;

Ketar Ketir Bank Digital

Ekonomi Yoga 29 Sep 2022 Bisnis Indonesia (H)
Ketar Ketir Bank Digital

Kenaikan suku  bunga acuan BI dan  tingkat bunga penjaminan LPS bakal membuat bisnis  bank-bank digital kian menantang. Situasi tersebut membuat mereka akan bersaing  sengit dengan bank konvensional untuk memupuk dana  pihak ketiga (DPK). Apalagi, selama ini bank-bank digital yang relatif baru  meramaikan industri perbankan, kerap menggunakan  bunga simpanan  tinggi untuk menarik dana masyarakat. Belakangan tren tersebut  berubah. Sejumlah  bank digital tak  lagi menjadikan suku  bunga simpanan tinggi sebagai  pendongkrak DPK.  Saat ini, rata-rata bunga simpanan deposito  bank digital berada di kisaran 3,5% sampai 4%, sebelumnya, ada bank digital yang berani mematok bunga simpanan  hingga 8%. Beberapa bank digital pun kini  memilih mengoptimalkan  dana murah di tengah kenaikan  suku bunga acuan dan inflasi yang meninggi.  

Salah satunya entitas usaha PT Bank Rakyat  Indonesia (Persero) Tbk.  yang bergerak di layanan digital yakni PT Bank  Raya Indonesia Tbk.  (AGRO). Direktur Keuangan Bank Raya Akhmad Fazri  mengatakan bahwa perseroan  telah melakukan penyesuaian  tingkat suku bunga simpanan  dengan mempertimbangkan  kondisi kebijakan regulator,  posisi likuiditas, dan tingkat  persaingan di industri. Bank Raya, lanjutnya,  mengoptimalkan pertumbuhan dana murah (current account saving account/CASA) yang ditunjang dengan  program menarik serta suku  bunga yang bersaing.    “Strategi Bank Raya untuk  meningkatkan CASA adalah  dengan mengoptimalkan program marketing secara digital  dan direct dengan pendekatan  O2O [online to offl ine] melalui community branch,” kata  Akhmad kepada  Bisnis, Rabu  (28/9). (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :