;

Butuh Dana, INCO Hati-Hati Bagi Dividen

Hairul Rizal 15 Sep 2022 Kontan

Di tengah tingginya harga komoditas, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) terus menargetkan pertumbuhan produksi. INCO tengah menggarap tiga proyek pabrik di Sulawesi. "Tiga proyek pengembangan tersebut bernilai investasi lebih dari US$ 8 miliar. Ini akan dieksekusi bersama dengan partner," ujar Direktur INCO Bernardus Irmanto, Rabu (14/9). Pria yang kerap disapa Anto ini memaparkan, proyek pertama ada di Bahodopi, Sulawesi Tengah, dengan investasi US$ 2,5 miliar. Proyek pengembangan pabrik feronikel dengan kapasitas 73.000 ton per tahun ini digarap bersama Taiyuan Iron & Steel Co. Ltd (TISCO) dan Shandong Xinhai Technology Co. Ltd, diperkirakan rampung pada 2025. Dengan berbagai proyek tersebut, Anto menuturkan akan berhati-hati dalam mengambil keputusan pembagian dividen. Menurut Anto, INCO harus membiayai proyek-proyek tersebut, maka pembagian dividen harus disertai dengan prinsip kehati-hatian dalam berhitung dan mengkaji semua kebutuhan kas.

Kebijakan Fiskal, Waspadai Risiko di Daerah

Yoga 15 Sep 2022 Kompas

Pemerintah pusat mengamanatkan kepada pemda untuk turut menyiapkan bantalan sosial sebagai konsekuensi kenaikan harga BBM. Hal ini punya intensi positif dalam menahan laju penurunan daya beli masyarakat di daerah. Program pembagian beban antara pemerintah pusat dan daerah untuk mendistribusikan bantalan sosial di daerah ini termaktub dalam Permenkeu No 134/PMK.07/2022 tentang Belanja Wajib dalam Rangka Penanganan Dampak Inflasi Tahun Anggaran 2022. Dalam beleid tersebut, belanja wajib perlindungan sosial daerah tersebut digunakan untuk bantuan sosial. Bantuan ini bisa dialokasikan untuk ojek, UMKM, dan nelayan, penciptaan lapangan kerja, serta subsidi transportasi umum.

Intensi ini dijawantahkan melalui penggunaan dana transfer umum (DTU) yang bersumber dari dana alokasi umum (DAU) dan dana bagi hasil (DBH) untuk beragam program bantuan sosial sebesar 2 %. Namun, intensi baik ini juga punya risiko menggoyang fondasi fiskal daerah yang sedang rapuh. Saat ini, pemerintah berupaya untuk bertindak tegas kepada pemerintah daerah dengan memberlakukan sanksi kepada pemda yang tidak mengalokasikan atau menyusun program bantuan sosial sebagai respons atas kenaikan harga BBM sejak 3 September lalu. Kebijakan ini juga bisa diiringi dengan skema insentif dari pemerintah pusat yang diberikan kepada pemerintah daerah yang mampu menguatkan struktur PAD sehingga kemandirian fiskal di daerah tetap terjaga. (Yoga)


Okupansi Hotel Diprediksi Turun

Yoga 15 Sep 2022 Kompas

Tingkat okupansi hotel yang belakangan mulai membaik diperkirakan kembali turun seiring berkurangnya pergerakan wisatawan sebagai dampak kenaikan harga BBM. Padahal, industri hotel belum sepenuhnya pulih dari pandemi Covid-19. Sekjen Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengatakan, kunjungan ke destinasi-destinasi wisata membutuhkan daya beli masyarakat yang cukup baik. Kenaikan harga BBM mendorong harga barang dan jasa ikut naik sehingga akan mengganggu daya beli masyarakat, yang akhirnya bisa menurunkan minat orang bepergian dan menginap di hotel. ”Pariwisata juga bukan kebutuhan primer masyarakat,” ujarnya, Rabu (14/9) di Jakarta. Maulana mencontohkan dampak naiknya harga avtur tahun 2019 yang mengakibatkan pergerakan wisatawan Nusantara turun dari 300 juta orang tahun 2018 menjadi 200-an juta orang tahun 2019. Kondisi saat itu bisa saja kembali terulang. (Yoga)


Pamor Dollar AS Naik Dikerek Spekulasi Kenaikan Bunga Fed

Hairul Rizal 15 Sep 2022 Kontan

Pamor dollar Amerika Serikat kembali meningkat. Laju inflasi AS yang lebih tinggi dari proyeksi analis membuat pelaku pasar berasumsi The Fed akan menaikkan bunga lebih tinggi. Akibatnya, sejumlah mata uang tertekan terhadap dollar AS. Salah satunya yen. Kemarin, mata uang ini sempat mencapai level terendah dalam 24 tahun di ¥ 144 per dollar AS. Di pukul 20.51 WIB kemarin, yen kembali menguat dan bertengger di level ¥ 142,87 per dollar AS. Analis DCFX Futures Lukman Leong sepakat mengatakan, potensi kenaikan suku bunga AS menjadi salah satu penyebab dollar AS kembali naik pamor. Meski bukan di posisi puncak, kemarin indeks dollar AS berada di 109,51, turun 0,28% dari hari sebelumnya. Namun naik 18,29% secara tahunan. Artinya, sepanjang tahun ini, dollar AS cenderung naik terhadap rata-rata mata uang berbagai negara.

Kredit di Sektor Agri dan Migas Meningkat

Hairul Rizal 15 Sep 2022 Kontan

Penyaluran kredit ke sektor komoditas tumbuh cukup pesat sepanjang semester pertama tahun ini. Pertumbuhan kredit di sektor ini jadi salah satu penyebab likuiditas valuta asing (valas) bank banyak tersedot di tahun ini. Direktur Keuangan Bank Central Asia (BCA) Vera Eve Lim mengatakan, sektor perkebunan merupakan salah satu penopang pertumbuhan kredit korporasi BCA yang naik tinggi hingga Juni 2022. Bank BNI juga mencatatkan pertumbuhan kredit valas, terutama dari sektor pengolahan dan komoditas. Namun, Novita Widya Anggraini, Direktur Keuangan BNI tidak merinci total pertumbuhan kredit BNI di masing-masing sektor. "Pertumbuhan kredit BNI hingga Agustus, baik dalam rupiah maupun valas, tumbuh positif secara year to date," kata Novi, kemarin (14/9). Sekretaris Perusahaan BRI, Aestika Oryza Gunarto menjelaskan, permintaan kredit terbesar pada sektor agribisnis, infrastruktur, transportasi, minyak dan gas serta energi dan tambang. Sektor-sektor ini menyumbang 66,17% terhadap total kredit valas.

Ekonomi Membaik, Restrukturisasi Pembiayaan Menurun

Yoga 15 Sep 2022 Kompas

Restrukturisasi kredit atau pembiayaan dari perusahaan pembiayaan terus menurun, seiring  berlanjutnya pemulihan ekonomi yang mendorong kapasitas debitor bangkit dari tekanan ekonomi pandemi. Seiring melandainya restrukturisasi, kebijakan restrukturisasi ini sedang dikaji apakah masih perlu diperpanjang atau tidak. Mengutip data OJK, sampai 13 September 2022, nilai restrukturisasi kredit atau pembiayaan  perusahaan pembiayaan mencapai Rp 22,1 triliun, berasal dari 650.000 kontrak debitor. Nilai ini sudah berkurang 55 % dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 46 triliun. Jumlah kontrak restrukturisasi bahkan sudah berkurang empat kali lipat daripada periode yang sama tahun lalu sebesar 2,68 juta kontrak.

Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia Suwandi Wiratno mengatakan, menurunnya restrukturisasi pembiayaan ini menunjukkan pemulihan ekonomi berjalan sehingga kemampuan debitor melunasi utang membaik. Karena itu, mereka dikeluarkan dari daftar restrukturisasi. ”Sudah semakin banyak debitor yang kondisinya kembali normal,” ujar Suwandi yang dihubungi di Jakarta, Rabu (14/9). Kinerja perusahaan pembiayaan yang membaik ini ditunjukkan dengan piutang pembiayaan neto konvensional per Juli 2022 sebesar Rp 367,67 triliun atau bertumbuh 7,12 % secara tahunan. Menurut Dirut BCA Finance Roni Haslim, nilai restrukturisasi di perusahaannya juga terus turun. Saat ini, nilai restrukturisasi pembiayaan BCA Finance mencapai Rp 4,5 triliun, turun setengahnya dari awal periode restrukturisasi sebesar Rp 9 triliun. (Yoga)


Beras Murah 20 Kilogram untuk Warga Miskin

Yoga 15 Sep 2022 Kompas

Pemerintah akan menyalurkan beras 20 kilogram per keluarga penerima manfaat dengan harga terjangkau. Selain untuk perlindungan sosial, program itu juga diharapkan mengendalikan inflasi. Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi, Rabu (14/9) mengatakan, pihaknya sedang bersiap. Persiapan mencakup mekanisme penyaluran, penentuan harga, dan validasi data penerima. (Yoga)

Taktik Emiten BUMN Kejar Target

Hairul Rizal 15 Sep 2022 Bisnis Indonesia (H)

Menjelang akhir kuartal III/2022, emiten dari keluarga badan usaha milik negara (BUMN) memacu kinerja untuk mencapai target-target yang sudah dicanangkan dengan berbagai strategi. Sejumlah BUMN terus memacu performa produksi, meningkatkan ekspor, hingga memperbesar nilai kontrak baru. Sejalan dengan itu, Kementerian BUMN membidik total laba bersih konsolidasi perusahaan pelat merah pada tahun ini dapat mencapai Rp144 triliun. Dalam pelepasan Jelajah BUMN untuk Indonesia yang digelar oleh Bisnis Indonesia, Rabu (14/9), Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan laba BUMN pada 2022 ditargetkan naik 14,28% dari realisasi pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp126 triliun. Laba BUMN kembali tumbuh setelah anjlok menjadi Rp13 triliun pada 2020 akibat dihantam pandemi Covid-19. “Keuntungan BUMN naik lagi menjadi Rp144 triliun tahun ini,” ucapnya. Erick menambahkan target laba itu sejalan dengan pertumbuhan aset dan pendapatan BUMN yang positif. Pada 2021, total aset BUMN naik 8% secara tahunan menjadi Rp8.978 triliun dan pendapatan usahanya tumbuh 19% year-on-year (YoY) menjadi Rp2.292 triliun.


SUBSIDI LPG : Konversi Bisa Hemat Anggaran Negara

Hairul Rizal 15 Sep 2022 Bisnis Indonesia

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) memperkirakan program konversi liquefied petroleum gas atau LPG 3 kilogram ke kompor induksi untuk 15,3 juta pelanggannya bakal menghemat anggaran negara hingga Rp85,65 triliun.Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Darmawan Prasodjo mengatakan bahwa hasil uji coba yang dilakukan perseroan menunjukkan bahwa konversi kompor LPG ke kompor listrik atau induksi bisa menghemat anggaran negara, karena subsidi yang harus dikeluarkan jauh lebih kecil.Berdasarkan penghitungan PLN, setiap 1 kilogram konversi LPG 3 kilogram ke kompor induksi dapat memberikan manfaat penghematan sebesar Rp720 bagi masyarakat. Sementara itu, penghematan untuk APBN mencapai Rp8.186 setiap kilogramnya.

Dirut BRI Ungkap Komitmen BRI Berikan Dividen Optimal kepada Pemegang Saham

Yuniati Turjandini 15 Sep 2022 Investor Daily ( H)

JAKARTA, ID – PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk optimistis dapat memberikan return yang optimal kepada pemegang saham terutama dari sisi dividen. Hal tersebut disampaikan Direktur Utama BRI Sunarso dalam acara Public Expose Live 2022 pada Rabu (14/09) di Jakarta. Turut hadir dalam acara tersebut Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu dan Direktur Jaringan & Layanan BRI Andrijanto. Sunarso mengungkapkan, BRI telah menyiapkan strategi untuk menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. “Pertama, BRI memiliki sumber pertumbuhan baru melalui Holding Ultra Mikro. Ekosistem UMi ini tidak hanya akan mendorong penyaluran kredit, namun juga kami dorong pertumbuhannya kearah liabilities, seperti CASA serta penjualan produk cross selling”, ungkapnya. Disamping itu, BRI berhasil menaikkelaskan 1,8 juta nasabah KUR Mikro ke Komersial di tahun 2021 dan di tahun 2022 diprediksikan nasabah yang berhasil dinaikkelaskan mencapai 2,2 juta nasabah. (Yetede)

Pilihan Editor