Pandemi Menggerus Upah Pekerja
Pada tahun 2020, upah pekerja laki-laki turun 6 % dari Rp 3,16 juta per bulan menjadi Rp 2,98 juta per bulan. Sementara penurunan upah pekerja perempuan, 4 %, dari Rp 2,45 juta per bulan menjadi Rp 2,35 juta per bulan. Pada tahun 2021, upah pekerja laki-laki masih turun menjadi Rp 2,96 juta per bulan. Sementara pada pekerja perempuan, upah yang diterima masih sama. Meski demikian, kesenjangan upah antara pekerja laki-laki dan pekerja perempuan tetap terlihat, yakni berkisar Rp 600.000 hingga Rp 700.000.
Akibat pandemi, penurunan upah terbesar pada tahun 2020 dialami oleh pekerja yang berpendidikan rendah (SD ke bawah), sebesar 8,3 % dari Rp 1,8 juta per bulan menjadi Rp 1,65 juta per bulan. Sementara pada pekerja lulusan perguruan tinggi, upah turun 6,8 % menjadi Rp 4,1 juta per bulan. Penurunan upah pada kelompokvini berlanjut pada 2021 menjadivRp 3,99 juta per bulan.Penurunan upah terjadi sebagai dampak dari lesunya perekonomian yang didera pandemi. Selain mengurangi jumlah karyawan, perusahaan juga mengurangi jam kerja karyawan. Hal itu berimbas pada pengurangan gaji/upah. Hingga tahun 2021 masih terdapat 27,67 juta buruh/karyawan/pegawai yang menerima upah rendah, yaitu kurang dari Rp 35,5 juta per tahun. (Yoga)
Harga Semen Naik, Volume Penjualan INTP Tergerus
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) membukukan volume penjualan semen sebesar 1,3 juta ton pada periode Maret 2022. Realisasi ini lebih rendah sekitar 7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan harga komoditas batubara memang ikut membebani kinerja emiten semen. Hal ini tercermin dari beban pokok pendapatan tahun 2021 alu yang naik 6,3% dari Rp 9,07 triliun menjadi Rp 9,64 triliun. Hal ini karena peningkatan volume penjualan yang disertai tingginya biaya energi, terutama dari batubara.
Sehingga, INTP menaikkan harga jual produk semen kantong sekitar 6%-8% di sebagian besar area pasar yang kuat selama kuartal keempat 2021. Namun, kenaikan harga jual ini dinilai belum sepadan dengan biaya energi yang semakin meningkat sejak awal tahun 2021. Alhasil pada pertengahan Maret 2022, INTP kembali menaikkan harga jual. Dalam paparan publik yang digelar akhir bulan lalu, Direktur Utama INTP Christian Kartawijaya mengatakan, rentang kenaikan harga jual ini bervariasi mulai dari 6% sampai 8%. Hal ini sebagai usaha untuk meneruskan (pass through) sebagian beban kenaikan biaya energi. Ditambah lagi, harga kertas dan bahan baku lainnya turut terkerek.
Saham BUKA Menguat, GOTO Merosot
Saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mencatatkan kenaikan signifikan dalam beberapa hari terakhir. Pada perdagangan Rabu (20/4), BUKA naik 11,52% ke level Rp 368 per saham. Dalam sepekan, sahamnya sudah naik 14,29%. Sementara itu, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) cenderung turun. Pada perdagangan Rabu (20/4), GOTO terkoreksi 5,59% ke harga Rp 338 per saham. dalam sepekan, sudah minus 8,65%. Secara teknikal, Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat, support BUKA di Rp 308 dan menguji resistance Rp 390. Para pelaku pasar bisa trading buy di emiten ini. Sedangkan untuk GOTO, investor disarankan wait and see terlebih dahulu sambil menunggu sinyal reversal.
Sigap Merangkul Debitur Kakap
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) diyakini memiliki outlook menarik tahun 2022 ini. Ini pula yang menyebabkan bank pelat merah ini masuk radar buruan investor pasar modal.
Analis Maybank Sekuritas Indonesia Rahmi Marina dalam riset 22 Maret menulis, BBNI merupakan bank dengan pertumbuhan kinerja signifikan sejak tahun 2015. Kunci perbaikan fundamental BBNI adalah perbaikan current account dengan kenaikan pangsa pasar dari 9% di 2015 menjadi 15% pada akhir 2021.
"Hal ini menjadikan BBNI sebagai saham gainer terbesar di antara peers. Hal tersebut membuat BBNI punya funding cost terendah di sektor ini dan jadi keunggulan untuk mengamankan debitur berkualitas," tulis Rahmi.
PTPN Group Go Public Tahun ini
Holding perkebunan Nusantara atau PTPN III optimistis rencana menggelar initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan terlaksana pada akhir tahun ini. Kinerja PTPN Group secara konsolidasi pada tahun 2021 menunjukkan hasil positif. Mereka mampu membukukan laba sebesar Rp 4 triliun dan earning before interest, taxes, depreciation, and amortization (EBITDA) sebesar Rp 13,77 triliun. Tahun ini, PTPN Group menargetkan dapat memproduksi gula sebesar 1,1 juta ton. Selanjutnya, di tahun 2025 mendatang, targetnya 1,8 juta ton. Kebutuhan gula nasional di tahun 2025 diproyeksikan sekitar 3,5 juta ton, yang mana 60% kebutuhan gula nasional bisa dipasok PTPN Group.
Kinerja Korporasi : Laba Berangsur Pulih, ASII Loyal Tebar Dividen
Dividen final bernilai jumbo bakal kembali ditebar oleh PT Astra International Tbk. (ASII) kepada para pemegang sahamnya. Kas tebal juga membuat konglomerasi Astra agresif membidik lima subsektor investasi potensial pada tahun ini. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2022, emiten berkode saham ASII itu menetapkan total dividen sebesar Rp9,67 triliun atau sekitar 47,89% dari laba bersih 2021 yang mencapai Rp20,19 triliun. Adapun, sisa laba bersih sebesar Rp10,52 triliun dibukukan ASII sebagai laba ditahan. Head of Corporate Communication Astra International Boy Kelana Soebroto mengatakan ASII telah menebar dividen interim sebesar Rp45 per saham atau Rp1,82 triliun pada 29 Oktober 2021. Dengan demikian, dividen final senilai Rp194 per saham atau seluruhnya berjumlah Rp7,85 triliun akan dibayarkan perseroan pada 20 Mei 2022.
Kemelut Minyak Goreng Sawit: Menperin Buka Dialog Intensif
Kementerian Perindustrian membuka komunikasi intensif dengan pelaku industri minyak goreng menyusul penetapan empat orang tersangka dugaan tindak pidana korupsi oleh Kejaksaan Agung dengan tiga di antaranya merupakan pelaku swasta. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita meminta pelaku usaha untuk tetap tenang sehingga dapat mencari solusi bersama di tengah upaya pemenuhan minyak goreng curah bersubsidi yang belum juga selesai. “Kami membuka komunikasi yang intensif dengan pelaku industri untuk mencari solusi terbaik dalam penyaluran minyak goreng curah bersubsidi bagi masyarakat,” katanya di Jakarta, Rabu (20/4). Dia mengatakan kasus terkait ekspor minyak goreng sawit yang tengah ditangani Kejaksaan Agung, lanjutnya merupakan proses penegakan hukum dan tidak berkaitan dengan program penyediaan minyak goreng curah bersubsidi untuk masyarakat. Data Sistem Informasi Minyak Goreng Curah (Simirah) per 19 April 2022 menunjukkan distribusi bulan ini mencapai 136.720 ton, atau rata-rata 7.197 ton per hari atau sesuai perkiraan Kemenperin pada pekan lalu bahwa rata-rata distribusi minyak goreng curah bersubsidi pada minggu ketiga April 2022 akan mencapai rata-rata 7.000 ton per hari.
Angkutan Lebaran 2022: Waspada Mudik Jalur Darat
Presiden Joko Widodo meminta semua pihak mewaspadai aktivitas mudik Lebaran menggunakan jalur darat menyusul potensi besarnya pemudik menggunakan kendaraan pribadi. Kepala negara memperkirakan sebanyak 23 juta orang pemudik memilih menggunakan mobil dan 17 juta orang memilih menggunakan sepeda motor untuk pulang kampung pada libur Idulfitri tahun ini. Potensi pemudik menggunakan jalur darat itu mengacu hasil survei Badan Litbang Perhubungan Kementerian Perhubungan pada akhir Maret lalu. “Kami lihat di angka-angka untuk mudik yang lewat udara, saya kira masih ada ruang yang lebih longgar. Kemudian, yang lewat kereta api juga masih ada sedikit ruang yang masih bisa dipakai oleh masyarakat. Yang berat memang adalah yang mudik lewat darat,” katanya di seperti dikutip Antara, Rabu (20/4). Oleh karena itu, Presiden mengingatkan persiapan manajemen lalu lintas yang harus matang, di antaranya soal aturan ganjil genap, pemberlakuan satu arah, dan larangan bagi truk untuk menggunakan ruas jalan tol.
Dalam kesempatan terpisah, PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan menambah perjalanan kereta api angkutan mudik Lebaran 2022 untuk mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang. VP Public Relations KAI Joni Martinus menjelaskan bahwa selama masa angkutan Lebaran sepanjang 22 April–3 Mei 2022, terdapat 3.860 perjalanan kereta api jarak jauh reguler yang dioperasikan, atau rata-rata 167 perjalanan kereta api setiap harinya. Untuk tiket juga paling banyak dipesan untuk keberangkatan 7 Mei 2022 atau sekitar H+4 Idulfitri. Sebanyak 112.000 tiket disiapkan untuk keberangkatan pada saat itu, dan 60% di antaranya sudah dipesan oleh masyarakat.
Pariwisata Pascapandemi: Sulitnya Gaet Wisman Ke Bali
Tak semudah seperti membalikkan telapak tangan. Pepatah itu kiranya tepat menggambarkan situasi yang dihadapi Bali di era pascapandemi Covid-19.
Setelah mengalami kontraksi ekonomi akibat tidak adanya kunjungan wisatawan mancanegara, ekspektasi tinggi membuncah ketika sejak 4 Februari 2022, pulau ini diizinkan menerima warga negara asing (WNA) tanpa karantina serta cukup menggunakan visa on arrival (VOA). Hanya saja, harapan tinggi itu belum terbukti. Padahal berbagai sarana akomodasi hingga agen perjalanan wisata telah memberikan diskon dalam bentuk paket wisata harga terjangkau. Terhitung sejak 2 tahun pascapandemi, berbagai julukan seperti The Island of Gods, The Island of Paradise, The Island of Thousand Temple, The Morning of the World belum membuktikan tajinya. Data dari Bandara I Gusti Ngurah Rai menunjukkan jumlah penumpang internasional yang datang masih pada kisaran angka 2.500 orang per hari.
Kemenparekraf boleh saja mengeklaim penerapan VOA sejak awal Maret 2022 berhasil mendatangkan wisatawan mancanegara atau wisman hampir 15.000 orang ke Pulau Bali. Akan tetapi angka itu jauh dari jumlah wisman ke pulau ini mencapai 15.000 orang per hari ketika periode prapandemi. Bagi pelaku wisata, selain masih rendah, kualitas wisman yang datang belum menggembirakan.
APBN Berbalik Surplus Rp 10,3 Triliun
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022 membukukan surplus Rp 10,3 triliun atau setara 0,06% dari produk domestik bruto (PDB) selama kuartal I tahun ini, dibandingkan periode sama tahun lalu defisit Rp143,7 triliun. Per Maret 2021, defisit APBN mencapai 0,85% dari PDB. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani pendapatan negara hingga akhir Maret 2022 mencapai Rp501,0 triliun atau tumbuh 32,1% year on year (yoy) dari periode sama tahun lalu Rp379,4 triliun. "Pendapatan negara yang tumbuh kuat 32,1% tidak hanya kerana faktor komoditas atau windfall, namun juga didorong oleh pemulihan ekonomi yang cukup solid dan merata," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita, Rabu. (20/4). Sementara itu, dia menyatakan, realisasi belanja negara mencapai Rp 490,6 triliun, namun 10,3%. Adapun tingkatan penyaluran transfer ke daerah dan dana desa tumbuh 2% dan menjadi Rp176,5 triliun. (Yetede)









