;

Dampak Penipuan, Lingkaran Pelaku Terkena Getahnya

Dampak Penipuan, Lingkaran Pelaku Terkena Getahnya

AJ (53) tak mampu menutupi rasa kesalnya terhadap Mohammad Iqbal Pangestu (29). Putra sulung yang seharusnya menjadi kebanggaan malah mencoreng nama baik keluarga. Satu setengah tahun ini, AJ mengurung diri di gubuk sederhana di Kabupaten Tangerang, Banten. Ia malu, tetangga mengecap Iqbal sebagai penipu. Anak sulungnya, Iqbal, menghadapi tuduhan penipuan berkedok cinta terhadap setidaknya empat perempuan. Modusnya dengan cara memanipulasi data diri ketika mendekati korban, lalu meminta supaya korban membuka pinjaman daring atau online. ”Polisi sudah ada yang datang ke sini. Ketua RT, RW, dan tetangga sekitar tahu. Saya sama sekali tidak tahu keberadaan Iqbal,” ucap AJ. Beban hidup AJ makin berat karena impitan ekonomi. Ia sudah lepas tangan menghadapi kelakuan anaknya. Dia khawatir, masa depan keluarganya berantakan karena kasus ini. Ia tidak mau terseret lebih jauh dan berusaha menyelamatkan keluarga

Tak hanya keluarga, penipuan berkedok cinta ini juga mencemarkan nama baik kampus dan instansi tempat mereka bekerja. Pihak Politeknik Maritim AMI Makassar (Polimarim) berkali-kali menerima laporan pengaduan atas mantan siswanya, Emirat Moniharapon (29). Dia dituduh menipu empat perempuan. Korbannya teperdaya Emirat yang terlihat religius dan bertubuh gagah. Sebagian korbannya terjerat bujuk rayu Emirat melalui Facebook dan Instagram. Staf pengajar Polimarim, Badaruddin, geram pada tingkah anak didiknya ini. Sebelumnya, seorang perempuan berinisial NT datang kekampus untuk mencari Emirat. ”Dia perempuan asal Malang, Jawa Timur. Jauh-jauh datang bersama orangtuanya hanya untuk mencari Emirat. Ia ditipu Rp 20 juta oleh Emirat,” ucapnya di Kampus Polimarim, Makassar, Sulsel. Badaruddin tidak menyangka dan langsung memanggil Emirat untuk dimintai penjelasan. Ia juga memanggil ibu Emirat supaya orangtua kedua belah pihak saling bertemu. ”Akhirnya kedua belah pihak membuat surat perjanjian yang meminta Emirat segera mengembalikan uang milik NT,” ujarnya. Badaruddin mengira masalah ini sudah selesai. Beberapa bulan setelah Emirat lulus, tiba-tiba Badaruddin ditelepon RK (43), ibu satu anak asal Bekasi, Jawa Barat. Ia mengaku ditipu Emirat Rp 180 juta lewat hubungan cinta palsu. Mendapat laporan itu, emosi Badaruddin memuncak. ”Anak ini ternyata mencoreng nama baik kampus. Ini masuk pelanggaran berat. Jika tahu akan begini, lebih baik tidak kami luluskan,” ujarnya.

Sementara itu, lembaga sosial Thisable Enterprise memberi klarifikasi setelah kasus Dewala viral di Twitter dan Instagram pada 2021. Lembaga itu membuat pernyataan supaya instansinya tidak ikut terseret dalam pusaran kasus Leonardus Wahyu Dewala (32). Sebelumnya, Dewala mencatut nama lembaga itu di situs LinkedIn, bahwa ia pernah bekerja di sana. Thisable Enterprise menyatakan, Dewala sudah tidak bekerja di sana sejak Oktober 2019. Pihak Thisable Enterprise tidak ingin dilibatkan dalam setiap pemberitaan miring tentang Dewala. Menurut mereka, pencantuman nama Thisable Enterprise di profil LinkedIn Dewala berada di luar kendali instansi.Klarifikasi Thisable disampaikan saat Dewala menghadapi tuduhan melakukan eksploitasi 74 perempuan yang dikenalnya melalui aplikasi Tinder dan Bumble sejak 2013-2021. (Yoga)


Tags :
#Isu Lokal
Download Aplikasi Labirin :