;

Harga Pangan Memanas di Penghujung Tahun

Hairul Rizal 31 Oct 2022 Kontan (H)

Harga bahan pangan kembali melonjak edan-edanan di pengujung tahun ini. Jika tidak bisa diredam, gejolak harga pangan akan menjadi mimpi buruk bagi pemulihan ekonomi. Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) dari Kementerian Perdagangan mencatat, nyaris semua bahan pangan menanjak. Harga beras misalnya, PIHPS mencatat harganya naik 5% dalam setahun ini. Boleh dibilang, hanya harga ayam potong dan bawang putih yang tercatat turun dalam periode setahun terakhir. Sementara harga pangan selebihnya bak berlomba memanjat ke puncak harga tertinggi baru. Bahkan harga kedelai melejit tinggi hingga puluhan persen. Menurut data Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo), kini harga kedelai berkisar Rp 13.000-Rp 14.000 per kg, naik 60% dibandingkan harga kedelai pada akhir tahun lalu yang sebesar Rp 8.500 per kg. Ketua Umum Gakoptindo, Aip Syarifuddin mengaku heran dengan lonjakan harga kedelai. "Padahal stok kedelai aman sampai akhir tahun," ujar Aip, Minggu (30/10). Dia berharap, pemerintah bisa turun tangan meredam kenaikan harga kedelai. Prediksi Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira, lonjakan harga pangan akan mengerek inflasi ke level 6% di akhir tahun ini. Jika inflasi tak terkendali, daya beli bakal lesu dan ekonomi secara keseluruhan akan lemah.

Kemenkeu Prediksi Ekonomi Kuartal III Tumbuh 5,75%

Hairul Rizal 31 Oct 2022 Kontan

Kementerian Keuangan (Kemkeu) optimistis pertumbuhan ekonomi di kuartal III bakal moncer. Bahkan, ekonomi periode Juli hingga September 2022 diyakini bisa tumbuh lebih tinggi dibanding kuartal II-2022, yang saat itu didorong oleh momentum Ramadan dan Idul Fitri. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemkeu Febrio Kacaribu memperkirakan, pertumbuhan ekonomi RI di kuartal III-2022 tembus 5,7%, lebih tinggi dari kuartal sebelumnya yang sebesar 5,44%. Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga mengatakan, bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III akan meningkat. Salah satu pendukung pertumbuhannya adalah ekspor.

Selisih Yield Kian Menipis, Investor Asing Pilih Keluar dari Obligasi Domestik

Hairul Rizal 31 Oct 2022 Kontan

Tren kenaikan suku bunga tinggi mengangkat imbal hasil (yield) obligasi. Di akhir pekan lalu (28/10), yield SUN tenor 10 tahun ada di level 7,58%. Yield SUN tenor 10 tahun naik lantaran yield US Treasury tenor yang sama kembali ke level 4%. Research & Consulting Manager Infovesta Utama Nicodimus Kristiantoro mengatakan, agresifnya bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve mengerek Fed fund rate (FFR) telah mendorong peningkatan yield surat utang AS alias US Treasury. Kondisi tersebut juga mendorong kenaikan yield obligasi domestik. Imbal hasil yang sedang tinggi-tingginya di obligasi Amerika mendorong investor asing keluar dari pasar SBN dalam negeri. Hingga 25 Oktober 2022, posisi asing di SBN tersisa Rp 714,21 triliun. Adapun strategi investasi yang dipilih bisa "buy and hold" pada seri obligasi negara benchmark yang sudah terdiskon banyak. Selain itu, investor juga dapat mencoba obligasi korporasi dengan peringkat utang single A ke atas agar semakin kecil risiko gagal bayar. Di sepanjang tahun ini, yield obligasi korporasi tenor 10 tahun rating AAA naik 0,57%, rating AA naik 0,06%, rating A naik 0,16%, serta rating BBB naik 0,56%. Senior Vice President Head of Retail Product Research & Distribution Division Henan Putihrai Asset Management Reza Fahmi menyarankan, investor bisa memilih obligasi korporasi karena kupon yang ditawarkan lebih menarik dan lebih besar dibandingkan obligasi pemerintah.

Bank Gencar Kembangkan Kartu Kredit Digital Melalui Aplikasi

Hairul Rizal 31 Oct 2022 Kontan

Kartu kredit digital menjadi salah satu layanan keuangan yang gencar dikembangkan perbankan untuk mengikuti tren. Terbaru, Jenius, platform digital Bank BTPN meluncurkan kartu kredit Jenius Visa. Digital Banking Head Bank BTPN, Irwan S Tisnabudi menyatakan bahwa keunggulan kartu kredit digital ini mulai dari proses pengajuan dan aktivasi, mengatur alokasi limit, melakukan blokir dan buka blokir semua dari aplikasi Jenius. Nasabah juga bisa mengubah transaksi menjadi cicilan dengan Split Pay. Bank CIMB Niaga juga memiliki kartu kredit digital bernama Octo Card. Saat ini jumlah kartu kredit digital dari CIMB Niaga itu memiliki lebih dari 100.000 Octo Card yang beredar. Octo Card terintegrasi di dalam digital super app Octo Mobile. Kartu kredit ini bisa digunakan baik untuk belanja online di e-commerce maupun offline. Melalui fitur scan QRIS tanpa harus membawa kartu fisik atau bersentuhan (contactless).

SIASAT TAGIH JANJI INVESTASI

Hairul Rizal 31 Oct 2022 Bisnis Indonesia (H)

Pemerintah berhasil menuntaskan komitmen investasi dari pemodal yang menerima insentif berbentuk tax holiday dan tax allowance senilai Rp134,7 triliun pada tahun ini. Angka tersebut tentu saja dapat membantu upaya Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk menggapai target pada tahun ini yang ditetapkan senilai Rp1.200 triliun. Akan tetapi, apabila dibandingkan dengan angka komitmen investasi yang dijanjikan oleh penerima tax holiday dan tax allowance senilai Rp1.708 triliun, eksekusi Rp134,7 triliun itu sejatinya masih amat kecil. Artinya, otoritas penanaman modal harus berjibaku untuk menagih janji investasi senilai Rp1.573,3 triliun. Persoalannya, hingga detik ini Kementerian Investasi/BKPM belum menyusun batas waktu mengenai masa aktif insentif tersebut. Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM Imam Soejedi dan Deputi Pengembangan Iklim Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM Yuliot, tidak memberikan penjelasan lebih lanjut saat dihubungi Bisnis mengenai hal tersebut. Akan tetapi, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, saat diwawancarai Bisnis pada pekan lalu menjelaskan bahwa instansinya berkomitmen untuk terus melakukan penagihan realisasi atas investasi yang telah dijanjikan itu. Selain kedua jenis insentif itu, pemerintah sesungguhnya juga menyediakan fasilitas lain untuk penanaman modal yakni investment allowance dan super tax deduction.

Pengungkit Industri Manufaktur

Hairul Rizal 31 Oct 2022 Bisnis Indonesia

Industri manufaktur di Indonesia seperti tak kekurangan energi menghadapi beragam tantangan yang mengadang akibat ketidakpastian ekonomi global. Buktinya, sejauh ini industri pengolahan masih sanggup menampilkan kinerja yang baik. Salah satu indikator yang dapat dijadikan ukuran adalah realisasi investasi sektor manufaktur. Menurut Kementerian Perindustrian, sepanjang Januari—September 2022 realisasi penanaman modal sektor manufaktur mencapai Rp365,2 triliun atau melesat 54% secara tahunan. Jika ditelusuri lebih jauh, kontribusi sektor manufaktur terhadap total realisasi investasi nasio­nal selama Januari—September 2022 tergolong besar, yakni mencapai 40,9%. Pada periode tersebut, industri manufaktur tetap berada di fase ekspansi. PMI kuartal III/2022 mencapai 53,71%, naik dari 53,61% pada kuartal sebelumnya. Peningkatan terbesar terjadi pada subsektor semen dan barang galian nonlogam, disusul logam dasar besi dan baja, serta kertas dan barang cetakan. Perihal kinerja manufaktur, pada awal bulan ini, S&P Global juga melaporkan bahwa Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia selama September 2022 mencapai 53,7, naik dari bulan Agustus yang tercatat 51,7. Angka tersebut menggambarkan tingkat ekspansi sektor manufaktur Indonesia meningkat.

KINERJA SEKTORAL : PANEN CUAN EMITEN CPO BERLANJUT

Hairul Rizal 31 Oct 2022 Bisnis Indonesia

Penurunan harga minyak sawit mentah (CPO) sepanjang kuartal III/2022 tidak menyurutkan sejumlah emiten perkebunan dalam melanjutkan pertumbuhan pendapatan dan laba yang positif hingga September 2022. Ke depan, pergerakan harga CPO, prospek permintaan, dan volume produksi membayangi kinerja emiten di sektor ini. Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, PT Eagle High Plantations Tbk. (BWPT) menjadi salah satu emiten dengan lompatan pendapatan dalam 9 bulan 2022. Pendapatan emiten Grup Rajawali Corpora itu meningkat 61,14% year-on-year (YoY) menjadi Rp3,44 triliun. Selain BWPT, PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) juga mengantongi pertumbuhan pendapatan 51,51% YoY menjadi Rp6,74 triliun. Di sisi lain, emiten kebun sawit Grup Astra, PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI) justru mengalami penyusutan pendapatan sebesar 8,31% dari Rp18,01 triliun sepanjang Januari-September 2021 menjadi Rp16,51 triliun hingga kuartal III/2022. Berbanding terbalik, laba TAPG dan PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) melonjak dengan pertumbuhan tiga digit. Dalam 9 bulan 2022, laba bersih TAPG mencapai Rp2,33 triliun atau meroket 227,74% YoY, sedangkan profit DSNG melompat 114,75% secara tahunan menjadi Rp893,11 miliar. 

Dari kalangan emiten, CEO PT Sampoerna Agro Tbk. (SGRO) Budi Halim menyampaikan harga CPO yang menguat pada awal 2022 menyebabkan kenaikan harga jual rata-rata pada 9 bulan 2022 sebesar 25% YoY menjadi Rp12.849/kg. “Meskipun terjadi gejolak harga CPO pada kuartal III/2022, perseroan terus membukukan kinerja yang kuat dengan EBITDA sebesar Rp1,7 triliun pada 9 bulan 2022, serta profitabilitas yang tetap solid,” paparnya dalam keterangan resmi yang dikutip Minggu (30/10). Dari kacamata analis, CGS-CIMB Sekuritas Indonesia mempertahankan rekomendasi akumulasi untuk saham emiten perkebunan sawit TAPG dan DSNG seiring dengan kinerja positif keduanya hingga akhir kuartal III/2022. Target harga untuk saham TAPG dan DSNG juga dikerek naik. Analis CGS-CIMB Sekuritas Indonesia Peter P. Sutedja dan Reynanda A. Purwoko dalam risetnya menyebutkan meski laba bersih TAPG pada kuartal III/2022 turun 29% secara kuartalan menjadi Rp641 miliar, laba bersih sepanjang Januari—September 2022 tumbuh 228,78% menjadi Rp2,42 triliun.


TRANSISI ENERGI : ENERGI FOSIL MULAI DITINGGALKAN

Hairul Rizal 31 Oct 2022 Bisnis Indonesia

Pelaku industri mulai meninggalkan penggunaan energi fosil untuk mengantisipasi transisi energi yang gencar didorong pemerintah. Energi baru dan terbarukan atau EBT menjadi sumber energi yang dilirik untuk menjamin keberlangsungan usaha jelang penerapan pajak karbon. Sejumlah pelaku industri tekstil dilaporkan mulai mengalihkan penggunaan energi berbasis fosil dalam setiap operasionalnya. Hal itu dilakukan untuk memastikan kegiatan industri tekstil tidak terganggu karena proses transisi energi terus didorong pemerintah. Ketua Umum Asosiasi Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI) Redma Gita Wirawasta mengatakan bahwa sudah tidak ada pembangkit listrik berbasis energi fosil milik pelaku industri tekstil yang beroperasi sejak tahun ini. “Saat ini, perusahaan-perusahaan mengalihkan alokasi ongkos energinya ke PT PLN (Persero),” katanya, Minggu (30/10).Pemanfaatan EBT, kata Redma, terbukti lebih menguntungkan karena bisa menghindari perusahaan dari pengenaan pajak karbon. Selain itu, pelaku usaha juga terhindarkan dari risiko biaya energi fosil yang belakangan bergerak fluktuatif.  Dia pun mengapresiasi langkah pemerintah yang bakal mengoptimalkan panas bumi atau geotermal sebagai salah satu sumber energi untuk tenaga listrik.“Energi panas bumi ini rendah karbon. Tentunya hal ini akan sangat bermanfaat untuk industri, karena tax yang nanti dikenakan ke kami lebih rendah dibandingkan dengan menggunakan energi fosil. Selain itu, di mata buyer juga kami akan menjadi lebih baik,” ujarnya.Untuk diketahui, Indonesia diperkirakan memiliki 28,5 gigawatt electrical (GWe) sumber daya panas bumi. Dari jumlah tersebut, 11.073 megawatt (MW) telah menjadi resources, sedangkan 17.453 MW sisanya berupa reserves. 

Sekretaris Jenderal Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas) Fajar Budiyono mengatakan bahwa langkah antisipasi yang diambil pihaknya bakal disesuaikan dengan perkembangan kemajuan infrastruktur EBT di Tanah Air. Menurutnya, pihaknya juga akan mempertimbangkan daya saing harga listrik yang berasal dari energi fosil dan EBT. Apalagi, harga batu bara diperkirakan akan kembali turun dalam 3–4 tahun mendatang, seiring redanya sejumlah sentiment yang ada di tahun ini.Oleh karena itu, pelaku industri kimia pun berharap rencana Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir melakukan merger tiga perusahaan panas bumi pelat merah bisa menurunkan harga listrik yang berasal dari geotermal

SUBSTITUSI IMPOR : Pemerintah Dorong Perakitan HKT di Indonesia

Hairul Rizal 31 Oct 2022 Bisnis Indonesia

Pemerintah menargetkan perakitan industri produk telepon seluler, komputer genggam, dan komputer tablet dapat dilakukan sepenuhnya di dalam negeri hingga 2025.Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan bahwa kinerja industri produk telepon genggam, komputer genggam, dan komputer tablet atau HKT terus menunjukkan tren positif setelah pemerintah mewajibkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) 35%.“Berdasarkan roadmap yang telah disusun, Kemenperin [Kementerian Perindustrian] menargetkan perakitan produk HKT dapat dilakukan secara completely knocked down mulai tahun ini hingga 2025,” katanya, Minggu (30/10). Telepon seluler sendiri menjadi salah satu produk yang terus didorong dalam program substitusi impor 35%. Selain itu, Kemenperin juga memasukan telepon seluler ke dalam neraca komoditas untuk 25 produk elektronika dengan nilai impor tertinggi.

KERETA REL LISTRIK : Arus Penumpang KCI Belum Pulih

Yoga 31 Oct 2022 Bisnis Indonesia

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menyatakan jumlah penumpang kereta rel listrik Jabodetabek belum pulih  seperti sebelum pandemi Covid-19 yang  mencapai 1,2 juta orang per hari.  VP Corporate Secretary KCI Anne Purba mengatakan, volume penumpang tertinggi yang diangkut 780.000  penumpang per hari atau masih jauh dari  level prapandemi.  Karena itu, dia  menargetkan bisa  mengangkut 1 juta penumpang setiap harinya tahun depan.“Saat ini kami masih  recovery, mungkin  karena WFH [work from home] masih diberlakukan oleh beberapa perusahaan dan  beberapa kegiatan masih belum 100%. Jadi kami prediksi 2023 sudah bisa angkut 1 juta penumpang,” ujarnya saat ditemui Bisnis di kawasan Kota Tua Jakarta, Sabtu (29/10).

Pada akhir 2022, dia memprediksi KCI  bisa mengangkut 800.000 orang  per hari.  Peningkatan tersebut, jelasnya, bisa disumbang oleh integrasi antarmoda yang  makin meningkat, serta makin banyak area publik yang dibuka oleh pemerintah, dan  pemulihan pascapandemi.Saat ini, terdapat 980 perjalanan sampai  dengan 1.100 perjalanan KRL setiap harinya.  Jumlah perjalanan KRL juga meningkat seiring semakin longgarnya pembatasan mobilitas masyarakat. Berdasarkan catatan KAI Commuter, total pengguna KRL pada hari kerja selama tiga  pekan terakhir Oktober 2022 yakni seba-nyak 11,2 juta orang atau rata-rata 749.648 orang per hari. (Yoga)


Pilihan Editor