;

Penurunan Harga Komoditas Pangan Picu Deflasi

Yoga 02 Nov 2022 Kompas(H)

Penurunan harga sejumlah komoditas pangan mendorong terjadinya deflasi pada Oktober 2022. Kendati demikian, ancaman inflasi tinggi tetap ada ke depan mengingat kenaikan harga BBM belum tertransmisi sepenuhnya ke harga barang dan jasa pada sektor-sektor yang terdampak. BPS, Selasa (1/11) mengumumkan, berdasarkan perkembangan indeks harga konsumen Oktober 2022, terjadi deflasi 0,11 % dibandingkan bulan sebelumnya (month to month). Perkembangan harga saat ini relatif lebih terkendali dibandingkan September 2022 yang mencatat inflasi bulanan 1,17 %. Dengan demikian, secara tahunan,inflasi per Oktober sebesar 5,71 %, sedikit melandai dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 5,95 %.

BPS mencatat, deflasi Oktober 2022 didorong oleh turunnya harga-harga pada kelompok harga bergejolak serta kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau. Komoditas pangan yang harganya turun, antara lain, cabai merah, telur ayam ras, daging ayam ras, dan cabai rawi ”Bisa  dikatakan, deflasi yang terjadi pada komoditas-komoditas pangan itu yang membuat laju inflasi lebih tertahan di bulan Oktober,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto, Selasa. (1/11). (Yoga)


Indonesia Optimistis Songsong KTT G20

Yoga 02 Nov 2022 Kompas (H)

Dibayangi dampak konflik Rusia-Ukraina serta sejumlah krisis global, Indonesia tetap optimistis menyambut KTT G20. Optimisme itu dilihat dari pencapaian kesepakatan proyek, program, dan inisiatif  kerja sama yang masuk dalam daftar hasil nyata, concrete deliverables. Dalam wawancara dengan Menlu Retno LP Marsudi, Jumat (28/10) disebutkan, hingga saat ini ada lebih dari 300 proyek dan program kerja sama dalam daftar hasil nyata tersebut, 92 % dari ratusan rencana pertemuan dapat digelar tanpa satu pun dibatalkan. ”Hingga pekan lalu, pada track sherpa saat saya mengecek ke negosiator, sudah 70 % selesai, itu menumbuhkan optimisme. Untuk keuangan, masih menyisakan beberapa isu. Negosiasi-negosiasi itu akan dibahas bersama pada 13 November,” kata Retno.

Salah satu kesepakatan kerja sama yang dihasilkan adalah pembentukan Financial Intermediate Fund. Program dalam bidang kesehatan ini diarahkan untuk membangun ketahanan dunia menghadapi pandemi di masa depan. ”Sudah terkumpul komitmen sebesar 1,4 miliar dollar AS,” kata Retno. Retno tidak menampik fakta bahwa isu Ukraina membuat sejumlah pertemuan berlangsung ”hangat”. Bahkan, banyak diketahui, isu Ukraina memicu perbedaan mendalam antar negara anggota G20. Namun, ketika para pihak diajak kembali membicarakan persoalan substansial, baik dalam bidang ekonomi, sosial, maupun kesehatan, mereka memberi respons positif. ”Jadi, bagi saya, hal ini menumbuhkan optimisme,” kata Retno. (Yoga)


Industri Kecil dan Menengah Digandeng Masuk Rantai Pasok

Yoga 02 Nov 2022 Kompas

Pemerintah menggandeng industri kecil dan menengah atau IKM untuk masuk rantai pasok industri berskala besar. Upaya ini diharapkan bisa mendongkrak kinerja industri manufaktur dalam negeri yang menunjukkan perlambatan mendekati zona kontraksi. Kondisi itu terjadi seiring perekonomian global yang sedang lesu. Dalam acara ”Temu Bisnis IKM Alat Angkut dengan Tier APM dan Industri Besar”, Selasa (1/11) di Jakarta, pemerintah menggandeng Kadin Indonesia, PT Astra Honda Motor (AHM), dan lembaga pembiayaan. Acara tersebut menghasilkan kesepakatan yang dituangkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MOU) antara 31 IKM dan 14 perusahaan tier AHM.

Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita dalam acara tersebut mengatakan, untuk menjaga industry manufaktur tetap ekspansif di tengah kondisi ekonomi global yang lesu, pemerintah melakukan langkah antisipasi. Salah satunya menggandengIKM masuk ke rantai pasok industri. ”Penting untuk mempertemukan IKM dengan industry besar karena banyak industry besar belum tahu kekuatan industri kecil. Industri besar belum tahu suplainya bisa didapat dari industri kecil. Selain itu, kegiatan ini juga penting untuk memperkuat rantai pasok yang bisa menciptakan kemandirian dalam industri manufaktur,” ujar Agus. (Yoga)


Alternatif Pasar Udang Perlu Digarap

Yoga 02 Nov 2022 Kompas

Harga komoditas udang yang merupakan primadona ekspor perikanan sedang terpuruk. Merosotnya harga udang hingga 45 % memukul petambak Tanah Air. Strategi pasar perlu diterapkan untuk menggarap pasar alternatif dan fokus menghasilkan produk udang bernilai tambah. Ketm Asosiasi Produsen, Pengolahan, dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia Budhi Wibowo mengungkapkan, penurunan harga udang internasional dipicu resesi ekonomi global. Komoditas udang tetap diminati, tetapi terjadi pergeseran pasar, di antaranya minat terhadap udang berukuran lebih kecil. ”Konsumen tetap makan udang, tetapi memilih beli udang berukuran kecil yang harganya lebih murah,” kata Budhi saat dihubungi, Selasa (11/1/2022).

Selama ini, ekspor udang asal Indonesia didominasi untuk tujuan AS, sekitar 70 % total ekspor udang. Indonesia adalah salah satu pemasok utama udang ke AS, terutama untuk produk udang olahan dan udang berukuran besar. Sejak pandemic Covid-19, mulai terjadi pergeseran pasar. Pasokan udang berukuran besar ke AS mulai dikuasai Ekuador dan India. Budhi mengemukakan, Indonesia perlu menggarap pasar alternatif yang masih terbuka, seperti Jepang dan Uni Eropa. China juga menjadi pasar potensial. Saat ini, pasar udang yang sedang berkembang yakni udang ukuran 60-80 ekor per kg (ukuran60-80 terutama untuk produk bernilai tambah seperti breaded shrimp dan sushi ebi. (Yoga)


Pertamina Sesuaikan Harga BBM

Yoga 02 Nov 2022 Kompas

Per Selasa (1/11/2022), harga pertamax turbo turun menjadi Rp 14.300 per liter, sementara harga dexlite dan pertamina dex naik masing-masing menjadi Rp 18.000 per liter dan Rp 18.550 per liter. Adapun harga pertamax tetap, yakni Rp 13.900 per liter. Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga Irto Ginting mengatakan, harga BBM bersifat fluktuatif mengikuti perkembangan tren minyak dunia. (Yoga)

2024, 30 Juta UMKM Masuk Ekosistem Digital

Yoga 02 Nov 2022 Kompas

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki di Jakarta, Selasa (1/11) menjelaskan, pihaknya bersama dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, dan platform digital yang tergabung dalam Indonesian E-commerce Association (idEA) akan berkolaborasi untuk mengupayakan agar 30 juta UMKM bisa masuk dalam ekosistem digital pada tahun 2024. (Yoga)

RENYAH KREASI OLAHAN EDAMAME JEMBER

Yoga 02 Nov 2022 Kompas

Edamame menjadi komoditas pertanian Kabupaten Jember, Jatim, yang mampu merambah pasar ekspor. Di pasar regional, produk olahan edamame berupa aneka kudapan renyah juga memperkaya khazanah oleh-oleh khas daerah dan menggerakkan perekonomian lokal. Sejumlah ibu rumah tangga di Desa Curah Kates, Kecamatan Ajung, berkumpul di dapur rumah Nuryanik (36), Sabtu (15/10). Ada yang membuat minuman rempah, ada yang menggoreng rempeyek mukimame, yakni polong edamame yang sudah dimasak dan dikupas bersih, kesibukan ini berlangsung di sela rutinitas mereka mengurus keluarga, terutama mengasuh anak-anak yang masih kecil. Nuryanik juga mengembangkan produk diversifikasi olahan. Contohnya minuman sehat berbahan sari edamame yang diolah dengan rempah

Kampung ini setidaknya memberdayakan 13 ibu rumah tangga untuk membuat aneka makanan olahan dengan bahan baku edamame, komoditas pertanian yang dikembangkan petani di Jember selama dua dekade belakangan. Produk yang dihasilkan antara lain edamame krispi merek Enak’e, pia edamame, dan peyek edamame. Ketiga jenis produk ini telah diterima pasar dengan baik yang ditandai mengalirnya pesanan secara terus-menerus. Edamame krispi, misalnya, telah didistribusikan di sejumlah kota besar, seperti Jakarta, Bali, Surabaya, dan Bangka Belitung. Ketiga produk ini juga mulai dipasarkan di luar negeri meski volumenya masih terbatas, yakni berdasarkan pesanan pembeli. Pengembangan pasar dilakukan melalui pasar tradisional atau penjualan secara luring dan penjualan daring menggunakan beragam platform media sosial.

Pemberdayaan perempuan Pendamping pelaku UMKM di Kampung Edamame, Hafid Raharjo, mengatakan, pemberdayaan ibu-ibu di Desa Curah Kates tak lepas dari peran PT GMIT, anak perusahaan Austindo Nusantara Jaya (ANJ), melalui program tanggung jawab pengembangan (responsible development), untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitar perusahaan agar mereka mampu menjadi wirausaha mandiri. Dari segi penjualan produk, Kampung Edamame berhasil mencatatkan transaksi Rp 108 juta sampai dengan September 2022. Transaksi itu meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp 61 juta. Hafid optimistis penjualan produk olahan edamame terus naik pada tahun depan. Hingga kini banyak terobosan yang dilakukan untuk menggenjot penjualan dengan menggencarkan promosi produk olahan edamame melalui pameran berskala lokal dan internasional di sejumlah kota, seperti di Jember dan Jakarta. (Yoga)


Mewaspadai Datangnya Inflasi Impor

Yoga 02 Nov 2022 Tempo

Tingkat inflasi diprediksi masih akan melaju hingga akhir tahun. Meski pada Oktober inflasi tahunan turun ke 5,71 % dari 5,95 % di bulan sebelumnya, tingkat inflasi masih di luar ambang batas target inflasi BI di 4 %. Perwakilan senior IMF di Indonesia, James P. Walsh, mengatakan kondisi ini tak dapat dihindari. Sebab, banyak dipicu oleh faktor eksternal, yakni perekonomian global yang masih diliputi ketidakpastian. Belum lagi, penguatan indeks dolar AS membuat kurs rupiah terus melemah, sehingga berpotensi menimbulkan risiko baru dari sisi inflasi impor atau imported inflation. “Kondisi ini patut kita waspadai dan cermati, karena akan terjadi kenaikan harga barang dan jasa karena naiknya biaya produk-produk bahan baku impor,” ujarnya saat berkunjung ke kantor Tempo, kemarin.

Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira Adhinegara, mengatakan meski  inflasi melandai pada Oktober 2022, bukan berarti tren penurunan inflasi akan terus berlanjut. Terlebih, efek kenaikan harga BBM masih dirasakan pada sebagian besar komponen dan komoditas penyumbang inflasi utama, terutama bahan makanan, karena ongkos angkutan yang mengalami kenaikan. Tingkat inflasi di atas 5 % ini diprediksi akan terus bertahan hingga awal tahun depan, sehingga pemerintah harus terus mempersiapkan langkah antisipatif. Ihwal ancaman inflasi impor, menurut Bhima pemerintah perlu berkoordinasi dengan pelaku usaha, khususnya makanan dan minuman, tentang risiko lanjutan pelemahan kurs dan risiko gangguan rantai pasok terhadap stabilitas harga pangan di dalam negeri. “Mungkin bisa dicari substitusi lokalnya, atau mencari negara asal impor lainnya.” Ujar Bhima, (Yoga)


Optimisme Pertumbuhan Triwulan Ketiga

Yoga 02 Nov 2022 Tempo

Pertumbuhan ekonomi pada triwulan III 2022 diprediksi tetap positif meski dibayangi tren inflasi tinggi dan kenaikan suku bunga. Ekonom dari Institute for Demographic and Poverty Studies (Ideas), Askar Muhammad, memproyeksikan pertumbuhan ekonomi secara tahunan di kisaran 5,2-5,4 %, tak jauh dari capaian triwulan II 2022 di 5,44 %. “Penopangnya masih sektor komoditas yang ekspornya cukup tinggi dan sektor industri logam yang menerima penanaman modal atau investasi tinggi,” ujar Askar kepada Tempo, kemarin. Lonjakan harga komoditas menjadi berkah bagi kinerja ekspor Indonesia, khususnya batu bara dan minyak sawit, yang melejit hingga menembus harga tertinggi dengan kenaikan penjualan rata-rata dua kali lipat. Emiten tambang batu bara Adaro Energy Indonesia Tbk, misalnya, mencatatkan laba bersih US$ 1,90 miliar pada periode Juli-September 2022, tumbuh 352,21 % dibanding periode yang sama tahun lalu. Pendapatan perusahaan pun melonjak 130 %, dari US$ 2,56 miliar menjadi US$ 5,91 miliar.

Askar melanjutkan, pertumbuhan ekonomi pada triwulan III belum akan banyak dipengaruhi oleh kenaikan inflasi dan suku bunga. Sebab, dampak tren tersebut baru akan muncul dan terefleksi pada akhir triwulan III. “Ini yang patut diwaspadai dan kita akan lebih jauh melihat dampaknya pada pertumbuhan ekonomi triwulan IV,” ujarnya. Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal, berujar pertumbuhan ekonomi pada triwulan III mungkin akan mengalami perlambatan, tapi tidak signifikan. Sebab, tingkat konsumsi masyarakat secara umum masih meningkat dan bakal menjadi penopang pertumbuhan ekonomi. “Walau pergerakan ekonomi kita lebih banyak didorong oleh kalangan menengah dan atas, serta 83 % konsumsi domestik digerakkan oleh mereka,” ucapnya. (Yoga)


Bertahan Saat Permintaan Tertekan

Yoga 02 Nov 2022 Tempo

Para pelaku industri persepatuan mulai kewalahan meredam dampak anjloknya permintaan ekspor yang diperkirakan berlangsung hingga paruh pertama tahun depan. Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo), Firman Bakri, mengatakan permintaan produk garmen berorientasi ekspor ini turun hingga 50 % sejak Juli 2022. Konflik dagang dan politik di sejumlah negara pengimpor sepatu utama menjadi pemicunya. “Kami bertahan lewat efisiensi jumlah pekerja atau setidaknya lewat pengurangan arus produksi,” tuturnya kepada Tempo, kemarin.

Di tengah masa pemulihan ekonomi, permintaan produk tekstil, kulit, dan alas kaki menjadi salah satu yang paling moncer hingga pertengahan tahun ini. Nilai ekspor produk sepatu sempat melonjak dari US$ 659,4 juta pada Januari 2022 menjadi US$ 722,3 juta pada Mei lalu. Menurut Firman, permintaan ekspor pada Agustus 2022 masih tercatat tumbuh 36 % secara tahunan. Berdasarkan catatan Kemenperin, volume produksi produk alas kaki naik 33,42 % dari 793,8 juta pasang pada 2020 menjadi 1,05 miliar pasang pada 2021. Tanpa kejutan konflik global, volume produksi diprediksi akan naik hingga 1,2 miliar pasang per tahun.

Optimisme itu sontak suram akibat gejolak inflasi dan memanasnya konflik dagang di AS dan Cina, yang merupakan dua negara tujuan utama ekspor sepatu Indonesia. Pada periode Januari-Agustus 2022, nilai ekspor sepatu ke AS, tertinggi dibanding tujuan lain, mencapai US$ 1,892 miliar. Dalam jangka waktu serupa, nilai ekspor ke Cina berada di tempat ketiga senilai US$ 568 juta. “Permintaannya turun drastis. Yang permintaannya masih normal juga hanya bisa menghabiskan stok hingga akhir tahun,” ucap Firman. (Yoga)


Pilihan Editor