INSENTIF EFEKTIF PACU EKSPOR
Sejumlah insentif fiskal yang dikeluarkan pemerintah terbukti manjur mencegah penurunan kinerja ekspor di tengah tren penurunan harga komoditas unggulan di pasar global. Insentif yang paling berdampak berupa pengenaan pungutan ekspor sebesar nol rupiah terhadap minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan turunannya. Kebijakan itu menjadi booster peningkatan aktivitas ekspor komoditas. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekspor nasional pada Agustus 2022 mencapai US$27,91 miliar, sedangkan impor US$22,15 miliar sehingga tercatat surplus US$5,76 miliar. Nilai surplus itu naik 36,49% dibandingkan dengan surplus bulan sebelumnya yang hanya US$4,22 miliar sekaligus melanjutkan tren surplus neraca perdagangan selama 28 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto mengatakan potensi lonjakan ekspor masih terbuka lebar ditilik dari tiga komoditas unggulan ekspor yaitu besi baja, CPO, dan batu bara. Menurutnya, CPO menjadi komoditas yang mengalami peningkatan ekspor tertinggi pada Agustus 2022 dibandingkan bulan sebelumnya.
PENERIMAAN NEGARA 2023 : PAJAK NONMIGAS SULIT NGEGAS
Geliat dunia usaha pada tahun depan diprediksi tak lebih moncer dibandingkan dengan tahun ini. Hal itu tercermin dalam target Pajak Penghasilan Nonmigas pada 2023 yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan outlook pada 2022. Panitia Kerja (Panja) Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2023 Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyepakati target Pajak Penghasilan (PPh) Nonmigas senilai Rp873,6 triliun. Target itu lebih rendah 4,23% dibandingkan dengan outlook pada tahun ini yang mencapai Rp912,2 triliun. Estimasi PPh Nonmigas pada tahun ini pun melejit hingga 21,78% dibandingkan dengan target dalam APBN 2022 Perubahan. Hal itu merefleksikan optimisme pemerintah yang cukup tinggi pada tahun ini. Sebaliknya, lebih rendahnya target PPh Nonmigas menggambarkan bahwa 2023 masih menjadi tahun yang penuh tantangan. Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Mudah Indonesia (Hipmi) Anggawira menjelaskan, pengaruh dari luar negeri yakni ketidakpastian akibat perang Rusia-Ukraina berisiko mereduksi aktivitas ekonomi. “Ada pengaruh perang, sehingga lebih rendah dibandingkan dengan pada tahun ini,” kata dia kepada Bisnis, Kamis (15/9).
JELAJAH PELABUHAN 2022 : PELABUHAN JAYAPURA ATASI PROBLEM MUATAN
Pelabuhan Terminal Petikemas Jayapura terus mendorong peningkatan produktivitas pelabuhan jelang satu tahun merger PT Pelindo (Persero). Salah satu tantangan yang masih dialami oleh pelabuhan hingga saat ini adalah ketidakseimbangan antara muatan bongkar dan muat. Komoditas yang banyak masuk (bongkar) melalui Port Numbay saat ini adalah sembilan bahan pokok atau sembako, material konstruksi, dan semen. Hal tersebut sejalan dengan kebutuhan pembangunan yang masih berlanjut di Bumi Cendrawasih. Pada tahun lalu, muatan komoditas tersebut masuk sebanyak 1,07 juta ton. Namun, jika dibandingkan dengan muatan komoditas yang keluar (muat), jumlahnya sangat timpang yakni hanya 157.951 ton. “Seperti inilah kondisinya di Jayapura. Jadi lebih banyak barang yang masuk dari yang keluar. Karena di sini masih banyak mengandalkan hasil alam, sedangkan kalau hasil alam tidak harus semua bisa dihabiskan,” jelas Plh Head Terminal Petikemas Jayapura Bani Sahara kepada Tim Jelajah Pelabuhan 2022 Bisnis Indonesia, Kamis (15/9)
PEMBIAYAAN PERUMAHAN KUARTAL III/2022 : BP Tapera Bidik Salurkan Rp15,64 Triliun
Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menargetkan penyaluran dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar 153.540 unit dengan nilai Rp15,64 triliun hingga Kuartal III/2022. Komisioner BP Tapera Adi Setianto melaporkan realisasi penyaluran FLPP berdasarkan monitoring per 14 September 2022 mencapai 141.547 unit dengan nilai Rp15,73 triliun. "Kami mampu melebihi target dengan pencapaian sebesar 100,57 persen dari sisi Rupiah, sedangkan dari sisi unit telah mencapai 92,19 persen. Kami optimis, akhir September ini target unit segera tercapai," kata Adi, Kamis (15/9/2022).
Indonesia Butuh Bank Investasi Syariah
JAKARTA, ID – Bank investasi syariah dinilai menjadi salah satu solusi untuk mengakselerasi ekonomi syariah di Indonesia. Kehadiran bank investasi syariah mampu mendongkrak aset keuangan syariah Indonesia dari peringkat ketujuh ke peringkat pertama. Seperti Indonesia Investment Authority atau Lembaga Pengelola Investasi yang sudah beroperasi, bank investasi syariah akan mempermudah masuknya dana investasi global ke Indonesia, termasuk dari Timur Tengah. Namun, lembaga keuangan syariah di Indonesia perlu memberikan perhatian lebih pada implementasi good governance atau tata kelola yang baik. “Bank investasi syariah ini perlu dibentuk bersama oleh BUMN dan swasta. Jangan semuanya harus BUMN,” kata Menteri BUMN Erick Thohir dalam diskusi pada acara pemberian penghargaan Syariah Terbaik 2022, yang diselenggarakan Majalah Investor dan ditayangkan live di Beritasatu TV, Kamis (15/9/2022). (Yetede)
Kadin Dorong Sinergi Pengusaha RI-Tiongkok
JAKARTA, ID – Ketua Kadin Indonesia Komite Tiongkok (KIKT) Garibaldi Thohir menyatakan, pihaknya berkomitmen dalam mendorong pelaku bisnis di Indonesia maupun Tiongkok agar dapat terus bersinergi dan bekerja sama, sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran kedua negara. “Sama seperti nilai-nilai yang dibawa oleh Festival Mid-autumn, kebersamaan dan harmonilah yang menjadi faktor yang mendorong Indonesia dapat pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat. Untuk itu, Kadin Indonesia Komite Tiongkok berkomitmen dalam mendorong pelaku bisnis di Indonesia maupun Tiongkok agar dapat terus bersinergi dan bekerja sama,” ujar Garibaldi Thohir dalam acara “Malam Kebersamaan Indonesia-Tiongkok” yang digelar Kadin Indonesia Komite Tiongkok, di Jakarta, Kamis (15/9/2022) malam. Dia menambahkan, Kadin Indonesia Komite Tiongkok juga berkomitmen untuk bahu membahu dengan pemerintah dalam membuka pintu kerja sama perdagangan dan investasi Indonesia–Tiongkok, sekaligus memastikan investor Tiongkok dapat menjalankan bisnisnya dengan baik dan mendapatkan mitra terbaik di Indonesia, serta meningkatkan ekspor Indonesia ke Tiongkok. ((Yetede)
Kemitraan jadi Kunci Keberhasilan Pengembangan Panas Bumi
JAKARTA, ID – Indonesia diyakini akan menjadi salah satu negara terdepan dalam pengembangan potensi panas bumi di dunia. Bahkan bukan tidak mungkin Indonesia nantinya bisa menjadi Global Geothermal Power House. Salah satu langkah terbaik mengembangkan panas bumi hingga ke industri turunannya adalah dengan kemitraan. Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Ahmad Yuniarto mengungkapkan keyakinan tersebut cukup beralasan, apalagi dengan jumlah potensi panas bumi yang diketahui hingga kini. Tersisa saat ini adalah inisiatif untuk kembangkan panas bumi. Menurut Yuniarto, panas bumi sekarang ini dan ke depannya tidak hanya dipandang sebagai salah satu alternatif pembangkit listrik, tapi lebih dari pada itu ada industri hilir panas bumi kini sudah menjadi keniscayaan yang mau tidak mau juga dikembangkan yakni green hydrogen. Salah satu cara untuk bisa memonetisasi potensi panas bumi secara efisien berikut serta industri turunannya adalah dengan penerapan teknologi. (Yetede)
Erick Thohir: Kontribusi BUMN ke Negara Naik Rp.68 Triliun
JAKARTA, ID – Jurus jitu Menteri BUMN Erick Thohir dalam mentransformasi BUMN membuahkan hasil. Terbukti, selama tiga tahun terakhir, akumulasi kontribusi BUMN ke pemasukan negara dalam bentuk setoran pajak, dividen, dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mencapai Rp 1.198 triliun, naik Rp 68 triliun dibandingkan perolehan 2016- 2019 atau sebelum pandemi Covid-19. “Sementara itu, kalau kita melihat buku BUMN, laba bersih tahun ini naik signifikan sekitar Rp 144 triliun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ungkap Erick saat berkunjung ke kantor Berita Satu Media Holdings (BSMH), Jakarta, Kamis (15/9). Bila BUMN sehat bugar, tutur Erick, program ekonomi kerakyatan juga akan dapat mudah terealisasi. Salah satunya merger PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Permodalan Nasional Madani (PNM) (Persero) dan PT Pegadaian untuk mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai ujung tombak ekonomi.
Sritex Lepas 50 Kontainer Produk TPT ke 20 Negara
JAKARTA, ID - PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex melepas 50 kontainer tekstil dan produk tekstil (TPT) senilai US$ 3,7 juta ke 20 negara pada Kamis (15/9/2022) di Sukoharjo, Jawa Tengah. Pelepasan ekspor dilakukan secara langsung oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan bersama Presiden Direktur PT Sritex Iwan Setiawan Lukminto. Turut hadir dalam pelepasan ekspor tersebut adalah Sekretaris Jenderal Kemendag Suhanto, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi, dan Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Syailendra, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah Muhammad Arif Sambodo, Perwakilan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Kantor Wilayah Bea dan Cukai Jawa Tengah dan Daerah Yogyakarta, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta TNI/Polri. “Sritex adalah perusahaan tekstil yang telah terintegrasi vertikal yang memproduksi benang hingga pakaian jadi. Sritex juga berpengalaman dalam mengerjakan berbagai macam seragam militer dan korporasi, baik untuk memenuhi kebutuhan dalam dan luar negeri dengan negara tujuan ekspor yang tersebar di lima benua,” kata Presiden Direktur Sritex Iwan Setiawan Lukminto. (Yetede)
Kelemahan Intelijen Rusia Jadi Titik Balik Ukraina
PARIS, ID – Para analis mengatakan bahwa intelijen militer Rusia gagal lagi dalam mengantisipasi serangan balasan kilat Ukraina. Kegagalan ini berpotensi menjadi titik balik perjuangan Ukraina melawan invasi Rusia dan sekali lagi menyoroti kelemahan intelijen Rusia dalam berperang. “Ini adalah kegagalan intelijen militer Rusia yang sangat besar, fakta bahwa mereka tidak melihat telah terjadi peningkatan ini. Intelijen militer Rusia benar-benar mengacaukan ini,” ujar Michael Kofman, ilmuwan peneliti senior di program studi Center for Naval Analyses Russia, yang dilansir AFP. Laporan menyebutkan, desakan itu terjadi setelah konflik yang berlangsung lebih dari setengah tahun dan masih menemui semacam jalan buntu selama musim panas. Padahal pasukan Rusia telah menguasai sebagian besar wilayah timur dan selatan Ukraina, tetapi gagal membuat kemajuan lebih jauh. “Rusia gagal mengantisipasi desakan
Ukraina,” kata Pierre Grasser, seoran sejarawan hubungan internasional dan peneliti di Lembaga Sirice yang berlokasi di Paris, Prancis. Ditambahkan oleh Grasser bahwa Ukraina telah diuntungkan dengan melakukan taktik tipuan besar-besaran, yakni membuat serangan balik di selatan sebelum meluncurkan yang lebih besar di timur laut. ((Yetede)









