkan paparan Honesti, harga reagen mBioCov dalam katalog elektronik yang masih tayang saat ini berada di angka Rp 193.000 termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Saat ini Biofarma mengusulkan harga baru reagen Rp 89.100 termasuk PPN.

Beleid Baru Pajak Jadi Andalan Penggerek PPN

Hairul Rizal 10 Nov 2021 Kontan

Pemerintah berharap kebijakan baru pajak pertambahan nilai (PPN) mampu pendongkrak penerimaan tahun depan. Bersamaan dengan itu, aktivitas masyarakat meningkat sehingga konsumsi bertambah, ekonomi tumbuh. Kebijakan baru PPN tertuang di Undang-Undang No 7/2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP). Ada dua kebijakan PPN yang berlaku 2022. Pertama, kenaikan tarif PPN dari 10% menjadi 11% mulai 1 April 2022. Kedua, perluasan objek pajak baik barang kena pajak maupun jasa kena pajak (BKP/JKP) seperti barang hasil pertambangan, jasa pendidikan, dan jasa kesehatan. 

Nasabah Hanya Boleh Meminjam di Lima Fintech

Hairul Rizal 10 Nov 2021 Kontan

Dalam beberapa kasus korban pinjol ilegal, seringkali ditemukan nasabah meminjam lebih dari satu pinjol ilegal. Adapun, Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) membatasi nasabah untuk meminjam ke fintech lending legal tidak lebih dari lima. “Secara umum, kita memberi guidance 5 pemain,” ujar Sekretaris Jenderal Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia, Sunu Widyatmoko dalam Dialog Kebangsaan OJK, Selasa (9/11).


PBoC: Tiongkok akan Memacu Pengembangan Yuan Digital

Yuniati Turjandini 10 Nov 2021 Investor Daily

Pemerintah Tingkok mengumumkan akan terus memajukan pengembangan  mata uang digital dari bank sentral dan meningkatkan desainnya. Hal ini dikatakan Gubernur Bank Sentral Tiongkok (PBoC) Yi Ging pada Selasa (9/11). Tiongkok adalah yang terdepan dalam perlombaan global dalam peluncuran mata uang digital bank sentral  (CBDC) dan sedang menguji yuan digital dengan kode eCNY. Uji coba dilakukan di kota-kota besar termasuk Shenzhen, Beijing dan Shanghai. Tetapi belum menetapkan jadwal peluncurannya. "Ke depan, kami akan terus memajukan penelitian dan pengembangan eCNY, meningkat desain dan penggunaannya," jelas Yi dalam sebuah video yang ditayangkan di acara bank central Finlandia, Selasa (9/11)

Yi juga mengatakan eCNY bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pembayaran ritel domestik, karena pembayaran digital lintas batas melibatkan masalah yang lebih rumit seperti anti pencucian uang. Menurut laporan China Times, PBoC telah menunjukkan mesin yang mengubah  mata uang asing menjadi yuan digital. Meski disiapkan sebelum Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022, ketika CBDC dijadwalkan diperkenalkan keseluruh dunia.CBDC telah digunakan dalam transaksi senilai 62 miliar yuan (US$ 9,7 miliar) dan lebih dari 140 juta penduduk Tiongkok telah menggunakannya. Kepala Lembaga Penelitian Mata Uang Digital PBoC Mu Changchun mengatakan ini minggu lalu.

Menurutnya, penggunaan uang digital tersebut telah menghilangkan kekhawatiran yang meningkat atas privasi pengguna. Dari 140 juta dompet e-CNY, kata dia, sebanyak 10 juta digunakan untuk korporat. Salah satu masalah terbesar  dengan uang digital ini adalah privasi. Pemerintah Tiongkok sebelumnya telah dituduh menggunakan langkah-langkah teknologi ekstrim untuk mengawasi orang-orangnya. Yuan digital bisa memberikan alat pengawasan massal yang terbaik, menurut peringatan beberapa ahli. Changchun mengatasi masalah ini, dengan menyatakan bahwa bank sentral mengizinkan transaksi untuk mereka yang tidak memindahkan dananya dalam jumlah besar.(Yetede)

Industri Asuransi Melihat Peluang Tunggal Terbesar pada Iklim

Yuniati Turjandini 10 Nov 2021 Investor Daily

Chief Executifive Officer (CEO) Lloyd's John Neal menyampaikan bahwa iklim merupakan resiko sistematik tertinggi dan mewakili kesempatan tunggal terbesar yang pernah dilihat industri asuransi. Dalam wawancara dengan NCBC, Neal berusaha melukiskan gambaran tentang bagaimana sektornya akan beroperasi kedepan. "Kami menganggap Covid-19 sebagai risiko sistematik utama, jadi ini adalah kesempatan kami untuk menunjukkan kepada Bisnis, komunitas, dan bahkan pemerintah bagaimana kami dapat membantu," ujar Neal yang menjadi pembicara dalam Konferensi Perubahan Iklim atau COP26 di Glasgow, Skotlandi, pada pekan lalu. Mulai dari banjir dan kenaikan suhu hingga cuaca yang dingin, dampak-dampak dari peristiwa terkait iklim telah mempengaruhi industri asuransi dalam beberapa cara. Menurut Asiosiasi Asuransi Inggris atau Assiciation of British Insurers (ABI), suhu beku ekstrim di Inggris selama 2018 telah menyebabkan asuransi menggelontorkan pembayaran untuk pipa-pipa yang pecah dengan total klaim 194 juta pounds (sekitar US$ 263,16 juta) dalam periode tiga bulan. "Ada resiko bahwa, jika terjadi transisi yang tidak teratur menuju ekonomi rendah karbon maka nilai dari kebanyak aset yang diinvestasikan oleh perusahaan akan turun dengan disertai sedikit peringatan," Demikian diungkapkan asosiasi tersebut. Kesiapsiagaan, tampaknya, menjadi kuncinya. Diantaranya yang tercantum dalam ringkasan laporan eksklusif Deloitte, yang menggambarkan bahwa banyak perusahaan asuransi masih memiliki beberapa cara untuk mengatasi perubahan iklim bakal mempengaruhi model usaha mereka dalam jangka menengah hingga panjang. (Yetede)


Pilihan Editor