CAD Stop Operasi, Pil Pahit Korban Net89
Untuk kesekian kalinya, korban robot trading Net89: PT Simbiotik Multitalenta Indonesia (PT SMI) harus menelan pil pahit. Pengembalian investasi lewat konversi ke alat tambang aset kripto yang dipasarkan PT Cipta Aset Digital (CAD) kini menunjukkan gelagat buruk. Tanda ini nampak dari surat elektronik yang dikirimkan CAD ke para anggotanya, akhir pekan lalu. Isinya pemberitahuan penghentian kegiatan mining (penambangan) aset Ethereum (ETH) oleh CAD dan rekannya PT Pengelolaan Uang Digital. Ditemui tim KONTAN di kantor yang juga pabrik tambang CAD, Direktur Utama CAD Budi Sukandi dan Direktur CAD Erwin Indrianto Direktur kompak menyebut sedang mencoba menambang aset kripto lain, yang memiliki profitabilitas cukup baik.
Ultra Dollar Tanda Resesi Global
Tanda resesi yang semakin kuat membuat pesona dollar AS kian berpijar dan menimbulkan fenomena ultra dollar. Ini nampak dari dollar indeks mencapai level tertinggi dalam 20 tahun terakhir. Kemarin posisi dollar indeks ada di 113,55. Posisi dollar AS kian diuntungkan karena ketidakpastian ekonomi global membuat investor bergegas mencari dana yang lebih aman dalam hal ini dollar AS. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan pelemahan ekonomi akan terasa di tahun depan. Bahkan dia menyebut perlambatan ekonomi di beberapa negara sudah terjadi sejak kuartal II. "China, Amerika Serikat, Jerman mengalami koreksi kemudian kita juga lihat Inggris dan negara-negara yang sekarang mengalami koreksi dari sisi pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua. Ini kemungkinan berlanjut di kuartal ketiga ini dan sampai dengan akhir tahun," kata dia. Bahkan Sri melihat pelemahan bisa berlanjut di berbagai negara dan akan semakin dalam. "Sehingga prediksi mengenai pertumbuhan tahun depan termasuk kemungkinan terjadi resesi mulai muncul," kata dia.
Kementerian Investasi Cabut Lebih 2.078 IUP
Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengklaim telah mencabut 2.078 izin usaha pertambangan (IUP) yang tidak beroperasi. Pencabutan IUP dilakukan terhadap pengusaha yang tidak mentaati norma dan kaidah dalam menjalankan bisnis.
Dari jumlah itu, sebanyak 700 perusahaan telah melayangkan keberatannya atas pencabutan tersebut. Sebanyak 23 dari 700 perusahaan, telah selesai dilakukan pengecekan. Sedangkan 90 perusahaan lainnya, dinyatakan lolos dan sudah dipulihkan izin usahanya.
"Kami sudah melakukan proses di mana 213 perusahaan (dari 700) awal kami melakukan pengecekan atas keberatan. Pada tahap pertama itu perusahaan yang dinyatakan lolos 83 dan 90 izin, sudah kami pulihkan," kata Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi, Senin (26/9).
Terseret Pelemahan Rupiah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,71% ke posisi 7.127,50 pada akhir perdagangan Senin (26/9). Indeks saham melemah seiring pelemahan nilai tukar rupiah. Hari ini, pergerakan IHSG masih akan dibayangi pergerakan mata uang Garuda. Analis Sinarmas Sekuritas Mayang Anggita menganalisa, secara teknikal IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan menuju MA60 di 7.030. Hitungan Mayang, IHSG bahkan bisa menyentuh level support terendah sebelumnya di 7.015. "Pelemahan ini merupakan koreksi wajar, mengingat IHSG telah rally sejak pertengahan Juli lalu," tutur dia, kemarin.
Imbal Hasil Reksadana Pasar Uang Kian Mengembang
Keputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan 50 basis poin (bps) menjadi angin segar bagi reksadana pasar uang. Reksadana ini diperkirakan bisa menghasilkan imbal hasil lebih tinggi.
Head of Fixed Income Avrist Asset Management Zaki Aulia menyebutkan, tren kenaikan bunga ini akan menyeret bunga deposito dan obligasi. Efeknya imbal hasil reksadana pasar uang meningkat. "Ke depan kami memilih memperbesar penempatan dana di obligasi korporasi pasar uang dengan rating minimal AA-," kata dia, kemarin.
Avrist menargetkan imbal hasil reksadana pasar uang bisa di atas 3% pada akhir 2022. Di tahun depan, Zaki memperkirakan reksadana pasar uang bisa memberikan imbal hasil 3,25%-3,5%.
Head of Fixed Income Trimegah Asset Management Darma Yudha bahkan menyebut tahun depan imbal hasil reksadana pasar uang akan lebih baik dibandingkan tahun ini, karena kenaikan suku bunga BI. Per Kamis (22/9), reksadana pasar uang Trimegah, yakni TRIM Kas 2, memberikan imbal hasil 2,54%. Darma bilang ada potensi kenaikan return 1% sampai akhir 2022.
Bunga Naik, Bank Waspadai Rasio NPL KPR
Perbankan harus mulai meningkatkan kewaspadaan pada kualitas kredit pemilikan rumah (KPR). Dalam dua tahun terakhir, pemerintah memberikan stimulus pada sektor properti mulai dari down payment (DP) 0% hingga insentif pajak.
Ini membuat KPR perbankan laris manis dan tetap tumbuh meski pandemi Covid-19 menyengat perekonomian. Namun, tren kenaikan suku bunga akan membuat perbankan ikut mengerek bunga KPR sehingga potensi kenaikan kredit bermasalah bisa membengkak.
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan, non performing loan (NPL) KPR perbankan berada di level 2,33% per Mei 2022. Turun dari Mei 2021 di level 2,59%, namun naik tipis dari awal tahun 2,32% di Januari 2022.
BERBURU ASET KEBAL VOLATILITAS
Volatilitas pasar modal yang meninggi belakangan ini membuka peluang bagi investor untuk mengulik portofolio investasinya agar tak tekor. Instrumen investasi berisiko rendah, macam obligasi negara ritel, reksa dana pasar uang dan pendapatan tetap pun dinilai layak masuk keranjang portofolio kala pasar digoyang aneka sentimen negatif seperti kenaikan suku bunga acuan, risiko resesi negara-negara maju, koreksi harga komoditas, hingga pelemahan nilai tukar terhadap dolar AS. Apalagi, pilihan obligasi ritel kini lebih menarik. Terbaru, mulai 26 September hingga 20 Oktober 2022, pemerintah memasarkan Obligasi Negara Ritel seri ORI022. ORI022 menawarkan tingkat kupon tetap sebesar 5,95% per tahun dan dibayarkan pada tanggal 15 setiap bulannya. Kupon ORI022 memiliki spread 170 basis poin di atas 7 Days Reverse Repo Rate (7DRR) yang saat ini bertengger di level 4,25%. Seperti ORI seri sebelumnya, ORI022 memiliki tenor 3 tahun dan dapat dipindah bukukan atau diperdagangkan setelah holding period berakhir pada 15 Desember 2022. Direktur Panin Asset Management Rudiyanto mengatakan pelemahan pasar saham Indonesia didorong oleh aksi profit taking oleh para investor. Menurutnya, saat ini pergerakan IHSG sudah cukup tinggi dan bahkan telah mencetak rekor all time high baru di level 7.318,01 pada Selasa (13/9). Namun, dia menilai kenaikan IHSG masih mungkin terjadi hingga akhir tahun ini. Hal tersebut salah satunya ditopang oleh tren pemulihan ekonomi Indonesia yang akan berimbas positif pada laporan keuangan perusahaan pada kuartal III/2022.
Geliat Pelat Merah Warnai Ekosistem Startup
Korporasi pelat merah kian menaruh perhatian besar pada ekosistem digital melalui sejumlah inisiatif yang dilakukan, termasuk ruang kolaborasi bersama antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan perusahaan rintisan alias startup. Kolaborasi keduanya diyakini mampu meningkatkan nilai ekonomi digital Indonesia yang pada 2020 telah mencapai Rp632 triliun. Bahkan, pada 2030, ekonomi digital Indonesia diproyeksi mencapai Rp4.531 triliun. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan korporasi pelat merah saat ini sudah memiliki perusahaan modal ventura seperti Mandiri Capital, BRI Ventures, Telkom dengan MDI Ventures, Telkomsel dengan Telkomsel Mitra Inovasi, dan yang terakhir BNI juga diminta membuat venture capital. Menurutnya, lima modal ventura pelat merah sudah memberikan investasi ke 336 startup. Dia menambahkan saat ini kelima modal ventura BUMN ini sedang bersiap untuk meluncurkan Merah Putih Fund. Dana akan diberikan kepada startup-startup dalam tahap berkembang dan valuasinya besar sehingga bersiap menjadi unicorn. Sementara itu, Presiden Joko Widodo berharap agar startup di sektor agrikultur bisa diakselerasi guna membantu pemerintah mengatasi persoalan krisis pangan akibat konflik Rusia-Ukraina. Pasalnya, perusahaan rintisan yang bergerak di sektor ini hanya sekitar 4% saja. Dari data yang dimiliki Presiden, mayoritas startup masih berfokus pada teknologi finansial dengan bauran 23% dan ritel dengan porsi 14%.
Sri Mulyani Pastikan Dunia Jatuh ke Jurang Resesi Ekonomi Tahun Depan
Menkeu Sri Mulyani memprediksi ekonomi dunia jatuh ke
jurang resesi pada tahun depan. Perkiraan itu ia buat berdasarkan kenaikan suku
bunga acuan yang dilakukan bank sentral di sejumlah negara seperti AS dan
Inggris demi meredam lonjakan inflasi. Sri Mulyani memastikan
kebijakan itu akan menghambat laju pertumbuhan ekonomi sehingga ancaman resesi
kian sulit dihindari. "Kenaikan suku bunga cukup ekstrem
bersama-sama, maka dunia pasti resesi pada 2023," ungkap Ani, sapaan
akrabnya, dalam konferensi pers, Senin (26/9). Berdasarkan catatan Ani,
suku bunga bank sentral Inggris sudah naik 200 basis poin selama 2022. Begitu
pula dengan AS yang sudah naik 300 bps sejak awal tahun. "(Bunga acuan) AS sudah 3,25 %, sudah
naik 300 bps, ini terutama karena rapat September ini mereka menaikkan lagi 75
bps. Ini merespons inflasi AS 8,3 %," ungkapnya.
Mengutip AFP, Bank Dunia (World Bank) memproyeksi
sejumlah negara resesi pada 2023. Hal ini karena suku bunga acuan bank sentral
di sejumlah negara semakin tinggi. Menurut Presiden Bank Dunia David
Malpass, bank sentral terus mengerek bunga acuan demi menekan laju inflasi. Kenaikan suku bunga acuan akan menghambat proses
pemulihan ekonomi global. Karenanya, Bank Dunia memprediksi ekonomi dunia
melambat menjadi 0,5 % pada 2023 mendatang. "Pertumbuhan global
melambat tajam dengan kemungkinan perlambatan lebih lanjut karena lebih banyak
negara jatuh ke dalam resesi," terang Malpass. Ia khawatir tren
perlambatan ekonomi akan berlangsung dalam jangka panjang. Karena itu, Malpas
mendesak seluruh negara untuk fokus meningkatkan produksi agar pasokan kembali
melimpah, sehingga inflasi bisa ditekan. (Yoga)
Penyebab Resesi yang Disebut Sri Mulyani Jerat Ekonomi Global di 2023
Menteri Keuangan Sri Mulyani memastikan ekonomi global akan terjerembab ke jurang resesi tahun depan. Ia mengatakan resesi dipicu oleh satu sebab, kebijakan sejumlah bank sentral dunia yang agresif menaikkan bunga acuan demi meredam lonjakan inflasi. Sri Mulyani mengatakan kebijakan itu pasti akan menekan pertumbuhan ekonomi. Alhasil, resesi kian susah untuk dihindari. "Kenaikan suku bunga cukup ekstrem bersama-sama, maka dunia pasti resesi pada 2023," ungkap Ani, sapaan akrabnya, dalam konferensi pers, Senin (26/9). Berdasarkan catatan Ani, suku bunga acuan bank sentral Inggris naik 200 basis poin selama 2022. Begitu pula dengan AS yang sudah naik 300 bps sejak awal tahun. (Bunga acuan) AS 3,25 %, sudah naik 300 bps, terutama karena rapat September mereka menaikkan lagi 75 bps, merespons inflasi AS 8,3 %," ungkapnya.
Mengutip AFP, Bank Dunia (World Bank) juga memproyeksi sejumlah
negara resesi pada 2023, karena suku bunga acuan bank sentral di sejumlah
negara semakin tinggi. Menurut Presiden Bank Dunia David Malpass, bank
sentral terus mengerek bunga acuan demi menekan laju inflasi.
Kenaikan suku bunga acuan akan menghambat proses
pemulihan ekonomi global. Karenanya, Bank Dunia memprediksi ekonomi dunia
melambat menjadi 0,5 % pada 2023. "Pertumbuhan global melambat
tajam dengan kemungkinan perlambatan lebih lanjut karena lebih banyak negara
jatuh ke dalam resesi," terang Malpass. (Yoga)









