;

Waspada Pelemahan Kredit Konsumsi

Ekonomi Yoga 25 Oct 2022 Tempo
Waspada Pelemahan Kredit Konsumsi

Pertumbuhan kredit konsumsi terancam terkontraksi seiring dengan tren kenaikan inflasi yang kian melemahkan daya beli masyarakat. Pengetatan kebijakan moneter yang ditandai dengan kenaikan suku bunga acuan BI secara agresif hingga kini berada di level 4,75 % juga diprediksi semakin menekan permintaan kredit konsumsi, seperti kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit kendaraan bermotor (KKB). Ekonom dari Institute for Demographic and Poverty Studies (Ideas), Askar Muhammad, mengatakan, segmen kredit konsumsi, khususnya properti dan otomotif, merupakan sektor yang paling terkena dampak dari kenaikan suku bunga acuan dan pelemahan nilai tukar rupiah. “Hal ini disebabkan oleh kenaikan biaya impor bahan baku,” ujarnya kepada Tempo, kemarin, 24 Oktober 2022. “Kami memprediksi pertumbuhan kredit konsumsi hingga akhir tahun sekitar 8,5-10,5 %,” kata Askar.

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira Adhinegara, berujar, kondisi ekonomi global yang diselimuti ketidakpastian di sisi lain akan membuat perbankan dan lembaga pembiayaan lebih selektif dan berhati-hati dalam menyalurkan kredit. “Kemampuan masyarakat membayar kewajiban kreditnya juga akan menjadi pertimbangan. Bank sebisa mungkin ingin menjaga risiko kreditnya tetap terjaga,” ujarnya. Bhima menambahkan, pelemahan kredit konsumsi sebagai dampak dari resesi global dan kenaikan suku bunga acuan akan semakin terasa pada kuartal I 2023. Dia pun memprediksi pertumbuhan kredit konsumsi sepanjang tahun ini akan berada di kisaran 7-8 % secara tahunan. “Khusus untuk KPR dan KPA diperkirakan tumbuhnya sekitar 7,3 %.” (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :