Indonesia di Tengah Ancaman Resesi Global
Saat ini dunia dibayangi ancaman risiko resesi global. Bank Dunia telah melansir peringatan atas risiko tersebut dengan mengoreksi proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2022, dari 4,1 % menjadi 2,0 %. Hal serupa dilakukan oleh IMF yang mengoreksi proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2022, dari 3,6 % menjadi 3,2 %. Ancaman itu kini semakin nyata, contohnya, inflasi Argentina Agustus 2022 meroket menjadi 78,5 % dan nilai tukar mata uangnya melemah 47 % sepanjang tahun ini. Hal ini memaksa pemerintah Argentina meminta bantuan likuiditas kepada IMF sebesar US$ 44 miliar. Risiko resesi global dan ancaman stagflasi (inflasi tinggi serta laju perekonomian rendah) tersebut tidak hanya timbul akibat pandemi Covid-19 dan gangguan rantai pasok global akibat perang Rusia versus Ukraina, tapi juga dipicu kebijakan moneter bank sentral negara maju, terutama bank sentral AS, The Fed, yang meningkatkan suku bunga acuannya. Kebijakan tersebut direspons oleh bank sentral negara lain dengan turut meningkatkan suku bunga acuannya. Hal tersebut bertujuan agar selisih suku bunga tidak terlalu besar, yang dapat memicu arus keluar modal asing.
Sepanjang tahun ini, The Fed telah meningkatkan suku bunga acuannya dengan agresif sebesar 300 basis poin menjadi 3,08 %. Hal ini berdampak pada arus keluar modal asing dari Indonesia sebanyak US$ 2,05 miliar pada Juli lalu. Kondisi tersebut tentu akan menyebabkan tekanan pada nilai tukar rupiah dan cadangan devisa negara. Apabila kondisi ini terus berlanjut, hal itu dapat meningkatkan risiko likuiditas di pasar uang Indonesia. Kondisi likuiditas diukur dengan rasio keuangan, antara lain rasio kecukupan likuiditas (LCR), yang menggambarkan kemampuan industri perbankan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya. LCR didefinisikan sebagai perbandingan antara jumlah aset likuid berkualitas tinggi dan jumlah kewajiban jangka pendek. Berdasarkan data OJK, LCR perbankan Indonesia tercatat sebesar 257,79 % dengan jumlah aset likuid sebesar Rp 2.585 triliun, jauh lebih tinggi dibanding negara lain di kawasan Asia Tenggara, seperti Malaysia yang sebesar 154 persen, Thailand 186,8 persen, dan Filipina 200,6 persen. Kondisi ini menumbuhkan optimisme bahwa sistem keuangan perbankan Indonesia memiliki buffer likuiditas yang kuat dan memadai dalam menghadapi krisis keuangan atau resesi di masa mendatang dibanding negara lain di Asia Tenggara. (Yoga)
Waspada Pelemahan Kredit Konsumsi
Pertumbuhan kredit konsumsi terancam terkontraksi seiring dengan tren kenaikan inflasi yang kian melemahkan daya beli masyarakat. Pengetatan kebijakan moneter yang ditandai dengan kenaikan suku bunga acuan BI secara agresif hingga kini berada di level 4,75 % juga diprediksi semakin menekan permintaan kredit konsumsi, seperti kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit kendaraan bermotor (KKB). Ekonom dari Institute for Demographic and Poverty Studies (Ideas), Askar Muhammad, mengatakan, segmen kredit konsumsi, khususnya properti dan otomotif, merupakan sektor yang paling terkena dampak dari kenaikan suku bunga acuan dan pelemahan nilai tukar rupiah. “Hal ini disebabkan oleh kenaikan biaya impor bahan baku,” ujarnya kepada Tempo, kemarin, 24 Oktober 2022. “Kami memprediksi pertumbuhan kredit konsumsi hingga akhir tahun sekitar 8,5-10,5 %,” kata Askar.
Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira Adhinegara, berujar, kondisi ekonomi global yang diselimuti ketidakpastian di sisi lain akan membuat perbankan dan lembaga pembiayaan lebih selektif dan berhati-hati dalam menyalurkan kredit. “Kemampuan masyarakat membayar kewajiban kreditnya juga akan menjadi pertimbangan. Bank sebisa mungkin ingin menjaga risiko kreditnya tetap terjaga,” ujarnya. Bhima menambahkan, pelemahan kredit konsumsi sebagai dampak dari resesi global dan kenaikan suku bunga acuan akan semakin terasa pada kuartal I 2023. Dia pun memprediksi pertumbuhan kredit konsumsi sepanjang tahun ini akan berada di kisaran 7-8 % secara tahunan. “Khusus untuk KPR dan KPA diperkirakan tumbuhnya sekitar 7,3 %.” (Yoga)
Investor Besar Diharapkan Jaga Stabilitas Harga Saham GOTO
Merespons harga saham yang terus merosot menjelang pencabutan lock up akhir November 2022, manajemen PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) saat ini menjajaki negosiasi dengan para investor besar, seperti Alibaba dan Softbank untuk menjual saham GOTO senilai US$ 1 miliar. Masuknya investor besar diharapkan mampu menjaga stabilitas harga saham GOTO yang sedang mendapat tekanan jual dalam dua pekan terakhir. Penyedia ridehailing dan e-commerce tersebut dikabarkan sedang mengukur minat pendukung awal, termasuk Alibaba dan SoftBank, untuk melakukan penjualan sejumlah sahamnya secara terkelola kepada investor baru. Rencana tersebut merupakan bagian dari upaya untuk mencegah potensi penurunan harga saham GOTO yang dapat terjadi jika banyak investor menjual saham saat masa lock-up berakhir pada 30 November mendatang. Saham GOTO ditutup di harga Rp 190 per unit pada perdagangan Senin (24/10), turun Rp 10 atau 5% dari penutupan Jumat (21/10). Harga penutupan kemarin merupakan level terendah sejak decacorn itu IPO pada 30 Maret lalu di level Rp 338 per unit.
Sementara harga penutupan tertinggi saham GOTO di level Rp 404 per unit pada 15 Juni 2022. Dibanding harga perdana, saham GOTO terpangkas 43,7% dan dibanding harga tertinggi, saham perusahaan teknologi ini terkikis 52,9%. Menjawab pertanyaan BEI terkait isu GoTo melakukan negosiasi dengan investor besar seperti Alibaba dan Softbank untuk menjual saham GOTO senilai US$ 1 miliar, Sekretaris Perusahaan GoTo Gojek Tokopedia R A Koesoemohadiani mengatakan, saat ini perseroan dan para pemegang saham pra-IPO sedang menjajaki kemungkinan penawaran sekunder (secondary offering) terkoordinasi atas saham GOTO milik pemegang saham pra-IPO. Penawaran sekunder akan dilaksanakan setelah berakhirnya periode lock-up atas saham GOTO pada 30 November 2022, untuk memfasilitasi suatu penjualan yang terstruktur melalui pasar negosiasi. “Perseroan tidak akan menerbitkan saham baru atau melakukan penjualan saham di dalam proses ini, sehingga tidak akan terjadi dilusi atas saham perseroan,” terang Koesoemohadiani dalam keterbukaan informasi, Senin (24/10). Ia menyatakan, tidak akan mendapat penerimaan dana dari hasil penjualan tersebut. (Yoga)
Jerman Menuju Resesi
Jerman semakin dekat menuju resesi ekonomi. Setelah hasil survei manufaktur yang dirilis Senin (24/10) menunjukkan kontraksi di sektor manufaktur zona euro semakin dalam. “Tanda-tandanya semakin kuat negara ekonomi terbesar zona euro ini menuju resesi,” kata S&P Global Market Intelligence saat merilis indeks pembelian para manajer atau PMI zona euro untuk Oktober 2022, seperti dikutip AFP. PMI zona euro pada Oktober 2022 turun menjadi 47,1 dari 48,1 bulan sebelumnya. PMI tersebut sudah empat bulan berturut-turut turun dan mencatatkan penurunan tercepat dalam dua tahun terakhir disebabkan lonjakan inflasi serta kenaikan tajam harga energi. Pada saat yang sama, PMI Jerman turun menjadi 44,1 dari 45,7 pada September 2022. Angka ini PMI ini bila menunjukkan angka di bawah 50 berarti mengisyaratkan kontraksi ekonomi.
Penurunan kegiatan ekonomi di zona euro juga terdampak oleh perang Rusia di Ukraina. Yang sudah berlangsung delapan bulan dan telah merusak pasokan energi ke Eropa. Angka PMI Jerman itu dilaporkan adalah yang terendah sejak masa-masa penutupan kegiatan usaha akibat pandemi Covid-19. Penurunan kegiatan ekonomi di Jerman itu juga dialami oleh sektor barang dan jasa. Walaupun belum berdampak ke pasar tenaga kerja. Sebelumnya hasil sur vei terpisah menunjukkan bahwa para pengusaha di Jerman sangat pesimistis melihat prospek bisnis satu tahun ke depan. “Resesi zona euro semakin tidak terhindarkan. Krisis energi yang me[1]nimpa kawasan ini tetap menjadi sumber kecemasan besar dan menyeret turun kegiatan ekonomi, khususnya di sektor-sektor padat energi,” kata Chris Williamson, kepala ekonom bisnis S&P Global Market Intelligence. (Yoga)
Luhut : Ekspor 2022 Bisa Tembus US$ 289 Miliar
Nilai ekspor Indonesia bisa menembus US$ 280 miliar tahun ini, naik dari tahun lalu US$ 231 miliar, didorong ekspor baja berbasis nikel yang naik tajam, setelah pemerintah melarang ekspor bijih nikel. Selain itu, ekspor komoditas andalan, seperti batu bara melejit, didorong lonjakan harga di pasar internasional. Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan menyatakan, ekspor Indonesia akan terus menguat menembus US$ 300 miliar pada 2024. Katalisnya adalah rencana pemerintah melarang ekspor tembaga, bauksit, dan timah, yang akan memicu hilirisasi tiga mineral ini. Ini akan menggenjot nilai tambah tiga komoditas itu dan mengerek ekspor. Sejauh ini, Indonesia menikmati booming ekspor akibat tingginya harga komoditas, sebagai imbas dari perang Rusia dan Ukraina. Indonesia adalah eksportir terbesar batu bara termal dan minyak sawit mentah serta eksportir utama timah, baja berbasis nikel, tembaga, dan karet. Berdasarkan laporan Channel News Asia mengutip pemberitaan Reuters, Senin (24/10), pemerintah melarang ekspor bijih nikel tahun 2020, yang mampu menarik investasi penghiliran nikel. Per September 2022, ekspor Indonesia melejit 33% menjadi US$ 219,3 miliar.
Luhut menjelaskan, pemerintah ingin mereplikasi hilirisasi nikel ke bauksit, tembaga, dan timah. "Tahun lalu, ekspor Indonesia mencapai US$ 232 miliar, sedangkan tahun ini bisa US$ 280 miliar, dan mungkin pada 2024, nilainya mencapai US$ 300 miliar lebih,” kata Luhut kepada Reuters. Sementara itu, neraca perdagangan Indonesia surplus US$ 4,99 miliar pada September 2022, turun 12,4% dibandingkan bulan sebe[1]lumnya US$ 5,7 miliar. Nilai ekspor pada September 2022 mencapai US$ 24,8 miliar, sedangkan impor US$ 19,81 miliar. “Neraca perdagangan membukukan surplus selama 29 bulan berturut-turut sejak Mei 2020 hingga September 2022,” ucap Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto, belum lama ini. Secara kumulatif, berdasarkan data BPS, neraca perdagangan barang selama Januari-September 2022 surplus sebesar US$ 39,87 miliar atau tumbuh 58,83% dari periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pada periode itu, ekspor tercatat sebesar US$ 219,35 miliar, meningkat 33,49%, sedangkan impor sebesar US$ 179,49 miliar, naik meningkat 28,93%. (Yoga)
Investasi Rp 200 Triliun akan Masuk IKN
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengklaim investasi sebesar Rp 200 triliun akan masuk Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk pembangunan tahap pertama. Pemerintah merencanakan pembangunan IKN tahap pertama berlangsung tahun 2022 sampai 2024. "Investasi minimal Rp 200 triliun itu akan bisa kami wujudkan dalam pembangunan proyek IKN di tahap pertama," ucap Bahlil dalam konferensi pers realisasi investasi triwulan III tahun 2022 di Jakarta, Senin (24/10). Pemindahan dan pembangunan IKN direncanakan berlangsung dalam lima tahap yang meliputi tahap I tahun 2022-2024, tahap II 2025-2029; tahap III 2030-2034; tahap IV tahun 2O35-2039; dan tahap V tahun 204O-2O45. Dia mengungkapkan, sejumlah negara Eropa telah menyampaikan penawaran dan sebagian bahkan telah dibawa kepada Presiden Jokowi.
Adapun kebutuhan investasi untuk pembangunan IKN sampai 2024 mencapai Rp 466-486 triliun. Jika diperinci, angka tersebut terbagi dalam investasi pemerintah dari APBN Rp 88,54 triliun sampai Rp 92,34 triliun (19%) serta investasi pelaku usaha sebesar Rp 377,46 triliun sampai Rp 393,66 triliun (81%). Dalam hal ini pemerintah membutuhkan peran investor dan swasta agar bisa terlibat pembangunan IKN. "Ini bukan satu tahun, dua tahun selesai, bisa sampai 10 tahun baru bisa selesai. Untuk tahap pertama, berdasarkan masterplan, insya Allah akan sesuai jadwal. Pada 2024, apa yang dicanangkan pemerintah, yakni upacara 17 Agustus di IKN, insya Allah akan terwujud," ungkap dia. Bahlil menuturkan, saat ini sudah ada komitmen investasi di IKN dari sejumlah negara, di antaranya Uni Emirat Arab (UEA), Tiongkok, Korea Selatan, dan Taiwan. "Kami menargetkan pada 2023 UEA akan masuk di IKN dan yang sudah firm itu US$ 20 miliar. Mereka akan masuk IKN dan beberapa investasi di sektor yang lain," tutur Bahlil. (Yoga)
Pelaku Usaha RI Teken Kontrak US$ 4,3 Juta dengan Malaysia
Sebanyak 14 pelaku usaha Indonesia menandatangani kontrak kerja sama (MoU) dengan buyer Malaysia senilai total US$ 4,3 juta atau Rp 67,3 miliar, yang ditandatangani pada acara penutupan Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) di Indonesia Convention and Exhibition (ICE) Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, Banten. “Kemendag senantiasa mendorong lebih banyak kerja sama dan transaksi yang dilakukan pelaku usaha fesyen Muslim Indonesia dengan para buyer. Ke depannya saya optimis akan lebih banyak kontrak kerja sama dengan buyer internasional lainnya,” kata Mendag Zulkifli Hasan lewat keterangan tertulisnya, Senin (24/10). Mendag menyampaikan, penyelenggaraan JMFW selama tiga hari pada 20-22 Oktober 2022 yang diadakan bersamaan dengan gelaran Trade Expo Indonesia ke-37 pada 19-23 Oktober 2022, terbukti telah mampu membantu pelaku usaha mendapatkan buyer dari dalam dan luar negeri. Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi menambahkan, sebagai salah satu negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki peluang untuk menjadi pelaku utama pada industri fesyen Muslim dan produk halal lainnya.
“Saya optimistis Indonesia dapat menguasai pasar produk halal dunia dan mewujudkan target sebagai pusat produsen produk halal dunia tahun 2024,” ungkap Didi. JMFW, lanjut Didi, hadir sebagai salah satu platform pengembangan fesyen Muslim Indonesia yang diinisiasi Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia guna mewujudkan Indonesia sebagai pusat fesyen Muslim dunia. “JMFW diharapkan dapat menjadi wadah yang merangkul pihak-pihak terkait, tidak hanya unsur kementerian dan lembaga, tetapi juga akademisi, desainer, asosiasi, industri fesyen dan industri penunjangnya (kosmetik, aksesori, dan alas kaki), serta media untuk mewujudkan misi dimaksud,” pungkas Didi. JMFW 2023 terbukti mampu memberikan inspirasi kepada pelaku fesyen, tidak hanya di dalam negeri, namun hingga mancanegara sesuai dengan tema “From Local Wisdom to Global Inspiration”. Acara puncak JMFW 2023 yang digelar pada Trade Expo Indonesia (TEI) ke-37 ini berhasil membukukan transaksi sebesar US$ 13,2 juta atau sekitar Rp 206,6 miliar dari 16 negara, antara lain Malaysia, Spanyol, Yaman, Portugal, Nigeria, dan lainnya. (Yoga)
Bulog Dukung Pengentasan dari Kemiskinan Ekstrem
Perum Bulog melalui Program Bulog Aksi Berbagi mendukung Program Desa Sejahtera BUMN guna mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem. Inpres No 4 Tahun 2022 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem yang menginstrusikan kepada Menteri BUMN untuk menugaskan BUMN berpartispasi dan mendukung program penghapusan kemiskinan ekstrem di Tanah Air. Sebagai salah satu bentuk dukungan Program Bakti BUMN dalam percepatan penghapusan kemiskinan, Bulog melalui Program Bulog Aksi Berbagi memberikan bantuan antropometri kit kepada 17 Posyandu di Desa Cipaku, Kecamatan Paseh, Provinisi Jawa Barat. “Salah satu contoh Bakti BUMN adalah Program Desa Sejahtera yang dirancang dengan dua tujuan utama, yaitu tercapainya kehidupan layak dan peningkatan pendapatan masyarakat miskin,” ujar Menteri BUMN Erick Thohir. Program Bakti BUMN harus mampu mengayomi keluarga Indonesia, khususnya masyarakat miskin ekstrem, sehingga mampu menghadirkan masyarakat desa yang sejahtera.
Program Bakti BUMN yang merupakan bentuk Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BUMN berperan penting dalam mendorong percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem bagi masyarakat Indonesia melalui kolaborasi beberapa BUMN. “Untuk dapat mencapat tujuan itu, BUMN akan melaksanakan lima subprogram Desa Sejahtera BUMN, berupa Posyandu Sejahtera, Bersih Sejahtera, Terang Sejahtera, Pintar Sejahtera, dan Usaha Mikro Kecil (UMK) Sejahtera,” jelas Erick dalam keterangan Bulog, Senin (24/10). Pemberian bantuan melalui Program Desa Sejahtera oleh Bulog melalui Kantor Cabang Bulog Bandung merupakan realisasi dari Inpres No 4 Tahun 2022. Sekretaris Perusahaan Perum Bulog Awaludin Iqbal mengatakan, Program Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) memerlukan upaya terpadu dan sinergi tingkat pusat hingga daerah melalui tiga strategi utama, yaitu pengurangan beban pengeluaran masyarakat, peningkatan pendapatan masyarakat, dan penurunan jumlah kantong-kantong kemiskinan. (Yoga)
Mustika Ratu Teken Kontrak Dagang dengan Buyer 5 Negara
PT Mustika Ratu Tbk (MRAT) menandatangani kontrak kerja dagang dengan mitra buyer dari lima negara senilai US$ 2 juta atau Rp 31,13 miliar. Kelima negara tersebut adalah Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Australia, Jepang, dan AS. Kontrak kerja dagang diteken langsung Presdir Mustika Ratu Bingar Egidius Situmorang bersama perwakilan mitra buyer asal Australia di Main Stage, Trade Expo Indonesia 2022, akhir pekan lalu. Turut hadir menyaksikan penandatanganan tersebut adalah Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Perwakilan Kadin Indonesia, Direktur PT Mustika Ratu Tbk Kusuma Ida Anjani dan Puteri Indonesia Lingkungan 2022 Cindy May Mc Guire. Egidius mengatakan, keberhasilan perseroan mengekspansi pasar Jepang pada Juli lalu telah berdampak positif bukan hanya bagi konsumen asal Jepang, tetapi juga ke konsumen dari negara lain. Pasalnya, antusiasme pasar Jepang terhadap Jamu Ready-to-Drink (RTD) telah mendorong pihak lokal untuk memperkenalkan keunggulan Jamu produksi Mustika Ratu.
“Keberhasilan ekspor ke Jepang menjadi jalan pembuka bagi negara tujuan ekspor baru lainnya,” ujar Egi dalam keterangan resminya, Senin (24/10). Egi menyebut bahwa tahun ini perseroan berhasil menambah negara tujuan ekspor baru untuk produk Jamu dan Personal Care. Prestasi itu menunjukkan bahwa produk MRAT yang berbasis kearifan lokal dan alami Indonesia dapat diterima pasar internasional. Terbukti, sepanjang Januari hingga Agustus 2022, perseroan menerima banyak penawaran kerja sama ekspor. Produk yang diminati konsumen pasar internasional di antaranya produk kategori Personal Care dan Herb Suplemen. Selain ekspansif menambah negara destinasi ekspor baru, negara tujuan ekspor eksisting seperti Nigeria juga melakukan re-dealing untuk produk Jamu supplemen. Menurut Egi, jamu suplemen produksi perseroan banyak diminati konsumen Nigeria, khususnya jamu untuk kesehatan wanita. (Yoga)
OJK dan MES Tingkatkan Literasi Keuangan Santri
OJK bekerja sama dengan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dan pelaku usaha jasa keuangan (PUJK) syariah menggelar rangkaian kegiatan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah serta menyemarakkan Hari Santri Nasional tahun 2022 dengan mengusung tema Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah (Sakinah). Perayaan Hari Santri Nasional dibuka dengan opening ceremony yang dilaksanakan secara serentak di lima pondok pesantren pada 22 Oktober 2022, dipusatkan di Ponpes Al-Munnawir Krapyak, Bantul dan diikuti Ponpes Darunnajah, Jakarta, Ponpes Mathla’ul Anwar Leuwipanjang, Banten, Ponpes API Syubbanul Wathon Secang, Magelang, dan Ponpes Al-Anwar, Bangkalan. Pelaksanaan kegiatan dihadiri lebih dari 5.000 peserta yang hadir secara tatap muka di masing-masing pondok pesantren. Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Friderica Widyasari Dewi dalam sambutannya menyampaikan pentingnya pemahaman keuangan syariah bagi santri.
Santri didorong memiliki tingkat literasi keuangan yang baik agar dapat memperoleh kesempatan yang sama dalam mengakses keuangan (inklusi) pada lembaga jasa keuangan formal. “Pada intinya belajar keuangan itu adalah kemampuan kita untuk dapat mandiri secara keuangan nantinya. Karena sebetulnya ilmu tentang pengelolaan keuangan adalah essential life skill atau keterampilan hidup yang sangat penting dibutuhkan oleh kita semua,” jelas Friderica dalam keterangan tertulis, Sabtu (22/10). Tingkat literasi keuangan yang baik juga dapat menumbuhkan kesadaran mengenai kewaspadaan terhadap penawaran investasi ilegal/bodong yang marak terjadi di masyarakat. Rangkaian kegiatan Hari Santri Nasional meliputi Talkshow Edukasi Keuangan Syariah, Launching Gerakan Santri Menabung, dan Tabligh Akbar/Doa Bersama. Kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan rekening Simpel iB selama periode 22 – 25 Oktober 2022 guna mendukung Gerakan Santri Menabung dan Bulan Inklusi Keuangan. Puncak dan closing ceremony Hari Santri Nasional direncanakan pada 28 Oktober 2022 yang akan dihadiri oleh Wakil Presiden Republik Indonesia KH Ma’ruf Amin dengan agenda Penyerahan Simbolis Rekening Tabungan Santri, dan Penandatanganan MoU antara OJK dengan MES. (Yoga)









