;

Investor Besar Diharapkan Jaga Stabilitas Harga Saham GOTO

Ekonomi Yoga 25 Oct 2022 Investor Daily ((H)
Investor Besar Diharapkan Jaga Stabilitas Harga Saham GOTO

Merespons harga saham yang terus merosot menjelang pencabutan lock up akhir November 2022, manajemen PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) saat ini menjajaki negosiasi dengan para investor besar, seperti Alibaba dan Softbank untuk menjual saham GOTO senilai US$ 1 miliar. Masuknya investor besar diharapkan mampu menjaga stabilitas harga saham GOTO yang sedang mendapat tekanan jual dalam dua pekan terakhir. Penyedia ridehailing dan e-commerce tersebut dikabarkan sedang mengukur minat pendukung awal, termasuk Alibaba dan SoftBank, untuk melakukan penjualan sejumlah sahamnya secara terkelola kepada investor baru. Rencana tersebut merupakan bagian dari upaya untuk mencegah potensi penurunan harga saham GOTO yang dapat terjadi jika banyak investor menjual saham saat masa lock-up berakhir pada 30 November mendatang. Saham GOTO ditutup di harga Rp 190 per unit pada perdagangan Senin (24/10), turun Rp 10 atau 5% dari penutupan Jumat (21/10). Harga penutupan kemarin merupakan level terendah sejak decacorn itu IPO pada 30 Maret lalu di level Rp 338 per unit.

Sementara harga penutupan tertinggi saham GOTO di level Rp 404 per unit pada 15 Juni 2022. Dibanding harga perdana, saham GOTO terpangkas 43,7% dan dibanding harga tertinggi, saham perusahaan teknologi ini terkikis 52,9%. Menjawab pertanyaan BEI terkait isu GoTo melakukan negosiasi dengan investor besar seperti Alibaba dan Softbank untuk menjual saham GOTO senilai US$ 1 miliar, Sekretaris Perusahaan GoTo Gojek Tokopedia R A Koesoemohadiani mengatakan, saat ini perseroan dan para pemegang saham pra-IPO sedang menjajaki kemungkinan penawaran sekunder (secondary offering) terkoordinasi atas saham GOTO milik pemegang saham pra-IPO. Penawaran sekunder akan dilaksanakan setelah berakhirnya periode lock-up atas saham GOTO pada 30 November 2022, untuk memfasilitasi suatu penjualan yang terstruktur melalui pasar negosiasi. “Perseroan tidak akan menerbitkan saham baru atau melakukan penjualan saham di dalam proses ini, sehingga tidak akan terjadi dilusi atas saham perseroan,” terang Koesoemohadiani dalam keterbukaan informasi, Senin (24/10). Ia menyatakan, tidak akan mendapat penerimaan dana dari hasil penjualan tersebut. (Yoga)


Tags :
#Investor
Download Aplikasi Labirin :