;

PLN Batalkan Program Kompor Listrik

Yoga 28 Sep 2022 Kompas

Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Darmawan Prasodjo, Selasa (27/9) di Jakarta, mengatakan, pihaknya  membatalkan program konversi kompor elpiji ke kompor listrik. Langkah tersebut diambil untuk menjaga kenyamanan masyarakat dalam pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19. Ia juga memastikan bahwa tidak ada kenaikan tarif listrik. (Yoga)

Mimpi Guru Cerdas Lewat Aplikasi

Yoga 28 Sep 2022 Tempo ( H)

Aplikasi Merdeka Mengajar milik kemendikbud tak menjangkau guru di daerah tanpa internet dan listrik, Platform ini ikut disorot seiring kontrpversi tim bayangan yang membuat berbagai produk digital kemendikbud. Satriawan Salim ikut menjadi pengguna Merdeka Mengajar, aplikasi khusus guru milik Kemendikbudristek. Pengajar SMA swasta di Jaktim itu mengasah kemampuannya lewat pelatihan mandiri tentang kurikulum Merdeka, salah satu fitur dalam aplikasi  Merdeka Mengajar. Lewat pelatihan mandiri itu kata Satriawan, guru mempelajari bahan ajar melalui teks dan video, mengisi jawaban pada form isian kemudian mengimplementasikan sendiri materi tersebut. 

Tapi metode pelatihan lewat aplikasi ini sangat monoton karena hanya satu arah. Satriawan melihat kekurangan aplikasi ini, dimana materi implementasi Kurikulum Merdeka kurang cepat diperbaharui, capaian pembelajaran yang diisi guru dalam aplikasi itu masih merupakan data 2020-2021. "Dari segi konten banyak yang mesti di update," kata Satriawan. Ditambah lagi, Satriawan melihat platform Merdeka Mengajar tidak inklusif karena sulit diakses guru di daerah tanpa listrik dan internet. "Menurut saya aplikasi ini bukan solusi," kata Satriawan. (Yoga

40 TAHUN BENTARA BUDAYA, Hujan Berkat, AnekaKoleksi dan ”Podcast”

Yoga 27 Sep 2022 Kompascom (H)

Bentara Budaya bermula dari kecintaan pendiri Kompas, PK Ojong dan Jakob Oetama, terhadap seni dan budaya. Sejak 1970-an, Kompas mengoleksi sejumlah lukisan, barang antik, dan barang seni lain. Benda-benda seni itu lantas diserahkan pengelolaannya ke karikaturis Kompas, GM Sudarta. Gramedia Art Gallery pun didirikan guna menampung benda-benda seni itu, yang berlokasi di kawasan pintu Air, Jakarta. Galeri ini bibit berdirinya Bentara Budaya. Satu dekade kemudian, tepatnya 1982, Bentara Budaya didirikan pertama kali di Jalan Jenderal Sudirman, Yogyakarta. Pendirian Bentara Budaya Jakarta (BBJ) menyusul empat tahun kemudian. Jakob Oetama membuka BBJ pada 26 Juni 1986, diikuti pendirian di Solo (2003) dan Bali (2009). Selama 40 tahun, Bentara Budaya menghadirkan berbagai pameran, diskusi, lokakarya, pertunjukan, dan berbagai kegiatan seni. Kegiatan ini melibatkan para penggiat seni budaya dari berbagai bidang, generasi, bahkan lintas negara. Koleksinya pun beragam, termasuk karya maestro lukis seperti Affandi, Basuki Abdullah, Bagong Kussudiardja, S Sudjojono, dan Hendra Gunawan.

Saat didirikan, Bentara Budaya (yang berarti utusan budaya) mengusung surya sengkalan (penanda waktu) Manembah Hangesti Songing Budi. Jika diartikan, Bentara Budaya bertujuan memberi kemuliaan pikiran tanpa pamrih. ”Pikiran, hikmah, kearifan itu diperas demi membangun kehidupan manusia yang lebih beradab,” kata GM Bentara Budaya Ilham Khoiri di Yogyakarta. Bentara Budaya juga berupaya menyesuaikan diri dengan kehidupan kekinian, dengan meluncurkan dua program baru, Podcast Bentara Budaya dan Laboratorium NFT. ”Podcast Bentara Budaya adalah ruang percakapan yang menghadirkan narasumber para seniman dan budayawan untuk menggali pengalaman dan proses kreatif mereka dalam berkesenian,” kata Ilham. (Yoga)


Transisi dalam Resesi

Yoga 27 Sep 2022 Kompas (H)

Sejarah menunjukkan, resesi global diawali dua gejala : perlambatan global serta kejatuhan perekonomian utama dunia. Sepanjang 2022, ekonomi global melambat dan perekonomian AS, Eropa, serta China merosot. Kekhawatiran akan terjadinya resesi global 2023 menguat. Demikian  salah satu kesimpulan studi terbaru Bank Dunia berjudul Is a Global Recession Imminent? Pemicu resesi adalah kenaikan suku bunga serentak di hampir semua negara dengan besaran yang tak pernah terjadi dalam lima dekade terakhir. Di tengah tingginya tingkat utang pemerintah, kebijakan ini akan menimbulkan perlambatan ekonomi yang tak pernah terjadi sejak 1970-an. Mendahului kenaikan suku bunga bank sentral AS, The Fed, sebesar 75 basis poin menjadi 3,25 %, BI menaikkan suku bunga 50 basis poin menjadi 4,25 %.

Kenaikan suku bunga mempunyai dua implikasi utama, yakni kenaikan suku bunga kredit dan peningkatan beban pemerintah membayar utang. Pemerintah di seluruh dunia, termasuk Indonesia, mengalami kenaikan utang secara signifikan akibat pandemi Covid-19. Hingga pertengahan tahun ini, rasio utang Pemerintah Indonesia mencapai 42 % terhadap PDB. Angka ini naik dibandingkan triwulan III-2021 yang masih 36 % dan pada tahun 2011 yang baru mencapai 25 %. Studi Bank Dunia menunjukkan bahwa resesi global kali ini lebih didorong oleh faktor produksi ketimbang factor konsumsi. Oleh karena itu, untuk mencapai stabilitas harga dan kualitas pertumbuhan, Bank Dunia menyarankan semua negara lebih banyak melakukan produksi dan  mengurangi konsumsi melalui realokasi sumber daya untuk investasi. Karena itu, diperlukan upaya merelokasi sumber daya yang masih tersedia guna mengoptimalkan pertumbuhan berkualitas yang ditandai dengan berkurangnya kemiskinan dan menurunkan ketimpangan. (Yoga)


Antisipasi Pangan Tahun Depan

Yoga 27 Sep 2022 Kompas

Pemerintah mengumumkan telah mengantisipasi kenaikan harga pangan, khususnya beras. Antisipasi itu untuk menghadapi situasi menjelang akhir tahun. Namun, lebih penting lagi antisipasi tahun depan, saat kondisi politik menghangat. Perum Bulog, yang memiliki stok 800.000 ton cadangan beras pemerintah, memasifkan operasi pasar (Kompas, 26/9). Kendati tak signifikan, harga beras medium dan premium di tingkat nasional cenderung meningkat. Menurut data Panel Harga Badan Pangan Nasional, harga rata-rata nasional beras medium naik dari Rp 10.990 per kg pada 17 September 2022 menjadi Rp 11.000 per kg pada 23 September 2022. Pada periode yang sama, beras premium naik dari Rp 12.510 per kg menjadi Rp 12.520 per kg.

Jika saat ini terjadi kenaikan harga beras, seharusnya pemerintah melakukan penyelidikan lebih mendalam di lapangan. Pemerintah perlu memastikan gangguan yang terjadi karena sampai musim panen berikutnya ada masa lima sampai enam bulan, mengacu pada musim tanam yang dimulai Oktober, di mana harga beras harus bisa stabil. Kita perlu menekankan masalah ini karena perpolitikan tahun depan bakal menghangat. Pada masa itu kenaikan harga pangan bakal memunculkan gejolak sosial. Implikasinya, berbagai masalah akan menumpuk. Keruwetan bakal terjadi saat politik memanas, disertai pasokan pangan yang bermasalah. Antisipasi yang diumumkan pemerintah untuk tahun ini sepertinya perlu diperpanjang hingga awal 2024 ketika pemilu berlangsung. (Yoga)


KEBIJAKAN PANGAN, Penahanan Produk Impor Dinilai Keliru

Yoga 27 Sep 2022 Kompas

Ombudsman RI menilai penahanan dan penolakan produk impor hortikultura sebagai langkah keliru. Lembaga negara yang memiliki kewenangan mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik itu menilai ada disharmoni peraturan, kekeliruan dalam penahanan produk, dan inkonsistensi pelaksanaan pemeriksaan produk hortikultura. Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika, pada konferensi pers yang digelar secara hibrida di kantor Ombudsman RI, Jakarta, Senin (26/9), menyatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan, Mentan harus memerintahkan Badan Karantina Pertanian untuk segera mengeluarkan produk hortikultura impor tersebut. Sebelumnya, pemilik produk melaporkan 149 kontainer produk hortikultura impor tertahan di Pelabuhan Tanjung Priok, Belawan, dan Tanjung Perak, sejak 27 Agustus 2022. Volumenya 1.440 ton dan total nilai Rp 31,53 miliar.

Menurut Yeka, Ombudsman turut meminta keterangan dari Direktorat Jenderal Perundang-undangan Kemenkumham karena ada disharmonisasi dan beda penafsiran regulasi. Pihaknya menilai, pemeriksaan dan penahanan produk impor hortikultura oleh Badan Karantina Pertanian di area pelabuhan (border) tak sejalan dengan Inpres dalam Paket Kebijakan Ekonomi XV. Inpres itu mengamanatkan penyederhanaan tata niaga ekspor impor melalui pergeseran proses pemeriksaan perizinan dari border ke post-border. Dirjen Hortikultura Kementan Prihasto Setyanto menyatakan, dalam dua pekan, persoalan itu bisa diselesaikan dengan solusi bersyarat. Menurut dia, produk yang tertahan itu buah-buahan, seperti anggur dan apel, yang tidak diproduksi di dalam negeri dan bukan bahan kebutuhan pokok masyarakat. (Yoga)


Pencarian Destinasi Wisata dengan Kata ”Healing” Melonjak

Yoga 27 Sep 2022 Kompas

Aktivitas wisata makin pulih. Berdasarkan temuan mahadata Google Destination Insights sepanjang Juni-Agustus 2022, dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019, minat warganet bepergian ke destinasi dalam dan luar negeri naik 17 %. Analis industri  perjalanan di Google Indonesia, Vania Anindiar, dalam diskusi daring menyambut Hari Pariwisata Sedunia 2022, Senin (26/9), mengatakan, pencarian dengan kata ”healing” atau proses pemulihan ke arah sehat lekat dikaitkan dengan aktivitas wisata. Jika dibandingkan 2021, pencarian dengan kata itu di mesin pencari Google sepanjang tahun 2022 naik 500 %. Kata healing, jika ditelaah lebih jauh, diikuti pencarian dengan frasa ”tempat healing”, ”liburan healing”, ”healing di Bogor”, dan ”healing Yogya” di mesin pencari. (Yoga)

Harga Anjlok, Petani dan Pedagang Gayo Buang Tomat

Yoga 27 Sep 2022 Kompas

Memasuki panen raya, harga tomat di tingkat petani di daerah Gayo, Kabupaten Bener Meriah, dan Aceh Tengah, Aceh, anjlok. Sebagian tomat tidak terjual sehingga petani dan pedagang membuangnya ke tempat sampah. Ketua Asosiasi Pedagang Sayur Bener Meriah (APSBM) Sabardi, Senin (26/9) di Banda Aceh, mengatakan, saat ini panen raya tiba, sedangkan pedagang tidak mampu menampung semua hasil panen. ”Kami para pedagang bingung mau jual ke mana. Banyak tomat membusuk di gudang,” kata Sabardi. Ia mengatakan, harga tomat di tingkat petani kini Rp 1.000-Rp 1.500 per kg. Padahal, bulan lalu harga masih Rp 2.500-Rp 4.000 per kg. Turunnya harga dipicu panen serentak, dan hasil panen tidak terserap pasar.

Dalam rekaman video yang dikirimkan Sabardi, warga membuang tomat ke dalam bak sampah. Tomat itu dimasukkan ke dalam kotak kayu untuk diangkut ke luar Gayo. Namun, tidak ada permintaan sehingga menumpuk. Menurut Sabardi, dibutuhkan gudang pendingin atau cold storage, sehingga, hasil panen dapat disimpan dan dikeluarkan saat ada permintaan pasar. Anggota Komisi II DPR Aceh, Rijaluddin, mengatakan, pemerintah harusnya menjembatani petani dengan industri yang memakai tomat sebagai bahan baku, misalnya pabrik saus. Dengan demikian, hasil panen dapat ditampung oleh industri.  (Yoga)

Nelayan Bitung Belum Nikmati BBM Bersubsidi

Yoga 27 Sep 2022 Kompas

Stasiun pengisian bahan bakar untuk nelayan yang dikelola koperasi di Bitung, Sulawesi Utara, hanya menyediakan solar bersubsidi, dan belum menyediakan pertalite. Akibatnya, kata Ketua Asosiasi Nelayan Tradisional (Antra) Sulut Rignolda Djamaluddin, Senin  (26/9), nelayan tradisional yang menggunakan mesin ketinting dan motor tempel di Bitung dan Manado harus menanggung biaya produksi yang besar untuk melaut. (Yoga)

DKI Bangun Sistem Pengolah Sampah Ciliwung

Yoga 27 Sep 2022 Kompas

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membangun sistem penyaringan dan pengolah sampah dari Kali Ciliwung di kawasan TB Simatupang yang berbatasan dengan Jaktim dan Jaksel. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Wagub DKI Ahmad Riza Patria, dan Kadis Lingkungan DKI Asep Kuswanto menengok proyek, Senin (26/9). Pengerjaan proyek mencapai 19 % sejak Juni 2022. Sistem itu  ditargetkan beroperasi Januari 2023. (Yoga)

Pilihan Editor