;

Menimbang Dampak Pajak Kripto

Yoga 22 Apr 2022 Kompas

Mulai 1 Mei 2022, pemerintah akan mengenakan pajak atas transaksi perdagangan aset kripto sebagaimana diatur Permenkeu No 68/PMK.03/2022 tentang PPN dan PPh atas Transaksi Perdagangan Aset Kripto. Ketentuan itu menimbang bahwa aset kripto, sebagai komoditas yang dapat diperdagangkan di bursa berjangka sesuai dengan ketentuan perundang-undangan bidang perdagangan, telah berkembang luas di masyarakat. Guna memberikan kepastian hukum, pemerintah menilai perlu mengatur ketentuan PPN dan PPh atas transaksi perdagangan aset kripto, dengan tarif PPN 0,11 % jika transaksi diselenggarakan pedagang aset kripto (exchanger) yang terdaftar di Bappebti dan PPN 0,22 persen jika transaksi dilakukan melalui pedagang yang tidak terdaftar di Bappebti. Sementara tarif PPh Pasal 22 final ditetapkan 0,1 % jika transaksi melalui pedagang yang terdaftar di Bappebti dan 0,2 % jika transaksi dilakukan pedagang yang tak terdaftar di Bappebti. Peraturan itu juga menetapkan jasa penambangan (mining) aset kripto sebagai jasa kena pajak. Tarif PPN-nya 10 % dari tarif PPN umum atau 1,1 % dikali nilai berupa uang yang diterima penambang (miner). Penambang aset kripto juga dikenai PPh final 0,1 % dari nilai transaksi.

Selain mendongkrak adopsi teknologi digital, pandemi Covid-19 turut mendorong pertumbuhan pasar kripto di Indonesia. Namun, perkembangan itu rentan terdampak kebijakan. Situasi di India, meski mematok tarif pajak yang jauh lebih tinggi, bisa jadi cermin. Cointelegraph yang mengutip data perusahaan riset kripto, Crebaco, melaporkan, volume perdagangan kripto di bursa-bursa yang berbasis di India turun ke level terendah dalam beberapa tahun terakhir setelah aturan pajak kripto baru negara itu berlaku pada 1 April 2022. India mengenakan pajak 30 % atas keuntungan dari transaksi kripto. Situasi serupa bisa terjadi di Tanah Air meski dengan kadar berbeda. Para investor lokal bisa ”migrasi” massal ke pedagang-pedagang kripto yang berbasis di luar negeri guna menghindari pajak. Apalagi, mereka bisa dengan mudah menjangkau bursa-bursa di luar hanya dengan gawainya, sementara pemerintah belum dapat memastikan dapat mengontrol pedagang-pedagang aset kripto di luar negeri. (Yoga)


Triwulan I-2022, BCA Cetak Laba Bersih Rp 8,1 Triliun

Yoga 22 Apr 2022 Kompas

Penyaluran kredit PT Bank Central Asia Tbk (BCA) bertumbuh di semua segmen. Hal itu mendorong kinerja keuangan dan membuat BCA berhasil mencatatkan laba Rp 8,1 triliun pada triwulan I-2022 atau bertumbuh 14,6 % secara tahunan. Per akhir triwulan pertama 2022, total kredit BCA mencapai Rp 637,1 triliun, naik 8,6 % dibandingkan periode serupa tahun lalu. Semua segmen kredit, yakni kredit korporasi, kredit komersial dan UMKM, serta kredit konsumsi, mengalami kenaikan. Kredit korporasi memiliki kontribusi terbesar, yakni 45 % total kredit BCA, tumbuh 9,2 % secara tahunan menjadi Rp 286,87 triliun. Adapun kredit komersial dan UMKM yang berkontribusi 29,6 persen terhadap total kredit BCA bertumbuh 8,2 % secara tahunan menjadi Rp 188,80 triliun. Sementara kredit konsumsi yang memberi porsi 24,3 % total kredit BCA tumbuh 7,6 persen secara tahunan menjadi Rp 154,80 triliun.

Dalam jumpa pers paparan kinerja keuangan triwulan I-2022 BCA, Kamis (21/4), Dirut BCA Jahja Setiaatmadja menjelaskan, pertumbuhan kredit itu ditopang kondisi perekonomian nasional yang semakin pulih. Pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) BCA selama tiga bulan pertama tahun 2022 tumbuh 2,5 % menjadi Rp 14,5 triliun. Pendapatan selain bunga bertumbuh 19,5 % menjadi Rp 5,9 triliun, yang ditopang kenaikan pendapatan fee dan komisi sebesar 15,8 %. Pertumbuhan kredit BCA tersebut diikuti perbaikan kualitas pinjaman. Rasio kredit berisiko (loan at risk/LAR) turun ke 13,8 % di triwulan I-2022 dibandingkan 19,4 % pada periode yang sama tahun lalu. Adapun rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) terjaga 2,3 %. Di sisi lain, total dana pihak ketiga naik 17,5 % secara tahunan menjadi Rp 997,8 triliun sehingga turut mendorong kenaikan total aset BCA sebesar 15,5 % secara tahunan menjadi Rp 1.259,4 triliun di akhir Maret 2022. (Yoga)


Pasar Apartemen Masih Lesu

Yoga 22 Apr 2022 Kompas

Dari laporan Colliers Indonesia, pada triwulan I-2022 hanya ada 278 unit apartemen baru yang terjual di Jakarta. Permintaan terhadap apartemen menurun dibandingkan triwulan IV-2021 yang sebanyak 516 unit. Senior Associate Director Research Colliers Indonesia Ferry Salanto, Kamis (21/4) mengatakan, pembelian apartemen bukan prioritas utama dalam situasi sekarang. (Yoga)

PT SMI Dukung Proyek Dekarbonisasi

Yoga 22 Apr 2022 Kompas

PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) turut mendukung target pemerintah dalam mencapai target penurunan emisi karbon dan penghentian ketergantungan pada energi fosil. ”PT SMI mendukung pembiayaan untuk mendorong dekarbonisasi, baik terhadap proyek-proyek hijau maupun terkait transisi energi,” kata Dirut SMI Edwin Syahruzad, Kamis (21/4), di Jakarta. (Yoga)

Mudik dan Belanja Lebaran Ramai di Media Sosial

Yoga 22 Apr 2022 Kompas

Daya tarik Lebaran di segi ekonomi  terekam dalam perbincangan warganet di media sosial dan pemberitaan media massa daring. Berdasarkan pantauan Litbang Kompas melalui aplikasi Talkwalker selama sepekan (11-17 April 2022), terdapat 2.425.000 perbincangan warganet dari berbagai platform media social terkait kata kunci ”Lebaran” dan ”Idul Fitri”. Perbincangan ini telah menghasilkan interaksi sebanyak 1,1 juta akun pengguna media sosial. Selain soal mudik, topik tertinggi ialah perbincangan seputar mode pakaian Lebaran yang menjadi perhatian warganet. Momentum ini juga dimanfaatkan oleh lokapasar untuk menyebarkan promosi di media sosial. Salah satu toko daring yang berhasil memanfaatkan momentum ini ialah Lazada Indonesia yang menduduki urutan teratas percakapan tertinggi di kalangan warganet. Lazada Indonesia berhasil menggaet 92,5 ribu interaksi warganet melalui video singkat di platform Tiktok. Di kanal tersebut, Lazada Indonesia mempromosikan event Lebaran Mega Sale yang berisi berbagai diskon untuk berbagai barang, khususnya pakaian, yang menjadi incaran konsumen menjelang Lebaran.

Lokapasar lainnya yang juga gencar memanfaatkan momentum ini ialah Shopee Indonesia.Tagar#KetupatShopee menjadi tagar terpopuler yang digunakan warganet, terutama di Twitter. Sebab, setiap hari hingga hari raya nanti, Shopee Indonesia menggelar kuis berhadiah dan warganet yang terlibat wajib menyertakan tagar tersebut. Fenomena lainnya yang dapat dicermati di Twitter ialah semakin gencarnya para pemilik toko daring yang menjajakan foto barang jualannya secara sporadis, misalnya di kolom komentar suatu cuitan. Usaha promosi terselubung seperti ini juga diikuti oleh akun-akun dropshipper dan reseller dari berbagai toko daring. Tujuannya tentu sama, memanfaatkan momentum persiapan Lebaran untuk menarik pembeli. Gencarnya promosi jualan ti- dak hanya di sektor ritel pakaian, tetapi juga menjalar ke sektor jual beli kendaraan. Dalam rekaman kata kunci dan tagar terkait ”Lebaran” dan ”Idul Fitri”, terdapat cukup banyak tagar promo mobil bekas dan baru, khususnya tipe SUV (sport utility vehicle) yang cocok digunakan sebagai sarana mudik bersama keluarga. (Yoga)


Lolos dari Jerat Tekanan Krisis Ekonomi

Hairul Rizal 22 Apr 2022 Kontan

Hampir seluruh emiten anggota indeks LQ45 telah melaporkan kinerja keuangan tahun 2021. Mayoritas emiten LQ45 mencetak kinerja fantastis. Sebanyak 32 dari 45 emiten melaporkan kenaikan laba bersih. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mencetak pertumbuhan laba tertinggi. Ada juga emiten yang berhasil membalikkan kerugian menjadi keuntungan, seperti PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dan PT Timah Tbk (TINS). Analis Henan Putihrai Sekuritas Steven Gunawan melihat, emiten telekomunikasi juga masih memiliki prospek cerah. Ia menyebut kinerja PT XL Axiata Tbk (EXCL) akan ditopang strategi akuisisi PT Link Net Tbk (LINK). Sedang kinerja PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) disokong oleh bisnis digitalnya, yang dijalankan Telkomsel dan IndiHome. Trafik Telkomsel juga masih jawara di antara peers.

Nasib Revisi UU Cipta Kerja Berada di Ujung Tanduk

Hairul Rizal 22 Apr 2022 Kontan

Pemerintah nampaknya mulai khawatir. Revisi Undang-Undang No: 11/2022 tentang Cipta Kerja bisa gagal mencapai target. Waktu dua tahun atau hingga November 2023 yang diberikan Mahkamah Konstitusi tak cukup untuk merevisi UU Cipta Kerja. Mahkamah Konstitusi pada November 2021 lalu, memutuskan kelahiran UU Cipta Kerja cacat hukum formil dalam penyusunannya. Konsekuensinya: pemerintah dan parlemen harus merevisi UU Cipta Kerja itu dengan jangka waktu 2 tahun agar bisa berlaku dan konstitusional.

Anggaran Subsidi Rawan Bengkak Dua Kali Lipat

Hairul Rizal 22 Apr 2022 Kontan

Lonjakan harga komoditas menjadi masalah baru yang harus dihadapi Indonesia. Pemerintah dihadapkan dua pilihan yakni mempertahankan harga energi, dengan konsekuensi anggaran subsidi bisa membengkak. Kedua, bila menaikkan harga akan membuat inflasi melonjak yang berisiko menggerus daya beli dan mengganggu proses pemulihan ekonomi. Sebagai gambaran, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan harga minyak mentah Indonesia alias Indonesia Crude Price (ICP) Maret 2022 sebesar US$ 113,5 per barel, naik 18,6% dibanding Februari 2022. Level ini jauh dari asumsi ICP 2022 yang ditetapkan sebesar US$ 63 per barel. Adapun, Kementerian Keuangan mencatat rerata ICP Januari-Maret 2022 naik 66,7% year on year (yoy).

SRTG Siapkan Dana Investasi Jumbo

Hairul Rizal 22 Apr 2022 Kontan

PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) US$ 100 juta-US$ 150 juta tahun ini. Nilai ini setara Rp 1,4 triliun-Rp 2,1 triliun. Porsi untuk investasi ke sektor teknologi cukup besar. "Kami mengalokasikan sekitar 30%-40% capex untuk sektor teknologi," kata Devin Wirawan, Direktur Investasi SRTG, Kamis (21/4). Sektor lain yang jadi pilihan Saratoga yaitu pelayanan kesehatan dan energi terbarukan.

BUKA Masih Fokus Meningkatkan Take Rate

Hairul Rizal 22 Apr 2022 Kontan

PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) menargetkan pendapatan tahun 2022 bakal lebih tinggi dibanding dengan realisasi tahun 2021. Pendapatan Bukalapak tahun ini ditargetkan dapat meningkat antara 44% hingga 61% menjadi senilai Rp 2,7 triliun-Rp 3 triliun. Proyeksi kenaikan pendapatan ini sejalan dengan total processing value (TPV) yang diharapkan meningkat antara 39% hingga 47% menjadi Rp 170 triliun-Rp 180 triliun pada tahun ini. Sebagai gambaran, pendapatan Bukalapak di tahun 2021 tumbuh 38% menjadi Rp 1,87 triliun, dengan peningkatan TPV 44% menjadi Rp 122,6 triliun. Presiden PT Bukalapak.com Tbk Teddy Oetomo mengatakan, pertumbuhan TPV akan lebih terlihat pada semester II-2022. Sementara di semester I-2022, Bukalapak masih fokus meningkatkan pendapatan melalui strategi specialty vertical, yang memungkinkan emiten pengelola marketplace ini memperoleh take rate yang lebih tinggi. Tahun lalu, take rate BUKA sekitar 1,7%. "Dengan strategi specialty vertical, take rate bisa ke 4%, ada yang sampai 8%," kata Teddy di kantor pusat Bukalapak, Rabu (20/4). BUKA juga fokus melakukan monetisasi di kategori bisnis yang memberikan pendapatan lebih baik.

Pilihan Editor