;

Awas, Investasi Modal Ventura Bisa Saja Gagal

Hairul Rizal 22 Apr 2022 Kontan

Anda masih ingat saat Masayoshi Son, Bos Sofbank menyesali investasinya yang gagal di startup We Work beberapa tahun lalu. Kegagalan bisnis We Work menyebabkan Softbank, perusahaan investasi asal Jepang ini sempat merugi. Nah, mari tengok modal ventura dalam negeri, dengan investasinya yang selama ini cukup gencar mendanai di banyak startup. Direktur Utama Mandiri Capital Indonesia (MCI), Eddi Danusaputro mengatakan, dari semua portofolio yang dimiliki, tidak semuanya memiliki kinerja yang bagus. Meskipun demikian, Eddi tak terlalu mengkhawatirkan kinerja yang kurang bagus dari beberapa portofolio milik MCI. Tahun ini, MCI belum memberikan pendanaan. Meski MCI sudah menyediakan dana segar sebesar Rp 50 miliar hingga Rp 100 miliar. Vice President of Investments MDI Ventures, Aldi Adrian mengungkapkan hal senada. Ia menyebutkan, tidak semua portofolio startup yang didanai MDI Ventures memiliki kinerja bagus.

Xendit Resmi Jadi Pemegang Saham Bank Sampoerna

Hairul Rizal 22 Apr 2022 Kontan

Kabar masuknya financial technology (fintech) gateway pembayaran xendit untuk menjadi pemegang saham PT Bank Sahabat Sampoerna (Bank Sampoerna) terjawab sudah. Xendit mengkonfirmasi telah melakukan investasi strategi di Bank Sampoerna, perusahaan ini tidak menyebutkan berapa persen saham yang diambil dalam aksi investasi strategis tersebut.

SDPC Membidik Penjualan Rp 3 Triliun Tahun Ini

Hairul Rizal 22 Apr 2022 Kontan

Manajemen PT Millennium Pharmacon International Tbk (SDPC) melihat prospek bisnis di tahun ini dengan positif dan cukup meyakinkan. Optimisme ini dibuktikan juga dengan kinerja perusahaan di sepanjang kuartal pertama 2022 yang terpantau tumbuh positif. Presiden Direktur Millennium Pharmacon International Ahmad bin Abu Bakar belum bisa bicara lebih detail terkait review kinerja di kuartal I-2022. Pada tahun ini, SDPC membidik angka penjualan di atas Rp 3 triliun. Sedangkan dari sisi laba bersih, ditargetkan angkanya dapat mencapai dua digit.

Summarecon Agung Meraih Rp 1,4 Triliun

Hairul Rizal 22 Apr 2022 Kontan

PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) sukses meraih marketing sales atau pra penjualan Rp 1,4 triliun selama kuartal I 2022. Raihan marketing sales tersebut didominasi penjualan dari segmen landed house atau rumah tapak. “Pencapaian marketing sales kami selama kuartal I 2022 adalah sebesar Rp 1,4 triliun atau 29% dari target tahun 2022 sebesar Rp 5 triliun. Pencapaian ini melebihi ekspektasi kami,” ungkap Sekretaris Perusahaan SMRA, Jemmy Kusnadi saat dihubungi Kontan, Kamis (21/4).


Magnet Kuat IPO Pasar Modal

Hairul Rizal 22 Apr 2022 Bisnis Indonesia

Tensi geopolitik yang membayangi aksi korporasi global ternyata tak mengendurkan niat sejumlah perusahaan di Tanah Air untuk go public. Sejumlah kalangan menilai pasar modal Indonesia memang masih punya magnet kuat untuk menarik korporasi lantaran kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) yang kian ciamik. Demikian pula dengan pertumbuhan signifikan jumlah investor di pasar modal Indonesia yang turut menjadi daya tarik. Menurut Bursa Efek Indonesia (BEI), sejauh ini terdapat 35 perusahaan yang berencana menggelar penawaran perdana saham alias initial public offering (IPO). Berdasarkan skala aset, dari jumlah tersebut, sebanyak enam perusahaan tercatat memiliki aset di bawah Rp50 Miliar. Sebanyak 13 perusahaan lainnya beraset antara Rp50 miliar-Rp250 miliar, kemudian 16 perusahaan lagi memiliki aset di atas Rp250 miliar. 

Jika terealisasi, aksi korporasi itu akan melanjutkan tren positif di BEI di mana sejak awal tahun sampai 20 April 2022, sudah ada 17 emiten go public. Salah satunya adalah PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) yang mencatatkan sahamnya di BEI pada 11 April lalu dan meraup dana tak kurang dari Rp13,7 triliun. Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia, I Gede Nyoman Yetna mengatakan pasar modal masih mampu menarik perusahaan yang ingin go public lantaran kinerja saham yang baik. IHSG terus menunjukkan pertumbuhan, bahkan hingga 20 April 2022 telah menyentuh angka 7.227,36. “Indikator lainnya yang mendukung adalah tren investor di pasar modal Indonesia yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir,” ujarnya, Kamis (21/4).


Geopolitik Ubah Peta Ekspor Batu Bara

Hairul Rizal 22 Apr 2022 Bisnis Indonesia

Harga dan permintaan komoditas batu bara dikenal rentan oleh dinamika geopolitik. Tensi hubungan Australia dan China berakibat dihentikannya ekspor batu bara Australia oleh China sehingga berdampak terhadap kenaikan harga. Sedangkan contoh yang terkini adalah invasi Rusia atas Ukraina yang memicu reaksi Uni Eropa (UE) untuk menghentikan impor batu bara mereka dari Rusia yang mendorong lonjakan harga serta berpotensi mengubah peta ekspor batu bara. Gejolak geopolitik yang awalnya menjadi salah satu pemicu naiknya harga komoditas di 2021 adalah kurang harmonisnya hubungan Australia dan China yang dipicu oleh ketidaksukaan Beijing terhadap langkah Canberra yang mendukung investigasi asal muasal virus Corona yang diklaim oleh Amerika Serikat (AS) dan beberapa negara sekutunya termasuk Australia berawal dari kota Wuhan. Perkembangan geopolitik di atas yang mendorong pemerintah China mengambil langkah berani menghentikan (meski tidak ada keputusan resmi) impor batu bara dari Australia.

Akibat dari “embargo” China tersebut, Australia mengalihkan (divert) ekspornya kebanyakan ke India. Membanjirnya pasokan batu bara dari Australia ke India mau tidak mau turut menggerus porsi ekspor dari Indonesia ke India. Ekspor RI ke India pada 2020 sekitar 97 juta ton, dan di 2021 hanya 65 juta ton. Harga komoditas kemudian melambung di luar perkiraan akibat konflik Rusia vs Ukraina. Invasi Rusia yang dimulai 24 Februari 2022 membuat negara-negara anggota UE yang selama ini menjadi importir batu bara Rusia mencoba mencari alternatif pasokan. Bahkan, UE telah mengumumkan akan menghentikan impor batu bara dari Rusia efektif di Agustus 2022. Selain Rusia, negara-negara UE mengimpor batu bara dari Kolombia, Afrika Selatan, dan AS.


Industri Tekstil: Pengusaha Keluhkan Produk Ilegal

Hairul Rizal 22 Apr 2022 Bisnis Indonesia

Banyaknya barang impor yang membanjiri pasar dalam negeri membuat sejumlah pelaku tekstil hilang semangat menyambut momentum Idul fitri atau Lebaran untuk meningkatkan kinerjanya. Asosiasi Serat, Benang, dan Filament Indonesia (APSYFI) menyebut bahwa saat ini ada barang-barang impor ilegal yang masuk ke Indonesia melalui marketplace dan ikut menikmati pertumbuhan permintaan jelang Lebaran. Ketua Umum APSyFI Redma Gita Wirawasta mengatakan bahwa pihaknya mencurigai barang ilegal yang masuk ke Indonesia tidak memiliki label Standar Nasional Indonesia (SNI) karena harganya yang lebih murah. Apalagi, pemerintah juga telah menerbitkan sejumlah aturan terkait dengan bea masuk tindakan pengamanan (BMTP) atau safeguard. Dia menjelaskan bahwa sebenarnya sejumlah pelaku industri tekstil optimistis terhadap pertumbuhan pada tahun ini dengan memanfaatkan momentum Lebaran. 

Sayangnya, keberadaan barang impor ilegal membuat pengusaha khawatir apakah produk yang disimpannya bisa terserap sepenuhnya oleh pasar. Selain maraknya barang impor jelang Lebaran, Redma juga mencatat cuti bersama yang dinilai terlalu panjang ikut menggerus optimisme pelaku usaha tekstil. Sejauh ini, kata dia, kemacetan suplai bahan baku masih dapat diatasi dengan importasi, tetapi ke depannya dibutuhkan satu pabrikan baru produsen poliester dan purifi ed terephthalic acid (PTA).Hingga kini, Kementerian Perindustrian mencatat produsen PTA di dalam negeri hanya ada dua, salah satunya Mitsubishi Chemical yang mengalami kebakaran pada Februari 2022.

Jelang Mudik Lebaran: Bandara Siap Beroperasi 24 Jam

Hairul Rizal 22 Apr 2022 Bisnis Indonesia

Dua operator bandara BUMN memutuskan menambah jam operasional bandara pada periode Lebaran 2022, merespons berkurangnya jumlah pesawat yang dioperasikan oleh maskapai reguler. Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) I,  Faik Fahmi, mengatakan operator 15 bandara itu akan lebih fleksibel dengan permintaan optimalisasi jadwal penerbangan yang dilakukan maskapai berjadwal. Salah satu strategi optimalisasi itu adalah menambah jam operasi bandara hingga 24 jam, guna mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang setelah selama 2 tahun belakangan tidak ada aktivitas mudik. “Pandemi Covid-19, banyak maskapai mengurangi jumlah pesawat yang dimiliki. Dengan keterbatasan jumlah pesawat maskapai akan mengoptimalkan frekuensi penerbangan sehingga menuntut operasi bandara ditingkatkan hingga 24 jam,” ujarnya, Kamis (21/4).

Sebaliknya, Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) Irfan Setiaputra menyatakan bakal mengoptimalkan operasional pesawat milik maskapai pelat merah itu pada periode Lebaran 2022. “Kami optimalkan dan maksimalkan sebisa kami,” kata Irfan. Sebaliknya, pemerhati penerbangan dari Jaringan Penerbangan Indonesia (Japri) Gerry Soejatman memperkirakan maskapai menaikkan kinerja operasi pesawat di tengah isu kekurangan jumlah armada agar mampu melayani pergerakan penumpang pada periode Lebaran 2022.


Klaim Subsidi Minyak Goreng Rp 329 Miliar

Hairul Rizal 21 Apr 2022 Kontan

Sebanyak 20 produsen minyak goreng curah telah mengajukan klaim pembayaran subsidi kepada Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) untuk penyaluran minyak goreng curah periode 16-31 Maret 2022. Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) Sahat Sinaga mengatakan, selama periode penyaluran tersebut, para produsen minyak goreng curah ini telah mendistribusikan sebanyak 61.000 ton. Adapun besaran subsidi yang diklaim sebesar Rp 5.400 per kilogram (kg). "Sehingga total klaim yang diajukan mencapai Rp 329 miliar," ujar dia, Selasa (19/4). 

Kasus Izin Ekspor CPO Penyidikan Diperluaske Perusahaan Lain

Yoga 21 Apr 2022 Kompas

Kejagung akan memperluas penyidikan kasus dugaan korupsi pemberian izin ekspor CPO dan produk turunannya. Proses pemberian izin ekspor minyak sawit kepada 88 perusahaan akan kembali diperiksa, apakah ketika itu telah sesuai aturan. Rabu (20/4), tim penyidik Kejagung memeriksa tiga saksi terkait kasus dugaan korupsi izin ekspor CPO dan produk turunannya. Mereka adalah AAA, Sales Manager PT Incasi Raya; BR selaku Supply Chain Manager PT Synergy Oil Nusantara; serta FA selaku Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan Ditjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag. Mereka diperiksa sebagai saksi atas empat tersangka yang telah ditahan Kejagung, Selasa (19/4). Mereka ialah Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag Indrasari Wisnu Wardhana, Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia Master Parulian Tumanggor, Senior Manager Corporate Affair Permata Hijau Group Stanley MA, dan GM Bagian General Affair PT Musim Mas Picare Togare Sitanggang.

Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah, Rabu, menginformasikan akan memeriksa birokrat di Kemendag yang diduga mengetahui penerbitan persetujuan ekspor CPO dan produk turunannya. Bahkan, tidak tertutup kemungkinan memeriksa Mendag Muhammad Lutfi. Presiden Jokowi meminta pengusutan tuntas atas dugaan korupsi pemberian izin ekspor minyak sawit mentah dan produk turunannya. Semua pihak yang terlibat perlu diungkap karena menyulitkan rakyat. (Yoga)


Pilihan Editor