Merebut Hati UEA
Sungguh sebuah kejutan besar ketika Presiden Joko Widodo dalam kunjungan ke negara Uni Emirat Arab (UEA) pekan lalu mengantongi komitmen investasi senilai US$ 44,6 miliar atau setara Rp 642 triliun. Tentu itu nilai yang amat fanstastis , bahkan Menteri Investasi Bahlil Lahadahlia menyebut angka tersebut bukan 'kaleng krupuk' alias bukan ecek-ecek. Belum jelas UEA masuk IKN dalam proyek apa saja. Namun kemungkinan besar negara kaya di Timur Tengah itu tertarik pada proyek-proyek pembangunan fasilitas gedung dan sarana informasi dan teknologi (IT), kawasan industri hijau ,serta energi terbarukan.
Diluar IKN, UEA tertarik pada proyek infrastruktur seperti pelabuhan, data center, sektor kesehatan, dan pertanian. Tim kedua negara masih akan membahas lebih detail untuk menindaklanjuti komitmen investasi tersebut. Selain melalui INA senilai US$ 18 miliar, investasi UEA juga masuk melalui Kementerian Investasi, dengan nillai US$ 26,6 miliar. Termasuk didalamnya adalah investasi US$ 15 miliar dan Air Product and Chemicals Inc. (APCI) dengan sejumlah BUMN seperti PT Pertamina (persero), PT Bukit Asam (persero) Tbk, dan swasta. APCI membangun hilirisasi gasifikasi batu bara untuk mengubah komunitas energi fosil tersebut menjadi dimethyl ether (DME) sehingga memiliki nilai lebih tinggi. (Yetede)
Tags :
#BeritaPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023