;

Wisata Sungai Ramai Lagi Saat Ramadhan

Ekonomi Yoga 22 Apr 2022 Kompas
Wisata Sungai Ramai
Lagi Saat Ramadhan

Waktu menunjukkan hampir pukul 22.00 Wita. Beberapa kelotok atau perahu bermotor masih hilir mudik di Sungai Martapura, Banjarmasin, Rabu (20/4). Di atap perahu terlihat belasan orang duduk menikmati perjalanan menyusuri sungai. Mereka bersenda gurau sambil sesekali berswafoto, memotret ataupun memvideokan suasana di sekitarnya. ”Setiap malam di bulan Ramadhan selalu ramai yang naik kelotok,” ujar Adul (46), motoris atau pengemudi kelotok wisata susur sungai.Penumpang kelotok wisata kembali ramai pada bulan Ramadhan tahun ini setelah dua tahun mati suri karena pandemi Covid-19. Setiap malam, Adul dan 26 motoris kelotok wisata lain di dermaga siring Taman Maskot Bekantan selalu mendapat giliran membawa penumpang. Sekali jalan menyusuri sungai, mereka membawa 18 penumpang. Satu penumpang dikenai tarif Rp 10.000 untuk perjalanan menyusuri Sungai Martapura selama lebih kurang 30 menit. Tiket untuk naik kelotok wisata dijual Koperasi Maju Karya Bersama, yang merupakan koperasi angkutan obyek wisata sungai di Banjarmasin. ”Sekali jalan, kami sebagai anggota koperasi menerima Rp 150.000,” ungkapnya. Adul bisa membawa pulang Rp 100.000 ke rumah setiap malam setelah dipotong biaya solar dan jajan. ”Kalau pas ramai, seperti malam Minggu, kami bisa dua kali jalan dalam semalam. Lumayan,” ujarnya.

Selain di dermaga siring Taman Maskot Bekantan, sebagian kelotok wisata juga tambat di dermaga siring Menara Pandang, 40 kelotok tertambat disana. ”Ongkosnya sama, Rp 10.000 untuk susur sungai sampai Kampung Hijau,” kata Isam (50), motoris kelotok. Pada Rabu malam, kelotok wisata di kedua dermaga laris. Banyak orang mengantre naik kelotok, terlebih setelah shalat Tarawih. Semakin ma- lam, suasana di kawasan wisata siring Banjarmasin semakin ramai. Yang paling banyak memadati kawasan tersebut adalah anak muda. Setelah naik kelotok, mereka biasanya masih duduk mengobrol di tepian sungai sambal menikmati makanan dan minuman. Tika (20), mahasiswi perguruan tinggi di Banjarmasin, mengatakan, ia dan teman-temannya memilih bersantai di kawasan wisata siring dan naik kelotok setelah acara buka puasa bersama.

Ketua Koperasi Maju Karya Bersama Supiani Yanto mengatakan, ada peningkatan penumpang kelotok wisata selama bulan Ramadhan tahun ini, terutama pada malam hari. ”Kondisinya sudah hampir seperti malam Ramadhan sebelum pandemi,” ujarnya. Untuk perjalanan jauh, biasanya berangkat pagi ataupun sore hari. Tujuannya bisa ke Pasar Terapung Kuin, Pasar Terapung Lok Baintan, Soto Bang Amat, Pulau Kembang, ataupun berkeliling Kota Banjarmasin. Perjalanan ke sejumlah destinasi wisata sungai itu dikenai tarif Rp 300.000 sampai Rp 600.000 per kelotok untuk sekali jalan. Satu kelotok boleh mengangkut 15 orang. (Yoga)


Tags :
#Pariwisata
Download Aplikasi Labirin :