;

Bijak Mengelola Tunjangan Hari Raya

Bijak Mengelola Tunjangan Hari Raya

Setelah dua tahun menahan diri, tahun ini pemerintah melonggarkan beberapa aturan seperti mudik dan buka bersama. Hal ini menjadi godaan besar bagi ”keamanan” THR yang diterima. Alokasi dana THR disarankan setidaknya untuk tiga pos wajib, Pertama, alokasi untuk zakat dan sedekah. Kedua, THR untuk pekerja dan angpau untuk keluarga. Dimana THR pekerja adalah kewajiban, sedangkan angpau adalah sedekah. Ketiga, kebutuhan Lebaran. Setiap rumah tangga memang memiliki kebutuhan dan keinginan yang bervariasi. Secara umum, kebutuhan Lebaran setiap keluarga dapat diidentifikasi terdiri dari kebutuhan makanan Lebaran serta pemberian THR dan angpau untuk keluarga. Prioritaskan penggunaan dana THR untuk hak ke pekerja dan persiapan hidangan Lebaran. Jika masih ada sisa, baru digunakan untuk belanja yang lain. Idealnya, penggunaan THR maksimal 30 % untuk pos pengeluaran ini karena pos mudik Lebaran belum dikeluarkan. THR sebaiknya tidak dihabiskan hanya untuk keperluan hari raya. Usahakan mengalokasikan kelebihan THR untuk dana darurat setelah dikurangi zakat dan sedekah. Lokasi penyimpanan dana darurat idealnya pada tabungan biasa yang mudah diakses.

THR juga sangat baik digunakan untuk menambah aset investasi. Berbagai impian seperti dana pendidikan anak, dana uang muka pembelian rumah, dan lainnya dapat dibantu dengan investasi dana THR. Pemilihan aset investasi sebaiknya tetap disesuaikan dengan jangka waktu berinvestasi dan profil risiko calon investor. THR juga bisa dialokasikan untuk kebutuhan tahun ajaran baru pada pendidikan anak. Jika tahun ini Anda tidak memperoleh THR, usahakan rumah tangga untuk mencari tambahan penghasilan dari berbisnis rumahan. Tidak perlu mengejar untung besar, asal dagangan laku dan ada keuntungan tipis. Keuntungan yang dikumpulkan ini bisa mengurangi beban rumah tangga bulanan sehingga penghasilan bulanan dapat dikelola untuk pengeluaran Lebaran. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :