;

Okupansi Hotel Diprediksi Turun

Ekonomi Yoga 15 Sep 2022 Kompas
Okupansi
Hotel
Diprediksi
Turun

Tingkat okupansi hotel yang belakangan mulai membaik diperkirakan kembali turun seiring berkurangnya pergerakan wisatawan sebagai dampak kenaikan harga BBM. Padahal, industri hotel belum sepenuhnya pulih dari pandemi Covid-19. Sekjen Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengatakan, kunjungan ke destinasi-destinasi wisata membutuhkan daya beli masyarakat yang cukup baik. Kenaikan harga BBM mendorong harga barang dan jasa ikut naik sehingga akan mengganggu daya beli masyarakat, yang akhirnya bisa menurunkan minat orang bepergian dan menginap di hotel. ”Pariwisata juga bukan kebutuhan primer masyarakat,” ujarnya, Rabu (14/9) di Jakarta. Maulana mencontohkan dampak naiknya harga avtur tahun 2019 yang mengakibatkan pergerakan wisatawan Nusantara turun dari 300 juta orang tahun 2018 menjadi 200-an juta orang tahun 2019. Kondisi saat itu bisa saja kembali terulang. (Yoga)


Tags :
#Perhotelan
Download Aplikasi Labirin :