;

KELISTRIKAN NASIONAL : POTENSI CUAN PENGAKHIRAN PLTU

25 Oct 2022 Bisnis Indonesia
KELISTRIKAN NASIONAL : POTENSI CUAN PENGAKHIRAN PLTU

Program pensiun dini pembangkit listrik tenaga uap berbasis batu bara dinilai bisa menjadi alternatif investasi yang menguntungkan jika dilakukan dengan skema yang tepat, karena memiliki kepastian pendapatan dari penjualan listriknya. Skema kerja sama yang dilakukan PT PLN (Persero) dan PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) dipandang sebagai salah satu langkah tepat untuk dilakukan dalam program pensiun dini pembangkit listrik tenaga uap atau PLTU. Direktur Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa mengatakan bahwa PLN bisa mendapatkan dana segar dari penjualan PLTU 2 Jawa Barat-2 di Pelabuhan Ratu dengan kapasitas 3x350 MW, yang kemudian bisa digunakan untuk mengembangkan pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT). Dari sisi PTBA, perseroan bisa mendapatkan keuntungan dari penjualan listrik ke PLN yang memang selama ini diplot sebagai standby buyer tenaga listrik dari seluruh pembangkit listrik yang ada di Nusantara. PTBA bahkan telah mengalkulasi setidaknya perseroan bisa memperoleh Rp6 triliun per tahun dari penjualan listrik PLTU tersebut. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) belakangan memang secara terbuka mengajak para pelaku usaha dan lembaga keuangan untuk mau berkolaborasi membantu pembiayaan transisi energi di Indonesia, termasuk program pensiun dini PLTU. Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan bahwa Indonesia membutuhkan setidaknya US$1 triliun pada 2060 untuk investasi energi terbarukan. Jumlah tersebut semakin meningkat seiring dengan langkah pensiun dini PLTU untuk mempercepat transisi energi.

Download Aplikasi Labirin :