;

Korporasi dengan Utang Valas Harus Mitigasi Risiko

Hairul Rizal 22 Oct 2022 Kontan

Korporasi dengan utang valas, perlu hati-hati. Bank Indonesia (BI) mengingatkan agar mereka menyiapkan mitigasi lantaran pelemahan rupiah terus berlanjut. "Korporasi yang memiliki utang luar negeri, kewajiban untuk pemenuhan utang valas, harus melakukan mitigasi risiko valas. Baik berkaitan dengan hedging (lindung nilai) ataupun ketentuan lainnya," tandas Perry, Kamis (20/10).

Suku Bunga Naik, PTPP Atur Dana Proyek

Hairul Rizal 22 Oct 2022 Kontan

Kebijakan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan menjadi 4,75% langsung direspons cepat para emiten konstruksi di Tanah Air.Untuk mengantisipasi dampak kenaikan suku bunga, emiten konstruksi melakukan mitigasi biaya dana. Contohnya seperti dilakukan PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP). Agus Purbianto, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PTPP, mengatakan, PTPP melakukan upaya-upaya mitigasi cost of fund dalam rangka menghadapi kenaikan suku bunga. PTPP juga mensyaratkan kejelasan klausul cost of fund yang ditanggung pemilik proyek untuk proyek baru. Sejauh ini PTPP telah menghentikan sejumlah investasi yang menggunakan dana kredit dengan skema bunga tidak tetap. PTPP memilih mendanai proyek dengan kredit yang menggunakan suku bunga tetap.

Berkelit dari Ancaman Resesi

Hairul Rizal 22 Oct 2022 Bisnis Indonesia (H)

Pemerintah akan bersikap hati-hati dan waspada meskipun sejumlah lembaga internasional memprediksi ekonomi Indonesia tetap tumbuh lebih baik pada tahun depan di tengah bayang-bayang risiko resesi global. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan kewaspadaan level tinggi perlu ditempuh menyusul prospek ekonomi global yang tidak baik-baik saja, bahkan cenderung mengalami penurunan. Sepertiga negara di dunia pada 2023 akan mengalami tekanan ekonomi yang berat sebagai imbas tingginya beban utang. Risiko gelapnya ekonomi dunia juga tampak dari banyaknya negara yang mengantre untuk mendapatkan pinjaman dari Dana Moneter Internasional (IMF). Hingga pertengahan Oktober 2022, sebanyak 28 negara sudah mengajukan diri untuk mendapatkan bantuan keuangan dari IMF. Pada bulan ini, Bank Dunia memproyeksikan perekonomian Indonesia sepanjang 2022 bisa tumbuh 5,1%, sedangkan IMF meramal tumbuh 5,2%. Proyeksi itu sejalan dengan data Badan Pusat Statistik tecermin dari ekonomi Indonesia yang mampu tumbuh tinggi sebesar 5,44% (year-on-year/YoY) pada kuartal II/2022 atau jauh di atas pencapaian kuartal sebelumnya 5,01%. Menkeu menyatakan APBN masih mampu digunakan melindungi masyarakat dari ancaman resesi. Bantalan tersebut berupa program perlindungan sosial, bantuan subsidi upah, dan bantuan langsung tunai. “APBN kita masih dalam posisi recover sesudah mengalami guncangan karena pandemi dan ini dipakai untuk melindungi masyarakat yang juga mengalami guncangan akibat dari kondisi dunia,” tuturnya. Hal yang sama disampaikan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. Menurutnya, perekonomian Indonesia yang tercatat sebesar 5,44% pada kuartal II/2022, mendukung stabilitas sistem keuangan.


Mewujudkan Kedaulatan Pangan

Hairul Rizal 22 Oct 2022 Bisnis Indonesia

Kedaulatan pangan menjadi isu yang diangkat penulis dalam orasi ilmiah untuk meraih Doktor Honoris Causa pada bidang pembangunan manusia di Universitas Negeri Semarang, hari ini (22/10). Mencermati jumlah penduduk Indonesia yang bekerja di sektor pertanian terus menurun, dari 39,22 juta pada 2013, menjadi 38,97 juta (2014), dan turun menjadi 37,75 juta (2015). Regenerasi petani terancam karena generasi muda semakin sedikit yang berminat untuk bertani. Sebagai negeri agraris, bangsa Indonesia perlu menyegarkan gagasan dan tindakan dalam mewujudkan kedaulatan pangan. Di tengah ancaman krisis pangan global dewasa ini, bangsa ini harus mempertahankan kedaulatannya di bidang pangan.Gagasan ini dilandasi paradigma pertanian pangan yang komprehensif, mulai dari pra, saat hingga pascapenanaman dan panen dengan solusi berbasis teknologi. Penataan produksi diperlukan. Masalah padi, menjadi isu pertama yang harus dipecahkan. Benih padi yang berkualitas dan produktif diperlukan. Produktivitas benih padi bisa diukur dari masa panen yang lebih awal dan hasil yang lebih banyak.

Kerja Sama BNI dan American Express

Hairul Rizal 22 Oct 2022 Bisnis Indonesia

Vice President and General Manager, Global Network Services, South East Asia and South Pacific, American Express Sanjiv Malhotra berbincang dengan Aktris Marsha Aruan, Direktur Bisnis Konsumer BNI Corina Leyla Karnalies, Aktris Natasha Ryder, SEVP Digital Business BNI Rian Kaslan dan Director AMEX Indonesia Perriz Azwir saat peluncuran Kartu Kredit BNI American Express Vibe di Jakarta, Jumat (21/10). BNI dan American Express bekerja sama meluncurkan kartu kredit tersebut dengan menyasar segmen anak muda (gen Z dan milenial) sehingga dapat meningkatkan transaksi pembelanjaan yang saat ini menjadi motor pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Skuter Listrik, Mobilitas Jarak Pendek nan Eksentrik

Yoga 22 Oct 2022 Kompas(H)

Beralih ke kendaraan listrik tak melulu harus langsung membeli mobil listrik. Sebagian orang beralih secara bertahap. Skuter listrik jadi jembatan menuju gaya hidup energi hijau. Otopet listrik yang lebih dikenal dengan sebutan skuter listrik milik Eggie Herdianto (37) melintas di trotoar ruas jalan Kota  Bekasi, Kamis (29/9) malam. Lampu indikator merah yang terpasang di atas roda belakang skuter dan helm jadi penanda dirinya tengah melaju di jalanan. Saat berpapasan dengan sejumlah orang di trotoar, Eggie kerap membunyikan bel, kring-kring.... Malam itu, jalan utama cukup padat. Trotoar dipilih demi keamanan dan keselamatan. Namun, Eggie harus bolak-balik keluar dari trotoar karena ruas itu dipenuhi pedagang kaki lima dan dijadikan tempat parkir. Dalam kondisi seperti itu, skuter harus dituntun. “Kecepatan maksimalnya 25 km per jam,” ucap Eggie. Perjalanan dari kantor menuju Stasiun Bekasi, yang berjarak 5 km, ditempuh Eggie 15 menit. Setibanya di stasiun, tangannya cekatan melipat skuter seberat 19 kg yang ditentengnya ke eskalator. Setibanya di Stasiun Rawa Buntu, Eggie kembali melanjutkan perjalanan dengan skuter ke rumahnya yang berjarak 10 km dari stasiun. Jadi, total jarak pergi-pulang kerja menggunakan skuter 30 km.

Jika baterai terisi 100 %, skuter Segway-Ninebot Kickscooter MAX G30P itu bisa menjangkau jarak 65 km. Dengan demikian, Eggie hanya perlu mengisi baterai 2 hari sekali. Sebagai wiraswasta, Eggie dituntut gesit berpindah dari satu lokasi rapat ke lainnya,  skuter jadi teman perjalanan yang tangguh. Bahkan, saat ke luar kota, skuter juga ikut ”bertugas”. Skuter hanya tidak digunakan saat kondisi hujan deras karena khawatir oleng diterpa angin kencang. Beralih ke skuter listrik merupakan salah satu keputusan terbaik Eggie. Sebelumnya, dia harus berjibaku dengan kemacetan lalu lintas menggunakan mobil. Hampir setiap hari, ia bangun lebih pagi untuk bersiap ke kantor dan pulang dini hari. Lebih dari 3 jam waktunya habis terbuang di jalan. Dengan skuter listrik, waktu perjalanannya dipangkas lebih singkat. ”Ke mana pun aku pergi, dari stasiun ke stasiun, mau rapat di mana pun, hajar saja! Yang penting bawa colokan untuk isi baterai. Perawatannya juga mudah dan tidak rewel,” ucapnya semringah.

Kenaikan harga BBM juga mendorong sejumlah orang beralih ke skuter listrik. Misalnya, Opik (23) bisa menghemat ongkos BBM untuk sepeda motor Rp 600.000 per bulan. Dia hanya mengeluarkan ongkos untuk kereta komuter. Adapun tagihan listrik untuk pengisian baterai skuter listriknya tak bertambah signifikan. Joey Inkiriwang (41) justru menggunakan skuter untuk jarak jauh. Hampir setiap hari ia mengendarai skuter dari rumahnya di Bintaro ke kantornya di Lebak Bulus,sejauh 14 km yang ditempuh dalam waktu 15-20 menit. Selama itu pula, dia harus berdiri di atas skuter untuk menembus kepadatan lalu lintas. Dia tak merasa lelah meski berdiri karena baginya jauh lebih melelahkan jika menyetir mobil dan dihadapkan pada situasi macet. Kemudahan lain yang dirasakan adalah tak perlu memikirkan parkir,  bensin, dan servis rutin. ”Saya bisa irit hingga Rp 3 juta per bulan untuk transportasi sehari-hari. Jauh lebih hemat dibandingkan membawa mobil,” ucap Joey, yang juga ketua Glisser Scooter Club. (Yoga)


Elon Musk Dikabarkan Bakal PHK Staf Twitter

Yoga 22 Oct 2022 Kompas

Orang terkaya di dunia Elon Musk dikabarkan berencana memangkas 75 persen karyawan Twitter yang jumlah totalnya mencapai 7.500 orang. Langkah ini dilakukan demi menyehatkan perusahaan. Namun, banyak pihak menyangsikannya dan menduga Musk bermaksud menghancurkan Twitter. Laporan itu diterbitkan pada Kamis (20/10) oleh surat kabar The Washington Post. (Yoga)

Pengeluaran Konsumsi Naik

Yoga 22 Oct 2022 Kompas

Pengeluaran konsumsi penduduk Indonesia per kapita per bulan bakal semakin meningkat tahun ini.  Kenaikan harga pangan,terutama minyak goreng, dan BBM menjadi penyebab utama. Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2022 yang dipublikasikan BPS pada 20 Oktober 2022, rata-rata pengeluaran konsumsi penduduk Indonesia Rp 1.327.782 per kapita sebulan. Pengeluaran itu meningkat 5 % dibandingkan Susenas Maret 2021 yang sebesar Rp 1.264.590 per bulan. Dari jumlah pengeluaran pada Maret 2022 itu, pangsa pengeluaran pangan secara nasional 50,14 %. Artinya, rumah tangga di Indonesia menggunakan 50,14 % total pengeluaran untuk kebutuhan makanan. Dibandingkan Maret 2021, pangsa pengeluaran pangan ini meningkat 1,8 %.

Berdasarkan daerah tempat tinggal, rata-rata pengeluaran konsumsi penduduk perkotaan lebih besar dibandingkan penduduk perdesaan. Setiap penduduk perkotaan menghabiskan Rp 1.549.242 sebulan untuk konsumsi, sedang penduduk perdesaan Rp 1.028.896 sebulan. Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef)Tauhid Ahmad, Jumat (21/10) mengatakan, setiap tahun pengeluaran konsumsi penduduk Indonesia selalu meningkat. Namun, tahun ini, peningkatannya bisa lebih tinggi lantaran inflasi tinggi yang disebabkan kenaikan harga pangan dan BBM. (Yoga)


Tantangan 1 Juta Barel

Yoga 22 Oct 2022 Kompas

Kabar kurang menggembirakan datang dari sektor hulu migas Indonesia. Hingga 30 September 2022, produksi siap jual atau lifting minyak hanya 610.100 barel per hari. Capaian ini masih di bawah target APBN 2022 di 703.000 barel per hari. Padahal, Indonesia punya target produksi 1 juta barel per hari pada 2030 nanti. Dalam lima tahun terakhir, lifting minyak terus merosot. Sempat naik dari 779.000 barel per hari pada 2015 menjadi 829.000 barel per hari pada 2016, realisasinya terus merosot menjadi 804.000 barel per hari pada 2017. Lalu, berturut-turut lifting minyak terus turun hingga menjadi 660.000 barel per hari pada 2021 lalu. Sejumlah kalangan pun memprediksi target lifting tahun ini bakal tidak tercapai. Satker Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) beralasan, turunnya lifting sejauh ini disebabkan oleh masalah operasional (Kompas, 18/10), antara lain, longsor di wilayah kerja ExxonMobil Cepu Ltd di Bojonegoro, Jatim, membuat pipa minyak tidak aman dioperasikan. Gangguan operasional lainnya adalah kebocoran selang pembongkaran yang berakibat produksi merosot.

Selain problem teknis tersebut, faktor fundamental yang menyebabkan lifting terus turun adalah usia sumur-sumur minyak di Indonesia sudah tua atau mencapai puluhan tahun. Sumur-sumur tersebut sudah melewati masa puncak produksinya. Di saat yang sama, Indonesia belum menemukan sumber cadangan baru berskala besar (sedikitnya 500 juta barel minyak) setelah penemuan minyak di Blok Cepu di era 2000-an. Sementara itu, metode pengurasan minyak tingkat lanjut (enhanced oil recovery/EOR) yang digadang-gadang bisa meningkatkan produksi tidak mudah diterapkan. EOR membutuhkan investasi yang tak sedikit. Keekonomian lapangan minyak, yang bergantung pada kondisi di lapangan,  menjadi penting sebelum metode tersebut diterapkan. Teknologi EOR memang terbukti bisa menaikkan produksi, seperti yang dilakukan Chevron di lapangan Duri, Blok Rokan, Riau. Produksi 10.000 barel per hari berhasil dinaikkan menjadi 300.000 barel per hari pada 1996 dengan metode injeksi uap. (Yoga)


Belanja Pemerintah Belum Optimal

Yoga 22 Oct 2022 Kompas

Menjelang akhir tahun, realisasi belanja pemerintah belum ideal, terutama di sejumlah pos anggaran yang dialokasikan untuk mengantisipasi tren inflasi dan menjaga daya beli. Peran instrumen fiskal  sebagai peredam guncangan di kala krisis perlu lebih dioptimalkan untuk melindungi warga dan menjaga momentum pemulihan. Kemenkeu mencatat, realisasi belanja negara sampai September 2022 baru Rp 1.913,9 triliun atau 61,6 % target APBN 2022 sebesar Rp 3.106,4 triliun. Jika dibandingkan dengan capaian periode yang sama sebelumnya, setidaknya dalam lima tahun terakhir realisasi itu terhitung paling rendah. Sebagai perbandingan, pada September 2020, saat pandemic Covid-19, realisasi belanja pemerintah 67,2 % target. Pada September 2018, belanja negara 68,1 % dari target.

Dalam konferensi pers APBN KiTa, Jumat (21/10) Menkeu Sri Mulyani mengatakan, pemerintah pada prinsipnya mengupayakan peran instrumen fiskal sebagai peredam guncangan (shock absorber) di kala krisis bisa dimaksimalkan. Menurut Sri Mulyani, peran APBN sebagai pelindung saat terjadi gejolak ekonomi terlihat dari belanja non-KL yang didominasi pembayaran subsidi dan kompensasi untuk listrik dan BBM. Dari total anggaran kompensasi Rp 293,5 triliun pada tahun ini, per September 2022,  realisasinya 51 %. Ia juga mencontohkan realisasi belanja subsidi Rp 167,2 triliun atau 58 % target. Anggaran itu dipakai untuk subsidi BBM, elpiji 3 kilogram, listrik bersubsidi, pupuk bersubsidi, subsidi perumahan, serta penyaluran KUR, yang volume penyalurannya lebih tinggi dari tahun lalu. (Yoga)


Pilihan Editor