Arah Rupiah
Nilai tukar rupiah dirundung banyak sentimen negatif. Tak heran mata uang Garuda ini terjun bebas sepanjang tahun ini.
Kemarin (24/10), kurs rupiah di pasar spot ditutup di level Rp 15.586 per dollar Amerika Serikat (AS). Jika ditarik sepanjang tahun ini, maka kurs rupiah telah melemah sebesar 9,28%.
Faktor utama dari pelemahan rupiah adalah sikap agresif bank sentral AS The Federal Reserve dalam menaikkan suku bunga acuan tahun ini. The Fed diperkirakan masih akan menaikkan suku bunga 75 basis poin (bps) di awal November nanti.
Analis menilai tekanan pada rupiah masih berpotensi berlanjut hingga akhir tahun ini. Pasalnya, selain berhadapan dengan sentimen negatif kenaikan suku bunga dan kekhawatiran atas ekonomi global, rupiah juga kerap melemah di akhir tahun.
Kurs rupiah kerap melemah di akhir tahun lantaran kebutuhan dollar AS biasanya meningkat di periode tersebut, seiring naiknya permintaan dollar AS untuk pembayaran utang. "Dollar AS juga digunakan untuk kebutuhan impor negara dan penggunaannya meningkat jelang libur akhir tahun," kata Fikri C. Permana, Ekonom Senior Samuel Sekuritas, Senin (24/10).
Tags :
#RupiahPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023